Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat kini resepsi pernikahan Aluna dan Bryan tinggal satu hari lagi namun mereka masih disibukan dengan persiapan akhir untuk memastikan agar acara besok berjalan lancar. Seluruh keluarga besar dari pihak Ayunda sudah tiba di Jakarta dua hari sebelum acara dimulai. Mereka semua sedang berkumpul diruang keluarga, menonton sinetron favorite Ayunda yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional. Sore itu mereka bercengkrama bersama sambil menikmati secangkir teh dan ditemani beraneka macam cemilan lezat.


Rumah kediaman Smith menjadi ramai seketika. Semua kamar tamu penuh dihuni keluarga besar Ayunda. Mereka bersuka cita menyambut hari resepsi pernikahan Bryan dan Aluna.


"Mbak Ayunda, hari ini aku tidak melihat Aluna kemana dia?" Tanya Melissa sambil menyomot cemilan diatas meja.


"Dia masih dikampus, mungkin sebentar lagi sampai rumah." Pandangan Ayunda tidak teralihkan dari layar televisi.


"Aduh! Kenapa kamu izinkan dia kuliah sih mbak, kan besok dia akan melangsungkan resepsi jadi tidak boleh terlalu capek."


"Aku sudah melarangnya tapi dia bersikeras berangkat katanya ada presentasi."


"Terus cucuku Bryan kemana? Pergi ke kantor juga?"


"Iya bu, ada urusan kantor yang harus diurus Bryan."


"Hufh, suami-istri sama keras kepala. Sudah tahu besok mau resepsi tapi masih sibuk dengan urusan masing-masing. Kamu coba ingatkan mereka berdua Ayunda, jangan terlalu sibuk. Minta mereka segera memprogramkan memiliki keturunan." Ucap Nenek Rina.


"Ayunda sudah pernah mengatakannya bu tapi malah dimarahi Mas Reymond. Katanya jangan terlalu mencampuri urusan rumah tangga Bryan dan Aluna. Kebetulan Aluna juga saat ini masih belum siap punya momongan." Ayunda nampak sedih setelah menceritakan permasalahannya kepada Nenek Rina.


Selang beberapa menit dari pintu depan muncul Aluna dengan menggunakan mini dress selutut berwarna merah, rambut di ikat ekor kuda dikombinasikan bandana berwarna hitam semakin memancarkan kecantikan seorang gadis berusia dua puluh tahun.


Saat memasuki pintu, kedatangan Aluna sudah disambut beberapa orang pelayan wanita berseragam hitam putih. Mereka memberi salam hormat kepada Aluna.


"Selamat sore nyonya muda." Ucap beberapa pelayan sambil membungkuk.


"Selamat sore. Mommy dan yang lain dimana?"


"Nyonya besar beserta keluarga yang lain sedang diruang keluarga." Ucap Bu Risa kepala pelayan keluarga Smith.


"Baik, aku akan kesana. Tolong buatkan teh hangat dan bawakan ke kamar ku ya bu."

__ADS_1


"Baik nyonya muda."


"Terima kasih."


Aluna berjalan menapaki anak tangga menuju ruang keluarga. Disana sudah berkumpul semua keluarga Ayunda ada Nenek Rina, Tante Melissa, Shera, Om Bagas dan si kembar Lilly dan Freya.


"Assalamu a'laikum." Sapa Aluna ketika memasuki ruang keluarga.


"Wa'alaikum salam." Jawab mereka secara serempak.


"Kamu baru pulang Aluna?"


"Iya tante, maaf aku tidak bisa menemani tante, om dan nenek hari ini."


"Tidak apa-apa sayang, tapi sebaiknya kamu istirahat cukup hari ini. Acara besok bisa sampai berjam-jam loh nanti kalau kamu kecapekan gimana?" Nenek Rina khawatir dengan keadaan cucu menantu.


"He-he-he, rencananya dulu begitu hanya saja jadwal presentasi ku dimajukan. Sekali lagi aku minta maaf."


"Baik, kalau begitu aku tinggal dulu. Selamat sore semua."


Aluna pamit meninggalkan ruang keluarga menuju kamar.


