
Happy reading 🍂
Jakarta
Kediaman Smith
Diruang keluarga sudah berkumpul keluarga besar Ayunda berikut Reymond dan juga Shera. Mereka sedang menonton televisi bersama, menyaksikan berita gosip seputar artis tanah air. Saat jeda iklan, muncul sebuah breaking news menampilkan kemeriahan pesta pernikahan pewaris perusahaan RA art and design. Walau acara resepsi sudah berlalu namun pemberitaan masih hangat diperbincangkan.
Seorang reporter melaporkan bahwa kemarin, tepatnya hari minggu tanggal xx bulan xx telah dilangsungkan sebuah pesta pernikahan besar-besaran diadakan disebuah ballroom Hotel Xxxx antara pengusaha muda sukses pewaris tunggal perusahaan RA art and design dengan seorang gadis cantik rupawan bernama Aluna.
Reporter
🎤 Baik, hari ini saya melaporkan langsung dari depan Hotel Xxxx tempat dilangsungkan resepsi pernikahan dari pengusaha muda sukses, pewaris perusahaan RA art and design, Bryan Smith dengan seorang gadis muda bernama Aluna.
🎤 Anda bisa menyaksikan di depan televisi begitu banyak tamu undangan yang hadir mulai dari kalangan pebisnis, artis dan bahkan masyarakat biasa turut meramaikan pesta.
🎤 Terdapat beberapa pengawal menjaga ketat keamanan disini selama pesta berlangsung.
🎤 Saat ini saya sedang bersama Bapak Hermawan pemilik perusahaan Mega Art and Design yang tak lain adalah rekan kerja dari Tuan Reymond Smith.
👩 Reporter
"Pak, boleh berbagi sedikit bagaimana keadaan pesta di dalam?"
👨 Pak Hermawan
"Sangat ramai mbak, kami bahkan harus antri hanya sekedar untuk memberikan selamat kepada mempelai."
👩 Reporter
"Apakah mempelai wanita merupakan salah satu dari kalangan pebisnis?"
👨 Pak Hermawan
"Sepertinya bukan, tapi yang pasti mempelai wanitanya sangat cantik."
Reporter
🎤 Baik lah, itu tadi wawancara singkat dengan Pak Hermawan. Saya Eveline melaporkan dari Hotel Xxxx.
***
"Reymond, apa tidak masalah jika semua orang tahu bahwa Aluna kini menjadi salah satu bagian keluarga kalian? Ibu masih khawatir dengan keselamatannya." Ucap Nenek Rina dengan pandangan masih fokus ke televisi.
__ADS_1
"Ibu tenang saja, saya sudah menyediakan pengawal untuk menjaga Aluna."
"Kamu yakin dengan kemampuan para pengawal yang kamu pekerjakan mas?" Tanya Tante Melissa, adik ipar Reymond.
"Sangat yakin, mereka merupakan pengawal handal yang di didik langsung oleh suami mu Mel." Reymond melirik ke arah Bagas, suami Melissa.
"Loh, jadi para pengawal itu bawahan kamu semua pa?" Melissa bertolak pinggang, tidak menyangka bahwa Bagas menyembunyikan sebuah rahasia dari nya.
"Itu, a-aku...."
"Memangnya kamu tidak diberitahu Bagas, Mel?" Tanya Ayunda penuh selidik.
"Maafkan aku, ma. Aku mencari waktu yang tepat untuk memberitahumu lagipula Mas Reymond mendadak meminta aku mencarikan pengawal terbaik yang ku miliki." Bagas kali ini tidak bisa berkutik dihadapan Melissa.
Freya, Lilly dan Shera hanya menonton saja drama panas yang sedang berlangsung diruang keluarga.
"Kalian apa-apaan sih, memangnya tidak malu ditonton oleh kami?" Freya protes melihat orang tuanya berdebat.
"Ayo Li, Shera, kita pergi saja dari sini. Aku tidak ingin menonton drama membosankan ini!" Freya, mengajak saudara kembarnya Lilly dan sepupunya pergi dari ruang keluarga.
Freya, Shera dan Lilly berjalan menuju gazebo taman belakang mencari udara segar.
Freya memang memiliki karakter tegas, tidak menyukai keributan namun baik hati berbanding terbalik dengan Lilly saudara kembarnya. Lilly cenderung lebih pendiam tidak banyak berbicara namun akan terbuka kepada orang yang sudah dikenal.
