
Happy reading βΊοΈ
Makan malam romantis atau yang lebih dikenal dengan "candle light dinner" merupakan acara makan malam yang dicirikan dengan kehadiran nyala lilin dengan suasana temaram plus romantis disekitarnya sehingga bernuansa romantis, penuh kasih sayang dan kelembutan.
Tempat yang biasa digunakan untuk mengadakan acara candle light dinner adalah disebuah restoran, resort, hotel, villa atau bahkan dirumah pun bisa asalkan bersama orang terkasih pasti akan terasa indah, bukan? π
Bryan sengaja mengajak Aluna makan malam diluar sebetulnya pihak resort tempat mereka menginap mengadakan paket candle light dinner juga hanya saja Bryan ingin suasana berbeda, jadi memilih restoran lain untuk memberikan kejutan bagi istri tercinta.
Sebetulnya sudah jauh-jauh hari Bryan ingin mengutarakan isi hatinya cuma belum ada keberanian dan keberanian itu baru muncul hari ini, hari dimana mereka menginjakan kaki di Pulau Dewata, Bali. Mungkin karena suasana yang sangat romantis, situasi yang mendukung atau mungkin dorongan hasrat untuk segera memiliki Aluna seutuhnya.
Saat keberanian itu datang, Bryan langsung memanfaatkan kesempatan yang ada. Dia segera menyiapkan kejutan berupa makan malam romantis dengan dibantu staf restoran, para pengawal dan Rudy.
Flash back on
Setelah Aluna, Bryan dan para pengawal kembali ke resort setelah menikmati sunset, Aluna masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Bryan segera mencari kontak Rudy dan menghubunginya.
"Halo Rudy, segera siapkan kejutan makan malam romantis untukku dan Aluna malam ini." Tanpa basa-basi Bryan langsung meminta Rudy.
Rudy baru saja keluar kantor, rasa lelah dan penat akibat pekerjaan yang menumpuk tiba-tiba mendapatkan telpon dari boss dingin dan jutek langsung mengumpat "dasar boss g*la, memangnya anda tidak bisa basa-basi dulu sebelum memerintahku!" Rudy memukul setir mobil dengan keras.
"Sudah jangan banyak bicara, segera siapkan semuanya. Malam ini aku ingin memberikan kejutan untuk istriku tercinta. Kau tahu tidak, hari ini aku dan Aluna sudah resmi memerankan peran suami-istri yang sesungguhnya."
"Oh iya, untuk surat perjanjian pra nikah tolong kamu hapus atau kalau perlu dibakar saja. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Aku ingin menjalani pernikahan ini dengan penuh cinta tanpa bayang-bayang perjanjian pra nikah maupun Eliza."
"Tunggu tuan, apakah anda bersungguh-sungguh?" Rudy seketika melupakan rasa kesalnya terhadap Bryan dan mencoba fokus dengan topik pembicaraan.
"Aku serius Rudy! Baru saja aku mengutarakan isi hatiku kepadanya dan dia mau membuka hati untukku maka dari itu, kamu siapkan makan malam romantis untuk kami."
"Anda tahu tuan, saat ini saya begitu bahagia mendengar kabar ini. Baik, akan segera saya laksanakan."
"Berikan waktu dua puluh menit bagi saya menyiapkan semuanya."
__ADS_1
"Saya akan meminta pihak restoran yang biasa kita kunjungi untuk menyiapkan kejutan untuk nyonya muda." Ucap Rudy panjang lebar. Kini Rudy lebih antusias.
"Baik, aku tunggu."
Bryan segera memutus sambungan telpon dan meletakkannya kembali diatas nakas. Dia mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari es dan duduk diatas sofa, menyalakan televisi sambil menunggu Aluna mandi.
Flash back off
Dan saat ini, mereka sudah berada di pekarangan restoran yang sudah dipesan Rudy. Sebuah restoran pinggir pantai, dengan bangunan khas adat Bali yang memiliki ciri dengan bangunan depan gapura yang menyerupai pura dengan banyaknya ukiran yang membuatnya sangat eksotis.
Para staf restoran menyambut kedatangan Bryan dengan memberikan kalung bunga dan setangkai mawar merah untuk Aluna.
"Silahkan tuan, meja anda ada disana. Saya akan mengantarkan kalian. Mari!" Seorang pelayan wanita mempersilahkan mengikutinya.
