MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
MASA LALU REYVAN


__ADS_3

Blipp


Pintu apartemen Darren terbuka, dia memasuki apartemennya dan tersenyum ketika melihat Farah yang sedang duduk dikursi meja makan sambil menggambar pola di buku sketsanya.


"Aku harap slamanya kamu slalu mendampingi aku." Batin Darren.


Darren berjalan kedapur untuk mengambil minum. Suara langkah Darren menyadarkan Farah yang sedang serius dengan sketsa polanya.


"Sudah pulang?" Tanya Farah sambil melihat kearah Darren.


"Hm." Jawab Darren singkat.


"Sasha tidak ikut kamu pulang kesini?"


"Engga, tadi aku antar Sasha kekantor suaminya."


Farah kembali menggambar sketsa pola dan Darren duduk didepan Farah. Farah sangat tau Darren tadi pergi bersama Sasha, meskipun Farah sedikit kecewa karna Darren tidak mengajaknya dan meninggalkannya diapartemen seorang diri.


"Desain kamu bagus, Desain untuk siapa?" Tanya Darren yang memperhatikan gerakan lincah jemari Farah diatas kertas.


"Untuk pelangganku diParis, semalam dia hubungin aku minta dibuatkan gaun untuk acara pertunangannya."


"Kamu masih terima job?" Tanya Darren mendalam.


Farah mengangguk sambil terus menggambar. "Bulan depan kontrakku diperpanjang, dan aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, semakin banyak pelanggan yang suka sama desainku, semakin besar peluangku untuk terus bertahan dibutik yang sedang aku kelola Ren."


"Kamu akan terus bekerja? tandanya kamu akan kembali keParis?" Darren mulai terlihat sedikit emosi, namun Farah tidak menyadarinya.


Farah membereskan sketsanya dan meletakan pinsil diatas buku sketsanya.


"Aku akan pulang minggu depan Ren, aku sudah memesan tiket online."


"Kenapa Far? pulang kemanana? Asalmu disini."


"Ren, asalku memang disini, tapi kamu tau kan, aku tidak punya siapa-siapa disini, sedangkan diParis, disana ada kerjaan aku, disana ada masa depan aku, dan disana tempat aku pulang."


Darren menggusar rambutnya.


"Disini ada aku Far."


Farah menghela nafas dan beridiri, "Maaf Ren, kita tidak ada ikatan, kamu sudah menemukan kembali keluargamu, sekarang aku hanya ingin menjalani hidupku sendiri, menata masa depan ku, disini aku tidak punya keluarga, disini bukan tempatku, sementara diParis, ada pekerjaan yang harus aku kejar, satu-satunya tujuan hidup aku Ren."


Farah melangkah menuju kamarnya, dan Darren berdiri dari duduknya.


"Tidak bisakah kamu tetap disini bersamaku." lirih Darren.


Farah menghentikan langkahnya namun masih tetap membelakangi Darren.


"Aku tidak punya tujuan disini Ren, tidak mungkin aku terus merepotkanmu, mengertilah Ren, Paris tempatku kembali."


Farah melangkahkan kembali langkahnya, namun seketika terhenti saat Darren tiba-tiba nemeluknya dari belakang.


"Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu, entah dari kapan, yang jelas kamu tujuan aku, kamu yang slalu aku cari disaat aku terpuruk maupun disaat aku senang. Tetaplah disini, menikahlah denganku Farah Agnita."

__ADS_1


Farah hanya diam mematung, kakinya tidak dapat melangkah, bibirnya seketika kelu. Darren memutar tubuh Farah untuk berhadapan dengannya, kedua tangannya memegang kedua bahu Farah, mata mereka saling memandang.


Darren mencium kening Farah kemudian memeluknya dengan sangat erat, tangan satunya mengambil kotak cincin disaku celannya kemudian Darren mengendurkan pelukannya lalu membuka kotak cincinnya.


"Tadi aku pergi sama Sasha untuk minta ditemenin cari Cincin untuk kamu, aku bilang sama Sasha kalau aku akan melamar kamu malam ini."


"Far, Will you marry me?" Ucap Darren sambil berlutut dengan satu kaki didepan Farah.


Farah hanya diam, bibirnya masih sulit untuk berkata-kata.


"Please.." Ucap Darren dengan wajah sendunya.


