MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
ULANG TAHUN RACHEL


__ADS_3

"Aku turun ya Mas.." Ucap Sasha sesaat setelah mereka tiba diparkiran rumah sakit.


"Nanti aku jemput jam berapa sayang?" Tanya Reyvan yang masih setia menggenggam tangan istri tercintanya itu.


"Jam tiga sore aku sudah selesai praktik."


"Kalo gitu aku jemput jam empat ya, gapapa kan nunggu sebentar?"


Sasha tersenyum lalu mengangguk. Reyvan mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Sasha.


"Semangat bu dokterku." Ucapnya dengan lembut.


"Semangat juga Daddynya anak-anak." jawab Sasha yang kemudian turun dari mobil.


Sasha masuk kedalam rumah sakit, Fitto dan Indira yang sedari tadi menunggunya langsung menghampiri Sasha.


"Sha, ditunggu manajemen dikantor." Ucap Fitto.


"Iya gue udah terima telpon kemarin, makanya gue datang pagian."


"Yuk kita temenin." ucap Indira.


Sasha tersenyum dan mereka bertiga naik kekantor manajemen rumah sakit untuk membahas kejadian soal dokter Febri.


Setelah Sasha selesai memberikan keterangan, pihak rumah sakit sangat berterimakasih karna Sasha mau melaporkan hal ini kepihak berwajib, mengingat dokter Febri sering sekali lolos karna kurangnya bukti. Pihak rumah sakit pun meminta maaf atas kejadian yang menimpa dokter Natasha, beruntung tidak terjadi lebih.


"Gilaa gue gak nyangka dokter Febri tega sama lo Sha." ucap Fitto saat mereka istirahat bersama diruangan Fitto, disana juga ada Naya dan Indira.


"Gue juga gak nyangka Fitt, untung Naya minta Billy buat ngawasin gue, dan karna kejadian ini, gue sama mas Rey juga jadi baikan." Jawab Sasha sambil meminum Juice alpukatnya.


"Jadi lo udah baikan sama Kak Rey Sha?" tanya Fitto. "Dia gak marah sama gue yang udah bawa lo ke Jerman?" Tanyanya lagi.


Sasha menggelengkan kepalanya. "Mas Rey dari dulu gak pernah cemburu sama lo Fitt, malah dia bilang harus berterimakasih banget sama lo karna udah jagain gue sama Rachel."


"Nah sekarang udah gak ada alasan lagi buat lo nikah sama Indira Fitt, Gue udah married, dan Sasha juga udah baikan sama Kak Rey, tinggal lo nih." Sahut Naya.


Indira tersenyum dan menunduk, sementara Fitto hanya menggaruk tengkuknya.


"Bulan depan gue lamar Indira keBandung, kalian ikut kan?"


"Serius?" Tanya Sasha dan Naya kompak.


Fitto mengangguk kemudian duduk disebelah Indira, "Gue udah obrolin ini sama Mami, Papi dan Indira. Bulan depan gue harap kalian ikut ya."


***


"Ahhh.. Cape banget." Keluh Sasha saat masuk kedalam mobil Reyvan dan menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


"Bu dokter tumben lemes banget?" Tanya Reyvan.


"Banyak pasien tadi mas, dan ini hari pertama datang bulan juga, bawaanya lemes banget."


Reyvan tersenyum, "Kalau aku ajak kamu ke satu tempat cape gak sayang?"


"Mau kemana mas?"

__ADS_1


"Ada sih, kejutan, bentar aja mampir dulu ya sayang." Bujuk Reyvan sambil mengusap pipi Sasha.


"Iya mas, tapi jangan lama-lama ya."


Reyvan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, hingga mereka tiba disebuah rumah yang cukup besar.


"Turun yuk sayang. Udah sampe." Ajak Reyvan sambil membuka seat belt nya.


Sasha turun dari mobil sambil memandangi rumah yang cukup luas itu. Reyvan menggandeng Sasha untuk masuk kedalam rumah, rumah yang masih kosong belum terisi barang-barang apapun namun rumahnya slalu bersih karna Reyvan menyewa seseorang untuk membersihkan dan menjaga rumahnya setiap hari.


"Rumah ini aku bangun untuk kamu sayang, untuk masa depan kita bersama anak-anak kita nanti."


Sasha hanya diam seribu bahasa, dia terus mengedarkan pandangannya kesetiap sudut rumah. Reyvan dengan setia menggenggam tangan Sasha untuk berkeliling rumahnya.


"Kamu suka sayang?" Tanya Reyvan yang kemudian memeluk Sasha dari belakang.


"Suka mas, suka sekali dan sungguh ini kejutan banget buat aku. Aku gak nyangka kamu nyiapin semua ini." Jawab Sasha yang kemudian menghadap Reyvan lalu membalas pelukannya.


"Kapan mau pindah kesini sayang? Tanya Reyvan.


