Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Kemarahan Bryan


__ADS_3

Happy reading 🍂


"Sst, kamu sekarang menyebalkan sekali." Aluna mendesis karena Bryan menegurnya.


"Kamu sebentar lagi akan menjadi ibu bagi anakku jadi aku berkewajiban menasihati istri kecilku agar tidak berbuat sembrono seperti tadi."


"Hum!"


"Mas, hari ini kita jalan-jalan ya. Aku bosan di kamar terus. Dari kemarin kamu terus menyerangku sampai tenagaku habis." Aluna membenarkan posisi duduknya lebih tegak dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Memangnya kamu mau kemana hari ini?" Tangan Bryan mengupas buah jeruk yang ada di nampan.


"Ya kemana saja, misal ke GWK, Tanah Lot, Uluwatu atau kemana saja asalkan tidak berdiam diri terus di resort."


"Baik, aku akan meminta Putu menjemput kita."


"Yeah, aku suka. Terima kasih mas." Aluna memberikan ciuman di pipi suaminya.


"Dasar bocil."


"Biarin, tapi disitu suka kan sama bocil ini." Aluna mencolek dagu Bryan sambil terkekeh.


"Hem!" Jawab Bryan singkat.


Mereka memulai pagi hari dengan sarapan, menikmati makanan yang tersaji diatas meja dengan menu sarapan empat sehat lima sempurna.


***


Setelah menghabiskan semua menu makanan diatas meja, Aluna dan Bryan bersiap-siap pergi ke tempat wisata yang ada di Bali. Mereka berdua kompakan memakai kaos berwarna biru langit dan celana panjang berwarna putih. Aluna membubuhkan bedak tipis di wajahnya dan memoleskan sedikit lipstick di bibir ranum miliknya.


"Astaga, leherku! Kenapa banyak tanda kepemilikanmu, mas." Aluna panik melihat keadaan lehernya dipenuhi kiss mark hasil karya Bryan.


"Kalau begini, bagaimana aku bisa menikmati liburan kita selama di Bali." Aluna tidak bersemangat lagi setelah melihat ada banyak tanda merah di lehernya.


Aluna berpikir sejenak mencari cara agar bisa menutupi lehernya.


"Aha, aku punya ide."


Ia segera berlari menuju lemari kayu yang ada tepat disamping pintu masuk kamar resort.


"Nah, untung aku membawanya kemarin." Aluna tersenyum bahagia melihat benda yang dibutuhkan kini berada ditangannya.

__ADS_1


"Ayo sayang, Putu sudah menunggu kita di parkiran."


"Baik mas."


Aluna dan Bryan berjalan bergandengan tangan dan pemandangan langka itu segera diabadikan oleh kedua pengawal yang berjalan dibelakang mereka.


"Halo tuan dan nyonya Bryan, selamat siang." Sapa Putu setelah Aluna dan Bryan masuk ke dalam mobil.


"Halo Bli Putu, kabar kami baik. Bagaimana kabarmu sendiri?" Aluna menyapa kembali Putu dengan ramah.


Bryan memperhatikan interaksi diantara istrinya dan Putu.


"Jangan terlalu baik dengan laki-laki lain, aku tidak suka!" Bryan bersuara dengan nada sinis memperlihatkan ekspresi tidak suka jika istrinya berinteraksi dengan lawan jenis.


"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud apa-apa hanya saja----."


"Diam! Cepat lajukan mobilnya. Kita ke GWK dulu." Perintah Bryan.


Tanpa menunggu lama, Putu menyalakan mesin mobil dan melajukannya.


Waktu tempuh dari kawasan Seminyak ke Garuda Wisnu Kencana membutuhkan sekitar 30 menit atau berjarak 16.4 kilometer melalui Jl. Bypass Ngurah Rai dan Jl. Raya Uluwatu dengan roda empat.


Namun tiba-tiba pandangan Putu tertuju kepada sebuah benda yang melilit dileher jenjang nyonya muda Bryan.


"Maaf nyonya, apakah anda tidak merasa gerah menggunakan syal itu."


"Tidak, sepertinya aku merasa kurang enak badan. Badanku terasa menggigil." Aluna mencoba membohongi Putu padahal ia sudah tahu apa yang ada dibalik syal berwarna pink milik nyonya muda Bryan.


