MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
KAMU MASIH ISTRI SAH AKU!!


__ADS_3

Sasha berpamitan pulang karna Rachel sudah menunggunya ditaman rumah sakit, dan Sasha juga khawatir jika harus bertemu Reyvan karna dirinya memang belum siap untuk bertemu.


Sasha berjalan menuju lift.


"Dokter Natasha." Seseorang memanggilnya.


Sasha menoleh, "Eh dokter Febri, selesai visit kah?" Tanya Sasha.


Dokter Febri mengangguk.


Dokter Febri adalah dokter spesialis anak juga sama dengan Sasha, dia seorang duda beranak dua, sudah lama Febri ingin mendekati Sasha sewaktu Sasha masih koas dirumah sakit ini. Namun saat itu Febri menghentikan niatnya karna tau Sasha sudah menikah, dan kini Sasha bergabung kembali dirumah sakit sebagai dokter spesialis anak dengan rumor yang beredar tentang status Sasha yang sebagai seorang single parents.


"Dokter Natasha mau kemana?"


"Pulang, Rachel sudah menungguku ditaman." Jawab Sasha datar tapi masih dengan ramah.


Mereka menunggu lift terbuka, saat lift terbuka, Sasha dan Febri masih asik ngobrol, Reyvan yang baru saja keluar dari lift mendengar suara tawa yang tak asing itu, dia menoleh kedalam lift yang hampir tertutup.


"Sasha..." Gumamnya sedikit jelas.


Reyvan langsung menekan tombol lift lagi namun sayang lift itu sudah tertutup rapat.


"Gue yakin itu Sasha." Gumamnya lagi sembari mondar mandir menunggu pintu lift terbuka lagi.


Reyvan masuk kedalam lift dan bergegas turun ke lobby rumah sakit, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok orang slalu dia cari dan dirindukannya itu.


"Apa Sasha abis lihat bunda? tapi Sasha pake jas putih dokter, atau dia bekerja disini?" Tanya nya dalam hati.


Reyvan menuju bagian pendaftaran pasien, dan bertanya pada suster disana.


"Sus maaf, apa dirumah sakit ini ada dokter yang bernama dokter Sasha?" Tanya Reyvan.


"Dibagian mana ya pak?" Tanya suster itu.


"Saya tidak yakin sus." jawab Reyvan putus asa.


"Bapak cek aja papan jadwal dokter, mungkin disana ada dokter dan jadwal yang sedang bapak cari." Ucap suster sambil menunjukan papan besar dibagian pendaftaran Pasien.


"Terimakasih sus." Reyvan langsung mendekat pada Papan jadwal dokter dan langsung membacanya.


Terlihat nama dr. Fitto Irwansyah Sp.B dibarisan dokter bedah, nama dr.Naya Putri Rivano SpOG dibagian dokter kandungan, dan satu mata membuat Reyvan terkejut, dibarisan nama dokter anak dengan urutan ke empat, dr. Natasha Aluna Ferdian Sp.A


"Benar Sasha disini. Naya pasti tau." Batin Reyvan.


Dengan penuh emosi Reyvan naik kembali kelantai lima, diruang perawatan ada Fitto dan juga Naya.


"Fitt, Nay, gue mau bicara. Bisa kita keluar sebentar, Mumpung Bunda tidur." Ucap Reyvan.


Reyvan mendekati Fazel. "Hai anak Daddy, apa kabar hari ini?" Tanya Reyvan dengan lembut.


"Fazel baik Dad." Jawab Fazel.

__ADS_1


"Anak pintar, jaga Oma dulu sebentar ya, nanti Daddy balik lagi."


Fazel mengangguk.


Fitto membawa Naya dan Reyvan keruangannya.


"Ada apa sih Kak?" Tanya Naya.


"Kalian tau Sasha disini?" Tanya Reyvan to the point.


Naya dan Fitto saling pandang.


"Gue lihat Sasha disini, dan gue lihat dipapan jadwal dokter, ada nama Sasha disana."


Naya dan Fitto hanya diam tidak bicara.


"Gue gak akan marah kalau kalian bisa jelasin ini, sejak kapan Sasha disini, dan sekarang dia dimana?" Tanya Reyvan dengan nada menekan.


"Kak maaf sebelumnya, tapi kita tidak ada hak untuk menceritakan semuanya, Sasha cuma butuh waktu untuk ketemu lo." Ucap Fitto ragu-ragu.


