
"Gimana sayang hasilnya?" Tanya Billy sesaat setelah Naya keluar dari dalam toilet dikamarnya.
Naya Tersenyum menunjukan dua buah tespek yang bergaris dua garis merah dan menandakan dirinya tengah hamil.
"Arggghhh..." Teriak Billy karna kesenangan lalu memeluk dan mengangkat Naya.
"Seneng Bang?" Tanya Naya.
"Jangan ditanya dong sayang, gak bisa diungkapin saking senengnya." Jawab Billy.
Naya mengambil ponselnya dan mulai menghitung periode terakhirnya, Naya yang merupakan seorang dokter kandungan sangat mengerti kondisinya saat ini.
"Kayanya masuk delapan minggu deh Bang, besok buat akurat nya aku pastiin USG dulu." Ucap Naya sambil menatap kalender periode dilayar ponselnya.
"USG sendiri Yank?" Tanya Billy dengan polos.
"Ya enggalah Bang, walaupun aku dokter kandungan tetep aja lagi hamil mah butuh bantuan dokter kandungan lain."
Billy tertawa, "Tapi jangan dokter cowok ya yank, pake Maminya Fitto aja, Tante Dhea, kan dokter kandungan juga."
"Iya Abang sayang, aku pasti pake dokter Dhea buat jadi dokter kandungan aku, tapi nanti kalau nikahan Fitto dan Indira udah selesai, karna Mami Dhea sekarang lagi sibuk ngurusin pernikahan Fitto." Jawab Naya sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Billy mendaratkan sebuah kecupan sayang dikening Naya, "Terimakasih Sayang, Abang bahagia banget." Setelahnya Billy mencium perut Naya, "Sehat-sehat ya anak Papa, jangan nyusahin Mama."
Naya menarik sudut bibirnya, dia tersenyum begitu bahagia slalu mendapatkan perlakuan yang hangat dari suaminya.
***
Pernikahan Fitto dan Indira.
"Ya ampun Ra, kamu cantik banget." Ucap Sasha yang sedang mendampingi Indira diruang ganti.
"Indira jarang dandan sekalianya dandan kita semua pangling." Sahut Naya.
Indira tersenyum, "Aku deg-degan."
"Tangan kamu dingin banget Ra, gugup nih entar malam di unboxing Fitto." ledek Naya.
"Ssttt Nay,, ada Rachel, Bumil jangan ngomong sembarangan." Protes Sasha.
"Auntie Dila sepelti plincess." Ucap Rachel dengan terus menatap Indira.
"Rachel juga seperti Princess." Jawab Indira sambil mengusap pipi Rachel.
"Lahel juga mau jadi pengantin sepelti Auntie Indila." Ucap Rachel dengan polos.
"Siapa yang jadi pasangannya Hel?" Tanya Naya dengan isengnya.
"Kak Fazel yang jadi prince nya dong Auntie." Jawab Rachel dengan polos.
Sasha dan Naya saling pandang. Mereka tidak menanggapi omongan gadis kecil berusia lima tahun itu, tapi sedikit ada rasa khawatir dihati Sasha dan juga Naya, takut perasaan Rachel kebawa hingga dewasa, karna hubungan mereka adalah Kakak dan Adik meskipun Fazel hanyalah anak angkat Reyvan dan Sasha, tapi Sasha sangat menyayangi Fazel layaknya anak sendiri.
__ADS_1
Saat acara Resepsi, Reyvan merasakan tidak enak badan.
"Kamu gapapa Mas?" Tanya Sasha yang melihat Reyvan sedikit melonggarkan dasinya dan berkeringat dingin.
"Tiba-tiba koq aku pusing ya, Mual juga." Jawab Reyvan.
"Kamu istirahat aja dikamar Mas, sebentar lagi acara Resepsi selesai, nanti aku nyusul keatas ya." Ucap Sasha menyuruh suaminya beristirahat dikamar hotel yang masih satu tempat dengan acara resepsi pernikahan Fitto dan Indira.
"Ya udah aku kekamar ya Sayang, Rachel biar sama aku aja, sepertinya Rachel juga mulai ngantuk."
Sasha mengangguk dan Reyvan membawa Rachel untuk beristirahat dikamar yang sudah disediakan oleh keluarga Fitto. Sementara Fazel terus mendampingi Sasha diresepsi pernikahan Fitto dan Indira didaerah Bandung tempat asal Indira.
"Rey kenapa Sha?" Tanya Billy.
"Pusing katanya Bill, dan dia agak mual juga." Jawab Sasha.
