Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Bertemu Kembali


__ADS_3

Happy reading 🤗


Hari bersejarah bagi Rossa dan Ruddy tiba, kini kedua mempelai berdiri di depan mimbar sementara kedua keluarga duduk dibarisan paling depan diantara para tamu undangan. Mereka berdiri dihadapan seorang pendeta yang akan memimpin prosesi pemberkatan pernikahan. Tiba-lah waktunya bagi dua insan tersebut mengucapkan janji pernikahan. Janji tersebut merupakan pernyataan kesanggupan keduanya untuk menjadi suami dan istri yang merupakan pertanggung jawaban menjalani bahtera rumah tangga sekali seumur hidup. Dengan lantang dan jelas Ruddy-Rossa mengucapkan janji setia sehidup semati dihadapan keluarga, pendeta, tamu undangan dan tentunya di hadapan Tuhan.


Saat Ruddy memakaikan cincin ke jari manis Rossa, tangannya gemetar. Tingkahnya membuat semua tamu undangan tertawa dan pendeta yang memimpin prosesi pernikahan hanya tersenyum.


"Tak perlu gugup, santai saja." Ucap bapak pendeta.


"Saya nyatakan mulai saat ini kalian sah sebagai suami istri baik dimata agama maupun negara."


Bunda Imelda menangis terharu melihat putri kesayangannya kini resmi dipersunting oleh pria baik hati seperti Ruddy. Ia memanjatkan do'a kepada Sang Pencipta semoga kelak pernikahannya langgeng sampai maut memisahkan. Wanita itu berharap masa depan pernikahan putrinya selalu harmonis tidak seperti saat ia dan ayahnya Rossa dulu harus berpisah karena sang suami berselingkuh.


"Tante." Ronny menyerahkan sehelai sapu tangan untuk Bunda Imelda.


"Terima kasih Ron."


Siang harinya, semua orang tengah berkumpul dalam sebuah ballroom hotel. Suasana ballroom tersebut bagaikan lautan manusia karena semua orang berkumpul dan menyaksikan bagaimana kebahagiaan dari dua insan manusia yang diciptakan melebur menjadi satu. Suara lantunan musik menggema memenuhi ruangan, tawa canda menghiasi bibir kedua mempelai. Semua bersuka cita larut dalam kebahagiaan.


Hari itu Rossa begitu cantik dan elegan, ia memakai gaun pengantin rancangan desainer terkenal. Desain a line dan off shoulder membuat tubuh Rossa terlihat lebih tinggi karena fokus pada bagian atas tubuh seperti bahu, lengan dan leher. Bagian bawah gaun, Rossa sengaja meminta seorang desainer untuk memanjangkan ujungnya sehingga terlihat lebih menjuntai secara alami. Di bagian dada, dibentuk dengan model sweetheart. Untuk tatanan rambut mempelai wanita, seorang MUA memilih gaya rambut pengantin dengan framing layer karena sang mempelai memiliki wajah bulat yang dikhususkan untuk membuat ilusi pada area wajah selain itu, memberikan kesan messy yang serasi dengan gaya rambut yang dipilih serta tidak lupa hair piece yang dijepitkan pada rambut sebagai pemanis hiasan.


"Mami, look over there!" Si bungsu Arya menunjuk ke arah Rossa yang sedang duduk diatas pelaminan.


Sahabatnya itu sedang menyalami satu per satu tamu undangan.


"Aunty Ocha so beautiful."


"Yeah, Arya benar. Aunty Ocha cantik ya hari ini!"


"Iya mami."


Aluna tidak melihat mantan mertuanya duduk dipelaminan karena terhalangi tubuh para tamu. Sejak ia dan si kembar datang, tak henti-hentinya para tamu memberikan ucapan selamat kepada orang tua dan kedua mempelai sehingga Aluna tidak bisa melihat dengan jelas mantan mertuanya.


"Mami, pipis." Bisik Aryan.


"Bentar ya sayang."


"Kak, tolong jagain Arya dulu. Aku mau mengantar Aryan ke toilet."


"Perlu aku antar?" Rendra menawarkan diri untuk mengantar Aluna.


"Tidak perlu, aku hanya sebentar. Titip Arya."


Setelah menitipkan Arya, Aluna dan anak sulungnya berjalan melewati kerumunan tamu. Dari ratusan tamu yang datang, wanita itu belum juga dipertemukan dengan mantan suaminya.


