
Happy reading 🍃
Setelah pertemuan itu, Bryan dan Eliza lebih sering bertemu baik di kantor maupun diluar kantor membahas proyek yang akan ditangani oleh perusahaan RA Art and Design. Tak ayal kedekatan mereka menimbulkan desas desus di kalangan karyawan perusahaan hingga gosip itu sampai ke telinga Reymond selaku pemilik perusahaan sekaligus pendiri perusahaan. Walaupun pria paruh baya itu kini sudah tidak terlibat langsung mengurusi perusahaan namun ia tetap mengawasi kinerja karyawan dan CEO perusahaan.
Aluna bukannya tidak mengetahui kabar miring itu namun ia berusaha meyakinkan diri bahwa pria yang menikahinya tidak akan pernah bermain api dibelakangnya. Gadis itu tahu bahwa saat ini Bryan sering bertemu dengan seorang klien wanita namun belum tahu jika kliennya itu merupakan orang dari masa lalu suaminya karena sejak awal menikah hingga berjalan hampir lima bulan usia pernikahan, pria itu tidak pernah sedikit pun bercerita tentang kisah asmara yang dialami sewaktu masa sekolah dulu.
Setiap kali menghabiskan waktu bersama, mereka hanya membicarakan permasalahan seputar pekerjaan, keluarga, perkuliahan dan kegiatan yang dilakukan masing-masing selama berada diluar rumah.
Tidak ada sedikit pun pembicaraan mengenai masa lalu diantara keduanya, sebetulnya Aluna ingin menanyakan siapa gadis yang beruntung menjadi pacar pertama dari pria yang kini berstatuskan suaminya namun melihat perkembangan rumah tangga diantara mereka semakin membaik, ia urungkan niat itu karena khawatir akan merusak hubungan yang baru saja dibina. Aluna juga berpikir lebih baik masa lalu dijadikan sebagai bahan perenungan serta pembelajaran untuk menatap ke masa depan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Masa lalu merupakan sebuah momen yang sudah lewat dan tidak perlu diingat kembali. Jika ingin menengok, tengoklah sekilas hanya untuk membuatnya sebagai pelajaran agar tidak salah langkah pada masa kini dan masa depan.
Terdapat sebuah ungkapan "jangan pernah menengok ke belakang, teruslah menatap ke depan". Dari ungkapan tersebut mengajarkan kita untuk segera melupakan masa lalu agar lebih mudah menghadapi kehidupan selanjutnya.
Dalam perjalanan hidup, setiap insan manusia pasti melewati pahit manisnya pengalaman melalui masa lalu pengalaman tersebut bisa dijadikan pembelajaran agar ke depannya menjadi lebih arif dan bijaksana dalam bersikap.
|| Universitas Xxxx ||
Di dalam kelas Fakultas Keperawatan Universitas Xxxx dua orang mahasiswa tengah menunggu pergantian mata kuliah, siang itu mereka memutuskan untuk menunggu di dalam kelas karena cuaca sangat panas diluar tidak memungkinkan bagi keduanya menunggu di taman kampus apalagi di kantin melihat kondisi Aluna yang saat ini berbadan dua, gadis itu kesulitan jika harus berada di luar ruangan dalam waktu yang lama.
Kini mereka duduk bersisiran di dalam kelas, Aluna duduk tepat dibawah pendingin ruangan (AC) sementara sahabatnya berada disamping. Ruang kelas itu cukup luas bisa menampung kurang lebih tiga puluh lima mahasiswa, dilengkapi dengan LCD proyektor yang terpasang permanen di setiap kelas, CPU, white board, wifi juga dilengkapi meja kursi per mahasiswa serta power supply listrik per meja.
"Dih bumil, bawaanya leha-leha terus!" Ledek Rossa ketika melihat sahabatnya sedang menyenderkan kepala ke dinding ruang kelas.
"Ocha, jangan menggodaku terus." Jawab Aluna lemas.
Gadis itu menjadi semakin lemas, lemah dan sering mengalami morning sicknees semenjak dinyatakan hamil. Bryan pernah memergokinya satu kali sedang duduk di atas closet, tubuh gadis itu benar-benar lemah akibat morning sickness yang dialaminya sehingga dengan terpaksa Aluna izin tidak masuk kuliah tanpa curiga Bryan langsung menggendong istrinya ala bridle style ke atas ranjang. Pria itu berpikir saat ini asam lambung istrinya sedang naik karena memang Aluna memiliki riwayat penyakit maag kronis akibat terlalu sering menunda makan. Jika sudah disibukan dengan tugas dan laporan praktikum gadis itu lupa waktu.
