
Setelah tiga puluh lima menit perjalanan, mereka akhirnya tiba dirumah. Rachel segera turun sambil membereskan barang-barangnya yang akan ia bawa kekamarnya.
"Sini Kakak bantu Hel." Ucap Fazel mewarkan bantuan.
"Eh gak usah Kak, masih bisa aku bawa koq." Jawab Rachel tanpa melihat kewajah Fazel.
Fazel kecewa mendapat penolakan dari Rachel. Entah mengapa rasanya jadi begitu asing padahal sedari kecil dulu, mereka sangat dekat.
"Zel, dimana barang-barangmu?" Tanya Sasha.
"Sudah dikamar Mom, tadi sebelum kerumah sakit, Fazel kesini dulu drop barang."
Fazel meraih tas punggung milik Rachel, "Kakak bawain ya Hel, bawaan kamu udah banyak."
Rachel tidak bisa menolak, hanya menjawab "Makasih Kak."
Fazel mengekori Rachel naik kelantai dua, disana kamar mereka yang percis bersebelahan.
"Zel, mau makan siang dulu?" Tanya Sasha.
"Engga Mom, Fazel masih kenyang. Nanti aja Mom, Fazel istirahat dulu ya."
"Baiklah Istirahatlah dulu."
"Rachel mau makan siang?" Tanya Sasha yang kini tertuju pada Rachel.
"Rachel juga nanti aja Mom, cape banget mau istirahat."
Rachel kembali menaiki anak tangga diikuti Fazel.
"Makasih Kak." Ucap Rachel saat didepan pintu kamar Fazel.
"Kakak anter sampe kamar ya Hel."
"Gak usah Kak, Kakak istirahat aja, kamar kita kan sebelahan, udah deket koq." Tolak Rachel.
Namun Fazel tetap melangkahkan kakinya menuju kamar Rachel dan masuk begitu saja kekamar Rachel.
Rachel hanya bisa menggelengkan kepalanya kemudian mengikuti Fazel yang kini tengah berada dikamarnya.
Rachel meletakan buku-bukunya dimeja belajarnya.
"Kamarmu banyak berubah Hel, udah ga suka Unicorn lagi ya?" Tanya Fazel.
"Setiap orang kan bisa berubah Kak." jawabnya Asal.
Fazel mengangguk, "Iya kamu betul Hel, bahkan kamu pun berubah." Fazel tersenyum sinis.
"Istirahatlah Hel, maaf mengganggu waktumu." Ucap Fazel kemudian meninggalkan kamar Rachel.
Rachel menghela nafas, kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan posisi kaki yang masih menggantung kebawah.
"Aku merindukanmu Kak, bukan aku yang berubah, tapi waktu yang sudah merubah kita." Gumam Rachel.
Rachel menatap langit-langit dikamarnya. "Kenapa kamu semakin tampan Kak, seperti Prince dikhayalanku." Gumam Rachel lagi kemudian menutup wajahnya dengan bantalnya dan berteriak "Aaahhhh Kak Fazel benar-benar tampan sekali."
Setelah cukup istirahat, Rachel turun kebawah, ia sudah berjanji pada Zio dan Nabil akan membantunya mengerjakan tugas Fisika nya.
"Rumusnya begini Zi, ini udah paling simple." Ucap Rachel sambil menuliskan sebuah rumus dikertas.
"Kalo begini sih iya Kak, gampang." Sahut Nabil.
__ADS_1
"Iya bener, ini paling gampang ini sih." Kali ini Zio lebih bersemangat mengerjakan tugasnya.
Rachel memang cerdas, kecerdasannya itu yang diturunkan oleh sang Mommy.
Fazel yang memperhatikan Rachel dari tadi hanya bisa tersenyum, dia cukup merindukan Gadis yang delapan tahun ini slalu ia rindui.
"Non, ada kirimian makanan dari ojek online." Ucap Bibi sambil memberikan Paper bag berisikan beberapa burger, kentang goreng, dan minuman soda.
"Buat Rachel Bi?" tanya Rachel sambil melihat isi paper bagnya
"Iya katanya buat Non Rachel dari Den Arlan."
Rachel mengangguk. "Makasih Bi."
Ponsel Rachel berdering, terlihat nama Arlan memanggilnya.
^^^"Hai."^^^
"Udah diterima?"
^^^"Udah, makasih ya Lan."^^^
"Jangan lupa dimakan."
^^^Rachel tertawa^^^
^^^"Iya,, iya.. Bawel amat sih."^^^
"Karna kamu nih jadi bawel."
^^^Rachel tertawa lagi.^^^
^^^"Gombal aja terus."^^^
^^^"Oke, Bye Arlan.."^^^
Fazel yang melihat itu merasa sedih, sepertinya rasa tidak percaya dirinya mulai kambuh lagi, Rachel sudah dekat dengan orang lain dan membuat Fazel menjadi minder.
