MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
KEPULANGAN FAZEL


__ADS_3

"Pasien terakhir kan Sus? sudah selesai ya semua?" Tanya Sasha pada suster pendampingnya.


"Sudah dok, tapi masih ada satu pasien lagi yang maksa mau ketemu dokter Natasha." Jawab Suster.


Sasha mengernyitkan dahinya. "Oh ya?" Lalu Sasha melihat jam dipergelangan tangannya.


"Ya udah Sus, satu lagi aja habis ini close ya." Ucap Sasha.


Suster mengangguk kemudian keluar mempersilahkan pasien tersebut masuk.


"Makasih Sus untuk kerjasamanya." Ucap Fazel yang ternyata ingin memberikan kejutan pada sang Mommy.


Ceklek..


Fazel membuka pintu ruangan praktik Sasha.


Sasha mendongakkan kepalanya dan menatap Fazel yang tengah tersenyum pada sang Mommy.


Sasha begitu terkejut dan menutup mulutnya.


"Fazel pulang Mom." Ucap Fazel kemudian berjalan mendekati Sasha.


Sasha berdiri dan memeluk Fazel.


"Anak Mommy yang nakal. untung Mommy gak jantungan." Ucap Sasha.


"Kangen Mommy, kejutan untuk Mommy dan selamat ulang tahun Mommyku yang cantik." Fazel semakin mengeratkan pelukannya pada Sasha.


Sasha tersenyum, matanya perlahan mengeluarkan buliran air mata. "Fazel anak Mommy, Mommy sayang sekali sama Fazel, Terimakasih untuk kado terindahnya. Mommy senang Fazel pulang dihari ulang tahun Mommy."


Fazel mempercepat kepulangannya dua minggu lebih awal, ia ingin memberikan kejutan dihari ulang tahun Sasha.


Sasha melepaskan Fazel dari pelukannya dan menatap wajah tampan anak sulungnya itu. "Kenapa kamu semakin tampan? Fazel tidak jadi playboy kan disana?" Tanya Sasha.


Sasha sangat takut jika Fazel salah pergaulan selama diluar negri, mengingat dulu Reyvan seperti itu.


"Engga dong Mommy, Fazel kan udah janji mau jadi anak kebanggaan Mommy."


Sasha tersenyum. "Kita kekantor Daddy ya." Ajak Sasha.


Fazel tersenyum dan mengangguk. "Bikin kejutan untuk Daddy ya Mom?" Tanya Fazel.


Sasha mengangguk sambil membereskan barang-barangnya.


"Tapi Fazel mau ketemu sama Auntie Naya dan Uncle Fitt juga Auntie Indira Mom."


"Nanti malam mereka semua makan malam kerumah koq Zel, sekarang mereka sedang praktik di polinya masing-masing."


***


"Boy.." Seru Billy saat melihat Fazel dan Sasha di Loby perusahaan.


"Uncle Bill.." jawab Fazel kemudian menghampiri Billy dan memeluknya.


Billy memang cukup dekat dengan Fazel, Billy juga sangat menyayangi Fazel mengingat nasib Fazel yang sama dengan dirinya dulu.


"Bukannya dua minggu lagi Zel?" Tanya Billy.


"Kejutan untuk ulang tahun Mommy." jawab Fazel.


"Anak pintar." Billy menepuk-nepuk bahu Fazel.


Sasha dan Fazel diantar Billy menuju ruangan Reyvan, terlihat Reyvan sedang sibuk membaca ulang berkas dan menandatanganinya.

__ADS_1


"Sayang, lihat siapa yang datang." Ucap Sasha yang menghampiri Reyvan.


Reyvan melihat kearah yang ditunjuk oleh Sasha, "Anak Daddy." Seru Reyvan yang kemudian berdiri dan memeluk anak kebanggaannya itu.


"Dad..." Fazel memeluk pria yang nengubah nasibnya itu, pria yang menyelamatkan nasibnya dimasa kecil dan Fazel sangat menyayanginya.


Reyvan mengendurkan pelukannya, "Bukannya dua minggu lagi? kenapa sudah pulang?"


"Kejutan untuk ulang tahun Mommy Dad." Jawab Fazel.


Reyvan berdecak. "Kamu ini anak Daddy, kenapa begitu menyayangi Mommy mu."


Sasha memeluk lengan Fazel. "Akhirnya Fazel pulang, slama ini gak ada yang sayang sama Mommy Zel, Daddy slalu dekat dengan Rachel." adu Sasha pada anak sulungnya itu.


Fazel tersenyum. "Sekarang ada Fazel Mom." Fazel merangkul pundak sang Mommy.


"Ayo kita pulang, nanti malam ada acara makan malam dirumah." ajak Reyvan.


Diperjalanan pulang, Reyvan menyetir mobil, Sasha duduk disebelah Reyvan sementara Fazel duduk dibelakang.


Drrt.. drtt..


Ponsel Reyvan berdering, terlihat Rachel yang menghubunginya. Reyvan menyambungkannya dengan earphone blutooth.


^^^"Iya Hel.."^^^


"Dadd, bisa tolong suruh supir jemput aku dikampus?"


^^^"Supir jemput? Bukannya Rachel tadi bawa mobil?"^^^


"Mobil Rachel tiba-tiba gak bisa nyala Dad, Rachel ga ngerti, tapi tadi udah telpon orang bengkel, mereka jalan kesini."


