
Happy reading 🤗
Malam Hari di Rumah Bunda Imelda
Disebuah kamar berukuran 4×4 meter ada seorang gadis cantik terbaring diatas ranjang, ia sedang melihat beberapa slide foto di galeri smartphone miliknya. Di slide pertama nampak sepasang suami istri tengah berpose membentuk hati bersama pasangan dengan cara masing-masing mengangkat satu tangan keatas kemudian menyatukannya menjadi satu membentuk simbol hati berukuran besar. Di dalam foto tersebut mereka terlihat begitu bahagia, menikmati moment liburan romantis kado pernikahan dari orang tua si pria. Slide kedua menampilkan seorang pria tengah memeluk pasangannya dari belakang dengan dagu si pria menempel di pundak gadisnya dan pandangan mereka ke arah matahari terbenam dengan background laut lepas berwarna biru dan butiran buih ombak membuat hasil jepretan foto tersebut begitu indah dan sangat menarik.
Seulas senyum terukir dari bibir gadis itu, tangannya masih sibuk menggeser slide demi slide foto kenangan saat ia dan suami menghabiskan waktu berbulan madu di Bali.
"Mas Bryan, aku kangen kamu!" Ucapnya lirih.
Tiba-tiba dering ponsel menyadarkannya dari lamunan akan kenangan indah saat berada di Bali.
My Hero is calling....
Gadis itu memincingkan mata "ini nomor siapa? Perasaan aku tidak pernah memasukan nomor ini ke dalam phone book."
"Aneh!"
Dengan malas ia menerima panggilan masuk tersebut.
Aluna
📲 Halo!
Sapa gadis itu dengan malas.
Ia paling tidak suka menerima panggilan masuk dari orang asing apalagi dari nomor yang tidak diketahui.
Rendra
📲 Kamu sudah tidur?
Terdengar suara seseorang yang sangat familiar di telinga gadis itu.
"Suara ini tidak asing bagiku tapi siapa?" Ucap gadis itu, kini ia berdiri di depan jendela kamar. Pandangan matanya menatap jalanan perumahan elite milik Bunda Imelda.
Jalanan itu terlihat sepi pada malam hari berbanding terbalik dengan keadaan pagi atau sore hari. Banyak para pedagang lalu lalang menjajakan dagangannya mulai dari penjual sayur keliling, penjual bakso keliling, penjual rujak keliling dan lain-lain. Ketua Rukun Tetangga (RT) atau Ketua Rukun Warga (RW) beserta security perumahan tidak melarang para pedagang memasuki kawasan perumahan elite tersebut asalkan bisa menunjukan ID dan mengisi formulir kunjungan tamu maka mereka diperbolehkan masuk.
Rendra
📲 Aluna.
📲 Ini aku, Rendra.
Gadis itu terkejut saking terkejutnya ia hampir saja menjatuhkan smartphone dalam genggaman.
Aluna
📲 Kak Rendra!
Pekiknya.
Rendra
📲 Kenapa? Apa aku mengganggumu?
Aluna
📲 Tidak! Bukan....
Ucapnya gugup.
"Aih, mengapa aku gugup begini!" Makinya dalam hati.
__ADS_1
Rendra
📲 Ada apa?
Tanya Rendra lembut.
Rendra selalu berbicara lembut kepada setiap perempuan khususnya Aluna karena sikap lemah lembutnya itulah membuat kaum hawa tergila-gila kepadanya.
Aluna
📲 Bagaimana kakak bisa tahu nomorku?
Rendra
📲 Ha-ha-ha!
Pria diseberang sana tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan konyol dari gadis yang dicintainya.
Rendra
📲 Kalau kamu mau melupakan kejahatan suamimu, silahkan tapi jangan sampai lupa denganku.
📲 Kamu lupa, sebelum pulang kita sudah tukaran nomor handphone.
📲 Aku sengaja menyimpan nomorku di phone book mu dengan nama "my hero" agar kamu selalu mengingat bahwa akan ada seseorang yang selalu menjadi pahlawanmu.
Ucap Rendra panjang lebar.
Aluna
📲 Kak, jangan menggodaku terus.
Rendra
📲 Kenapa?