"Dari kemarin masih dikantor juga Rey udah mulai gak enak badan, makanya kesini minta satu mobil sama gue karna dia gak kuat nyetir." jawab Billy.
"Coba nanti gue periksa deh, takutnya salah makan atau masuk angin."
Karna kondisi Reyvan yang sepertinya masih sakit, Rachel dan Fazel tidur dikamar bersama Naya dan Billy.
Billy datang membawakan obat yang baru saja dibelinya dari apotek.
"Gagal deh rencana liburan kalo lo sakit begini Rey." Ledek Billy.
"Pikiran gue sekarang cuma pengen cepet sampe rumah deh Bill, Besok Check out pagi aja." Jawab Reyvan.
***
Billy menepikan mobilnya dan Rey membuka pintu mobil.
Hoekk.. Hoekkk..
Reyvan memuntahkan isi perutnya.
Sasha membantunya dengan cara memijat tengkuk lehernya.
"Perutku gak enak banget sayang." Ucap Reyvan.
Sashapun merasa bingung, pasalnya Reyvan sudah diberi obat anti mual namun masih merasakan mual hingga muntah-muntah.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Hingga tiba dirumah, Reyvan langsung beristirahat dikamarnya.
"Sha, gimana Kak Rey?" Tanya Naya saat Sasha baru saja keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.
"Obat anti mualnya gak mempan Nay, gue bawa kerumah sakit aja kali ya cek Lab."
"Kayanya Kak Rey bukan sakit deh Sha." Bisik Naya.
"Hah? terus apa Nay?" Tanya Sasha bingung.
__ADS_1
"Gue suka ada pasien yang mengeluh, istrinya yang hamil, suaminya yang mual-mual. Apa Kak Rey lagi ngidam Sha?" Tanya Naya penuh selidik.
"OMG Nayaaa.. Ini tanggal berapa?" Tanya Sasha. "Tunggu bentar disini Nay, gue ambil ponsel dulu."
Sasha masuk kembali kedalam kamar dan keluar lagi dengan ponsel ditangannya.
Sasha langsung mengecek periodenya dan benar saja, bulan lalu dia tidak mendapatkan periodenya.
"Sini gue cek." ucap Naya sambil merampas ponsel ditangan Sasha.
"Enam minggu Sha." Jawab Naya yang merupakan dokter ahli kandungan.
"Tapi gue gak ngerasain apa-apa Nay." Jawab Sasha bingung.
"Lo tespek aja dulu, ini namanya kehamilan simpatik Sha, lo yang hamil tapi saking kuatannya ikatan batin kak Rey sama bayi lo, jadi dia yang merasakan mual-mual." Jawab Naya.
Sasha tersenyum jahil, "Bagus deh, gue bisa tetep sambil kerja, dan biar mas Rey tau, susahnya gue waktu hamil Rachel tanpa dia kaya gimana."
Naya dan Sasha tertawa bersama. "Minggu ini gue masuk sepuluh minggu Sha, beda empat minggu sama lo nih. seru nih hamil bareng-bareng."
"Semoga Indira juga cepat hamil ya Nay, biar kita gedein anak bareng-bareng. Mereka sekolah sama-sama kaya kita dulu sama Fitto ya Nay." Ucap Sasha antusias.
"Ah bener banget, nanti gue kasih obat penyubur kadungan buat Fitto dan Indira deh, biar mereka bisa nyusul kita dan jarak anak kita jadi deketan ya."
Sasha dan Naya terbawa suasana, mereka bahagia dengan kondisinya saat ini.
Sasha dan Naya memeriksakan diri kedokter kandungan, mereka mempercayakan ke Mami Dhea, Maminya Fitto.
"Cucu mami nambah lagi." Ucap Mami Dhea saat memeriksa Naya dan Sasha.
"Nanti Indira juga nyusul Mam." Sahut Naya.
Mami Dhea hanya tersenyum. "Kandungan kalian selisih empat minggu. Nanti lahiran hanya beda bulan." Ucap Mami Dhea menerangkan.
"Lo kapan mau bilang Kak Rey Sha?" Tanya Naya sesaat setelah keluar dari ruangan Mami Dhea.
"Malam ini Nay." Jawab Sasha dengan tersenyum.
"Sekalian kasih service malam ya Sha?" bisik Naya vulgar.
Sasha mentoyor kepala Naya. "Difilter Nay." Jawab Sasha yang sudah tidak aneh lagi menggapi kegesrekan sahabat sekaligus adik iparnya itu.
Mereka berdua tertawa menelusuri lorong rumah sakit untuk pulang kerumah, karna jam praktik merekapun sudah selesai.
.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....