"Tunggu, aku ingin kau memakai penutup mata ini dulu." Bryan menghentikan langkah Aluna.
"Untuk apa?"
Bryan mengeluarkan sehelai kain dari saku celana dan mengikatkan ke kepala untuk menutupi mata Aluna.
"Aku akan menjadi matamu sementara." Bryan berbisik lembut ditelinga Aluna.
Dari kejauhan kita bisa melihat sebuah meja dengan kursi makan dilapisi penutup berbahan satin berwarna putih dengan pita merah sebagai pemanis, disekelilingnya terdapat beberapa lilin yang sengaja dibentuk menyerupai sebuah hati dan bertaburkan bunga mawar merah sebagai simbol cinta sejati. Disamping kanan-kiri terdapat janur kuning melengkung dan tak lupa diletakan juga dua buah obor sebagai penerang.
Perlahan-lahan Bryan membawa Aluna duduk dikursi dan membukakan penutup mata. Aluna membuka mata dan terkejut melihat kejutan yang diberikan Bryan. Dia tersanjung dan sangat bahagia menerima kejutan makan malam romantis.
Mata Aluna berkaca-kaca, tak menyangka akan mendapatkan kejutan manis dari seorang pria asing yang kini menjadi suaminya.
"Are you happy, sayang?"
"Hu'um, I am very happy." Aluna menitikan air mata karena terharu melihat kesungguhan Bryan.
__ADS_1
"Terima kasih mas."
"Mengapa kamu menangis sayang? Apakah aku berbuat salah?" Bryan segera beranjak dan mendekati kursi Aluna.
"Tidak, aku hanya terharu saja ternyata kamu bersungguh-sungguh dengan ucapanmu."
Bryan menghapus air mata Aluna menggunakan jari telunjuk.
"Sudah jangan menangis lagi, kamu akan merusak momen indah jika tidak menghentikannya." Bryan memegang dagu Aluna mendekatkan wajahnya dan hendak mencium namun Aluna segera menghindar.
"Ayo kita makan."
Bryan kesal dengan sikap Aluna, "tinggal sedikit lagi aku mencium bi*birnya tapi dia malah menghindar."
Tanpa menoleh ke Aluna, Bryan segera kembali duduk dikursi semula.
Pelayan restoran menyajikan makanan ke atas meja.
"Selamat menikmati tuan dan nyonya Bryan."
Restoran Seminyak tempat Bryan memberikan kejutan merupakan salah satu restoran seafood terenak di Bali. Menu andalan mereka adalah makanan laut yang menggugah selera khususnya udang dengan beragam olahan seperti udang goreng tepung, udang bakar hingga udang dengan aneka pilihan saus dijamin makan kalian akan lahap namun hidangan laut lainnya tidak kalah enak seperti ikan dan cumi wajib kalian nikmati juga.
Malam ini terasa begitu indah bagi kedua sejoli yang sedang merajut asmara, menata kembali kepingan yang hilang dengan kepingan baru. Hembusan angin malam terasa begitu sejuk menyejukan hati, deburan ombak terdengar begitu syahdu, keindahan pantai Seminyak memberikan memori indah yang selalu membekas dalam ingatan Aluna seumur hidup. Tangisan, kesedihan kini tergantikan dengan kebahagiaan. Kehilangan Alexander menorehkan luka terdalam bagi Aluna namun siapa sangka kini luka itu perlahan-lahan sembuh berkat bantuan Bryan, seorang pria dingin dan jutek mampu memberikan obat mujarab untuknya.
"Tuhan, tolong jaga selalu rumah tanggaku untuk sekarang, esok dan seterusnya. Semoga kebahagiaan ini akan selalu aku rasakan." Do'a Aluna dalam hati.
Tatapan mata mereka beradu, memberikan isyarat yang sulit diartikan oleh orang awam, hanya mereka berdua yang tahu maknanya.
Gimana nih makin romantis gak? π
Maaf ya kalau ceritanya diluar ekspektasi kalian soalnya author belum pernah dapat kejutan makan malam dari mas bojo jadi cuma bermodalkan gambar di mesin pencarian doank nih tapi semoga kalian suka. βΊοΈ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like dan favoritkan novel ini agar kalian tidak ketinggalan cerita selanjutnya. Terima kasih. Love kalian semua. π