
Hallo semua. Maaf ya author baru sempat update cerita soalnya lagi mager ngapa-ngapain nih tapi author sempatkan melanjutkan cerita khusus untuk kalian. Selamat membaca. 😊
...****************...
Di dalam kamar mandi, Aluna masih membayangkan keindahan tubuh atletis yang dimiliki Bryan. Decak kagum terlontar dari bibir kecil Aluna.
"Tak ku sangka tubuh Mas Bryan seindah itu!" Aluna tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih miliknya.
Berhubung waktu sudah menunjukan pukul setengah satu malam, Aluna segera membersihkan tubuh dengan sabun, mencuci muka dan menggosok gigi.
Ceklek
Aluna membuka pintu kamar mandi dan menutupnya dengan sangat hati-hati kemudian segera memakai piyama yang sudah disiapkan oleh pelayan sebelum mereka tiba dihotel.
Ketika menuju kamar, Aluna tidak menemukan Bryan diatas ranjang dia mencari ke ruang makan, area kerja sampai ruang tamu baru menemukan keberadaan Bryan.
Bryan tidur diatas sofa panjang berwarna merah, kedua mata terpejam namun tidak benar-benar tertidur. Dia masih bisa mendengar derap langkah Aluna mendekati sofa tempat Bryan tidur.
"Kamu sudah tidur mas?"
Bryan tidak menjawab, dia enggan berkomunikasi dengan Aluna untuk saat ini.
"Ya sudah kalau kamu sudah tidur. Aku akan kembali ke kamar. Jika kamu ingin tidur diranjang bersamaku, silahkan tapi jangan sampai melanggar pembatas!"
"Ck, rupanya dia benar-benar sudah tidur."
Aluna kesal karena Bryan tidak merespon. Akhirnya dia melangkah menuju kamar tidur meninggalkan Bryan tidur sendirian diruang tamu.
Sementara Bryan, masih pura-pura tidur menghindari interaksi dengan Aluna.
Beberapa menit kemudian Bryan membalikan tubuh menghadap sandaran sofa dan berusaha menutup mata. Lama kelamaan karena merasa lelah akhirnya Bryan tertidur.
Keesokan harinya, Aluna bangun terlebih dahulu. Dia segera menuju kamar mandi membersihkan diri dan berganti pakaian.
Ketika sedang merapihkan tempat tidur, dia melihat Bryan berjalan ke kamar mandi tanpa berbicara apapun.
"Mas Bryan aneh, kenapa dia jadi pendiam lagi. Hu, kembali menjadi pria kutub!" Aluna mendengus kesal, melempar bantal yang berada digenggamannya dan meninggalkan kamar begitu saja padahal tempat tidur masih berantakan.
"Bodo amat lah, lebih baik aku berenang saja mumpung sedang menginap dihotel mewah jadi memanfaatkan fasilitas yang ada."
__ADS_1
Byur
Aluna menjatuhkan diri ke dalam air setelah melakukan pemanasan sebelum berenang. Saat ini dia menggunakan pakaian renang model tankini. Tankini merupakan perpaduan antara tanktop dan bawahan. Dengan atasan bisa berupa tanktop dan ada juga yang model tube bawahan bisa berupa boxer short atau bisa juga modelboy short.
Jika dilihat dengan seksama tubuh sintal Aluna terlihat indah walau hanya mengenakan tankini. Kulit putih, halus tanpa cacat pasti membuat pria yang melihat akan tergugah asanya untuk memilikinya.
Diam-diam Bryan memperhatikan kegiatan Aluna dari jendela kamar tidur. Saat itu dia baru saja selesai berganti pakaian dan berniat membuat teh hangat minuman favorite Bryan, teman sejati dalam suasana apapun. Baginya semua beban hidup akan hilang setelah meminum teh.
"Apakah dia tidak memiliki baju renang yang lain selain itu?" Bryan kesal melihat Aluna mengenakan tankini bunga-bunga berwarna hijau. Bryan meninju jendela dengan kuat, meluapkan emosi.
Dia segera menghampiri Aluna ditepian kolam dan segera memanggilnya.
"Hei gadis aneh, apakah tidak ada baju renang lain selain itu yang kau miliki?" Ujar Bryan berteriak dari tepian kolam renang.
