MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
DARREN ALDIO FERDIAN


__ADS_3

Sementara di kantor cabang Aldio Company Alex terus mengingat wajah Sasha,


"Seperti pernah lihat, tapi dimana ya?" batin Alex.


kemudian Alex mendial nomer orang kepercayaannya untuk mencari tau tentang Sasha dan keluarga Rivano.


Kurang dari dua puluh empat jam, orang suruhan Alex berhasil mendapatkan informasi dan foto-foto Keluarga Rivano termasuk Sasha.


Semua data diserahkan oleh orang kepercayaannya kepada Alex.


Alex membaca setiap info yang orang suruhannya berikan, dia semakin yakin siapa Sasha sebenarnya, kemudian memutuskan untuk terbang ke singapura menemui Alidio, CEO Aldio Company.


"Pak Aldio" Sapa Alex.


"Alex, kenapa kamu ada disini, bagaimana urusan dijakarta? sudah seleseikah kontrak dengan Rivano Grup?" Tanya Aldio.


"Maaf Pak, Saya datang untuk memberikan informasi tetang orang yang sedang anda cari" Alex menyerahkan map coklat, dan Dengan segera Aldio membukanya serta mengamatinya.


"Sasha..." Gumam Aldio saat melihat selembar foto.


"Tanpa sengaja pak, Saat saya meeting dengan pihak Rivano Grup, saya bertemu dengan adik anda, yang ternyata istri dari Reyvanda Rivano"


"Sasha sudah menikah? sejak kapan Lex?" Darren merasa terkejut.


"Sudah dua tahun Pak, dan kelihatannya Pak Reyvan sangat menyayangi adik anda, saya melihat dari bagaimana pak Reyvan memperlakukan adik anda dengan begitu baik"


Aldio yang ternyata adalah Darren Aldio Ferdian, Kakak laki-laki Sasha yang sudah enam tahun menghilang, Daren mengganti nama panggilannya menjadi Aldio agak tidak diketahui keberadaannya oleh Papi Riko.


Aldio pergi dan membangun usahanya sendiri, hingga bisa sebesar ini, dia bertekat akan mecari adiknya, namun selama dua tahun mencari adiknya, Darren kehilangan jejak karna Sasha sudah tidak tinggal lagi dirumah yang dulu mereka tempati. Dari Alex akhirnya Aldio tau bahwa Sasha sudah menikah dua tahun yang lalu.


"Ajak pihak Rivano kesini, aku akan menemuinya disini" Titah Darren.


"Baik Pak, segera saya atur"


Alex menelpon Billy, Asisten Reyvan dan mengungkapkan agar pertemuannya dilakukan di Singapura sekalian meninjau proyek mereka.


Dengan segera Billy menyampaikan pesannya ke Reyvan.


"Rey, pihak Aldio Company mau bertemu dengan kita tapi di Singapura, tidak jadi di Indo"


"Ahh kenapa harus di Singapura Bill?"


"CEO nya sedang meninjau proyek disana, bagaimana Rey?"


Reyvan dia seolah berfikir, "Berapa lama kita disana Bill?"


"Kurang lebih satu minggu"


Wajah Rey langsung berubah pucat,


"Gue harus jauh dari Little"


"Halah seminggu doang Rey, siapa tau dengan lo jauh dari Sasha, bikin Sasha kangen sama lo dan lo bisa tau perasaan Sasha yang sebenarnya"


"Hah, kenapa lo selalu benar Bill, kapan kita berangkat?"


"Lusa"

__ADS_1


"Okey, atur aja Bill"


Menjelang petang, Reyvan tiba dirumah. Dirinya bergegas masuk kekamar sebelum akhirnya makan malam bersama keluarga.


Ceklekk..


Reyvan membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar.


"Baru pulang Mas, tumben sore banget" sapa Sasha.


"Iya sayang, dikantor lagi banyak banget kerjaan" jawab Reyvan sambil melonggarkan dasinya kemudian mendekat pada Sasha dan mencium keningnya.


"Aku siapkan air hangat dulu ya Mas"


Selesei Sasha menyiapkan air hangat, Reyvan bergegas membersihkan diri, Sasha menyiapkan pakaian ganti untuk Reyvan kemudian duduk disofa sambil memainkan ponselnya.


Reyvan duduk disebelah Sasha setelah selesei membersihkan diri dan berpakaian.


"Sayang, nanti bantuin aku packing ya" Ucap Reyvan.


