
Apa pertemuanmu dengan pihak Aldio Company berjalan dengan lancar Rey?" Tanya Ayah saat sarapan bersama.
"Lancar Yah, rencananya CEO Aldio Company akan bertemu langsung dengan Rey tiga hari lagi"
"Wah bagus itu Rey, setau Ayah CEO Aldio Company itu jarang sekali berada di indonesia, dia menetap diluar negri, dan menyerahkan segala urusannya disini dengan Pak Alex asistennya itu"
"Iya Yah, semoga saja semua berjalan lancar"
Ayah menatap Naya kemudian Sasha.
"Naya, Sasha, kalian sudah akan mulai kuliah lagi kan?"
"Iya Yah" Jawab Naya.
"Sasha, nanti kamu bisa berangkat bareng Naya diantar dan jemput supir"
"Apa gak bisa Yah, kalau Sasha bawa mobil sendiri tanpa supir" Ucapnya ragu-ragu.
"Kamu tidak trauma Sha?"
Sasha menggelengkan kepalanya, "Tidak Yah, malah Sasha akan lebih hati-hati lagi"
Ayah menghela nafas beratnya.
"Ayah sih tidak keberatan Sha kalau Sasha memang mau bawa mobil sendiri, Sasha tinggal pilih mau pakai mobil yang mana, tapi keputusan bukan ditangan Ayah, Reyvan adalah suami kamu, jadi dia yang berhak mengijinkan kamu"
"Iya Yah, Sasha mengerti, Mas Rey belum mengijinkan Sasha, dan Sasha akan menghormati segala keputusan mas Rey"
"Itu tandanya Reyvan sayang kamu Sha, Bunda bisa lihat khawatirnya Reyvan sewaktu kamu dirumah sakit" Kali ini Bunda ikut berbicara.
"Iya Bun" jawab Sasha.
"Bukan Khawatir, tapi Bucin yang lebay." Sahut Naya seperti meledek Reyvan.
"Sirik aja lo, mau juga ya lo diperhatiin?" tanya Reyvan.
Mereka sekeluarga tertawa, memulai hari dengan tawa ceria.
"Hati-hati diajalan ya Mas" Ucap Sasha sambil mengantarkan Reyvan hingga teras.
"Nanti aku telpon ya" Jawabnya sambil mengusap puncak kepala Sasha dan kemudian mencium kening Sasha.
Dikantor, Reyvan tidak fokus bekerja, sehingga menarik perhatian Billy, asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Lo kenapa Rey?"
Rey bersandar pada kursi kebesarannya, "Gue bingung Bill"
"Apa yang buat lo bingung?"
"Little"
"Maksud lo Sasha?"
"Hem.." Reyvan menjawab hanya dengan berdehem.
"Ada apa?"
"Sampai sekarang, little belum tau kalau gue ini panda nya dia yang slalu dia tunggu"
"Kenapa lo gak bilang?"
"Gue pengen Sasha mencintai gue sebagai Reyvan, dengan segala perhatian dari gue, tapi kayanya perhatian gue slama ini belum bisa nyentuh perasaan Sasha dan itu nyiksa banget gue Bill"
"Nyiksa? maksud lo Rey?"
"Walaupun hubungan gue sama Sasha membaik, Gue belum sentuh Sasha Bill" Ucapnya pelan.
__ADS_1
"Lo kan seranjang ama dia Rey, jangan bilang lo sekamar tapi gak seranjang ya Rey"
"Gue seranjang ama dia Bill, makanya gue tersiksa, tiap gue nempel sama dia, gue turn on, tapi gue gak bisa gimana-gimana"
Billy tertawa lepas,
"Gue gak nyangka, seorang Reyvan mampu nahan, biasanya juga langaung ke club nyari cewek" sindirnya.
"Gue udah gak nafsu sama cewek lain Bill, gue maunya Sasha"
"Ya lo bilang aja sih, kalo lo butuh pelepasan, dan Sasha harus layanin lo"
"Gue gak bisa, gue gak mau Sasha lakuin itu tanpa rasa cinta ke gue Bill"
"Gue kaya gak ngenalin lo Rey, lo banyak berubah semenjak tau Sasha itu Little girl yang lo cari"
Rey hanya tersenyum tipis.
"Bill menurut lo, apa gue harus percaya lagi sama Sasha ya? dia kaya mau nyetir semdiri dan mau beli mobil sendiri"
"Ya kalau gue jadi lo sih gue percaya aja sama Sasha, dia tuh cewek mandiri, kecelakaan kemarin itu kan bukan sepenuhnya salah Sasha, posisinya kan dia ditabrak terus hilang keseimbangan"
"Kalau gitu gue beliin Sasha mobil aja kali ya Bill"
"Ide bagus tuh Rey, kapan rencananya?"
