
Happy reading 🍂
Aluna dan Bryan menghabiskan waktu sekitar empat jam untuk bisa berkeliling menikmati pemandangan di area sekitar Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan kini mereka melanjutkan destinasi wisata selanjutnya ke Pura Tanah Lot. Memerlukan waktu kurang lebih satu jam lebih lima menit dengan mengendarai kendaraan roda empat.
Pura Tanah Lot merupakan salah satu pura yang sangat disucikan di Bali, Indonesia. Disana terdapat dua buah pura diatas batu besar. Satu terletak diatas bongkahan batu dan satunya terletak diatas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari Pura Dang Kahyangan. Pura ini terkenal di mancanegara, terletak diatas batu karang, berjarak sekitar 300 meter dari garis pantai.
Mereka sengaja memilih Pura Tanah Lot menjadi destinasi kedua setelah mengunjungi GWK karena ingin menikmati sunset disekitar sana. Selain keindahan sunset Tanah Lot, letak dari pura tersebut sangat unik karena berada ditengah pantai dan membuat kesan tersendiri serta menjadi daya tarik wisatawan. Di sore hari, Pura Tanah Lot menjadi latar depan pemandangan siluet dikelilingi pemandangan sunset.
Saat memasuki wilayah Tanah Lot, dari tempat parkir sampai lokasi pura berjejer kios-kios yang menjual beraneka ragam souvenir khas Bali seperti baju, sandal, gantungan kunci dan masih banyak lagi selain itu, pengelola setempat juga menyediakan kedai makanan maupun minuman serta toilet bagi para pengunjung.
"Kita sudah sampai di tujuan, tuan dan nyonya muda." Ucap Putu yang masih setia menjadi supir pribadi Bryan.
"Baik! Kalau kamu mau jalan-jalan menggunakan mobil silahkan asal disaat kami mau pulang kamu sudah berada disini."
"Pukul tujuh waktu setempat kita kembali ke resort."
"Baik tuan."
Bryan membukakan pintu untuk ia dan juga Aluna, sementara kedua pengawal menunggu di depan pintu.
"Mas, kenapa kamu tidak mengajak Putu masuk sekalian?" Tanya Aluna saat mereka melewati jejeran kios yang menjual aneka ragam souvenir.
"Cih, apa hebatnya dia sampai harus diajak masuk segala! Kamu ingin jalan berdua dengannya?" Bryan mendengus kesal.
"Kamu jangan marah-marah dong mas, aku kan tanya baik-baik." Aluna memepetkan pundaknya ke pundak Bryan.
"Udah ya jangan marah lagi."
"Hu'um." Jawab Bryan singkat.
Aluna tidak mau membahas lebih jauh lagi perihal Bryan tidak mengajak masuk Putu ke lokasi wisata, karena ia tahu saat ini pria itu sedang cemburu.
"Biasanya menjelang sore hari, kawasan ini akan semakin ramai jadi kamu tidak boleh pergi jauh-jauh dari ku. Paham?" Ucap Bryan ketika mereka sudah berada di pintu masuk Pura Tanah Lot.
"Dan kalian berdua, selalu waspada dengan situasi disekitar. Jika ada hal yang aneh, segera selidiki biar aku yang menjaga Aluna." Bryan memberikan arahan ke kedua pengawal.
"Baik tuan." Jawab kedua pengawal sambil menganggukan kepala.
__ADS_1
Keadaan sekitar Pura Tanah Lot menjelang sore hari akan banyak dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara, mereka sengaja datang untuk melihat matahari tenggelam. Pemandangan pura dengan latar belakang sunset sebuah perpaduan panorama dengan suasana alam spektakuler, membuat momen ini tidak bisa dilewatkan begitu saja.
"Kita akan menuju ke Sunset Terrace yang terletak di sebrang Pura Luhur Tanah Lot."
"Tempatnya sangat stategis untuk menikmati sunset sekalian kita bisa mengisi perut disana." Bryan menunjuk ke deretan warung makan di dekat lokasi.
"Aku mau makan disana, kalian tolong pastikan keamanannya." Perintah Bryan ke kedua pengawal.
Kedua pengawal yang sedari tadi mengekori tuan dan nyonya muda Bryan segera melaksanakan perintah dari majikannya.
