
Seminggu berlalu, kondisi Sasha sudah lebih membaik, Sasha sudah bisa berjalan dengan normal setelah adanya pembengkakan di kakinya sembuh.
"Besok kita pulang Sha" Ucap Reyvan yang sambil mengemas sebagian pakaian.
"Hem" Jawab Sasha singkat.
Reyvan menoleh kearah Sasha dan menghampirinya ke brankar Sasha.
"Kamu kenapa? masih betah disini?"
Sasha menggelengkan kepalanya,
"Engga mas, mana ada yang betah dirumah sakit"
"Terus kenapa? koq kaya gak semangat?"
"Aku gapapa mas, cuma sedikit cape aja abis fisioteraphy tadi"
"Istirahatlah Sha, Naya bilang tadi mau kesini"
Suara pintu terbuka, Fitto masuk sambil membawa ice coffee latte untuk Sasha.
"Gue denger besok lo bisa pulang Sha?" tanya Fitto sambil memberikan ice coffee nya.
"Iya Fitt, kapan kuliah dimulai?" tanya Sasha.
"Masih dua minggu lagi Sha, langsung ambil program profesi kan Sha, kita koas disini"
"Sudah Acc?" tanya Sasha ragu.
"Udah dong, semua Papi yang urus, kita sm Naya koas disini.
"Sayang, aku turun kebawah dulu ya, kamu ditemenin Fitto dulu gapapa?" sahut Reyvan ke Sasha.
"Sekalian mas cari makan ya, ini udah mau jam makan siang"
Reyvan hanya mengangguk dan tersenyum, mendekat pada Sasha dan mencium puncak kepalanya.
"Fitt, temenin Sasha dulu ya"
"Siapp Kak" jawab Fitto mantap.
Reyvan keluar dari kamar perawatan, saat hendak masuk kedalam lift, Reyvan teringat dirinya tidak membawa dompet dan kembali menuju kamar perawatan Sasha, tanpa disengaja Reyvan mendengar obrolan Sasha dan Fitto.
"Besok balik kemana Sha?" tanya Fitto.
"Mungkin ke apartemen Mas Rey Fitt"
"Koq lo kaya gak semangat?"
"Gue gak tau Fitt, pulang nanti apa hubungan gue sama Mas Rey tetep seperti sekarang atau kembali lagi kaya dulu ya?"
"Lo masih ragu sama Kak Rey ya Sha?"
"Entahlah Fitt, cuma gue takut aja Mas Rey PHP in gue lagi"
"Sha.. lo berhak bahagia"
__ADS_1
"Gue udah gak mikir bahagia Fitt, dari bokap gue selingkuh dan pernikahan gue yang sakral berubah menjadi pernikahan kontrak, gue udah gak mikir lagi bahagia" lirihnya.
"Terus apa yang lo ragukan sekarang Sha?"
"Gue takut pulang ke apartemen Fitt, karna disana gue pasti pisah kamar lagi sama Mas Rey, dan sampai kapanpun pernikahan gue gak akan pernah bisa berubah jadi pernikahanan yang sesungguhnya"
"Lo masih berhapar sama Kak Rey Sha?"
"Gue harus berharap sama siapa lagi Fitt? cuma dia teman hidup gue walaupun gue gak tau sampai kapan"
"Lo gak mau pisah sama kak Rey Sha? gue denger dari Naya, bokapnya Naya pengen Kak Rey cerai sama lo dan lo akan diangkat anak sama keluarga Naya"
"Gue gak tau Fitt, kalau gue pisah sama Mas Rey, mungkin Mas Radit juga akan terus deketin gue. Kalau emang gue harus pisah sama Mas Rey, gue gak mau berurusan lagi sama orang yang ada hubungannya sama Mas Rey lagi."
"Naya sahabat kita Sha, dan dia adik Kak Rey"
Sasha menghela nafasnya dengan berat.
"Fitt gue bisa minta tolong?" tanya Sasha mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Apa Sha?"
"Cariin gue ponsel baru, ponsel gue rusak karna kecelakaan, beliin yang harganya terjangkau buat gue, gue gak tau punya uang berapa, tapi pasti gue ganti Fitt."
"Lo jangan mikirin ganti Sha, lo sahabat gue, gue pasti kasih buat lo, bentar lagi kan lo ulang tahun yang ke dua puluh, anggep aja kado dari gue"
"Jangan Fitt, gue ada uang koq, gue juga masih ada perhiasan dari mami yang bisa gue jual"
"Lo simpen uang lo, lo udah gak ada mobil, mobil lo udah hancur Sha, lo simpen uang lo untuk pegangan lo"
"Mobil itu Fitt, mobil pemberian mami, pihak asuransi ga bisa membetulkannya karna rusak parah, hanya mengganti berupa uang aja, gue rasa cukup untuk beli mobil biasa yang second, yang penting gue ada kendaraan untuk aktifitas gue, sekalian cariin mobil yang sesuai budget gue ya Fitt"
"Masih takut sih Fitt, tapi gue lawan rasa takut gue" jawab Sasha sambil tertawa.