"Apa kamu belum memberitahu Bryan soal kehamilanmu ini?
"Belum!"
"Mertuamu?"
"Belum juga!"
__ADS_1
"Aih, sampai kapan menyembunyikan kabar baik ini dari suami dan mertuamu?"
"Bulan depan, tepat di hari ulang tahun mas Bryan akan ku berikan kado istimewa untuknya." Ucap Aluna berbinar-binar.
"Kamu sudah meminta izin untuk menghadiri reuni besok?"
"Mas Bryan akhir-akhir ini sibuk, sudah tiga hari dia tidak pulang ke rumah. Terakhir kali saat dia memergokiku duduk lemah di atas closet setelah muntah akibat kehamilanku ini."
"Telpon dan video call tidak pernah diangkat, kirim pesan hanya dibalas sekali selebihnya cuma dibaca."
"Apa kamu tidak menaruh curiga terhadap suamimu?"
"Bukan kah kamu bilang bahwa di kantor suamimu sedang di gosipkan dekat dengan seorang klien."
"Aku tidak ingin berburuk sangka dulu terhadap mas Bryan tanpa melihat langsung dengan mata dan kepala, ku anggap semua itu hanya gosip belaka."
Rossa memijat pelipisnya, ia tidak tahu harus berbicara apa jika sahabatnya sudah begitu percaya terhadap suaminya.
"Semoga saja itu hanya gosip." Ucap Rossa lirih.
"Jadi dong, nanti aku akan meminta izin ke mommy dan daddy saja."
"Oke, nanti aku jemput."
"Hu'um."
"Kedua pengawal itu juga ikut?" Tanya Rossa sambil menunjuk ke arah kedua pengawal yang sedang berdiri di depan pintu kelas."
"Tentu saja!"
"Aih!" Rossa mencoret-coret lembaran buku kosong di atas meja menggunakan pena biru.
"Susah ya punya sahabat yang merupakan istri dari orang penting seperti kamu."
"Harus terbiasa Cha."
__ADS_1
***
|| Kantor RA Art and Design ||
"Eh-eh lihat, bukannya itu wanita yang dekat dengan tuan Bryan?" Bisik salah satu resepsionis ketika melihat Eliza berjalan menuju meja resepsionis.
"Benar. Kenapa dia sering datang kesini sih!"
"Dia kan klien perusahaan ini jadi wajar saja sering bertemu dengan tuan Bryan."
"Kedekatan mereka jauh dari kata wajar, hampir setiap hari datang ke kantor dan pergi berdua."
"Apa dia tidak tahu kalau CEO kita sudah beristri?"
"Seharusnya sudah tahu, kan beberapa waktu lalu tuan Bryan memperkenalkan nyonya Aluna di hadapan masyarakat lewat konferensi pers jadi hampir semua penduduk negeri ini mengetahui status CEO kita yang sudah beristri."
Mereka menghentikan percakapan saat Eliza berdiri di meja resepsionis.
"Permisi, selamat siang. Apakah tuan Bryan ada?"
"Nona sudah buat janji?" Ucap salah satu resepsionis sinis, dia tidak suka kehadiran Eliza di perusahaan itu.
"Harus buat janji terlebih dulu ya mbak?" Tanya Eliza.
"Prosedurnya seperti itu nona, kecuali jika anda salah satu keluarga atau nyonya boss pemilik perusahaan ini maka langsung masuk ke ruang kerja pak boss tidak masalah!"
Jleb!
Ucapan salah satu resepsionis yang bertugas hari ini langsung mengenai hati Eliza. Dadanya terasa nyeri dan wanita itu tak menyangka akan ada seseorang secara terang-terangan menunjukan ketidak sukaannya terhadap dirinya.
to be continued....
Hola, maaf nih author baru sempat update karena kemarin mood author sedang down. He-he... Tapi untuk kali ini author buat 2× episode.
Jangan lupa likenya ya kakak. 😊
__ADS_1