MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
SUAMI IDAMAN


__ADS_3

Sasha dan Reyvan pulang setelah makan malam bersama Darren di sebuah Restoran mewah.


"Gak mau pulang ke Apartemen Kakak Sha?"


"Nanti deh Kak, lagian aku gak bawa baju ganti juga mas Rey, terus besok juga aku masih harus kuliah."


Darren mengangguk kemudian mengusap puncak kepala Sasha. "Sering-sering main ke Apartemen Kakak ya, atau ke kantor Kakak, nanti Kakak kasih alamatnya."


Sasha tersenyum dan kemudian memeluk Darren, "Jangan ngilang lagi ya Kak, cepet temuin Mami." Lirihnya.


Darren mengusap punggung Sasha, "I'm promise Sha."


Mereka berpisah diparkiran, Reyvan membawa Sasha pulang. Didalam mobil mereka tidak saling bicara dan tenggelam dengan pikirannya masing-masing.


"Are you okay, little?" Tanya Reyvan memecah keheningan.


Sasha tersenyum, "Aku belum pernah sebaik ini Mas."


Bunda menyambut Sasha dan Reyvan didepan pintu, setelah tau cerita soal pertemuan Darren dan Sasha dari Naya juga Billy, Bunda dengan setia menunggu Sasha.


"Maaf Bun, Sasha pulang kemalaman."


"Gapapa sayang, istirahatlah, kamu pasti lelah."


Sasha mengangguk kemudian tersenyum, "Terimakasih Bund."


Sasha dan Reyvan menuju kamarnya, Sasha membersihkan lebih dulu tubuhnya, kemudian bergantian dengan Reyvan. Saat Reyvan keluar dari dalam toilet, dia melihat sang istri sudah terlelap tidur, kemudian Reyvan mendekat dan mencium kening Sasha lalu menaikan selimutnya.


Mata Reyvan tertuju pada setumpuk berkas sisa pekerjaannya, dia menghembuskan nafas kasarnya, lalu mulai mengerjakan sisa pekerjaanya itu.


Sekitar jam satu malam, Sasha merasa tenggorokannya sangat kering, dia ingin minum namun gelas diatas nakas habis tak bersisa, padahal ia ingat betul sebelum masuk kekamar slalu menyediakan air minum digelas dan ditaruh diatas nakas.


Sasha turun dari tempat tidur dan melihat Reyvan yang masih mengerjakan sisa pekerjaanya.


"Mas.." panggilnya.


Reyvan melihat kearah Sasha yang sedang berjalan dengan memegang gelas kosong.


"Kamu mau minum, maaf tadi aku haus jadi aku minum airnya."


"Gapapa mas, yaudah aku turun ambil minum dulu ya mas."


"Jangan Sha, sini biar aku yang ambil, kerjaan aku udah selesai."


Reyvan menaruh berkas-berkasnya dan berdiri meraih gelas ditangan Sasha. "Kamu tunggu sebentar ya Sayang."


Sasha tersenyum dan mengangguk, dia merasa senang dengan segala perhatian Reyvan.


Reyvan kembali dengan segelas air minum, sementara Sasha sudah duduk menyenderkan dirinya di headboard tempat tidur.


"Makasih Panda." Ucapnya dengan nada manja.


"So sweet banget little ku, jadi pengen cium." Godanya.

__ADS_1


Sasha tersenyum kemudian meminum air yang diberikan Reyvan hingga tandas.


Reyvan menarik Sasha kedalam dekapannya, "Tidur sayang, ini udah malam, besok kuliah jam berapa?"


"Besok kuliah jam sembilan mas, aku udah gak ngantuk, aku mau lamjut ngerjain tugas dulu ya mas."


"Gak ada, kalo belum ngantuk sini aku buat kamu ngantuk."


Sasha mendongakkam kepalanya, "Caranya?" Tanyanya dengan wajah polos.


Reyvan menyipitkan matanya, sungguh ia sangat greget terhadap istri kecilnya yang polos ini. "Aku buat kamu cape dulu, kalau udah cape kan pasti ngantuk." Godanya dengan menaikan satu halisnya.


Muka Sasha memerah, ia baru mengenal sisi lain dari Reyvan yang slalu menggodanya.


Perlahan Reyvan membawa Sasha agar sejajar dengan wajahnya, mulai mencium dengan lembut kening, hidung dan turun ke bibir merah muda Sasha. Tangan Reyvan mulai bergerilya menelusuri bagian tubuh Sasha. Ciumannya turun kebagian leher jenjang Sasha.