Reyvan yang mendengar semua dari balik pintu yang sedikit terbuka hanya bisa terdiam, Ternyata Sasha masih belum yakin terhadapnya. Bahkan Sasha lebih percaya Fitto untuk membelikannya ponsel ketibang minta terhadap dirinya.
Reyvan duduk dibangku depan kamar perawatan Sasha, mencoba mencerna apa yang dia dengar dari obrolan Sasha bersama Fitto. dari jauh perlahan mendekat sosok Naya datang dan menghampiri Reyvan.
"Koq diluar kak?"
"Eh iya Nay, ada Fitto didalam, gue tadi abis angkat telpon dulu" jawabnya bohong.
"Gue bawain lo makan siang dari bunda, masuk yuk makan dulu"
Reyvan berdiri dan kemudian mengekori Naya dari belakang.
Naya, Fitto dan Sasha asik ngobrol soal rencana mereka untuk koas dirumah sakit milik keluarga Fitto. Reyvan hanya mendengarkan sesekali melirik kearah Sasha.
Menjelang sore Fitto pamit pulang, dan dengan waktu yang bersamaan, Ayah datang untuk mengunjungi Sasha sekalian menjemput Naya.
"Ayah udah datang Sha" Ucap Naya.
Ayah mendekat pada Sasha yang sedang duduk di brankar,
"Bagaimana kabar kamu Sha?"
"Jauh lebih baik Yah, besok sudah boleh pulang"
__ADS_1
"Benarkah? kalau gitu mau ada yang ayah bicarakan dengan kamu dan Reyvan"
Reyvan mendongak menatap Ayah,
"Yah tidak bisakan kita bicara nanti, kondisi Sasha belum pulih betul" bujuknya.
"Tidak bisa Rey, harus ngomong disini, mumpung bunda tidak ada disini" jawab Ayah dengan nada tinggi.
Reyvan hanya mengusap wajahnya dengan kasar, pasrah akan apa yang Ayahnya bicarakan.
Ayah duduk di sofa bersama Reyvan, sedangkan Naya duduk bersama Sasha di brankarnya.
"Sha, Ayah sudah tau soal pernikahan kontrak kamu dengan Reyvan, dan Ayah sangat menyesali tindakan bodoh Reyvan. Ayah juga minta maaf karna Ayah kurang memperhatikan kamu sehingga kamu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kamu sendiri. Sungguh Sha Ayah sangat malu, entah apa yang harus Ayah pertanggung jawabkan jika nanti bertemu Martha Mamimu"
Sasha hanya menunduk mendengarkan setiap omongan Ayah, sesekali matanya mengeluarkan buliran bening.
"Sha, Ayah tidak akan memaksakan kamu untuk meneruskan pernikahan yang konyol ini, jika kamu mau bercerai dengan Reyvan, Ayah akan membantumu Sha, pengacara ayah akan mengurus urusan perceraian kamu, dan setelah urusan perceraian kamu selesei, Ayah akan mengajukan untuk adopsi kamu jadi bagian keluarga, jadi anak Ayah dan bunda, dan jadi saudara juga untuk Naya."
Sasha tetap terdiam dan terus menunduk.
"Bagaimana Sha?"
"Yah, terimakasih karna Ayah memperhatikan Sasha sejauh ini, tapi maaf yah, Sasha tidak pernah berfikir untuk bercerai dengan Mas Rey, dari awal Sasha menikah dengan mas Rey, Sasha tidak pernah memikirkan untuk berpisah dengan Mas Rey." Ucap Sasha ragu-ragu.
"Tapi Sha, Reyvan sudah banyak menyakiti kamu"
"Sasha yakin Mas Rey akan berubah yah, sekarangpun Sasha melihat perubahan dari mas Rey"
"Lo masih percaya sama Kak Rey Sha?" tanya Naya dengan heran.
"Gue percaya karna Mas Rey teman hidup gue Nay, gue yakin kalo mas Rey juga akan jadi teman menua gue"
Rey menatap Sasha dengan perasaan haru, gadis yang hampir dua tahun ia sakiti itu masih memberikannya kesempatan.
"Kamu tidak takut Rey membohongi kamu lagi Sha?" tanya Ayah.
Sasha menatap mata Reyvan yang sedang menatapnya juga. "Sasha yakin yah, mungkin selama hampir dua tahun ini, Mas Rey dan Sasha hanya butuh waktu yah"
Ayah menghela nafas kemudian berbicara kembali.
"Baiklah Sha, Rey, tapi ada satu syarat yang harus kalian ikuti"
"Besok pulang, kembalilah kerumah, jangan ke apartemen, buktikan pada Ayah jika pernikahan kalian benar adanya, Ayah tidak mau kecolongan lagi, Ayah tidak mau Rey akan menyakitimu lagi Sha"
"Tidak masalah Yah, besok Rey akan bawa Sasha pulang kerumah" sahut Reyvan
Ayah dan Naya berpamit pulang, Reyvan mengantar hingga ke lift,
"Nay, mampir lah dulu ke apartemen gue, bawakan barang dan pakaian yang kira-kira penting untuk Sasha"
"Oke kak, besok pagi gue sama Billy ke apartemen lo"
.
.
.
__ADS_1
.
...Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya...