
Bryan berjongkok di hadapan mantan istrinya. Ia menyentuh tangan lembut selembut sutera membuat si pemilik tangan terkejut dan memandangi wajah tampan Bryan.
"Aluna, ku mohon kembalilah padaku. Aku sudah menerima balasan atas kejahatan yang pernah ku perbuat kepadamu."
"Tidak bisa kah kamu memaafkan dan kita memulai hidup baru bersama anak-anak?" Tanya Bryan dengan sendu.
Aluna membisu mendengar pertanyaan Bryan, bukannya ia tidak mau membina kembali rumah tangga yang pernah hancur bersama pria itu. Tapi karena ia tidak ingin mengecewakan pihak keluarga Saputra yang begitu baik padanya, mereka menolong Aluna disaat wanita itu terpuruk dalam lumpur kesedihan yang membuatnya hampir menjadi gila.
"Aluna Alexander, katakan kepadaku dengan lantang. Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?"
Bryan semakin menggengam erat kedua tangan Aluna dan menatap lekat manik hitam kecoklatan yang juga menatap kearahnya.
"Jawab sayang!"
"Iya mas, aku sudah tidak mencintaimu lagi."
Aluna langsung memalingkan wajah setelah mengucapkan kalimat terakhir.
Bryan terhenyak oleh perkataan Aluna tadi. Pria itu tidak menyangka bahwa wanita ini benar-benar sudah tidak mencintainya lagi.
"Jika memang kamu sudah tidak mencintaiku, maka aku akan mengikhlaskanmu menikahi pria itu. Asalkan kalian bahagia dan Rendra bisa menjaga kedua putraku dengan baik, aku akan melepaskanmu."
Aluna membeku, sungguh ia sangat menyesal telah berkata seperti itu. Bibirnya berkata untuk berucap bahwa dia sudah tidak mencintai Bryan namun jauh dilubuk hatinya wanita itu masih sangat memuja dan mencintainya bahkan sampai bumi tidak lagi berputar, cintanya pada pria itu tak kan pernah pudar.
Bryan menghela napas panjang sebelum akhirnya ia meninggalkan apartemen.
"Aku pamit dan entah kapan kita akan bertemu lagi. Namun yang pasti do'aku untukmu dan anak-anak tidak akan putus. Selamat tinggal Aluna, istri kecilku."
Baru beberapa langkah ia berjalan menjauhi Aluna tiba-tiba saja suara merdua dari belakang menghentikannya.
"Aku masih mencintaimu, mas."
"Selama ini aku tidak benar-benar melupakanmu."
"Semakin aku berlari justru cintaku bertambah setiap mengingat namamu, mas."
Tubuh Aluna bergetar. Wanita itu meneteskan air mata, mengungkapkan isi hatinya selama ini kepada pria yang begitu ia cintai.
Sesaat kemudian Bryan berbalik dan memeluk tubuh Aluna dengan erat.
__ADS_1
Pengakuan Aluna membuat Bryan bahagia, seolah kupu-kupu keluar dari tubuh pria itu.
"Aluna masih mencintaiku. Di dalam hatinya hanya ada aku seorang!"
Aluna melonggarkan pelukan dan mendongak melihat wajah mantan suaminya.
"Tapi aku tidak bisa membuat Kak Rendra dan keluarga Saputra kecewa, biarkan kali ini aku berkorban demi kebaikan semua orang."
"Dan kamu, mas menikahlah dengan wanita pilihan mommy. Diana gadis baik sama seperti mamanya, Dokter Dianka."
"Biarkan cinta kita terkubur bersama kenangan indah yang pernah dilalui saat masih bersama."
Aluna menangkup wajah Bryan. Wanita itu melihat mata mantan suaminya berkaca-kaca.
"Maafkan aku, sayang karena kebodohanku harus kehilangan cinta tulus darimu."
Lama Aluna mencium pipi mantan suaminya.
"Besok aku akan menghadiri acara ijab qabulmu sebagai tanda perpisahan." Ucap Bryan lirih.
"Terima kasih."
Bryan tersenyum dan meninggalkan apartemen Aluna dengan perasaan campur aduk antara bahagia, sedih dan kecewa menyatu memenuhi setiap rongga pikirannya.
