Menikah Demi Papa

Menikah Demi Papa
Honeymoon


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 968 km atau 523 nautical miles kini jet pribadi yang membawa Aluna sudah tiba di pulau Bali.


Bali adalah sebuah pulau di Indonesia yang dikenal karena memiliki gunung berapi yang hijau, pantai dan terumbu karang yang cantik. Menjadi primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik.


Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak. Daerah timur kota seperti Sanur, pusat kota seperti Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, antara lain : Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang - Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan lumba-lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya


Ibu kota Bali adalah Denpasar. Nama Denpasar berarti kota baru yang dulunya dikuasai Kerajaan Badung yang didirikan pada abad ke-19. Denpasar merupakan pusat pemerintahan, pesatnya industri pariwisata yang tumbuh dikawasan ini menjadikan kota Denpasar sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan selama di Bali. Dikenal juga sebagai Pulau Dewata.


Sesampainya di landasan pacu jet pribadi, Aluna dan rombongan pengawal beserta Bryan disambut hangat oleh supir pribadi yang ditugaskan untuk membawa mereka berkeliling selama bulan madu.


Bagi Bryan, Bali bukan merupakan tempat asing karena dia sering melakukan kunjangan ke perusahaan cabang RA art and design jadi sering bolak-balik Jakarta-Bali hanya saja setelah menikah baru kali ini dia menginjakan kaki kembali.


"Selamat sore tuan dan nyonya Smith. Perkenalkan saya Putu yang bertugas menjadi supir anda selama berada di Bali." Ucap Putu memperkenalkan diri.


"Selamat sore bli Putu. Perkenalkan saya Aluna." Ucap Aluna ramah dan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Putu tapi dihentikan oleh Bryan.


"Hem, tolong segera bawa kami ke resort." Ucap Bryan dingin.


"Baik." Putu segera membuka pintu penumpang untuk Bryan dan Aluna.


Saat sudah di dalam mobil, Bryan mendekati Aluna. Kini jarak wajah Bryan hanya berjarak satu jengkal. Aluna bisa merasakan hembusan napas lembut, aroma maskulin dari tubuh Bryan. Dengan lembut Bryan berbisik ke telinga Aluna.


"Lain kali jangan berjabat tangan dengan pria lain. Aku tidak suka melihatnya."


Aluna langsung bergidik, bulu kudu berdiri semua dan wajahnya langsung merona.


Sedangkan Bryan hanya tersenyum tipis melihat ekspresi Aluna.


"Ka-kamu lain kali kalau mau ngomong jangan terlalu dekat mas. Aa-aku..."


Aluna tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena terlalu gugup. Dia memalingkan wajah keluar kaca mobil dan mere*as kedua tangan.


Dari kaca spion Putu memandangi pemandangan langka yang ada dihadapannya.


"Aku harus segera melaporkannya ke tuan Reymond, dia pasti akan sangat bahagia melihat perkembangan hubungan anak dan menantunya." Gumam Putu dalam hati.

__ADS_1


Putu segera menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan kali ini cukup macet karena sedang terjadi perbaikan jalan disepanjang jalan utama kota Denpasar.


Waktu tempuh yang seharusnya hanya memakan dua puluh menit menjadi empat puluh lima menit karena terjadi kemacetan dimana-mana.


Mobil sudah memasuki halaman resort tempat Aluna dan Bryan menginap. Putu membukakan pintu untuk tamu istimewa dan membuka bagasi menurunkan semua koper dan barang bawaan lainnya.


Bryan dan Aluna berjalan beriringan. Jika dilihat sepintas, mereka seperti pasangan suami-istri pada umumnya saling mencintai, menyayangi satu sama lain.


"Mas, kok kita tinggal di resort bukannya tadi kamu bilang akan tinggal di hotel?"


"Mommy yang menggantinya dalam hitungan menit. Tidak percaya, telpon saja sana."


"Aku percaya kok sama kamu mas. Kamu tidak akan berbohong lagi kepadaku." Senyum manis terukir dibibir mungil Aluna.


"Bagus, kamu harus selalu percaya kepadaku." Bryan mengusap lembut rambut Aluna.


"Hu'um." Aluna mengangguk.


Aluna dan Bryan kini sudah sampai di depan resort yang mereka sewa selama satu minggu.


"Silahkan tuan, nyonya. Ini kamarnya. Selamat berlibur." Ucap porter menyodorkan koper dan barang bawaan Aluna.


Bryan membuka pintu kamar, masing-masing mendorong koper ke dalam. Di depan kamar sudah berdiri dua orang pengawal yang berjaga. Mereka membagi tugas menjadi tiga shift. Masing-masing shift dua orang yang bertugas sementara yang lainnya beristirahat di resort yang sama dengan Bryan untuk memudahkan pengawasan.


"Wah, bagus sekali. Aku baru kali ini tinggal di resort semewah ini."


Aluna berlari seperti anak kecil, melihat setiap sudut ruangan tidak ada satu celah pun yang tertinggal.


"Jangan lari, nanti kamu jatuh."


"Ha-ha-ha, maafkan aku mas. Aku terlalu excited karena ini pertama kalinya menginap di resort semewah ini." Ucap Aluna polos.


"Kedepannya kamu akan terbiasa tinggal di penginapan mewah seperti ini. Jadi biasakan dirimu mulai dari sekarang."


"Yang benar?" Tanya Aluna tidak percaya.

__ADS_1


Bryan yang awalnya sedang merapihkan pakaian dari koper langsung menghentikan kegiatannya, dia langsung menghampiri Aluna dan menatap matanya.


"Coba kamu lihat mataku, apakah ada kebohongan di dalamnya?"


"Tidak ada mas."


Dengan malu-malu Aluna menatap mata Bryan. Tidak ada sedikit kebohongan di manik indah milik Bryan.


Buru-buru Aluna menundukan wajah dan merubah topik pembicaraan.


"Dari sini kita bisa melihat sunset mas. Lihat, pantainya indah sekali."


"Kamu suka?"


"Suka sekali, terima kasih."


"Apakah kamu yang memesan kamar ini?


"Bukan." Jawab Bryan singkat.


"Mommy yang memesannya." Lanjut Bryan.


Padahal sebenarnya Bryan yang meminta Ayunda merubah tempat penginapan dengan alasan agar privasinya lebih terjaga.


Aluna berlari mendekati pintu kaca. Kamar mereka tepat menghadap kearah pantai Seminyak, Bali.


"Besok aku akan menelpon mommy, mengucapkan terima kasih karena sudah memesankan kamar mewah dengan pemandangan langsung menghadap ke pantai."


Perlahan-lahan Aluna menggeser pintu kaca, menghirup udara dalam-dalam, memejamkan mata dan merasakan keindahan alam sekitar. Deru ombak dipantai bernyanyi merdua, angin berembus lemah lembut, puncak kelapa melambai-lambai.


"Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan keluarga yang begitu baik dan sangat menyayangiku." Ucap Aluna lirih namun Bryan masih bisa mendengar.


"Aku janji, esok dan seterusnya akan selalu membahagiakanmu Aluna. Istri kecilku."


Perlahan-lahan Bryan memejamkan mata, merentangkan kedua tangan dan meresapi keindahan pantai di sore hari.

__ADS_1


to be continued


#Jangan lupa vote, like dan masukan novel ini ke dalam list pustaka agar tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Terima kasih. Love kalian semua. ☺️


__ADS_2