MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
CERITA DARREN


__ADS_3

Penandatanganan kerjasama antara Rivano Group dan Aldio Company selesai, mereka berjabat tangan sebagai tanda dimulainya kerjasama antar dua oerusahaan yang cukup besar itu.


Darren kembali menghampiri Sasha. "Urusan Kakak disini udah selesai."


"Kakak tinggal dimana sekarang?"


"Di Apartemen, kamu mau ikut Kakak pulang?"


Sasha menatap Reyvan, dan Reyvan menangkap maksud dari tatapan Sasha. "Mau aku temenin sayang?" Tanya Reyvan dengan lembut.


Sasha mengangguk.


"Baiklah, tunggu sebentar." Ucap Reyvan.


Reyvan menghampiri Billy dan Naya, "Bill beresin berkas yang belum selesai ya, bawa aja kerumah bunda, nanti gue kerjain dirumah, dan tolong bawa pulang mobil Sasha sekalian antar Naya."


"Tenang Rey, semua pasti beres." Jawab Billy sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


Darren pulang bersama supir dan asisten Alex. Sementara Sasha naik mobil bersama Reyvan.


"Mas maafkan aku." lirih Sasha saat berada didalam mobil.


Satu tangan Reyvan menggenggam tangan Sasha, sementara satu tangannya lagi memegang setir kemudi, kemudian Reyvan mengecup punggung tangan Sasha. "Apapun yang terjadi, aku akan terus bersama kamu Sha."


"Trimakasih Mas."


Mobil mereka berhenti disebuah Apartemen, Darren membawa mereka ke flat nya.


Blipp


Pintu apartemen terbuka.


Mereka semua masuk kedalam apartemen yang cukup luas itu.


"Kakak tinggal disini sendiri?" Tanya Sasha sambil mengesarkan pandangannya.


"Kamu gak mau nemenin kakak?" tanyanya dengan nada iseng.


"Aku udah menikah Kak, aku harus ikut suamiku."


Darren berdecak, "Ck, anak kecil koq sudah menikah." Godanya.


"Udah jodohnya lah Kak."

__ADS_1


"Udah jodohnya apa dijodohin?" Darren terus saja menggoda adiknya itu.


"Dijodohin karna udah ada jodohnya." Jawab Sasha.


"Hah, kamu ini dari dulu slalu saja ada jawabannya." Lalu Darren tertawa.


"Jadi gimana ceritanya Kakak pergi terus tau-tau kembali."


Darren duduk di single sofa, sementara Sasha duduk bersama Reyvan, perlahan Darren menghela nafas.


"Kakak mergokin Papi selingkuh dikantornya. Dia sekertaris pribadi Papi, dan ternyata mereka sudah berhubungan jauh. Papi meminta kakak merahasiakan semuanya dari Mami juga dari kamu, saat itu kamu masih kelas dua SMP. Kakak berfikir Papi akan berubah dan akan kembali ke Mami, sampai Mami mergokin mereka sedang berhubungan dikamar hotel, saat itu Kakak bersama Mami."


Darren berhenti sejenak kemudian mulai bercerita kembali.


"Mami pulang dengan perasaan hancur Sha, Papi yang saat itu diajak pulang oleh Mami, malah mengusir Mami. Akhirnya untuk beberapa hari Papi tidak pulang kerumah, sampai hari itu Papi pulang dan membawa surat cerai untuk Mami, bahkan dia mengusir Mami dari rumah karna akan membawa perempuan itu masuk kedalam rumah kita. Mami tidak mau menandatanganinya dengan alasan kita akan jadi anak broken home."


"Tapi Papi masih tetap memilih perempuan itu, akhirnya Mami menyerah, memberikan syarat tunggu sampai umur kamu delapan belas tahun atau lulus dari SMA."


"Dan Papi menyetujuinya, dari situ Papi jarang pulang, dan tinggal diapartemen bersama perempuan itu."


"Lalu kenapa kak Darren pergi?" Tanya Sasha.