"Lho mau kemana mas?"


"Aku ada kerjaan di Singapura, sekitar seminggu"


"Koq lama mas? terus aku tidur sendiri dong"


Reyvan menarik ujung bibirnya dan tersenyum,


"Gak biasa tidur sendiri lagi ya Sayang?" Godanya.


"Ishh apa sih mas, ya udah nanti aku bantu packing baju-baju kamu" Ucap Sasha sambil cemberut.


"Kuliahku lagi padat Mas, biar cepet selesei dan cepet ambil program profesi"


"Iya, aku ngerti, nanti seminggu kan kamu bisa tidur sama Naya"


"Hem.." Jawab Sasha singkat.


Saat makan malam bersama.


"Rey, ayah dengar lusa kamu dan Billy akan ke Singapura bertemu dengan CEO Aldio Company?"


"Iya yah, mendadak CEO nya tidak bisa datang ke Indo dan meminta kita yang datang kesana untuk persentasi dan sekalian meninjau proyek disana"


"Baiklah, Ayah harap kerjasama ini segera terjalin Rey, mengingat Aldio Company adalah perusahaan yang sedang berkembang dan banyak diincar untuk diajak kerja sama."


"Rey akan lakuan yang terbaik yah."


"LDR an dong lo sama Sasha Kak?" Sahut Naya dengan iseng.


"Lo juga LDR an kan sama Billy" Jawab Reyvan.


"Haishh gue sih LDR an udah biasa, secara tiap hari juga jarang ketemu, nah kalo lo sama Sasha kan tiap hari tatap muka, pasti berasa banget LDRan nya" ledek Naya.


"Sasha ikut aja sama Reyvan, kalian belum pernah bulan madu juga kan?" Sahut Bunda.


"Tadinya juga mau gitu Bun, tapi kuliah Sasha lagi padat" Jawab Reyvan.

__ADS_1


Selesei makan malam dan berbincang santai, Reyvan menyusul Sasha kedalam kamar.


Sasha sedang menyiapkan koper Reyvan.


"Mas bawa baju untuk satu minggu?" Tanya Sasha.


"Iya Sayang, sini mas bantu" jawabnya sambil memilih pakaian yang akan dibawa.


"Mas beneran seminggu ya? gak bisa dipercepat?" tanya Sasha dengan pelan.


"Kalau lihat dari schedule, sekitar satu minggu Sha"


Rey memeluk Sasha, "Nanti aku sering-sering telpon kamu ya"


"Iya Mas" jawab Sasha.


Selesei membereskan pakaian, Sasha naik keatas tempat tidur, Reyvan menyusulnya. Sasha Asik memainkan ponselnya berselancar social media.


"Lihat apa sih di medsos Sha?" Tanya Reyvan sambil ikut menatap layar ponsel Sasha.


"Lihat hiburan" Jawab Sasha datar.


"Kamu marah Sha?"


"Engga, biasa aja koq"


Reyvan mengambil ponsel dari tangan Sasha dan menaruhnya diatas nakas, kemudian Reyvan mengkup kedua pipi Sasha.


"Kamu kenapa?"


"Aku gapapa, aku cuma lagi rindu aja sama Mami dan Kak Darren, kalo ada mereka, kan aku bisa pulang kerumah."


"Aku terus cari Mami koq Sha, cuma memang belum ada kabar, kamu yang sabar ya, disini kan ada Bunda sama Naya, kamu gak akan kesepian"


Sasha memeluk Reyvan, membuat Reyvan semakin tersenyum dan membalas pelukan Sasha.


"Tidur ya Sha, besok aku antar kamu kekampus"


"Mobil aku belum dikirim Mas?"


"Nunggu plat nya sekalian, kalau udah ada langsung dikirim kesini, kalau nanti pas aku disingapura, kamu bisa langsung pakai aja Sha"


"Hem.. Makasih mas" Sasha makin mengeratkan pelukannya.


Reyvan mencium Puncak kepala Sasha, sambil menahan hasrat ingin menyentuhnya.


"Oh my God, sampai kapan aku harus menahannya" batin Reyvan.


Reyvan mencoba menenangkan dirinya untuk tidak bergerak, Sedangkan Sasha, sudah tidak terdengar lagi suaranya.


"Untung aku cinta Sha, coba kalau engga, udah habis aja kamu aku makan" Batin Reyvan.


.


.


.

__ADS_1


.


...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2