Satu tetes air mata lolos dipipi Farah, Farah tersenyum, sedetik kemudian mengangguk, "Yes, I Will."


Darren mengambil cincinnya dan memakaikan dijari manis Farah, kemudia dia berdiri dan memeluk Farah. "Terimakasih, aku janji akan membahagiakanmu."


Farah membalas pelukan Darren.


Darren membawa Farah duduk disofa, tangannya terus menggenggam tangan Farah.


"Kamu mau menikah dimana?" tanya Darren.


"Apa kita tidak menunggu dulu Mamimu Ren?"


"Aku belum tau dimana Mami berada, aku yakin Mami pasti akan merestui kita Far. Sasha bilang aku harus segera menikahimu."


"Adikmu itu sangat manis dan juga baik."


"Kita menikah secara sederhana aja Ren, tidak perlu gedung maupun hotel mewah, rasanya kurang pantas melakukan resepsi disaat Mamimu belum ketemu."


"Gapapa Ren, yang penting pernikahan kita Sah secara hukum dan agama."


***


Satu minggu berlalu, hari ini Naya dan Sasha berencana akan makan siang bersama Reyvan dan Billy, sementara Fitto memilih untuk langsung pulang.


"Lho Bill sendiri? Mas Rey mana?" tanya Sasha saat melihat Billy datang seorang diri.


"Tadi gue duluan karna abis nganter berkas keperusahaan lain, pulangnya langsung kesini gak balik ke kantor dulu, Rey mungkin masih dijalan."


Mereka asik ngobrol bertiga sambil menunggu kedatangan Reyvan. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri meja mereka.


"Hai Bill.." sapa wanita itu.


Naya sudah memasang muka malas seperti cemburu.


"Eh Erika."


"Apa kabar Bill? udah lama lost kontak."


"Baik Rik." Jawab Billy dengan seperlunya.


"Gimana kabar Reyvan?"

__ADS_1


Deg,


Jantung Sasha mulai berdegup kencang mendengar wanita itu bertanya soal Reyvan.


"Sudah lama sekali dia tidak mencariku, apa dia sudah menemukan Partner s*x yang lebih hot dariku?"


Seketika mata naya dan Sasha membulat, lalu mereka saling pandang.


"Rik, sory, gue lagi sama cewek gue, lo bisakan pindah ke meja lain?" tanya Billy.


"Iya Bill, sory ganggu. Tapi gue titip pesan sama Rey, kalau dia butuh Partner s*x lagi, nomer ponsel gue masih yang dulu koq, gue harap sih dia gak bosen sama gue dan masih inget servican gue bagaimana." Erika berdiri dan meninggalkan meja mereka.


"Sha lo gapapa?" tanya Naya yang mulai khawatir karna Sasha hanya diam dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


"Gue kira mas Rey dulu pernah ngelakuin hal terlarang gitu cuma sama Sherin aja, taunya masih ada cewek cewek lain ya." lirih Sasha.


"Sha..." Panggil Billy dengan pelan.


"Berapa banyak cewek dimasa lalu Mas Rey Bill?"


"Sha, itu cuma bagian masa lalu Rey, sekarang dia udah berubah."


"Gue ke toilet dulu Nay." Sasha berdiri dan melangkahlan kakinya ke toilet.


"Gimana Bang?" tanya Naya.


"Ya mau gimana Nay, semua udah kebuka."


Sasha diam-diam keluar dari toilet dan menuju luar, dia meninggalkan ponsel, kunci mobil dan juga tasnya. Sasha menaiki Taxi biru dan menuju rumah Fitto.


"Semoga Fitto ada dirumah, gue gak bawa duit buat bayar taxi." Batin Sasha.


Sasha tiba dirumah Fitto, dan melihat ada mobil Fitto terparkir digarasi rumahnya.


"Pak, tunggu sebentar ya, saya ambil uang dulu."


"Iya Mba." Jawab supir Taxi biru itu.


Sasha bertanya pada Asisten rumah tangga Fitto, dan Asistennya memberitahu bahwa Fitto sedang makan siang dimeja makan.


"Fit.."


"Lo kesini Sha? sama siapa?"


"Nanti gue jelasin, gue pinjem duit lo dulu dong, mau bayar Taxi didepan udah nungguin."


Fitto yang sudah selesai makan langsung kedepan dan membayar ongkos taxi Sasha.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2