MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BONUS CHAPTER 8 SUAMI SEMPURNA


__ADS_3

Sasha dan Indira sudah berada diruangan Naya sambil menunggu putri tercintanya itu.


Rupanya Naya memberitahu Sasha akan kedatangan Rachel kerumah sakit X.


Ceklekk..


Pintu terbuka.


Fitto membawa masuk Rachel kedalam ruangan Naya.


"Lho koq ada Mommy juga disini?" Tanya Rachel.


"Emang kenapa Hel? gak boleh?" Tanya Sasha.


"Ahh Mommy, tadinya kan mau buat kejutan."


"Kejutannya kamu simpan aja untuk Fazel. Ayo cepat periksa, Mommy sungguh tidak sabar." Ucap Sasha.


"Calon Oma ngomel-ngomel aja." Ledek Indira.


"Shock gue Ra, anak gadis gue tau-tau udah hamil lagi aja." Jawab Sasha.


"Ya wajarlah, ada lakinya ini Sha, gimana sih lo." Omel Fitto yang slalu membela Rachel anak yang sudah seperti anak kandungnya sendiri.


"Doi sepertinya menolak tua Fitt, gak mau dipanggil Oma atau GrandMa." Ledek Naya.


Seketika membuat ruangan Naya menjadi ramai dengan tawa.


Rachel membaringkan tubuhnya, Naya mulai mengoleskan gel dan mendaratkan tranduser (alat usg) diperut Rachel.


Sasha dengan setia berada disamping Rachel, sementara Fitto dan Indira memperhatikannya lewat layar monitor.


"Nih kantungnya, dannnn apa ini? ah ini ada dua Sha.." Seru Naya.


"Dua Nay? maksud lo Rachel hamil anak kembar?"


Semua mata menatap layar monitor.


"Iya itu dua." Seru Fitto.


"Baby Twins." Sahut Indira.


Sasha menghela nafas, "Dikeluarga kita tidak ada turunan kembar Nay, apa bisa Rachel mengandung janin kembar?" Tanya Sasha.


Naya sebagai dokter ahli kandunganpun menjelaskan.


"Faktor keturunan tidak mutlak untuk bisa hamil anak kembar aja Sha. Ini disebut Kembar fraternal atau yang sering disebut dengan kembar tidak identik atau kembar beda telur, bisa terjadi saat rahim ibu melepaskan lebih dari satu sel telur berbeda sekaligus (dizygotic). Dengan kata lain, ia berovulasi lebih dari sekali per siklus menstruasi. Kembar fraternal adalah hasil dari dua sel telur yang dibuahi secara bersamaan. Ovulasi adalah proses alami yang dikontrol oleh kerja banyak gen. Beberapa wanita memiliki versi (alel) dari gen yang membuat mereka lebih mungkin untuk mengalami hyperovulasi. Artinya, ada kemungkinan yang lebih besar bahwa dua telur bisa dibuahi dalam satu waktu."


"Tapi kan kita juga gak tau Sha, mungkin dari silsilah keluarga Fazel ada yang kembar, itu bisa jadi juga kan." Kali ini Fitto yang berbicara.


"Entahlah Fitt, kita semua kan gak ada yang tau masa lalu Fazel, bahkan Fazel sendiri lupa akan sebagian memory soal keluarganya." Jawab Sasha.


"Sudahlah, yang penting Rachel dan janin kembarnya sehat, ini rejeki dari tuhan buat keluarga Rivano." Sahut Indira.


"Hebat juga Fazel, sekali membuahi dua telur sekaligus. Gue jadi pengen punya anak lagi." Ucap Fitto.


"Hemmm." Indira berdehem dan sedikit menatap sinis Fitto.


"Bercanda sayang, kita sudah ada ada Eksa dan Mahesa. Sudah cukup Koq." Jawab Fitto sambil merangkul pundak Indira.