Keesokan hari


Semua penghuni kediaman Smith sudah sibuk sejak pukul 05.00 pagi. Pelayan, pengawal, Tante Merry dan asistennya beserta make up artis semuanya sudah sibuk mempersiapkan segala keperluan menjelang acara resepsi pernikahan nanti pagi. Resepsi pernikahan akan diadakan pukul 10.00 disebuah ballroom Hotel xxxx.


Gaun untuk resepsi pernikahan yang dikenakan pertama oleh Aluna adalah gaun berwarna biru langit dengan model V neck berbahan dasar sutra, dengan hiasan mutiara dibagian dada dan lengan sedangkan untuk siang hari sampai sore Aluna akan menggunakan gaun pengantin jenis backless ball gown sedikit menjuntai dengan design v neck ditambah pita dibagian tengah pinggang.


Ketika jam menunjukan pukul 05.00, seorang make up artis berjalan masuk ke kamar Aluna dilantai 3 bersama dengan empat orang asistennya. Mereka memulai merias wajah Aluna menggunakan peralatan make up yang sudah dipersiapkan.


"Riasannya tolong dibuat se-natural mungkin ya." Pinta Aluna kepada asisten wanita berambut pendek yang sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Nyonya muda tenang saja, saya akan merias wajah anda dengan se-natural mungkin karena anda sudah cantik jadi tidak perlu dempul sana-sini." Balas wanita itu dengan guyonan garing.


Aluna tersenyum dan mengangguk. Dia percaya kepada orang yang dipercayakan Ayunda untuk meriasnya hari ini. Ayunda pasti akan memberikan yang terbaik.


Ditempat yang berbeda, Ayunda, Shera, Tante Melissa, Nenek Rina, Lilly dan Freya sedang didandani oleh make up artis orang suruhan Ayunda. Mereka berada di aula utama kediaman Smith.


Sementara Bryan, Reymond, Om Bagas dan Rudy sedang didandani oleh penata busana. Penampilan Reymond, Om Bagas dan Rudy sungguh menawan dengan tuxedo hitam putih. Bryan pun tidak kalah menawan dengan setelan tuxedo hitam putih. Dari ketiga pria diatas tentunya hanya Bryan yang paling menawan.


Maklum ya, kan Bryan yang jadi raja sehari dalam resepsi. 😁


Tak terasa sudah hampir tiga jam waktu yang dibutuhkan Aluna untuk berhias, menata rambut dan berganti gaun pengantin. Tepat pukul 09.00 hingga semuanya siap, Aluna turun dibantu oleh make up artis dan keempat asisten berkumpul di aula utama. Disana sudah berkumpul semua keluarga besar Ayunda.


Pandangan Bryan tertuju ke wajah Aluna lalu terpana dengan penampilannya. Aluna begitu cantik dan mempesona dengan gaun pengantin biru yang dikenakan. Bryan tidak menyangka bahwa Aluna akan sangat cantik pagi itu, bak seorang bidadari yang turun dari khayangan.


"Ry, mulutmu ditutup rapat nanti lalat masuk." Bisik Reymond ketika menyadari pandangan Bryan tidak beralih dari Aluna.


Bryan langsung menutup mulut padahal kenyataannya mulut Bryan tidak terbuka sedikitpun. Reymond hanya ingin menggoda Bryan.


Kocak juga nih bapak si Bryan. 🤣


Aluna tertunduk malu dan jantungnya berdegup kencang. Tiba-tiba matanya berkaca-kaca membayangkan almarhum Alexander yang sudah tiada.


"Seandainya papa dan mama masih ada, apakah papa akan bahagia melihat aku memakai gaun pengantin?" Ucap Aluna lirih.


"Papa dan mama mu pasti bahagia sayang. Kamu jangan menangis ya, nanti make up mu luntur." Ayunda menyusut ujung mata Aluna menggunakan sapu tangan.


"Kamu tidak usah bersedih Aluna sayang, kami semua disini adalah keluargamu juga." Nenek Rina memeluk tubuh Aluna dan suasana menjadi haru.


"Sudah-sudah, ayo kita bersiap masuk ke dalam mobil. Aluna dan Bryan, kalian masuk ke dalam mobil yang sama diantar Rudy." Perintah Reymond.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2