"Waktu Fitt?? gue udah nunggu lima tahun nyari Sasha kemana-mana, dia butuh waktu apa lagi hah?"


"Sasha nyari waktu yang tepat Kak, dia masih mempersiapkan diri buat bertemu sama lo." Sahut Naya.


Reyvan menghela nafas, "Sampai kapan Nay? kalian gak tau kesiksanya gue nyari Sasha kaya gimana?" Reyvan semakin frustasi, dia duduk sambil menunduk dan menggusar rambutnya.


Fitto mendekat pada Naya dan berbisik. "Gak bisa begini terus Nay, kita pertemukan aja mereka, tapi dengan cara lain."


"Tapi ini aman kan Fitt? gue gak mau Sasha ngilang lagi dan gak percaya sama kita lagi."


Naya mengangguk. Lalu Fitto menceritakan niatnya pada Reyvan dan Reyvan menyetujuinya.


Keesokan harinya Sasha selepas jam praktik dipolinya, Sasha visit dilantai empat dan lima. dia memilih lantai empat dulu untuk visit baru naik kelantai lima sekalian mengunjungi Bunda.


"Visit saya selesai disini Sus?" tanya Sasha pada suster.


"Iya dok, sudah selesai." Jawab Suster.


"Baiklah, boleh saya tau kondisi pasien dikamar 513 atas nama ibu Mila Rivano?" Tanya Sasha pada suster yang standby di lantai lima.


"Oh pasien yang ibunya dokter Naya ya dok?" Tanya suster.


Sasha mengangguk, kemudian Suster memberikan rekam medis Bunda kepada Sasha.


"Masih sama ya sus tensi dan lainnya?" tanya Sasha.


"Pasien susah untuk makan dok, dan sepertinya terlalu banyak pikiran jadi membuat tensinya tinggi dan tidak stabil." Jawab Suster.


Sasha mengangguk, kemudian pamit untuk mengunjungi kamar 513 yang tak lain adalah kamar perawatan Bunda.


"Bunda.." Panggil Sasha yang melihat bunda sedang duduk menonton televisi.

__ADS_1


"Ehh Sasha, kirain gak kesini."


"Gak mungkin Sasha gak kesini Bun, Sasha kan udah janji sama Bunda akan nyempatin waktu untuk lihat Bunda." Ucap Sasha sambil memijat kaki Bunda.


"Dimana cucu Bunda, kenapa tidak dibawa?"


"Ada bun di Apartemennya Kak Darren, nanti Sasha bawa kalau bunda udah keluar dari rumah sakit, makanya bunda harus cepat sehat ya."


Bunda hanya tersenyum, dari sofa Fazel memperhatikan kehangatan yang diberikan oleh Sasha, Sasha tersenyum kearah Fazel dan Fazel menundukan wajahnya.


"Bun Sasha gak bisa lama ya disini, Sasha masih ada kerjaan." Ucapnya berbohong karna Sasha tau sebentar lagi Reyvan akan datang.


"Besok kesini lagi Sha?" Tanya Bunda penuh harap.


Sasha mengangguk dan tersenyum. Kemudian Sasha menghampiri Fazel.


"Hai, apa kabar?" Tanya Sasha sambil megulurkan tangannya.


Fazel merespon dengan membalas dengan menjabat tangan Sasha.


"Pintar sekali." Ucap Sasha sambil mencium puncak kepala Fazel.


"Bun, Sasha pamit ya." Ucapnya sambil mencium kening sang Bunda.


Sasha keluar dari kamar perawatan bunda, dirinya terkejut saat melihat sosok seorang pria yang dia rindukan, ingin rasanya berhambur memeluknya, tapi rasa kecewanya seolah membuat benteng pertahanan yang tinggi sulit diruntuhkan.


Mata mereka saling bertatapan, entah apa yang ingin mereka sampaikan.


Sasha mencoba mengendalikan perasannya dan berjalan melewati Reyvan.


"Little.." Lirihnya..


Sasha menahan langkahnya. Hatinya begitu tak menentu.


"Kamu pulang? ini aku Sha, lihat aku." Ucapnya dengan lirih.


Sasha hanya diam, Reyvan membawa Sasha duduk dikursi tunggu pasien.


Mereka masih terus diam.


"Sha aku mau bicara." Ucap Reyvan memecah keheningan.


"Sudah tidak ada yang harus kita bicarakan lagi Mas, kita udah selesai." jawab Sasha.


"Aku tidak pernah menandatangani surat cerai itu Sha. Kamu masih istri sah aku!!"


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2