Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Konsultasi


__ADS_3

Happy reading 🍂


"Mas, terima kasih." Ucap Aluna lirih.


"Sama-sama, sayang." Bryan mencium jemari istrinya tanpa memperdulikan tatapan iri dari pengujung rumah sakit.


Ting....


Kini lift yang membawa Aluna serta Bryan sudah berada di lantai 2.


"Hati-hati." Bryan melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya dan menuntun gadis itu keluar lift.


"Kamu tunggu disini, aku akan bertanya ke suster penjaga." Bryan membantu Aluna duduk dikursi pengunjung.


Pria itu mendekati seorang perawat berseragam merah muda yang sedang duduk dibalik meja.


"Permisi sus, istri saya sudah membuat janji dengan dokter Dianka di poli kandungan."


"Oh iya tuan, istrinya dibawa saja kesini. Kita akan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui suhu tubuh dan tekanan darah pasien."


"Baik sus."


Bryan menghampiri Aluna yang sedang duduk di kursi pengunjung dari kejauhan gadis itu nampak seperti sebuah bintang kejora, berkelap kelip memancarkan sinarnya di malam hari. Gadis itu sangat cantik bahkan mengalahkan Dewi Aphrodite yang diyakini dalam mitologi kuno sebagai dewi kecantikan dan dewi cinta.


"Sayang, kamu ikut denganku. Kata suster kamu harus di ukur suhu dan tekanan dulu."


Aluna mengikuti suaminya dari belakang.


"Silahkan nyonya."


Seorang perawat mengeluarkan termometer infrared ke kening Aluna dan beberapa saat kemudian dari layar termometer terpampang suhu tubuh gadis itu.


"Suhunya 36°C."


Perawat itu mengeluarkan sebuah alat tensimeter digital berbentuk kotak berukuran kecil.


"Kita ukur dulu tensi darah nyonya ya."


"Baik suster." Aluna mengikuti instruksi yang diberikan perawat berseragam merah jambu.


Sebetulnya Aluna sudah paham dengan prosedur pemeriksaan tanda-tanda vital (vital sign) yang dilakukan oleh seorang perawat karena pemeriksaan TTV merupakan pembelajaran dasar bagi mahasiswa kesehatan khususnya kedokteran dan keperawatan.


Pemeriksaan fisik tanda vital adalah pengukuran fungsi tubuh yang paling mendasar meliputi suhu tubuh, pernapasan, denyut nadi dan tekanan darah. Keempat pemeriksaan tersebut berguna mendeteksi atau memantau masalah medis. Hasil dari keempat pemeriksaan fisik bisa memberikan informasi penting kondisi kesehatan pasien.


"Tensinya 110/70 mmHg."


"Denyut nadi dan pernapasan normal."


"Semua hasil pemeriksaan fisik tanda vital normal semua nyonya."


Perawat tersebut mencatat semua hasilnya dalam sebuah buku catatan.

__ADS_1


"Sus, apakah dokter Dianka sudah datang?" Tanya Bryan.


"Sudah tuan, nanti akan dipanggil jika sudah waktunya konsultasi. Kurang lebih lima menit lagi."


"Baik sus, terima kasih."


"Sama-sama." Ucap perawat dengan ramah.


Bryan dan Aluna kembali ke kursi tunggu besi berwarna hitam yang diletakan di depan poli kandungan. Disana sudah ada sekitar delapan pasang suami-istri yang mengantri untuk melakukan konsultasi dengan dokter Dianka. Ada yang tengah hamil tua, diperkirakan usai kandungan tujuh bulan bahkan ada juga pasangan muda yang sepertinya berencana melakukan program hamil seperti Aluna.


"Duduk dulu sayang."


Aluna meremas telapak tangan karena sejujurnya gadis itu gugup karena pertama kali masuk ke dalam ruangan dokter dengan status seorang pasien.


"Tenang, ada aku disampingmu."


Seolah mengerti keadaan istrinya, Bryan menyentuh tangan Aluna dan mencoba membuat gadis itu tidak gugup lagi.


"Apapun hasilnya, kita hadapi bersama."


"Hu'um." Aluna mengangguk.


"Gadis pintar!" Bryan mengusap rambut istrinya.