Tak perlu menunggu lama, kini mereka memberikan laporan bahwa lokasi sudah aman dan tuan serta nyonya muda Bryan bisa menempati tempat yang sudah disediakan.
"Halo, selamat datang. Ini buku menu, jika tuan dan nyonya ingin memesan bisa langsung memanggil saya." Seorang pelayan menyodorkan buku menu kepada Bryan.
Bryan menarik kursi untuk Aluna dan setelah memastikan posisi duduk gadisnya sudah nyaman, ia baru menarik kursi untuk dirinya sendiri.
"Kamu tidak masalah makan disini?" Tanya Bryan sambil membuka buku menu.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu ke kamu, mas. Kalau aku sih sudah terbiasa, sedangkan kamu?" Aluna melirik dengan sinis ke arah Bryan.
"Ih gombal." Aluna mencolek dagu suaminya.
"Hentikan! Jangan mencoba merayuku ditempat umum, jika kamu tidak ingin aku berbuat macam-macam."
Aluna menghentikan kegiatannya dan segera menutup mulut dengan kedua tangan. Ia jadi merinding mendengar ancaman Bryan.
"Jangan bilang kalau aku membangkitkan monster buas itu lagi." Aluna berbicara dalam hati.
"Jangan berpikiran kotor, aku tidak akan menerkammu ditempat umum." Ejek Bryan saat melihat Aluna ketakutan.
~Blush~
Wajah Aluna merona seketika padahal ia tidak menggunakan blush on sebelum berangkat tadi. Pipinya merona diakibatkan perkataan Bryan yang mengandung sejuta makna.
"Kamu...." Aluna tidak melanjutkan kalimatnya lagi. Kini ia memilih diam mengalihkan pandangan ke arah laut lepas. Menyaksikan keindahan Tanah Lot di sore hari.
"Kamu pilih mau makan apa." Bryan menyerahkan buku menu ke istrinya.
__ADS_1
Aluna membolak balikan buku menu dan melihat beberapa menu yang sangat menggugah selera. Ada beberapa menu khas Bali yang ditawarkan seperti nasi jinggo, sate lilit, sate penyu, sate pentul, ayam/bebek betutu, bebek bengil, rujak bulung, bulung kuah pindang, rujak buleleng dan masih banyak lagi. Pilihan Aluna jatuh ke menu nasi jinggo yaitu nasi yang biasa disajikan bersama daging, mie, sambal goreng tempe dan sambal dibungkus menggunakan daun pisang dan tampilannya seperti kerucut memanjang.
"Aku pesan nasi jinggo, rujak bulung dan air mineral saja."
Aluna menuliskan menu order-an dibuku kecil yang disediakan oleh pemilik warung.
"Aku pesan bebek betutu, nasi dan air mineral juga."
Aluna melirik kearah pengawal yang sedang berdiri tidak jauh dari kursi yang ditempatinya.
"Mas, aku akan menyerahkan buku menu ini ke mereka. Boleh? Biar mereka ikutan makan juga seperti kita."
"Hu'um tapi jangan lama-lama."
Aluna segera beranjak dan menghampiri kedua pengawal.
"Kalian pilih menu yang di inginkan, setelah itu tulis disini dan tolong serahkan ke pemelik warung agar segera mereka buatkan pesanan kita."
"Baik nyonya, terima kasih."
"Tidak perlu sungkan, kalian bekerja untuk menjaga keselamatanku maka aku wajib memperhatikan kesejahteraan kalian."
"Ya sudah, aku tinggal ya." Aluna meninggalkan mereka dan berjalan kembali ke kursi, disana sudah ada Bryan yang sedang menunggu sambil memainkan ponselnya.
Saat ditengah perjalanan, ia tidak sengaja menabrak seorang pria yang tak asing baginya.
Bruk
"Aw!"
to be continued
Ayo tebak, pria yang bertabrakan dengan Aluna siapa? 😁
Untuk hari ini author update 1 episode dulu ya soalnya badan kurang fit nih. Semoga besok bisa double up.
Jangan lupa like, komentar dan masukan novel ini ke dalam list favorit kalian agar tidak ketinggalan episode selanjutnya. Mau kasih vote atau mawar merah boleh banget. Terima kasih. Love kalian semua. 😊
__ADS_1