"Mas, aku mau banget pindah kesini, tapi aku berat ninggalin Bunda, Bunda udah sering sakit-sakitan, sekarang kondisi Bunda udah stabil karna Bunda tidak banyak pikiran lagi dan slalu bermain bersama Rachel dan Fazel. Aku takut kalo pindah kesini, Bunda kesepian dan sakit lagi." Jawab Sasha.


Reyvan makin mengeratkan pelukannya, "Aku sayang kamu Sha, kamu baik sekali slalu memikirkan keluarga aku."


"Maaf ya Mas."


Reyvan mengecup puncak kepala Sasha. "Its okay sayang."


***


Hari ini ulang tahun Rachel yang ke lima. Reyvan sudah menyiapkan kado istimewa berupa kamar berhiaskan Unicorn untuk Rachel. Berharap Rachel akan mau tidur sendiri dan Reyvan lebih leluasa lagi untuk membuat adik untuk Rachel.


Radit pun datang bersama Ara yang kini beranjak remaja dan duduk disekolah menengah pertama.


"Kuenya lucu." seru Rachel saat melihat Cake ulang tahun berhiaskan Unicorn.


"Rachel, lihat uncle Bill punya apa untuk Rachel." Ucap Billy sambil membopong floaties unicorn berukuran besar yang dari dulu Rachel impikan.



"Aahhh Floaties Unicorn." Seru Rachel sambil memegang kedua pipinya lalu berlari kearah Billy.


"Eittss cium uncle Bill dulu dong." Ucap Billy yang kemudian mensejajarkan tubuhnya sejajar dengan Rachel.


"Mmuach.. Mmuach.. Mmuach" Rachel mencium kedua pipi Billy dan keningnya juga.


"Rachel suka?" tanya Billy.


"Suka dong Uncle, udah lama Lahel mau floaties Unicorn ini." Jawabnya sambil memeluk Floaties unicorn yang lebih besar dari tubuh mungilnya.


"Racheeelll.." Panggil seseorang yang ternyata adalah Fitto.


"Uncle Fitt..." seru Rachel kemudian berlari kearah Fitto dan Indira lalu Rachel digendong oleh Fitto.


""Kilain Lahel, Uncle Fitt dan Auntie Dila gak dateng." Ucap Rachel yang melingkarkan tangannya dileher Fitto.

__ADS_1


"Hmm.. masa anak cantik ulang tahun Uncle gak dateng." Jawab Fitto. "Lihat Uncle bawa apa?" Tunjuk Fitto kearah Indira yang membawa boneka unicron berukuran jumbo.



"Ahhh lucu sekali uncle, ini besar sekali." Histeris Rachel.


"Rachel suka?" Tanya Indira.


Rachel mengangguk, "Yes Auntie, i like it." Jawab Rachel.


Acara tiup lilin dimulai, Rachel terlihat bahagia sekali, ini ulang tahun pertama nya dengan dihadiri Banyak orang, biasanya Rachel hanya merayakannya dengan Sasha, Fitto dan Indira.


Rachel antusias membuka kado-kado lainnya, ada baju, dres, sepatu, tas, tempat minum,bantal, selimut dan tentunya semua bermotifkan Unicorn kesukaannya.


"Daddy, mana kado dali Daddy? Tanya Rachel dengan menyipitkan matanya.


"Kado Daddy besar sekali, gak bisa dibawa kesini, tapi harus Rachel yang menjemputnya." Ucap Reyvan.


"Besal sekali Dad? dimana? lahel mau lihat Dad." Ucap Reachel antusias.


Reyvan menatap kearah Sasha dan Sasha mengangguk memberikan kode oke.


Reyvan menggendong Rachel, dan Sasha menggandeng Fazel.


"Kenapa kita keatas Dad?" Tanya Rachel yang merasa heran saat Reyvan menaiki anak tangga.


Reyvan hanya tersenyum dan tidak menjawab, hingga mereka tiba didepan pintu kamar yang bersebelahan dengan kamar Fazel.


"Kadonya ada disini." Ucap Reyvan yang kemudian menurunkan Rachel dari gendongannya.


Perlahan Rachel membuka pintu kamar itu dan Rachel merasa takjub.



"Kamal unicorn.." Seru Rachel. yang kemudian berlari masuk dan naik keatas tempat tidur lalu meloncat-loncat kegirangan.


"Ini kelen sekali Dad, Mom. Thankyou." Ucap Rachel sambil terus melompat-lompat dikasurnya.


Mata Rachel tertuju pada sebuah lukisan dipojok kamarnya.



"Ini cantik sekali." Ucap Rachel.


Sasha mendekat pada Rachel, "Rachel suka, ini dari Kak Fazel lho, dia yang melukis ini untuk Rachel."


"Ini cantik sekali Kak Fazel, Lahel suka. Telimakasih." Ucap Rachel kemudian mengecup pipi Fazel.


Fazel tersenyum dan mengusap puncak kepala Rachel.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2