"Aku butuh penjelasanmu pa!" Melissa tidak terima Bagas menyembunyikan rahasia darinya.
"Maafkan aku ma, sungguh aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun darimu." Om Bagas berjongkok di depan Melissa, menyentuh tangan istrinya dan menciuminya dengan penuh cinta.
"Sudah lah Mel, lagian suamimu tidak bermaksud membohongimu. Aku dan Mas Reymond yang meminta jadi jangan salahkan suamimu." Ayunda berusaha melunakan hati Melissa. Dia sebetulnya merasa bersalah melihat Bagas bertengkar dengan adiknya.
"Baik lah, tapi kamu janji pa. Setelah ini tidak ada lagi rahasia diantara kita berdua."
"Janji ma." Bagas bangkit dan duduk kembali ke sofa disamping Reymond.
"Maaf ya mbak, mas. Bukannya aku tidak suka Mas Bagas memerintahkan bawahannya untuk mengawal Aluna hanya saja aku tidak suka dengan sikapnya itu." Melissa merasa bersalah karena sudah membuat kericuhan.
"Dih kamu Mel, tidak usah meminta maaf segala. Aku bisa memakluminya."
"Oh iya, apa tidak sebaiknya kita carikan juga pengawal wanita plus supir pribadi untuk Aluna. Kalau dilihat dari sikap menantumu itu, sepertinya dia lebih nyaman jika dikawal oleh wanita." Melissa memberikan ide.
Reymond berpikir sejenak, menimbang ide dari adik iparnya. Nenek Rina nampak berpikir
"Menurut ibu, ide Melissa cukup bagus."
__ADS_1
"Baik, nanti akan aku diskusikan dengan Bryan. Biar bagaimanapun dia berhak memutuskan yang terbaik untuk istrinya."
Mereka melanjutkan menonton televisi, sambil menikmati brownies rendah gula buatan Ayunda.
***
"Ra, kira-kira kak Bryan dan kak Aluna sekarang sedang apa? Aku kok kepo ya!" Freya membuka percakapan.
Mereka bertiga kini sedang duduk santai sambil menghirup udara segar pagi hari ditaman belakang. Udara ditaman belakang saat pagi hari sungguh sangat sejuk, Reymond sengaja meletakan sebuah gazebo dipinggir kolam renang bertujuan agar semua penghuni rumah bisa bersantai memandangi pepohonan dan tanaman hijau. Gazebo taman belakang menjadi tempat favorite Aluna dan Shera dikala penat melanda.
"Iya nih, aku juga kepo kira-kira mereka sedang apa disana." Lilly menimpali.
"Eh-eh, bagaimana kalau kita telpon saja?" Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benak Freya.
"Jangan, nanti kalau kita mengganggu mereka bagaimana?"
"Aku tidak mau kena omel kak Bryan." Shera buka suara. Dia paling tidak suka harus berdebat dengan kakak lelakinya yang dingin dan jutek seperti Bryan.
"Ish, cemen kamu!"
"Sini, biar aku saja yang telpon."
Freya segera mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana jeans dan mencari kontak Aluna di phone book.
"Duh, kok tidak ada nama kak Aluna sih." Freya kesal karena tidak menemukan nama Aluna di phone book.
"Kakak kasih nama siapa di phone book mu?" Lilly ikutan kesal karena sudah dua menit menunggu.
"Ah, ini baru ketemu."
tut tut tut
"Loh, kok tidak diangkat ya?" Freya mencoba menghubungi Aluna namun tidak ada jawaban.
"Mungkin mereka masih tidur." Ucap Lilly.
"Tidak mungkin, kak Aluna buka tipe wanita pemalas seperti kalian." Shera membela kakak iparnya.
"Take easy girl, kita hanya bercanda."
"Ha-ha-ha. Ra, kamu mudah tersinggung sekali hari ini. Sedang PMS? Tanya Freya.
"Aku hanya tidak ingin berurusan dengan kak Bryan. Lagipula kenapa kalian mengganggu mereka, bisa saja kan mereka saat ini sedang....."
__ADS_1
Saat bersamaan mereka bertiga tertawa membayangkan adegan panas yang mungkin terjadi diantara Aluna dan Bryan.
to be continued