Aluna
Dengan berat hati gadis itu mengucapkan kalimat yang mungkin saja akan melukai perasaan pria diseberang sana. Aluna tidak ingin memberikan harapan palsu kepada pria lain walaupun saat ini biduk rumah tangganya sedang menghadapi badai namun ia tidak mau menyeret orang lain masuk ke dalam arus yang ia sendiri tidak tahu apakah arus itu bisa menyelamatkannya atau malah membuatnya binasa.
Rendra menarik napas dalam.
Rendra
📲 Maafkan aku.
📲 Aku hanya ingin menanyakan kabarmu saja. Apakah sudah membaik?
Aluna
📲 Sudah kak. Terima kasih.
Rendra
📲 Jaga kesehatan dan jangan lupa makan banyak karena kamu sedang hamil jadi perlu asupan nutrisi lebih banyak dari wanita hamil pada umumnya. Di dalam kandunganmu ada dua janin yang sedang tumbuh.
Aluna tersenyum membayangkan tujuh bulan yang akan datang, ia akan bertemu dengan kedua buah hatinya. Rasanya ia sudah tidak sabar menunggu sampai hari itu terjadi.
Rendra
📲 Kalau butuh bantuan jangan sungkan untuk menghubungiku. Good night Luna.
Rendra mengakhiri panggilan telpon.
__ADS_1
"Dari dulu sampai sekarang Kak Rendra tidak pernah berubah. Dia selalu memberikan perhatian, sesibuk apapun pasti meluangkan waktu untuk menghubungiku."
Sementara itu, diruang makan Imelda dibantu Rossa dan seorang ART sedang menyiapkan makanan. Malam itu Imelda sengaja membuat menu makanan kesukaan Aluna yaitu ayam goreng, urap dan sambal bawang serta tidak lupa kerupuk sebagai andalan teman makan orang Indonesia.
"Ocha, cepat panggil Aluna kesini. Minta ia makan bareng bersama kita." Pinta Imelda. Ia masih sibuk menata piring, sendok dan gelas di atas meja makan.
"Iya bun."
Rossa berjalan ke kamar tamu.
Tok
Tok
Tok
"Aluna!"
"Iya Cha, masuk saja. Pintu tidak dikunci."
"Ayo makan."
Rossa menghampiri Aluna yang sedang berdiri di depan cermin.
"Bunda memintaku untuk mengajakmu makan bersama, ayo." Rossa mengusap pundak sahabatnya.
"Ayo!" Ucap gadis itu dengan senyum dipaksakan.
"Aluna, sini duduk samping bunda." Ucap Imelda saat melihat Rossa dan Aluna memasuki ruang makan.
Di ruang makan kini sudah ada Imelda dan Ronny menunggu mereka untuk makan malam bersama.
"Eh ada nyonya muda." Goda Ronny.
"Halo Ron, apa kabar?" Sapa Aluna.
Perlahan-lahan Aluna duduk di kursi makan disamping Imelda.
"Kabarku baik. Sekarang badanmu makin berisi, lagi hamidun?" Ucap Ronny ceplas ceplos.
"Woi, punya mulut ikutan disekolahin juga jangan asal jeplak." Ucap Rossa sewot.
"Dih Miss Kunti nyolot mulu kalau ketemu."
"Sialan kamu!" Rossa mencubit lengan atas sepupunya.
"Sakit!" Ronny mengusap lengannya.
"Bodo!" Rossa menjulurkan lidah.
"Sudah ah, kita mau makan bersama tapi kenapa kalian malah bertengkar." Imelda melerai anak dan keponakannya.
"Ayo Ronny, kamu pimpin do'a sebelum makan."
"Sebelum kita makan, mari berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a dimulai."
"Berdo'a selesai."
"Selamat makan." Ucap mereka bersamaan.
***
Sementara itu, Bryan baru saja keluar hotel. Acara reuni akbar yang diselenggarakan oleh panitia alumni SMA Harapan Pelita berjalan lancar. Kini ia dan wanita cantik disampingnya sudah berada di dalam mobil milik Gugun. Malam ini untuk pertama kalinya mereka berkumpul lagi setelah beberapa tahun tak berjumpa, ada rasa rindu di dada ketika mengingat betapa bahagianya dulu saat masih bersama. Kenangan manis saat masih sekolah memang sulit dilupakan.
__ADS_1
Halo kakak, jangan lupa like nya ya dan masukan novel ini ke dalam list favorit kalian agar tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Terima kasih. 😊