"Udah tua Fitt, bentar lagi punya cucu nih dari Rachel, udah bukan mau punya anak lagi, tapi mau punya cucu." Ledek Naya.

__ADS_1


"Gue muasih muda Nay, diatas ranjang masih kuat." Jawab Fitto asal.


"Sssttt Pap..." Indira memberi tatapan sinis kearah Fitto dan Fitto hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Usianya berapa minggu Nay?" Tanya Sasha mengalihkan obrolan.


"Delapan minggu." Jawab Naya.


"Koq aku gak ngerasain apa-apa ya Auntie? cuma sekarang suka kebangun malam aja dan susah tidur lagi." Tanya Rachel.


"Bagus Hel, Twins tidak menyusahkan. Konsumsi Vitamin ya Hel, Jangan sampai kelelahan, cukupi nutrisimu, ingat bukan cuma satu, tapi ada dua nyawa diperutmu." Nasihat Naya.


"Selamat ya Sayang, semoga kamu dan Bayi-bayimu sehat slalu hingga waktunya lahiran." Sasha memeluk Rachel yang kini sudah duduk ditepi brankar pemeriksaan.


"Terimakasih Mommy." Jawab Rachel dan mengeratkan pelukannya pada Sasha.


Selesai memeriksakan diri, Rachel pamit pulang bersama Sasha karna semenjak Rachel menikah, Sasha mulai mengurangi jam praktik nya dirumahsakit.


Sementara Fitto dan Indira masih diruangan Naya sambil memakan rujak yang dibawa Rachel dan tidak jadi Rachel makan.


"Nay.. kayanya gue lihat seseorang yang mungkin udah lama kita gak lihat." Ucap Fitto ragu-ragu.


"Siapa? mantan lo Fitt?" Tanya Naya asal sambil membereskan peralatannya.


"Wow, ketemu mantan nih yeee.." Ledek Indira istri Fitto.


"Haisshh kalian apaan sih, mantan mana, mana ada mantan. Bukan itu Nay." Ucap Fitto.


Naya melihat Fitto yang tampak serius, "Ada apa Fitt?" Tanya Naya yang mulai tertarik dengan pembahasan Fitto.


"Kalo gue gak salah lihat, kayanya tadi gue lihat Papi Riko, Papinya Sasha." Ucap Fitto ragu-ragu.


"Hah serius lo? Lo masih bisa ngenalin Fitt? udah lebih dari dua puluh tahun kita semua gak ada yang tau kabar Papi Riko semenjak perusahaannya diambil alih Kak Darren." Naya benar-benar terkejut.


"Sopir Taxi Online? Karma dibayar kontan. Dulu dia sia-siain Sasha demi pelakor sampai Sasha cari duit sendiri dan jadi sopir taxi online untuk biaya kuliah yang dia stop. Sekarang dia jadi sopir Taxi online. Benar-benar roda berputar." Naya menghela nafas dan menyandarkan punggungnya dikursi kerjanya.


"Menurut lo, gue harus bilang Sasha apa jangan?" Tanya Fitto.


"Lo kan masih ragu-ragu Fitt, cari dulu kebenarannya bener gak itu Papi Riko, atau hanya orang yang mirip." Jawab Naya.


Fitto mengangguk, kemudian mengeluarkan ponselnya menelpon security rumah sakit untuk mengecek dan meminta hasil cctv dua jam yang lalu dan mengirimkannya ke ponsel Fitto.


Tidak berselang lama, laporan itu masuk kedalam ponsel Fitto dan Fitto memperlihatkannya pada Naya.


"Ini Papi Riko." Seru Naya sesaat setelah melihat ponsel Fitto.


"Menurut lo gimana Nay?" Tanya Fitto.


"Selidiki dulu Fitt, Ngapain dia sama Rachel tadi, apa Papi Riko tau kalau Rachel itu anak Sasha dan cucu dia?."


Fitto menghela nafas. "Papi Riko tau kan ini rumah sakit milik keluarga gue, gue juga penasaran kenapa dia bisa ada diwilayah sini."