"Bisa dipastikan, tidak lama lagi jasa rental kendaraan roda empat ayahku akan ramai karena tuan dan nyonya muda Bryan sudah resmi menjalin kasih." Ucap Putu dalam hati.


"Kamu sakit, sayang? Bagaimana kalau kita kembali saja ke resort. Kamu beristirahat saja disana."


"Ih, kamu apa-apaan sih mas." Aluna mendelik dengan tatapan tajam seperti sebuah pisau yang siap menghunus ke arah Bryan. Ia kesal karena Bryan terus mengerjainya.


"Oke-oke, aku minta maaf. Sudah ya, jangan cemberut lagi. Nanti cantikmu hilang." Bryan mencoba membujuk Aluna agar tidak marah lagi.


"Sudah, aku tidak ingin di ganggu. Tolong bangunkan aku jika sudah sampai." Aluna membelakangi Bryan dan mulai memejamkan mata.


***


Destinasi pertama yang dikunjungi Aluna dan Bryan ketika berada di Bali yaitu Garuda Wisnu Kencana atau lebih dikenal dengan GWK merupakan taman budaya yang memiliki ciri khas Bali jadi tidak heran banyak diminati wisatawan terutama turis karena budayanya yang kental. Selain itu, GWK menjadi simbol Dewa Wisnu atau Dewa pemelihara alam semesta dan mengendarai seekor burung garuda.

__ADS_1


Garuda Wisnu Kencana merupakan sebuah patung dewa yang dipahat oleh I Nyoman Nuarta yang merupakan pemahat terkenal di Bali. Memiliki luas sekitar 60 hektar.


Taman Garuda Wisnu Kencana terletak di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung dekat dengan Bukit Jimbaran dibagian selatan kota Denpasar.


Di dalam taman budaya Garuda Wisnu Kencana terdapat beberapa fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola seperti


plaza, butik dan toko souvenir, restoran, taman, street theater dan lotus pond.


Garuda Wisnu Kencana memiliki daya tarik tersendiri tentunya daya tarik itu sendiri terletak di patung Garuda Wisnu Kencana. Sambil berkeliling bisa menyaksikan pertunjukan barong dari pemain teater dan tarian khas Bali sambil bersantai atau mengabadikan momen indah di dekat bukit kapur.


Tiga Puluh Menit Kemudian....


"Aluna sayang, kita sudah sampai." Bryan menggoyangkan tubuh istrinya dengan lembut.


"Ehm."


Aluna membuka mata dan melihat pemandangan di depan sana sungguh sangat indah.


"Wow, indah sekali!" Gadis itu segera turun dan berlari meninggalkan mobil setelah mobil terparkir dengan sempurna.


"Hei tunggu!" Bryan kaget karena Aluna tiba-tiba saja melepas seat belt dan berhambur keluar sedangkan para pengawal dan Bryan belum turun.


Kedua pengawal yang masih berada di dalam mobil segera menyusul nyonya muda Bryan.


"Maaf nyonya, anda tidak boleh jauh dari kami." Pengawal A memperingatkan Aluna untuk tidak jauh dari pengawasan mereka.


"Aku hanya berjalan sekitar dua puluh langkah saja kenapa kalian menegurku!" Aluna emosi karena kedua pengawal menegurnya.


"Maaf nyonya, saya tidak bermaksud melukai hati anda. Hanya saja kami takut terjadi hal buruk kepada anda jika jauh dari jangkauan." Pengawal B menjelaskan alasan mengapa mereka menegur Aluna.


Bryan turun dari mobil dengan langkah panjang, menahan amarah akibat kecerobohan kedua pengawal yang bertugas menjaga keamanan Aluna dan Bryan selama berlibur di Bali.


"Dasar bodoh! Apa kalian sudah bosan hidup?" Bentak Bryan kepada kedua pengawal.


Pengawal A dan pengawal B hanya tertunduk, tidak berani mengangkat kepala karena mereka tahu kesalahan apa yang sudah diperbuat sehingga menyebabkan Bryan marah.


to be continued


#sumber : mesin pencarian (google)


Jangan lupa like, komentar dan masukan novel ini kedalam list favorite kalian agar tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Terima kasih. Love kalian semua. 😊

__ADS_1


__ADS_2