"Waktu itu Kakak baru lulus kuliah, Papi menyuruh Kakak bergabung di Perusahaan, ternyata semua ini hanya tipu daya Papi, Perusahaan yang dipimpin oleh Papi sekarang adalah perusahaan milik Grandpa yang diwariskan ke Mami dan dikelola oleh Papi, jika mereka bercerai, Papi tidak akan pernah mendapatkan sepeserpun saham maupun harta Mami lainnya, dan semua akan jatuh ketangan Kakak dan kamu sebagai ahli waris sah dari Grandpa, bahkan rumah itu adalah rumah pemberian Grandpa atas nama kamu Sha, tapi Papi tidak pernah memberitahu kamu, dan Kakak cukup geram ketika tau kalau kamu terusir dari rumah kamu sendiri Sha. Papi kita begitu serakah ingin memguasai perusahaan dan rumah juga aset Grandpa lainnya. Papi berusaha mengirim Kakak keluar negri demi untuk menguasai perusahaan yang harusnya berada ditangan Kakak. Sayangnya Kakak mengetahui segala rencana Papi, diam diam Kakak pergi meninggalkan rumah, demi menjaga perusahaan agar tidak jatuh ketangan Papi dan Papi tidak akan pernah mendapatkan tandatangan Kakak."


"Kakak pergi ke Paris, menyusul Farah, kekasih Kakak disana, dengan sisa tabungan Kakak, kakak mulai mendirikan perusahaan Aldio Company dan dibantu oleh Farah, jatuh bangun saat memulai usaha bukan hal yang mudah Sha, tapi Farah terus menguatkan dan memberi semangat juga dukungan untuk Kakak, bahkan dia rela memberikan setiap bulan gajinya untuk membantu mengembangkan usaha Kakak hingga saat ini perusahaan Kakak berdiri dan menjadi besar."


"Apa kakak sudah menikah dengan Kak Farah?"


Darren menggelengkan kepalanya, "Belum Sha, Farah masih bekerja disana, disebuah butik ternama milik aktris hollywood terkenal, dan Farah ingin Kakak kembali ke Indo untuk mencari kamu dan Mami, tapi sayang saat dua tahun lalu Kakak mencari kamu, kamu sudah tidak dirumah itu, Mami juga tidak ada, Kakak kehilangan jejak Kamu dan Mami."


"Sekarang kita tinggal cari Mami Kak."


"Kakak terus mengerahkan orang-orang Kakak untuk melacak keberadaan Mami Sha."


"Apa kakak tau sebelumnya kalau aku sudah menikah?"


"Menemukan kamu bukanlah hal yang disengaja Sha. Awalnya asisten Kakak, Alex membuat janji bertemu dengan Reyvan salah satu pimpinan perusahaan Rivano Group, Alex yang juga bertanggung jawab atas perusahaan dan pencarianmu mengenali wajahmu, kemudian Alex menyelidiki kamu dan benar bahwa kamu adalah Sasha yang Kakak cari, dari situ Kakak cari cara untuk pulang ke Indo."


"Sudahlah Sha, Kakak sekarang punya rencana mengambil alih kembali perusahaan Grandpa dan rumah itu juga aset lainnya."


Sasha hanya mengangguk.


"Pengacara Kakak akan terus menghubungi kamu untuk berbagai kepentingan Sha, seperti tanda tangan dan surat kuasa, kamu harus siap untuk melawan Papi."

__ADS_1


"Aku cuma mau Mami ketemu Kak, tidak perduli dengan harta peninggalan Grandpa."


"Tapi Papi sudah keterlaluan Sha."


"Aku ingin bertemu Kak Farah boleh Kak?"


Darren tersenyum.


"Kamu mau keParis atau tunggu Farah datang kesini?"


"Gak mungkin aku ikut ke Paris, aku sudah menikah Kak, gak bisa jauh dari suami aku." Ucapnya dengan manja sambil menyandarkan kepalanya dibahu Reyvan.


Reyvan hanya tersenyum, dirinya merasa senang mendengar kata-kata dari Sasha.


"Baiklah, minggu depan Farah akan kembali kesini, diapun ingin bertemu denganmu."


Sasha tersenyum dan mengangguk.


"Sha, bagaimana dengan butik dan salon Mami?" Tanya Darren.


"Semuanya dipegang oleh orang kepercayaan Mami, Miss Tania."


"Nanti kita kesana Sha, kita cari info soal Mami, mungkin setelah urusan Kakak selesai sambil menunggu kedatangan Farah."


"Sekarang kalian tinggal dimana?"


"Dirumah orang tua Mas Reyvan Kak."


"Kakak akan menyuruh orang untuk membawa Bi Ida kesini Sha, Kakak butuh orang yang bisa dipercaya untuk disini."


"Benarkah Kak?"


Darren mengangguk, "Kakak akan mencari rumah jika nanti Mami sudah ketemu."


.


.


.


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...

__ADS_1


__ADS_2