"Abis jam makan siang, jadwal gue kosong kan ya? gue mau ajak Sasha lihat-lihat mobil." Ucap Reyvan.
"Berkas-berkas yang belum lo periksa gimana?"
"Gue kejar sekarang, kalau gak selesei, beresin aja biar gue kerjain dirumah"
"Bener-bener bucin lo Rey" Ucap Billy sambil meninggalkan ruangan Reyvan.
Sasha asik nonton film korea bersama Naya dikamar Naya, ponselnya berdering, terlihat nama Mas Rey memanggilnya.
"Iya Mas."
"Dirumah, lagi sama Naya nonton drakor."
"Bisa siap-siap, bentar lagi aku jemput kamu."
"Mau kemana Mas? koq dadakan?"
"Temenin Mas, ada acara sebentar."
"Baiklah."
Sasha menutup ponselnya.
"Nay gue kekamar dulu ya, disuruh mas Rey siap-siap katanya nemenin dia ada acara"
"Oh mungkin mau ketemu klien lagi Sha, yaudah gih, hati-hati ya"
Sasha bergegas menganti pakaian dan berdandan tipis lalu turun kebawah untuk menunggu Reyvan.
"Lho udah cantik, mau kemana Sha?" tanya Bunda.
"Eh bunda, gak tau nih, Mas Rey nyuruh aku siap-siap katanya nemenin ada acara"
"Hemmm, ya udah, lagian besok weekend"
Tak lama mobil Reyvan tiba, Reyvan menghampiri Sasha yang sedang duduk diteras bersama bunda.
"Yuk Sha sebelum kesorean" ucapnya pada Sasha kemudian mendekat pada bunda "Bun, Rey ajak Sasha keluar dulu ya, kayanya gak pulang makan malam"
"Yaudah hati-hati ya Rey"
__ADS_1
Sasha masuk kedalam mobil, Reyvan melajukan mobilnya.
"Koq Dandan cantik sih Sha?"
"Takutnya mas ngajak ketemu klien lagi, aku tuh malu kemarin mas, ketemu klien mas kaya mau ketemu sama temen"
Reyvan tertawa, "Kalau sekarang bukan ketemu sama klien Sha, kita mau kencan" godanya.
"Sasha tersenyum, "Tapi mas Rey, kencan kaya mau kerja, masih pake baju kantor" sindir Sasha.
Reyvan hanya tersenyum, sampai akhirnya mereka tiba di sebuah showroom mobil.
"Ngapain kita kesini Mas?" tanya Sasha heran.
"Aku mau beliin kamu mobil"
"Hah serius Mas?"
"He'em, kamu suka?"
"Aku suka mas, tapi bukan karna mobilnya, tapi karna kepercayaan mas sama aku"
"Tapi harus pake mobil yang aku belikan ya Sha, aku suami kamu, aku mau segala kebutuhan kamu aku yang penuhin"
"Iya mas" jawab Sasha sambil tersenyum.
Reyvan memilihkan mobil Mini c**per berwarna Cream degan list merah.
"Ini mahal sekali Mas" Ucap Sasha yang sangat mengetahui harga mobil pilihan Reyvan.
"Gak ada yang lebih mahal untuk membuat hati kamu senang Sha, kita pilih mobil yang ini ya" ucap Reyvan.
Sasha hanya mengangguk, dirinya merasa senang melihat begitu besar perubahan pada diri Reyvan.
Selesei memilih mobil dan melakukan pembayaran, Reyvan mengajak Sasha makan malam.
"Aku gak enak mas kalo pulang kemalaman kerumah bunda"
"Ya gapapa dong Sha, kamu pulang malam juga kan sama aku"
"Kita sampai kapan mas dirumah bunda?"
"Kenapa Sha? apa kamu gak betah dirumah bunda?"
"Bukan gitu mas, cuma kan namanya udah berumah tangga, kita harus mandiri mas"
"Ayah masih belum percaya sama aku Sha" lirih Reyvan.
"Gimana caranya buat Ayah percaya? kalau memang kita udah bener untuk menjalani rumah tangga."
"Kasih mereka cucu Sha" ucap Reyvan denggan nada menggoda.
Sasha tertunduk, ia malu, mukanya memerah seperti udang rebus.
"Kamu kenapa Sha?" Goda Reyvan lagi.
"Maafin aku mas" ucap Sasha dengan sangat pelan.
Reyvan tersenyum kemudian menggenggam tangan Sasha.
"Gapapa Sha, aku nunggu kamu untuk serahin hati kamu ke aku, aku mau semua terjadi karna rasa cinta"
.
.
.
__ADS_1
.
...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...