^^^"Ya udah, Daddy aja yang jemput Rachel sekalian cek mobil Rachel, Daddy kebetulan lagi jalan pulang."^^^


Reyvan mematikan ponselnya.


"Mobilnya katanya gak bisa nyala."


"Rachel bawa mobil sendiri Dad? Sejak kapan?" Tanya Fazel dengan heran.


"Sejak kelas tiga SMA Zel, pas ulang tahun ke tujuh belas, Daddymu memberi hadiah Rachel mobil. Dari situlah Rachel slalu membawa mobil sendiri." Sasha yang menjawab.


Reyvan tertawa, "Biar lebih sedikit mandiri. Terbuktikan sekarang Rachel mandiri banget. Dan kamu juga Zel, klo sudah ada waktu luang segera cari mobil yang kamu suka, ini hadiah dari Daddy karna kamu berhasil menyelesaikan S2 dengan baik."


"Gak usah Dad, Fazel kan bisa pake mobil yang ada dirumah." Jawab Fazel menolak.


"Gapapa Zel, hadiah Daddy kamu harus ambil." Sahut Sasha.


Reyvan sudah tiba dikampus Rachel, segera mencari Rachel yang katanya berada diparkiran kampus dan memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Rachel.


Reyvan turun dan disusul oleh Sasha. Sementara Fazel tetap berada didalam mobil. Jantungnya begitu berdetak kencang saat kembali melihat Rachel.


Orang bengkel pun datang tak lama setelah Reyvan, Mobil Rachel mengalami konsleting listrik dan harus dibawa kebengkel.


"Pulang bareng Daddy Hel." ajak Sasha.


"Iya Mom, sebentar Rachel ambil barang-barang Rachel dulu dimobil." jawab Rachel.


Fazel yang tak sabarpun turun dari mobil dan menghampiri Reyvan dan Sasha, sementara Rachel sedang mengambil barang-barangnya didalam mobilnya.


"Koq turun, padahal biar kejutan untuk Rachel." bisik Sasha.


"Gapapa Mom, Fazel kangen Rachel."

__ADS_1


"Yuk Mom, Dad, Udah." Ucap Rachel sambil menutup pintu mobilnya dan memberikannya kunci mobilnya pada orang bengkel.


Rachel membalikan tubuhnya dan terkesiap ketika melihat sosok pria yang slalu ia rindui itu, pria yang kini berubah menjadi lebih tampan.


"Kak Fazel." Lirih Rachel.


Fazel tersenyum, dia memberikan senyum yang Rachel rindui slama delapan tahun itu.


Rachel ingin berhambur memeluk Fazel, namun langkahnya terhenti ketika Arlan memanggil Rachel.


"Rachel." Panggil Arlan dengan jalan terburu-buru.


Rachel menoleh kearah Arlan, bahkan Fazelpun menatap Arlan dengan asing.


"Arlan." Panggil Rachel pelan.


"Maaf Hel, aku baru baca pesanmu, tadi aku masih bimbingan diruangan dosen."


"Hemm.. Gapapa Lan, aku juga udah dijemput sama Daddy, aku kira kamu gak bisa."


"Kapan aku gak bisa untuk kamu Hel? Maaf ya udah nunggu kamu lama."


Rachel tersenyum dan mengangguk "Its okey Lan." Jawab Rachel.


"Om, Tante. Siang." sapa Arlan.


"Siang Lan, maaf ya Rachel jadi merepotkan." jawab Reyvan.


"Engga koq Om, malah Arlan yang gak enak jadinya Om yang jemput Rachel."


"Hel, pulang sama Daddy atau sama Arlan?" Tanya Sasha.


"Lan, sory ya, aku kayanya pulang sama Daddy." Ucap Rachel.


"Iya gapapa Hel, aku malah jadi ga enak sama kamu. Sekali lagi maaf ya."


"Iya." Jawab Rachel singkat.


"Arlan, nanti malam bisa datang kan kerumah?" Tanya Sasha yang memang sudah mengundangnya untuk makan malam bersama.


"Bisa Tante, nanti malam Arlan langsung kerumah."


"Baiklah, kalau begitu kami duluan ya Lan." Pamit Reyvan.


"Iya Om, hati-hati dijalan." Jawab Arlan.


Kemudian Arlan membukakan pintu mobil untuk Rachel. "Jangan lupa." Ucapnya pelan.


"Lupa apa?" Tanya Rachel dengan polosnya.


"Jangan lupa sama Aku." lalu Arlan tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Rachel.


"Ishh dasar, kirain apa. Ya udah aku pulang duluan ya. Sampai ketemu nanti malam." Ucap Rachel dengan manis kemudian masuk dan duduk dikursi belakang bersama Fazel.


Fazel yang melihat pemandangan itu merasa sedikit tercubit hatinya. "Siapa dia? Apa dia Itu pacar Rachel? Kenapa mereka begitu akrab, Bahkan Rachel bisa tertawa olehnya." Hati Fazel terus saja bertanya-tanya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam, Sasha yang memperhatikannya merasa bersedih, hubungan kedua anaknya berubah menjadi seperti orang asing yang baru saja bertemu.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2