MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BUKAN KAYAK SAMA ADIKNYA!!


__ADS_3

Sasha pulang bersama Reyvan untuk mampir kerumah Fitto menjemput Zio dan Nabil, sementara Rachel pulang bersama Fazel.


"Skripsimu bagaimana Hel?" Tanya Fazel.


"Dikit lagi Kak, mudah-mudahan bisa segera sidang, aku mau langsung kerja dikantor bersama Daddy."


"Gak nerusin ke S2 Hel? Sayang lho, kamu kan pinter."


Rachel menggelengkan kepalanya, "Aku gak mau karier Kak, aku mau kerja sampe nanti aku nikah, kalo udah nikah, aku mau jadi ibu rumah tangga seperti Oma, ngurusin Opa, Daddy dan Auntie Naya waktu kecil."


"Nikah sama Arlan?" Tanya Fazel dengan iseng.


Rachel tersenyum sinis, "Ya siapa lagi? paling mentok di Arlan, cuma dia yang perjuangin aku, udah nungguin aku empat tahun."


"Tapi Kakak gak sreg sama Arlan." Ucap Fazel dengan fokus menyetir,


Rachel menengok kearah Fazel, "Yang mau jalani rumah tangga kan aku Kak, kenapa jadi Kakak yang gak sreg?"


Fazel hanya tersenyum menjawab pertanyaan Rachel.


"Aku mau tanya boleh Kak?" Tanya Rachel.


"Hemm?" Jawab singkat Fazel.


"Ulet bulu pacar Kakak ya? atau sejauh mana hubungan kakak sama dia?"


"Zidney?" Fazel melirik sekilas kearah Rachel kemudian fokus menyetir kembali. "Hmm dia tuh cukup dekat sama Kakak, sikap dia yang manja, tapi diluar itu dia mandiri sekali. Sering banyak bantu Kakak selama di Amrik. Keluarganya juga baik sama Kakak, dan keluarganyanya mengira kalau Kakak ini pacarnya Zidney."


Rachel terkejut dan membulatkan matanya, "Pacar? Kakak pacaran sama dia?"


"Engga Hel, kakak cuma dekat aja sama Zidney, cuma orang sekitar mengartikan kita pacaran, mungkin karna sikap Zidney yang slalu manja sama Kakak."


"Apa Kakak akan menikah dengan Zidney?" Tanya Rachel pelan.


"Entahlah Hel, masih ada gadis lain dihati Kakak, cuma Kakak gak yakin aja sama perasaan dia."


Rachel mengernyitkan dahinya, "Siapa Kak?" Tanya Rachel penasaran.


Fazel menarik sudut bibirnya tersenyum, "Dia cinta pertama Kakak. Gadis yang slalu Kakak sayangi." Jawabnya dengan senyuman.


"Cinta Pertama?" Tanya Rachel pelan, Lalu Rachel berfikir kemasalalu. "Apa Kak Vanessa teman kakak di SMA?" Tanya Rachel lagi.


Fazel tertawa, "Sudahlah Hel, lupakan."


Sementara Rachel masih terus berfikir soal Vanessa.


***


"Ken, berkas kerjasama dengan P Grup udah dicek?" Tanya Fazel pada Kenzo di Rivano Grup.


"Udah Bos, tinggal meeting satu jam lagi." Ucap Kenzo, Sahabat yang kini jadi asisten pribadi Fazel.


"Fazel Ken, kalo gak ada orang panggil gue Fazel." Kesal Fazel.


"Hehe sorry Zel."

__ADS_1


Tok.. tokk.. tokk..


Suara seseorang mengetuk pintu ruangan Fazel.


Kenzo membuka pintu, terlihat seorang gadis tersenyum kearah Kenzo.


"Malaikat nih.." Gumam Kenzo.


"Hello, Fazel ada?" Tanya Zidney.


Fazel menyusul kearah pintu dan melihat Zidney didepan pintunya. "Hai Zid." Sapa Fazel.


"Hai.." Jawab Zidney kemudian mencium pipi Fazel.


"Masih bengong aja lo." Ucap Fazel membuyarkan lamunan Kenzo.


"Kenalin nih, temen gue dari Amrik, Zidney."


Kemudian Fazel menengok kearah Zidney. "Zid, kenalin ini sahabat aku, Kenzo."


Zidney dan Kenzo saling berjabat tangan, kemudian Fazel mengajak Zidney untuk duduk diruangannya.


"Kantor kamu besar sekali." ucap Zidney sambil mengedarkan pandangannya diruangan Fazel.


"Kantor Daddy ini Zid." Ucap Fazel.


"Aku kesini mau ngajak makan siang bareng, aku bosen dihotel terus Zel."