Rachel menutup ponselnya lalu meletakan Paper bag diatas meja.
"Nih untuk kalian." Ucap Rachel kepada Zio dan Nabil.
"Wahh burger." Seru Nabil.
"Lah koq dikasihin ke kita Kak? nanti Kak Arlan marah." Ucap Nabil.
"Gak akan marah kalo gak tau, ya kan Kak?" Sahut Zio.
"Pinter." Ucap Rachel sambil mengangkat dua jempol tangannya.
Nabil berdecak, "Kasian banget Kak Arlan, di Php in terus sama Kak Rachel."
"Bukan Php Bil, tapi emang Kak Rachel gak mau sama Kak Arlan, Kak Arlannya ngejar-ngejar terus, kak Rachel itu cuma jaga perasaannya Kak Arlan aja." Bela Zio.
"Ssstt, kalian jangan ribut. Cepet makan dan beresin buku-bukunya." Titah Rachel.
Rachel berjalan kedapur, meraih gelas dan mengisi air dingin dari dispensernya. Dimeja bar Fazel duduk sambil memainkan ponselnya.
Rachel duduk didepan Fazel sambil memakan cemilan buah yang ia ambil dari kulkas.
"Buah Kak." Ucap Rachel menawari Fazel buah potongnya.
__ADS_1
Fazel tersenyum kemudian mengambil satu potongan apel dari piring Rachel.
"Kak Ara titip salam untuk kamu." Ucap Fazel.
"Iya Kak." Rachel tersenyum.
"Kakak betah diAmrik?" Tanya Rachel.
"Dibetah-betahin." Jawab Fazel.
Rachel berdecak, "Gak mungkin kalo gak betah, buktinya kuat banget delapan tahun gak pulang-pulang." Ledek Rachel.
"Ya gimana ya, abisnya Kakak kan disana bantuin juga Uncle Radit."
"Kirain disana punya pacar, jadi berat ninggalinnya."
Fazel tertawa, "Ahahaha Pacar? bahkan Kakak lebih berat ninggalin Mommy dari pada Pacar jika memang ada pacar ya Hel."
"Dududu anak-anak Mommy Asik banget sih." sapa Sasha.
"Ini Mom, Kak Fazel lagi ngomongin pacarnya yang ditinggal di Amrik." Ucap Rachel berbohong sekaligus meledek Fazel.
Sasha menyipitkan matanya menatap Fazel. "Really?"
Fazel tertawa, "Mommy mau-maunya dibohongin Rachel. Engga Mom, Fazel ga punya pacar, Fazel mau banggain Mommy dan Daddy dulu. Mau jagain Rachel, Zio dan Nabil." Ucap Fazel yang kemudian merangkul tubuh mungil sang Mommy.
"Uhh so sweet banget sih Kak Fazel." Ucap Rachel yang semakin menggoda Fazel.
"Baru tau ya?" Balas Fazel.
Sasha tersenyum, Ia sangat bahagia sekali melihat Fazel dan Rachel akrab kembali. Terlebih saat ini rumahnya ramai kembali oleh ketiga anaknya juga dan juga Nabil yang lebih sering menginap bersama Zio.
Acara kumpul keluarga dimulai, semua berkumpul untuk makan malam bersama karna hari ini ulang tahun Sasha dan untuk merayakan kepulangan Fazel juga.
"Siap masuk perusahaan Zel?" Tanya Billy.
"Belum tau nih Uncle, masih pengen istirahat dulu." Jawabnya.
"Jangan lama-lama Zel, kasian Daddy mau pensiun dini katanya." Ledek Naya.
Semua tertawa. "Masih muda koq pensiun." Ledek Fitto.
"Biasa Fitt, bucinnya kambuh lagi, puber kedua nih Kak Rey, maunya nempel mulu sama Sasha." Jawab Naya asal.
"Mudah-mudahan Bucinnya gak ada yang nurun ke anak-anaknya ya. Gak kebayang kalo Fazel yang irit bicara jadi bucin, atau Rachel yang ceria jadi Bucin dan Zio yang Cool juga jadi Bucin." Ucap Fitto lagi.
Dan lagi-lagi mereka semua tertawa.
"Bucin terus-terusan bukan malu sama anak lagi. Tapi malu sama cucu nanti." Naya kembali tertawa puas.
"Cucu siapa?" Tanya Indira.
"Itu loh sayang, Fazel kan sekarang umurnya udah dua puluh enam tahun, pasti dalam waktu dekat juga menikah dan punya anak. Atau Rachel juga bisa jadi kalo Rachel mau nikah muda." Jawab Fitto.
"Kejauhan Fitt mikirnya, baru juga gue ngumpul lagi sama anak-anak gue, lo malah ngomongin nikahan." Ucap Sasha dengan kesal.
.
.
.
__ADS_1
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....