Dua hari kemudian, keluarga besar Saputra yang terdiri dari Papa Fengying, Mama Irene, tante dan om Rendra beserta sepupu Rendra sudah berkumpul di sebuah masjid besar yang ada di Jakarta. Rendra sengaja memilih tempat ibadah bagi kaum muslim untuk mengadakan akad nikah atau ijab qabul sebagai simbol tempat suci untuk melaksanakan salah satu sunah Rasul dan penyempurna agama.
Semua orang duduk bersila beralaskan karpet tebal ditengah ruangan besar yang biasa diperuntukkan khusus bagi pasangan yang ingin mengadakan akad nikah di masjid tersebut.
Hari itu mempelai pria begitu tampan mengenakan beskap pengantin berwarna putih tulang, sementara mempelai wanita mengenakan kebaya putih lengkap dengan bawahan rok terbuat dari jarit (kain yang mempunyai motif batik dengan berbagai corak). Untuk mahar yang akan diberikan, Rendra berencana memberikan seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan berlian asli untuk calon istri. Walaupun mereka hanya akan mengadakan akad nikah namun pria itu mempersiapkan semuanya dengan matang mulai dari mengurus akta nikah, mencarikan mahar untuk calon istri bahkan lokasi akad nikah dipersiapkan dalam waktu satu minggu.
Semua orang berkumpul menunggu kedatangan pak pengulu untuk menikahkan kedua mempelai. Reymond, Ayunda, Diana, Shera, Bi Sumi dan juga si kembar turut hadir menyaksikan momen sakral dan bersejarah bagi Aluna dan Rendra.
"Maaf, saya terlambat. Jalanan macet sekali." Ujar pak penghulu.
"Tidak apa-apa pak."
"Baik karena semua sudah berkumpul mari kita mulai saja prosesi akad nikah."
Dari kejauhan, seorang pria berdiri tegap tengah menyaksikan detik-detik mantan istrinya dipersunting oleh pria lain. Ia berusaha mengikhlaskan wanita itu untuk menikah lagi walau hatinya sakit namun demi kebaikan semua orang, pria itu rela berkorban dan melepaskan cintanya.
__ADS_1
Tiba waktunya pengucapan ijab qabul, pak penghulu yang bertugas menikahkan kedua mempelai meminta Rendra menjabat tangannya, karena Aluna yatim piatu maka wali nikah diambil alih oleh penghulu.
Rendra mengulurkan tangan menjabat tangan pak penghulu. Pria itu melirik sekilas ke arah Aluna, wanita itu hanya tertunduk.
"Pak penghulu, pernikahan ini tolong dibatalkan saja!" Ucap Rendra lantang.
Seketika suara hening berubah ricuh, semua tamu dan keluarga besar Saputra bertanya-tanya mengapa prosesi akad nikah dibatalkan.
Aluna terkejut mendengar perkataan Rendra.
"Kak!"
"Saya tahu kalian pasti bertanya-tanya mengapa pernikahan ini batal."
"Bukan maksud ingin mempermainkan kalian semua hanya saja, saya ingin mengembalikan senyum bahagia dari calon istri dan kedua anak-anak yang lucu dan menggemaskan ini."
"Rendra, apa yang kamu lakukan nak?" Tanya Mama Irene.
"Ma, nanti Rendra jelaskan."
"Kita disini bukan ingin menyaksikan proses akad nikah antara saya, Rendra Saputra dengan Aluna Alexander melainkan...."
"Pernikahan antara Aluna dengan Bryan Smith."
Mata Aluna menyipit saat mendengar perkataan Rendra.
"Saya tahu anda sedang menyaksikan ini semua tuan."
"Jadi, tolong masuk dan gantikan saya sebagai mempelai pria yang akan menikahi Aluna."
Aluna tersenyum haru, ia tak menyangka jika Rendra akan melepaskannya untuk kembali dalam pelukan Bryan.
Rendra berinisiatif membawa Bryan masuk ke dalam masjid.
"Menikahlah dengan Aluna dan cintai ia dengan sepenuh hati. Jangan ada lagi pengkhianatan ditengah kebahagiaan pernikahan kalian." Bisiknya di telinga Bryan.
Bryan berjalan masuk ditemani Rendra yang mengikuti pria itu dari belakang.
"Kamu bisa menjadikan uang yang ada di dompetmu sebagai mahar pernikahan."
__ADS_1
"Perhiasan itu aku jadikan kado pernikahan. Untuk seperangkat alat sholat aku ambil kembali, kelak akan ku berikan pada seseorang tukku jadikan mahar."
to be continued....