"Sebentar lagi aku ada meeting dulu, tunggulah disini ya. Habis aku meeting nanti kita makan siang bareng." Kata Fazel sambil memeriksa berkas untuk meeting nanti.


"Okey aku tunggu disini ya Zel."


"Bukan, dia temen gue diAmrik." Jawab Fazel cuek.


"Temen tapi mesra Zel?" Tanya Kenzo mendalam.


"Bukan Ken, cuma sebatas temen. kalo lo mau lo pacarin aja. dia suka cowok kayak lo, pintar dan pekerja keras."


"Serius lo? cewek cantik begitu lo kasih gue."


Fazel menatap lekat Kenzo, "Zidney bukan barang yang bisa dikasihin, dia temen gue dan lo sahabat gue, gue rasa kalian cocok karna gue tau betul type cowok yang Zidney mau ky gimana dan gue rasa ada di lo."


Kenzo tersenyum penuh arti, "Serius lo?"


"Kapan gue pernah bercanda Ken? Zidney bukan type gue." Jawab Fazel yang kemudian duduk diruangan meeting yang masih kosong itu karna meeting akan dimulai sepuluh menit lagi.


"Terus cewek yang lo suka ky gimana Zel?" Tanya Kenzo mendalam.


Seketika Fazel tersenyum, "Cewek ceria yang slalu manja sama gue."


"Hah, siapa?"


"Udah Ken, masih ada waktu pelajari lagi berkas yang tadi, ini kantor, jangan bahas cewek." Jawab Fazel yang hampir aja keceplosan memberi tahu soal Rachel kepada Kenzo.


Selesai meeting, Fazel, Kenzo dan Zidney makan siang bersama di caffe dekat kantor Rivano Grup. Kenzo sudah tampak akrab sekali dengan Zidney.

__ADS_1


"Zel, itu Rachel kan adik lo?" Tanya Kenzo pada Fazel sambil menunjuk kearah pintu masuk.


"Iya, itu Rachel." Jawab Fazel yang wajahnya sedikit berubah karna melihat Rachel bersama Arlan.


Pandangan Rachel bertemu dengan Fazel yang sedang mencari table, "Kak Fazel." Gumam Rachel yang terdengar oleh Arlan.


Arlan melihat kearah pandangan Rachel dan menangkap sosok Fazel bersama Kenzo dan Zidney. "Si*l, kenapa harus ketemu Kakaknya Rachel sih. Kacau lagi aja pendekatan gue." Batin Arlan.


Arlan mengikuti Rachel yang berjalan kearah table Fazel.


"Kak Fazel." sapa Rachel.


Fazel berdiri. "Kamu ngapain disini?" Tanya Fazel dengan lembut.


"Pulang dari kampus Kak, mau mampir kekantor Daddy, diantar Arlan dan makan siang dulu disini." Jawab Rachel jujur.


Fazel menatap kearah Arlan. "Makasih udah anterin Rachel, gak usah anterin kekantor, Rachel biar sama saya." Ucap Fazel dingin pada Arlan yang membuat Arlan sedikit menciut.


"i..iya Kak." Ucap Arlan gugup yang menangkap bahwa dirinya diusir secara halus oleh Fazel.


"Hel, aku duluan ya." Pamit Arlan.


"Makasih ya Lan udah mau anterin aku." Jawab Rachel yang tidak mencegah Arlan.


Arlan berjalan keluar dari caffe dan memasuki mobilnya, "Sial, sial, siall.. Lagi-lagi kakaknya Rachel." Umpat Arlan sambil memukul stir mobil.


Sementara didalam Caffe, Rachel duduk disebelah Fazel. "Mau makan?" Tanya Fazel lembut.


Rachel sangat senang dengan perlakuan Fazel, terlebih saat ini didepan Zidney.


"Mau makan sama Kakak aja berdua." Jawab Rachel yang melihat masih ada makanan dipiring Fazel.


Fazel tersenyum, "Disuapin?" Tanyanya.


Rachel mengangguk.


"Hai Rachel." Sapa Kenzo.


"Hai Kak Kenzo." Jawab Rachel tersenyum.


"Kamu cantik sekali Hel." Ucap Zidney mencoba akrab.


"Makasih Kak Zidney." Jawab Rachel seperlunya.


Fazel menyuapi irisan steak kemulut Rachel, pemandangan itu memancing kecurigaan Kenzo. "Bukan kayak sama adenya." Batinnya.


"Kekantor Daddy ada apa?" Tanya Fazel.


"Lagi mau aja kekantor Daddy." Jawab Rachel dengan ciri khasnya yang membuat Fazel tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2