
Fitto baru saja berkabar dengan Naya, Naya mencurahkan isi hatinya soal pernikahannya dengan Billy yang diundur karna kemauan Naya. Naya juga menceritakan soal Fazel yang terbukti bukan anak biologis Reyvan dan pada akhirnya Reyvan mengadopsinya sebagai anak angkatnya.
Fitto sangat terkejut mendengar cerita dari Naya, bahkan Naya rela mengundur waktu hari pernikahannya demi Sasha.
Fitto segara pulang dan memberi kabar pada Sasha.
Diapartemen, Sasha sedang mengobrol bersama Indira, mereka tampak akrab dan sesekali tertawa riang, entah mengapa Fitto mempunyai perasaan berbeda terhadap Indira.
"Udah balik Fitt." Tanya Sasha yang menoleh kearah Fitto saat Fitto memasuki apartemen.
"Sha, tadi Naya telfon gue." Ucap Fitto yang bergegas masuk, sebelumnya Fitto menaruh belanja bulanan dari supermarket dimeja dapur yang terhubung dengan ruang tamu.
"Naya sehat Fitt?" Tanya Sasha.
"Naya gak sebaik yang kita kira Sha, dia rapuh banget. Dan lo harus tau, dia ngundur waktu untuk menikah sama Billy."
Sasha terkejut dan membulatkan matanya, "Lo gak lagi bercanda kan Fitt?"
Fitto menggelengkan kepalanya. "Gue gak bisa bercanda untuk hal seserius ini Sha, Naya bilang dia mau nunggu lo balik."
Sasha menyandarkan punggungnya pada sofa, "Kenapa jadi begini." Gumamnya.
"Dan lo tau Sha? hubungan anak itu sm Kak Rey? Ayahnya Naya ngelakuin tes DNA ulang, dan terbukti kalau Kak Rey bukan ayah Biologis Fazel."
"Serius Fitt? jadi bukan anak mas Rey? terus anak siapa?" Tanya Sasha mendalam.
"Anak itu anak temennya Sherin, yang dititipin ke Sherin karna kecelakaan dan meninggal. Sherin mau aja nerima anak itu karna Fazel dapat uang asuransi dari kecelakaan kedua orang tuanya, dan uang itu Sherin habiskan untuk membayar tagihan kartu kredit dan hutang-hutangnya. sekarang Sherin dan dokter itu udah ditahan polisi dengan kasus penipuan karna memanipulasi hasil tes DNA, Sherin juga gak perduli sama Fazel, dan Kak Rey adopsi Fazel untuk jadi anaknya dari pada Fazel harus diserahkan kepanti asuhan."
Sasha menghela nafas beratnya.
"Sha, Kak Rey gak salah, lo harus ngabarin Kak Rey dan bilang kalau sekarang lo lagi hamil."
"Tapi tetep aja Fitt, Mas Rey udah bohongin gue hampir setahun, dia gak terbuka sama gue soal anak itu."
"Sha.. lo jangan egois, kasian bayi lo." Bujuk Fitto.
"Sha, aku gak tau percis apa yang kamu alami, tapi aku yakin suami kamu sangat mencintai kamu." Ucap Indira dengan lembut.
Sasha tidak menjawab dan hanya diam.
***
lima bulan berlalu, Sasha tetap tidak mau menghubungi Reyvan maupun yang lainnya. Sasha fokus pada kuliahnya dan kandungannya. Usia kandungannya sudah menginjak sembilan bulan dan semakin mendekati persalinan. Sasha sudah terbiasa merasakan sakit dipinggang bahkan sulit tidur.
Fitto sudah seperti suami siaga, dia dengan rela sering mengusap pinggang Sasha yang sedang kesakitan.
"Lo udah kaya suami siaga Fitt." Ucap Sasha saat kakinya dipijat lembut oleh Fitto.
"Yah nasib Sha, nasib jomblo seumur hidup dan dibuntutin lo terus kalau gak Naya."
__ADS_1
"Makanya punya pacar Fitt."
"Gue cari pacar yang gak cemburu sama lo ataupun Naya."
"Indira dong, Indira baik Fitt, calon dokter juga, dia bisa berteman sama gue juga."
Fitto mentoyor kepala Sasha. "Lo kalo ngomong suka bener Sha." Lalu Fitto tertawa.
"Tuh kan gue bener, lo suka ya sama Indira? iya kan?" Tanya Sasha sambil menunjuk hidung Fitto.
"Ya gimana ya Sha, ada sih rasa, tapi gue gak pede, takutnya Indira udah punya pacar di Indo."
"Iya juga sih, Indira gak pernah cerita ke kita ya kehidupan dia di Indo, tapi nanti gue coba cari tau."
"Gak usah macem-macem Sha, jodoh gue gak kemana, lo fokus aja buat lahiran, lo yang mau lahiran tapi gue yang deg-deg an."