Lima menit kemudian, nama Aluna dipanggil dan dipersilahkan masuk ke ruangan. Ia tidak perlu menunggu lama karena mertuanya sudah membuatkan janji terlebih dahulu. Sebetulnya keluarga Smith memiliki rumah sakit yang dibangun dengan sumber dana pribadi berasal dari kantong Reymond Smith. Banyak dokter spesialis handal dipekerjakan dirumah sakit itu namun untuk merencanakan program hamil Bryan lebih nyaman jika ditangani langsung oleh seseorang yang benar-benar sudah dikenal apalagi dokter Dianka merupakan dokter senior dengan pengalaman kerja paling lama dan terbukti ampuh dalam membantu pasangan yang ingin segera memiliki momongan.


"Nyonya Aluna Alexander." Seorang perawat memanggil nama Aluna dan mempersilahkan duduk.


Kini Aluna dan Bryan sudah duduk di kursi empuk dihadapan dokter Dianka, teman arisan Ayunda.


"Selamat pagi nyonya Bryan." Dokter Dianka membalas sapaan Aluna dengan tersenyum.


"Pertama kali mengikuti program hamil?"


"Iya dokter."


"Tidak usah takut, anggap saja seperti sedang berbicara dengan mertuamu."


"Eh, baik dokter."


"Ternyata kamu lebih cantik dari yang dibicarakan Ayunda. Pantas saja Ayunda begitu mengagumi."


"Tentu dokter, istri saya paling cantik sedunia."


"Mas!" Aluna mencubit lengan suaminya.


"Tidak apa-apa, wajar jika tuan muda Smith memuji kecantikan istrinya."


"Kalian sudah berapa lama menikah?"


"Kurang lebih tiga bulan."

__ADS_1


Dokter Dianka mencatat semua informasi yang di dapat dalam sebuah buku catatan pasien.


"Siklus haid teratur?"


"Teratur."


"Terakhir siklus kapan?"


"17 hari yang lalu."


"Siklus menstruasi 28 hari?"


"Iya."


"Sering berhubungan badan setelah siklus haid selesai?"


~Blush~


Wajah Aluna memerah. Setiap kali membahas topik yang sangat intim, gadis itu selalu malu padahal pertanyaan dokter Dianka sangat lumrah ditanyakan kepada pasangan suami istri agar dapat diketahui kapan masa subur pada seorang wanita dan mengetahui masa ovulasi.


"Benar dokter." Jawab Aluna dengan lirih.


"Sepertinya nyonya muda Smith sangat cekatan ya." Dokter Dianka tersenyum.


"Ya sudah, mari kita lakukan USG dulu."


"Cekatan apa sayang?"


"Sst!" Aluna menginstruksikan suaminya untuk tidak berbicara dulu selama ia sedang berkonsultasi dengan dokter.


"Semua pakaian dari bagian pinggang kebawah tolong dilepas kemudian jika sudah, segera berbaring disini." Seorang asisten dokter memberikan arahan ke Aluna.


Setelah melakukan semua arahan dari asisten dokter, kini Aluna berbaring diatas bed khusus dengan kedua kaki ditekuk sehingga kaki terbuka lebar (mengangkang). Kemudian dokter Dianka memasukan sebuah alat transduser sepanjang 2-3 inci ke dalam **** * yang telah diolesi pelumas sebelumnya.


"Sejauh ini semuanya normal. **** *, rahim, saluran telur, indung telur dan leher rahim dalam kondisi baik." Dokter Dianka terlihat serius memperhatikan layar monitor sesekali merubah arah transduser sehingga seluruh organ dalam pasien diamati dan tidak ada yang terlewatkan."


"Baik nyonya, pemeriksaannya sudah selesai." Dokter Dianka meninggalkan Aluna dan segera menuju kursi nya semula.


Disana sudah ada Bryan yang sedang menunggu dengan harap-harap cemas.


Sementara Aluna sedang memakai kembali pakaiannya.


"Bagaimana dokter?"


"Sejauh ini semua nya dalam keadaan normal, tuan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


"Syukurlah." Bryan menghela napas lega.


"Saran saya, sebaiknya anda juga melakukan pemeriksaan cek spe*ma bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas spe*ma yang keluar saat ejaku*lasi."


"Nyonya dan tuan harus perbanyak makan buah dan sayur, hindari stress dan saya akan membuatkan resep untuk membantu mengoptimalkan program hamil yang anda lakukan."

__ADS_1


to be continued....


#Jangan lupa likenya kakak agar author semakin semangat membuat cerita baru dan tidak lupa masukan novel ini ke dalam list favorit agar tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Terima kasih. 😊


__ADS_2