
Happy reading 🍂
Acara perpisahan sekolah berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Menjelang siang hari, tiba pada acara inti yaitu acara hiburan yang sangat di nanti oleh seluruh murid SMA Harapan.
Saat semua orang tua/wali murid sudah pulang ke rumah masing-masing kini tiba giliran anak muda yang menikmati pesta.
Band sekolah ikut memeriahkan acara perpisahan untuk menghibur murid-murid sekolah yang masih setia menanti sampai acara usai. Band sekolah yang diberi nama "XO' Band" dengan Rendra sebagai vokalis sekaligus gitaris tampil pertama. Ia dan band nya membawakan lagu Kesempurnaan Cinta dari Rizky Febrian.
Skip
Skip
Diatas panggung Rendra membisikan sesuatu ke pembawa acara, ia meminta izin agar diperbolehkan untuk beberapa saat tetap berada diatas panggung.
"Gimana nih masih semangat semua kan?"
"Masih." Jawab semua murid SMA Harapan Pelita dengan kompak.
"Oh iya, apakah kalian ingat bahwa aku pernah berjanji kelak saat perpisahan sekolah akan memberitahukan siapa gadis beruntung yang menjadi inspirasiku membawakan lagu RAN sewaktu acara api unggun dua tahun lalu."
"Saat ini, gadis itu berada ditengah-tengah kita dan aku ingin ia maju ke atas panggung."
"Gadis itu bernama, Aluna Alexander."
Sontak semua murid SMA Harapan Pelita berteriak histeris mendengar gadis yang beruntung itu adalah Aluna.
Mata Rossa membulat mendengar nama sahabatnya disebut.
"Aluna, aku minta kamu maju keatas panggung."
"Aluna."
"Aluna."
"Aluna."
Murid-murid meneriakkan nama Aluna.
"Aluna, sana maju." Rossa menyenggol siku Aluna.
"Tapi...."
"Sudah sana maju."
Dengan perasaan campur aduk Aluna menuruti keinginan Rendra maju keatas panggung.
"Aluna, sebelumnya tolong maafkan aku karena sudah lancang memintamu maju keatas panggung. Aku terpaksa melakukannya karena ada hal penting yang ingin disampaikan."
deg
deg
deg
Detak jantung Aluna berdegup lebih cepat.
"Mau kah kamu menjadi pacarku?"
Rendra berlutut, tangannya menggenggam tangan Aluna dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.
__ADS_1
"Aku berikan cincin ini khusus untuk mu, sebagai bukti ketulusanku."
"Terima."
"Terima."
"Terima."
Aula sekolah kini semakin ramai oleh tepuk tangan, teriakan histeris dari murid SMA Harapan Pelita karena menyaksikan pernyataan cinta secara live.
"Kak, jujur sebenarnya aku juga menyukaimu tapi maaf aku tidak bisa menganggap kedekatan kita tidak lebih dari seorang teman karena papa tidak mengizinkan jika aku menjalin hubungan dengan seseorang." Mata Aluna berkaca-kaca, terasa sakit karena ia harus mengatakan seadaan yang sejujurnya.
"Loh, kok ditolak."
"Hu...."
Berbagai komentar pedas terlontar dari murid sekolah setelah mendengar bahwa idolanya di tolak.
"Ehm, kalau boleh tahu alasannya apa?"
"Karena papa Aluna ingin kalau anaknya langsung menikah." Rossa berteriak dari jejeran kursi penonton.
"Apa benar seperti itu?"
"Hu'um." Aluna tertunduk.
"Hah!"
Beberapa murid perempuan tercengang, mereka tak menyangka di era modern seperti ini masih saja ada orang tua yang menginginkan anaknya menikah tanpa proses pacaran.
"Hufh, sedih sih karena pernyataan cintaku ditolak tapi aku hargai keputusanmu."
"Setelah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan, aku janji akan datang kerumah, menemui papa mu dan melamar kamu menjadi istriku."
Aluna mengigit bibirnya, pria dihadapannya benar-benar gigih. Ia mau menunggu gadis biasa seperti dirinya entah kebaikan apa yang telah dilakukan pada kehidupan sebelumnya.
Sejak kejadian itu, Rendra memutuskan melanjutkan study di Singapura. Aluna dan Rendra sudah tidak berkomunikasi lagi karena pria itu sibuk dengan jadwal kuliah sementara Aluna, ia disibukan dengan persiapan ujian dan pembekalan untuk masuk universitas.
