MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BONUS CHAPTER 6 HONEYMOON-JERMAN


__ADS_3

Satu bulan kemudian..


Fazel perlahan mengerjapkan matanya, melihat disampingnya seorang wanita yang sedari kecil slalu bersamanya.


Fazel menghadapkan dirinya pada Rachel dengan menopang kepalanya dengan satu tangannya, tangan satunya lagi terulur merapihkan anak rambut Rachel yang menutupi sebagian wajah Rachel.


"I love U." Ucap Fazel pelan.


Saat ini mereka sedang bulan madu diJerman, Fazel teringat kejadian panas semalam, istrinya itu sudah semakin mahir mengimbangi Fazel, tak jarang Fazel dibuat kalah karna Rachel yang slalu mengambil alih, membuat Fazel semakin gemas dengan Rachel.


Rachel pun slalu tampil sexy dengan lingeri nya dihadapan Fazel, membuat hasrat Fazel slalu naik.


"Kak, jangan lihat aku seperti itu." Ucap Rachel dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kamu cantik sayang, sangat cantik." Fazel mengecup sekilas ujung hidung Rachel.


Rachel tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Fazel.


"Mood boosterku, mau mandi bersama?" Tanya Fazel.


Rachel mengangguk, kemudian Fazel mengangkat tubuh polos Rachel menuju toilet.


Mereka berendam bersama dalam satu bathup, Fazel menggosok lembut punggung mulus Rachel, sesekali memberikan kecupan dibahu Rachel.


"Masih kurang Kak?" Tanya Rachel yang kini membalikan tubuhnya menghadap Fazel.


"Masih." Jawab Fazel polos.


Rachel tertawa, lelaki yang ada dihadapannya ini dulunya adalah kakaknya yang sangat irit bicara, tidak percaya diri dan slalu banyak diam. Kini didekat Rachel, Fazel sangat berubah, menjadi seorang pria yang agresif, hangat dan memabukkan hingga membuat Rachel slalu nyaman berada disampingnya.


Didalam Bath tub Rachel naik kepangkuan Fazel, melingkarkan tangannya dileher Fazel. Perlahan mengecupi seluruh wajah Fazel dan menggit kecil daun telinga Fazel.


"Hel, jangan nakal sayang." Fazel tak mampu menahan rasa gelinya, ia meremas kedua gunung kembar Rachel.


"Ahh Hel.. Please jangan disitu sayang." Fazel terus mendesah karna Rachel sangat pintar membuat rangsangan di titik-titik sensitif Fazel.


Rachel menatap wajah Fazel lalu tersenyum.


"Nakal." Ucap Fazel sambil menggigit kecil dagu Rachel.


"Tapi kakak suka kan?" Tanya Rachel dengan nada sensual.


"Kakak gak mau kalah lagi kali ini." Bisik Fazel lembut di leher jenjang Rachel.


"Kalau gitu kalahkan aku Kak." Goda Rachel.


Fazel mengangkat tubuh Rachel dari dalam Bathtub, mendudukan Rachel diatas meja wastafel dalam toilet. Perlahan Fazel mulai menghentakan miliknya di milik Rachel dengan posisi berdiri.


"Pelan-pelan Kak." Ucap Rachel dengan suara yang mulai mendesah.


Entah sudah berapa kali Rachel melakukan pelepasan, namun Fazel tidak kunjung sampai dipuncaknya.


"Kak, sud...ah aku le..lah.." Desah Rachel didalam penyatuan itu.


Kaca cermin didekat wastafel sudah berembun sedari tadi karma deru nafas mereka.

__ADS_1


"Sedikit lagi aku sampai sayang." Bisik Fazel sambil menahan pinggang Rachel dan mempercepat gerakannya.


"Akhhh..." Suara erangan Fazel saat tiba dipelepasannya.


Fazel memeluk erat tubuh mungil Rachel dan memberikan kissmark di bahu Rachel.


Selesai itu mereka mandi bersama dibawah guyuran shower, tak hentinya Rachel menggoda Fazel kembali dengan menyentuh senjatanya.


"Jangan nakal Hel, nanti gak selesai-selesai mandinya." Ucap Fazel.


Rachel tertawa, ia memang sangat senang menggoda Fazel apa lagi membuat hasrat Fazel naik.


"Tapi juniormu sudah bangun kak." Ledek Rachel yang kemudian meraih bath trub nya, memakainya dan keluar dari dalam toilet dengan tertawa.


Sementara Fazel hanya bisa menggelengkan kepalanya, tersenyum melihat keisengan istrinya itu, istri yang sangat ia cintai dari kecil dan slalu ia perjuangkan.


Mereka sarapan bersama didalam kamar hotel.


"Kak kita jadi check out hari ini?" Tanya Rachel.


"Jadi sayang, hari ini sesuai mau kamu, kita akan ke apartemen Uncle Fitto dan menginap disana." Jawab Fazel sambil mengelap sisa makanan dibibir Rachel.


Kini mereka tiba di apartemen milik Fitto. Apartemen itu tetap terawat dan bersih karna sesekali keluarga Fitto akan berkunjung ke Jerman karna sebagian keluarganya berada diJerman.