"Mas.." Desahan Sasha memanggil Reyvan.


"Aku mau sekarang sayang, boleh?" Tanya Reyvan dengan suara parau.


Sasha tersenyum dan mengangguk, sekilas mengecup bibir Reyvan. Reyvan sangat menyukai penyambutan dari Sasha, dengan semangat ia melakukan penyatuan itu.


Setelah hampir satu jam menggempur Sasha, Reyvan mengerang setelah mencapai puncaknya, sementara Sasha sudah berkali-kali mendapatkan pelepasan, stamina Reyvan sungguh luar biasa.


"Terimakasih Sayang." Ucap Reyvan sambil terus mengecup wajah Sasha.


"Tapi aku belum ngantuk Mas, aku ngerjain tugas ya sebentaaar aja." bujuknya.


"Cukup mas, aku lelah, baiklah aku tidur aja."


"Kamu lelah karna sekarang kamu semakin mahir sayang, aku suka." bisiknya dengan lembut.


Sementara Sasha menyembunyikan wajah malunya didalam dada Reyvan, ia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan gairah didepan Reyvan. "Jangan dibahas dong Mas, kan aku malu." ucapnya pelan.


Reyvan mengeratkan pelukannya, dan mereka tertidur bersama.


.


.


Dikampus.


Fitto, Naya dan Sasha tengah berkumpul bersama selepas keluar kelas.


Uhuk, uhuk, uhukk "Jadi Kak Darren udah kembali Sha?" Tanya Fitto yang tersedak karna terkejut mendengar cerita dari Naya.


Sasha mengangguk.


"Dan gue berasa mimpi Fitt, Nay.. masih gak percaya kak Darren udah kembali."


"Perlahan Sha, perlahan penderitaan lo berganti manis." Ucap Naya.


"Lo bener Nay, perubahan Mas Rey, kepulangan Kak Darren, dan gue masih berharap satu hal lagi, gue mau mami segera ketemu dan berkumpul sama gue dan Kak Darren juga."

__ADS_1


Fitto dan Naya merangkul sahabatnya itu.


"Dua bulan lagi kita Koas nih, kalian siap kan?"


"Siappp dong" Jawab Sasha dan Naya kompak.


.


.


Seminggu berlalu, hari ini adalah kepulangan Farah kekasih Darren.


"Kak besok aku gak ikut ke bandara jemput kak Farah ya." Ucap Sasha.


Malam ini Sasha dan Reyvan menginap di Apartemen Darren.


"Kenapa gak ikut Sha?" Tanya Darren.


"Aku mau masak disini, buat menyambut kakak iparku" Jawab Sasha tersenyum.


"Anak baik" Ucap Darren sambil mengusap puncak kepala Sasha.


Keeseokannya, pagi-pagi Darren sudah bersiap menjemput Farah, diantar oleh Alex asisten pribadinya.


Sasha juga mengundang Fitto, Naya dan Billy untuk berkumpul bersama merayakan kepulangan Darren, tentunya seijin Darren juga.


"Gue kangen sama Kak Darren Sha, kangen main catur sama dia." Ucap Fitto yang sambil menyomot udang yang baru saja digoreng oleh Sasha.


"Kalian emang dulu sering ketemu ya?" tanya Reyvan dengan nada heran.


"Hmm jangan ditanya Kak, waktu SMP kita sering main bareng kak Darren, kadang kita main monopoli berempat, main ular tangga, main karambol, main kartu remi, sampai yang kalah penuh corengan bedak udah kaya badut" Sahut Naya yang menjawab pertanyaan Darren.


"Iya, kenangan banget ya Nay." kata Fitto.


"Kak Darren itu kakak idaman banget deh pokonya, lo mah lewat Kak." ledek Naya ke Reyvan.


"Tapi Mas Reyvan itu suami idaman Nay, paling perhatian." Sahut Sasha yang melepas appron nya lalu memeluk Reyvan dari belakang dan mendaratkan dagunya diatas kepala Reyvan yang sedang duduk.


Naya berdecak, "Ishh lo koq jadi ikutan bucin kaya Mas Rey sih Sha?" tanya Naya dengan cemberut.


Kamudian semua yang berada diruangan itu tertawa. Sementara Reyvan, hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan dari istrinya itu.


"Aku mau mandi dulu ya, sambil nunggu Kak Darren pulang." Sasha masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri didalam toilet yang berada didalam kamarnya.


.


.


.


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...

__ADS_1


__ADS_2