***
Flash back off
"Cepat mandi!" Suara Bryan menyadarkan lamunan panjang Aluna.
"Eh!"
"Hu'um!"
Tiga puluh menit kemudian, Aluna keluar dan menuju lemari memilih gaun malam yang akan dipakai untuk melayani suami tercinta.
Cukup lama Aluna memilih gaun mana yang cocok untuk dipakai, akhirnya ia pun memutuskan memilih gaun malam paling seksi berwarna hitam sangat kontras dengan warna kulitnya. Lekuk tubuh yang terpampang dan bagian tubuh yang terbuka dimana-mana menambah kesan seksi.
Aluna mendekat ke arah Bryan yang sedang duduk di sofa dan memanggil nama suaminya dengan suara yang dibuat semerdu mungkin.
"Mas Bryan."
Bryan menoleh ke arah sumber suara dan disana Aluna berdiri dengan gaun malamnya yang begitu seksi membuat jiwa lelakinya berontak.
Glek
__ADS_1
"Sial."
Bryan menelan saliva dengan susah payah.
"Apakah gadis itu benar-benar akan melayaniku seperti yang ia ucapkan di Tanah Lot tadi?"
"Berani juga dia merayuku dengan cara ini!" Gumam Bryan dalam hati.
"Kamu sedang apa sayang." Aluna duduk disamping suaminya yang masih bersikap dingin dan jutek.
"Kenapa kamu masih mengurusi pekerjaan disaat masih honeymoon?" Tanya Aluna yang mencoba memecahkan kecanggungan diantara mereka.
"Aku tidak tenang jika harus menyerahkan semua tanggung jawab kepada orang lain."
Aluna pun dibuat bingung karena sikap suaminya masih saja dingin dan ia mulai mencari cari untuk memulai ide gila yang sempat terpikirkan saat ia masih di kamar mandi untuk bisa memuaskan suaminya.
Aluna merapatkan posisi duduknya dengan Bryan dan mulai mengelus-ngelus paha pria itu.
Bryan menegang, bahkan dadanya terasa sesak saat tangan lembut istrinya menyentuh bagian inti tubuhnya.
Bryan menghentikan tangan istrinya saat Aluna memindahkan tangannya kebagian dada dan bermain-main disana.
"Hentikan Aluna!"
"Diam, aku akan memanjakanmu malam ini mas."
Aluna menutup mulut suaminya dengan jari telunjuk. Memberikan isyarat agar pria itu tidak banyak bicara.
"Kamu cukup mengikuti permainanku saja."
Setelah pakaian Bryan terlepas semua kini Aluna merubah posisinya. Ia berjongkok dihadapan pria itu, merentangkan kedua paha dan perlahan mengelus bagian inti milik suaminya.
Tak perlu menunggu lama, Aluna melorotkan kain yang tersisa.
Aluna berhenti sejenak, ia sedikit ragu untuk melakukan ini tetapi ia sudah berjanji akan melayani suaminya malam ini.
Dengan keberanian yang tersisa akhirnya Aluna membuka kain tersebut hingga pria itu tak mengenakan apapun.
Kini Aluna bisa melihat dengan jelas bagian inti suaminya sudah berdiri dan siap untuk dinikmati.
Tanpa Bryan duga, tangan Aluna memegang bagian intinya dan memainkannya dengan jari. Kemudian ia melahapnya dengan rakus.
"Ah".
Bryan mengerang saat bagian intinya menyentuh lidah istrinya.
"Kamu menginginkan ini kan mas?" Ucap Aluna yang masih sibuk memainkan lolipop di tangannya.
"Apa kamu masih tidak percaya bahwa laki-laki yang ku cintai saat ini hanya kamu seorang." Tanya Aluna disela-sela kegiatannya memuaskan pria itu.
"Aa-aku percaya sayang."
Bryan tak bisa berkata-kata saat ini dia sungguh menikmati permainan yang diberikan istrinya.
"Jangan berhenti sayang, cepat teruskan."
Dengan senang hati, Aluna menuruti perintah suaminya karena ia memang ingin agar pria itu tahu bahwa saat ini seluruh jiwa raganya hanya milik Bryan seorang. Cinta dan kesetiaanya hanya untuk suami tercintanya, Bryan Smith.
to be continued.....
__ADS_1
#Jangan lupa like, vote dan tinggalkan jejak. Masukan juga novel ini ke dalam list favorit kalian agar tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Terima kasih. Love kalian semua. 😊