***
Sudah enam bulan dari hilangnya Sasha, Reyvan terus berjuang mencari Sasha, hidupnya juga berubah semenjak ada Fazel dalam kehidupannya, Fazel sudah mengalami banyak kemajuan seperti bisa berbicara dengan normal, namun anak itu masih terlihat pendiam.
Malam itu Reyvan gelisah dan tidak bisa tidur, dia terus mengingat Sasha dan entah kenapa malam itu dia sangat merindukan Sasha, Reyvan menggenggam snowball dan menatapnya. "Little, apa kamu baik-baik saja?" Gumamnya.
Ikatan batin keduanya nampak erat, diJerman Sasha sedang berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan buah hatinya.
Fitto yang setia mendampingi Sasha diruang bersalin.
Suara Bayi perempuan yang cantik dan mungil memecah ketegangan didalam ruang persalinan, bayi cantik itu Sangat mirip seperti Sasha.
"Sha, anak lo cewek." Ucap Fitto dengan lembut.
"Seperti harapannya mas Rey, dia sangat ingin anak perempuan Fitt." lirih Sasha saat menggendong bayinya.
"Cantik, dikasih nama siapa Sha?" Tanya Indira yang juga ikut menemani Sasha selama dirumah sakit.
"Rachel Shavanda." Ucap Sasha.
"Shavanda itu Sasha dan Reyvanda kan Sha?" Tanya Fitto.
Sasha hanya tersenyum.
Kondisi Sasha setiap harinya semakin membaik, dia kembali beraktifitas dikampus, dengan uang tabungannya, Sasha menyewa suster yang menjaga Baby Rachel, tentunya Fitto ikut membantunya juga.
"Raa.." Panggil Fitto saat bertemu dikampus dengan Indira.
"Hai Fitt, sendirian?" Tanya Indira basa basi.
"Engga, berdua kan sama kamu." Fitto mencoba menggoda Indira.
"Idihh Fitto bisa gombal juga." Jawab Indira sambil tertawa.
__ADS_1
"Kamu mau balik Ra?" Tanya Fitto.
"Aku mau nengok Baby Rachel, kangen Fitt."
"Sama aku kangen gak Ra?" Tanya Fitto asal.
"Mau kangen tapi takut bukan tempatnya." Jawab Indira sambil terus berjalan dan memandang kearah depan.
"Aku suka kamu Ra." Ucap Fitto.
Indira menghentikan langkahnya, lalu menghadap Fitto dan menatap matanya.
"Ra.. Aku suka kamu, aku juga sayang kamu, aku kira rasa sayang ini hanya sebagai teman seperti ke Sasha ataupun ke Naya, tapi ternyata ada perasaan cinta dihati aku untuk kamu." Ucap Fitto sambil menatap mata lembut Indira.
Tanpa diduga, Indira mencium pipi kanan Fitto, "Terimakasih udah menyukai aku Fitt." ucapnya lalu tersenyum dan melangkah menuju parkiran.
Fitto diam terpaku, tangannya memegang pipi bagian kanannya yang baru saja dicium oleh Indira, "Dia nyium gue, apa tandanya....?"
Fitto berjalan cepat menyusul Indira yang udah jalan beberapa langkah didepannya lalu menggandeng tangan kanan Indira. "Pacar Fitto gak boleh jalan sendirian, nanti diculik bule Jerman, Fitto bisa patah hati." Ucap Fitto dengan pede nya.
Indira tersenyum, merespon genggaman tangan Fitto.
Mereka tiba diapartemen, Sasha masih ada jam kuliah dikampus karna mengejar ketinggalan saat dirinya ijin melahirkan, Sasha tidak mau mengambil cuti karna ingin kuliahnya cepat selesai dan kembali ke Jakarta.
"Baby Rachel, Auntie kangen." Ucap Indira sambil meraih Baby Rachel dari gendongan suster.
"Udah pantes Ra, gak mau nyusul?" Tanya Fitto dengan nada menggoda.
"Baru punya pacar Fitt, belum dilamar, masa udah mau punya anak aja." Jawab Indira dengan datar.
"Pulang dari Jerman, aku lamar kamu Ra, aku bukan cuma sekedar pacaran sama kamu, tapi aku memang serius sama kamu." Ucap Fitto.
"Tapi kan aku diBandung Fitt."
"Habis nikah kamu ikut aku diJakarta, kamu bisa kerja dirumah sakit milik keluarga aku, kita sama-sama jadi dokter bareng Sasha dan Naya dirumah sakit keluarga aku Ra."
"Keluarga kamu, apa nerima keluarga aku Fitt? aku cuma anak pegawai negri sipil yang tidak mempunyai jabatan penting."
"Keluarga aku tidak pernah ikut campur soal jodohku Ra, malah Mami yang slalu nyuruh aku cepet-cepet punya pacar." Jawab Fitto.
.
.
.
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...
__ADS_1