Alhirnya Fitto menelpon untuk menyuruh seseorang, orang kepercayaannya untuk menyelidiki soal Papi Riko dikehidupannya yang sekarang dan mengapa Papi Riko berada di sekitar rumah sakit X.


***


Tiga hari kemudian.


"Selamat ulang tahun." Ucap Rachel dengan lembut sambil memeluk dari belakang punggung Fazel.


"Ahh trimakasih mood boosterku." Jawab Fazel yang kemudian menghadap Rachel dan mencium puncak kepalanya.

__ADS_1


"Untuk Kakak." Rachel memberikan sebuah kotak berpita kan biru.


"Apa ini?" Tanya Fazel.


"Buka." Ucap Rachel dengan tak sabar.


Fazel duduk ditepi tempat tidur dan perlahan membuka kotaknya.


Matanya berkaca-kaca saat melihat sebuah testpack dan tiga lembar foto hasil USG.


"Aku akan menjadi seorang Papa? kita akan menjadi orang tua?" Tanya Fazel dengan lirih.


Rachel mengangguk dan ikut menitikan air mata. "Apa kakak suka?" Tanya Rachel.


"Ini hadiah terindah, terimakasih." Jawab Fazel kemudian memeluk Rachel dengan begitu erat.


Kemudian Fazel turun dan berlutut didepan Rachel yang masih duduk ditepi ranjang. Tangannya terulur mengusap perut Rachel. "Baik-baik diperut Mama Sayang, Papa akan menjagamu." Fazel mencium sekilas perut Rachel.


"Kak.." Panggil Rachel.


Fazel mendongakan kepalanya menatap wajah cantik istrinya itu. "Hem?" Tanyanya.


"Bayinya ada dua, kata Auntie Nay bayinyanya kembar Kak." Rachel mengelus kepala Fazel dengan begitu lembut sambil menunjukkan dengan detail foto USG.


"Dua Hel?" Tanyanya tak percaya sambil memandangi foto USG itu.


Rachel mengangguk dan tersenyum.


"Dua Kak. Kembar, delapan minggu. Ini janinnya, masih sangat kecil."


Fazel benar-benar terharu, dia memeluk erat istri mungilnya itu. "Aku sangat mencintaimu, terimakasih sudah mengandung anak-anakku."


"Tapi kata Auntie Nay, Kakak harus libur dulu." Goda Rachel.


Fazel tersenyum, "Iya.. Demi kamu dan Twins."


"Hem apa Mommy dan Daddy tau?" Tanya Fazel.


"Mommy tau, karna Mommy yang menemaniku saat periksa, tapi kalau Daddy aku belum tau kak, aku tidak tau apa Mommy sudah memberitahu Daddy atau belum."


"Apa kamu merasa mual? apa tubuhmu baik-baik saja?" Tanya Fazel dengan penuh perhatian.


"Aku tidak merasakan gejala kehamilan seperti mual atau pusing Kak, hanya saja aku sering terbangun malam hari dan tidak bisa tidur lagi, hal itu membuat aku merasa tidak enak badan."


"Kenapa tidak membangunkan Kakak?" Tanya Fazel sembari mengelus pipi lembut Rachel.


"Karna aku melihat Kakak begitu lelah."


Fazel tersenyum. "Tidak ada kata lelah untuk kamu, Mommy, Daddy dan Zio. Apalagi untuk Twins."


"Terimakasih Kak, Kakak suami yang begitu sempurna untukku." Rachel dengan begitu manja memeluk Fazel.


.


.


.


.


Sambil nunggu Up Bonus Chapter, mampir yuk ke karya aku selanjutnya yang berjudul Takdir Cinta (Ghea&Tristan).

__ADS_1


Jangan lupa bantu Vote Vote Vote dan Like Like Like ya.. Juga tinggalkan Jejak Comment.. Trimakasih Readers 😊🙏



__ADS_2