Di tempat yang sama, seorang pria baru saja keluar dari toilet. Ia tengah berdiri di depan pintu membelakangi pintu masuk toilet wanita, pria itu membuka pesan masuk dari seorang klien. Toilet wanita dan pria bersebrangan.


"Sudah lega?" Tanya Aluna kepada Aryan.

__ADS_1


Deg


Deg


Deg


Jantung Bryan berdegup kencang.


"Aluna!" Bisiknya dalam hati.


Ketika ia membalikan tubuh, seorang wanita dan putranya berjalan menjauh.


Deg


Deg


Deg


Jantung wanita tersebut berdegup kencang juga.


"Perasaan ini." Ucap wanita itu dalam hati.


Setiap kali wanita itu berada didekat pria yang ia cintai, jantungnya pasti berdegup kencang begitu-pun sebaliknya. Pria itu akan merasakan detak jantungnya tak beraturan.


"Aluna." Ucap pria itu saat ia melihat seorang wanita dan putranya dari kejauhan.


Jarak diantara mereka sekitar dua puluh meter walau Bryan tidak melihat wajah wanita itu namun hati kecilnya berbisik bahwa itu adalah mantan istrinya.


"Suara ini."


Aryan mendongak dan melihat perubahan ekspresi sang mami. Ia menoleh kebelakang dan melihat seorang pria berdiri menatap ke arah mereka dengan tatapan penuh kerinduan.


"Papi!" Aryan berteriak dan berlari ke arah Bryan.


Bryan merentangkan tangan, bersiap menyambut hangat tubuh mungil Aryan.


"Papi, Alyan lindu." Ucap si kecil.


"Anakku!"


Bryan mengusap, mencium rambut putranya dengan penuh cinta. Ia mendaratkan ciuman hangat untuk anak sulungnya. Matanya berkaca-kaca, ini pertama kalinya ia memeluk erat tubuh putranya. Selama ini ia hanya bisa memeluk tubuh anaknya lewat mimpi namun kini mimpinya jadi kenyataan.


Aluna membola menyaksikan momen haru pertemuan pertama antara ayah dengan anaknya.


"Firasatku benar, bahwa kalian akan kembali."


"Up, up!" Rengek Aryan. Bocah kecil itu minta digendong oleh sang papi.

__ADS_1


Bryan mendekati Aluna dan kini jarak pria itu hanya dua langkah dari mantan istrinya.


Bryan menarik pinggang mantan istrinya sehingga kini tidak ada jarak diantara keduanya dengan posisi Aryan masih digendong, pria itu memeluk erat tubuh Aluna. Ia melepaskan kerinduan kepada wanita itu, sementara Aluna bergeming. Ia terhipnotis oleh aroma khas bau tubuh mantan suaminya. Wanita itu terbuai dan seolah-olah terbang ke langit ke tujuh. Ia merasakan ketenangan dan kedamaian saat tubuh pria itu memeluknya. Mereka larut dalam pusaran air yang membawa tubuh keduanya terombang ambing dalam arus gelombang.


"Kamu kembali sayang."


Aluna tersadar dan mendorong tubuh Bryan.


"Mas, tidak enak dilihat orang."


"Kenapa? Apa aku salah memeluk tubuh istriku!"


"Kita sudah bercerai, mas."


"Kalau begitu, mari kita rujuk demi anak-anak."


"Tidak bisa." Jawab Aluna lirih.


"Kenapa, apa kamu belum memaafkanku?" Tanya Bryan penuh selidik.


"Karena...."


"Karena aku...."


"Karena sebentar lagi Aluna akan menjadi istri saya, Tuan Bryan Smith." Ucap Rendra lantang.


"Bohong!"


"Kamu pasti bohong!"


"Aluna, kamu tolong jelaskan padaku. Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Kami memang sudah bertunangan, mas." Aluna menggigit bibir bawahnya.


"Anda sudah dengar jadi tolong biarkan calon istri saya pergi dari sini. Dan tolong turunkan anak saya."


"Aluna, ayo kita pergi dari sini."


"Aryan, ayo sayang." Bujuk Rendra.


Namun Aryan menolak, ia masih ingin digendong Bryan.


"Tidak mau, Alyan mau cama papi!" Teriak Aryan.


"Aryan, ayo!" Rendra merebut tubuh mungil si sulung dari gendongan Bryan.


to be continued....

__ADS_1



Gaun pengantin yang dikenakan oleh Rossa.


__ADS_2