Aluna merasa ada seseorang yang memanggil namanya segera muncul ke permukaan. Dia segera berenang menghampiri Bryan.
"Kenapa mas?"
Rambut Aluna yang basah terkena air memberikan kesan seksi.
"Aku bertanya kepadamu, tidak adakah baju lain selain tankini yang kau gunakan itu?"
"Kau terlihat jelek mengenakan itu!" Teriak Bryan.
Disini Bryan ceritanya masih enggan mengakui perasaanya kepada Aluna. Dia masih gengsi guys ceritanya. 😂
"Tidak usah berteriak, aku bisa mendengar dengan baik!"
"Hanya ini yang tersedia di dalam koper, tidak ada yang lain."
Bryan curiga sepertinya Ayunda sengaja meminta Bu Risa memilihkan baju renang seksi agar bisa dikenakan Aluna di hadapan Bryan.
"Kamu masuk, ada yang ingin aku bicarakan." Perintah Bryan.
Aluna naik ke tepian kolam, mengambil bath robe dan segera ke kamar mandi untuk membilas tubuh kemudian duduk di sofa.
"Ada apa mas?" Kini Aluna duduk berhadapan dengan Bryan.
"Siang ini kita harus berangkat ke Bali. Mommy dan daddy sudah memesankan hotel selama satu minggu untuk honeymoon kita."
__ADS_1
Bryan tengah menikmati secangkir teh hangat yang dia buat sendiri ketika menunggu Aluna mandi.
"Loh kok honeymoon sih, kan dua minggu lagi aku menghadapi ujian semester jadi butuh waktu untuk persiapan."
"Kamu ingin protes? Protes saja ke mommy dan daddy. Mereka sudah mengatur semuanya untuk kita. Katanya kamu pintar, tapi kenapa tidak percaya diri dengan kemampuanmu!"
"Kamu meremehkan kemampuanku mas?" Aluna melipat kedua tangan ke depan da*a.
Bryan mengangkat kedua bahu dan membuka tablet diatas meja tamu, mengecek laporan perusahaan.
"Walaupun aku pintar tapi masih harus belajar mas, tidak ada salahnya jika aku memperdalam materi untuk ujian nanti tapi jika mommy dan daddy sudah mempersiapkan semuanya jadi mau gimana lagi. Aku akan bersiap."
Sebetulnya Aluna keberatan dengan keputusan sepihak yang dibuat oleh Ayunda dan Reymond tapi dia tidak bisa protes karena akhirnya dia akan kalah. Jadi mau tidak mau Aluna hanya bisa pasrah, menuruti kemauan mertuanya.
Aluna mengemasi semua pakaian ke dalam koper, memasukan alat kosmetik ke dalam wadah putih berukuran sedang dan menutupnya kembali. Kemudian berjalan menghampiri Bryan yang tengah sibuk dengan laporan perusahaan.
"Mas, apa kamu sudah menghubungi bagian room service untuk meminta sarapan?"
"Belum." Jawab Bryan singkat tanpa menoleh sedikitpun ke arah Aluna.
"Ya sudah aku yang akan menelponnya." Aluna berjalan menuju telpon yang disediakan pihak hotel, saat mengangkat gagang telpon bel kamar berbunyi.
ting tong
"Permisi tuan dan nyonya. Saya mengantarkan sarapan." Ucap pelayan hotel.
"Tunggu sebentar."
Aluna segera membukakan pintu kamar dan mempersilahkan masuk ke dalam. Pelayan hotel mendorong meja troli menuju ruang tamu.
"Saya permisi dulu nyonya-tuan. Selamat menikmati."
Pelayan hotel segera undur diri, menutup kembali pintu kamar.
"Mas, ini makanannya sudah diantarkan. Ayo kita sarapan dulu."
"Kamu makan saja duluan, aku masih sibuk." Bryan menolak ajakan Aluna.
"Hentikan dulu pekerjaanmu sebentar, ini keburu dingin makanannya." Aluna masih kekeh mengajak Bryan sarapan.
__ADS_1
Namun Bryan bergeming, Aluna kesal karena tidak mendapatkan respon baik akhirnya pindah duduk kesamping Bryan. Melirik ke arah benda elektronik yang sejak tadi membuat dirinya diacuhkan.
to be continued