Rachel mengedarkan pandangannya saat masuk kedalam apartemen itu.


"Masih sama seperti dulu." Gumam Rachel yang terdengar oleh Fazel.


"Kak, disana kamarku bersama Mommy dulu." Tunjuk Rachel.


Fazel memeluk Rachel dari belakang.


"Trimakasih Kak, aku senang sekali bisa berkunjung kesini." Lirih Rachel.


Menjelang sore, Rachel mengajak Fazel ketaman disebelah Apartemen itu.


"Bangku itu Kak, tempat aku slalu menunggu Mommy pulang." Rachel melangkahkan kakinya menuju bangku besi dipojok taman.


Rachel mendaratkan bokongnya dan duduk dibangku itu, Fazel dengan setia menemani.


"Aku sering menunggu Mommy pulang sambil duduk disini, ditemani Uncle Fitt atau Auntie Dira, mereka bergantian menjaga aku Kak." Cerita Rachel dimasa kecil.


"Aku juga sering menunggu Daddy disini, berharap ada seorang pria yang mengaku sebagai Daddyku dan mengajakku bermain, walaupun kenyataannya harapan itu tidak pernah terwujud."


"Aku sering iri saat melihat anak-anak yang bermain disini ditemani oleh Daddynya." Lirih Rachel mengenang masa kecilnya.


"Hel.. apa sekarang kamu masih menunggu Daddy disini?" Tanya Fazel yang sedari tadi setia menggenggam tangan Rachel.


"Daddy kan sekarang di Indo Kak, mana mungkin ada disini." Jawab Rachel.


Fazel tersenyum, "Jika masa kecilmu, kamu habiskan waktu menunggu Mommy pulang dan berharap Daddy juga pulang. Sekarang dan saat ini, kamu akan melihat Mommy dan Daddy bahkan Zio, datang bersama." Ucap Fazel.


Rachel menatap wajah Fazel yang duduk disampingnya, dan Fazel tersenyum.


"Lihatlah Hel." Fazel menunjuk kearah depan mereka.

__ADS_1


Rachel terkejut, saat melihat Reyvan, Sasha dan juga Zio berada disana.


"Mommy, Daddy, Zio..." Lirih Rachel.


"Kak.. Ini...?" Tanya Fazel.


"Hadiah kecil dari aku, mengembalikan masa kecilmu yang hilang." Jawab Fazel.


Rachel berdiri dan berhambur kearah orang tuanya, Reyvan dan Sasha memeluk tubuh Rachel.


"Terimakasih Dad, akhirnya aku bisa melihat Daddy ditaman ini datang bersama Mommy." Lirih Rachel.


"Maafkan Daddy princess, maafkan Daddy melewatlan masa kecilmu. Andai waktu bisa diulang, Daddy tidak akan pernah membiarkanmu menunggu disini sendirian, membuang waktumu." Ucap Reyvan.


Sementara Sasha berada dalam rangkulan Fazel dan Zio. Memperhatikan Daddy dan anaknya perempuannya yang saling menyayangi.


***


Mereka makan malam bersama didalam apartemen Fitto.


"Jadi kenapa Daddy, Mommy dan Zio bisa nyusul kesini?" Tanya Rachel.


"Tentu saja ini ide dari suamimu. Fazel bilang kamu ingin sekali ke Jerman cuma untuk duduk dibangku taman dan menunggu Daddy." Jawab Sasha sang Mommy.


Rachel menatap Fazel dan tersenyum. "Terimakasih Kak." Ucap Rachel.


"Sepertinya Zio akan kuliah disini juga Mom." Sahut Zio.


"Oh ya, jadinya mau kuliah ambil apa Zi?" Tanya Reyvan.


"Dokter, Zio mau jadi dokter yang hebat seperti Uncle Fitt, Mommy dan Auntie Naya dan Auntie Dira."


"Lho kenapa dokter Zi? bukankah mau ambil bisnis? lalu perusahaan Daddy bagaimana nanti?" Tanya Fazel.


"Kan ada Kak Fazel, aku dan Nabil gak minat nerusin perusahaan Daddy, aku mau jadi dokter, bolehkan Dad?"


"Tentu boleh, biar perusahaan Kak Fazel yang pegang." Jawab Reyvan.


"Tapi Dad, Zio kan anak Daddy." Ucap Fazel.


"Zio memang anak Daddy, dan kamu juga anak Daddy Zel. Anak yang slalu Daddy banggakan, posisi Daddy nanti kamu yang akan ambil alih."


"Fazel, Mommy yakin kamu bisa, dan kamu pantas memegang Rivano Grup." Kali ini Sasha yang berbicara.


"Kak Fazel, semangat.." Sahut Zio.


Fazel hanya tersenyum dan mengangguk.


.


.


Sambil nunggu Up Bonus Chapter, mampir yuk ke karya aku selanjutnya yang berjudul Takdir Cinta (Ghea&Tristan)


Jangan lupa bantu Vote Vote Vote dan Like Like Like ya.. Juga tinggalkan Jejak Comment.. Trimakasih Readers 😊🙏

__ADS_1



__ADS_2