MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
SESEORANG?


__ADS_3

"Sudah tidak ada yang harus kita bicarakan lagi Mas, kita udah selesai." jawab Sasha.


"Aku tidak pernah menandatangani surat cerai itu Sha. Kamu masih istri sah aku!!"


"Tapi tidak sekarang Mas, aku belum siap." Lirihnya.


Reyvan meraih tangan Sasha dan menggenggamnya. "Please Sha, jangan menghindar lagi, kita bicarakan semua baik-baik, kita selesaikan semua kesalah pahaman ini." Bujuk Reyvan.


"Mas ini udah sore, aku harus segera pulang. Lain kali kita bicara."


"Pulang kemana Sha, aku suami kamu, aku tempat kamu pulang."


Sasha menghela nafas lalu menatap mata Reyvan. "Seseorang sedang menungguku Mas."


Reyvan mengernyitkan dahinya. "Seseorang?" Tanyanya dengan heran.


Sasha hanya diam, tapi matanya terus menatap mata Reyvan.


"Ada yang lebih berarti dari aku Sha?" Tanyanya dengan nada tidak percaya diri.


"Dia yang menguatkanku slama empat tahun ini." Jawab Sasha kemudian menunduk.


Reyvan menatap Sasha dengan penuh kecewa,


"Aku mencari dan menunggumu slama lima tahun, dan ternyata kamu nyaman bersama orang lain Sha?"


"Dia bukan orang lain Mas, bahkan aku bisa gila jika berpisah dengannya, slama empat tahun kami bersama, dia yang membuat aku kuat."


Reyvan tersenyum getir, "Kita belum bercerai tapi kamu sudah tinggal bersama dia dan melupakan aku Sha? Bahkan kamu tersenyum saat membicarakan dia." Reyvan melepas genggaman tangannya.


"Dokter Natasha.." Panggil seorang suster.


Sasha berdiri dari duduknya. "Iya sus ada apa?" Tanya Sasha.


"Dokter Pras mencari anda, sepuluh menit lagi beliau ada operasi cesar dan meminta anda untuk menjadi dokter anak dari bayi pasiennya."


"Oh baiklah sus, saya akan segera keruangan operasi."


Sasha menatapa Reyvan, "Maaf mas, aku ada pekerjaan." Sasha hendak melangkahkan kakinya namun tertahan.


"Apa kita tidak memiliki kesempatan lagi Sha, aku berjanji akan memperbaiki diri Sha."


"Besok sore aku akan lihat bunda lagi. Permisi mas, aku harus segara menjalankan tugasku." Sasha meninggalkan Reyvan yang masih mematung dikursi penunggu.


"Greget gue Nay." Bisik Fitto yang diam-diam menguntit Sasha dan Reyvan.


"Gue juga, Sasha kenapa gak bilang soal Rachel ya, kalo bgini kan malah makin ruwet, Kak Rey jadi mikir Sasha udh punya cowok lain." Ucap Naya.


"Cuma mereka yang tau, tugas kita udah selesai mempertemukan mereka, sekarang tinggal mereka yang menyelesaikan masalahnya sendiri." sahut Indira yang diajak menguntit oleh Fitto dan Naya.


Malam hari Sasha baru saja selesai dari tugas dadakannya. Dirinya merasa lelah dan mencoba mampir ke cafetaria yang berada didalam rumah sakit untuk sekedar meminum kopi dan memesan cemilan.

__ADS_1


Dari jauh Billy yang sedang berada di cafe itu juga melihat Sasha dan tanpa berpikir panjang langsung menghampiri Sasha.


"Sha.." Panggil Billy.


Sasha mendongak dan melihat Billy lalu menghela nafas. "Duduk Bill, jangan lihat gue kaya gitu." ucapnya datar.


"Ini bener lo." ucapnya tak percaya sambil menarik satu kursi didepan Sasha.


"Sha.. Lo kemana aja? Rey sampai frustasi nyari lo." Ucap Billy.


"Gue minta maaf Bill, gara-gara gue pergi, pernikahan lo sama Naya jadi diundur."


"Sha gue lagi ngomongin soal Rey, gak usah ngalihin pembicaraan."


"Gue udah ketemu mas Rey tadi, Naya juga udah tau lama soal gue udah balik, dan gue juga udah nengok bunda dua kali, bahkan gue udah lihat dan bertemu dengam Fazel. Lo mau tau apa lagi?"


"Lo sama Rey." Jawab Billy.


"Gue belum tau, mungkin besok gue ketemu lagi sama dia, itu juga kalau gue ketemu." Ucapnya dengan santai sambil memakan dimsumnya.


"Lo disini mau jemput Naya? Gue udah bilangin Naya untuk mempersiapkan pernikahan lo sama Naya. Sekali lagi maafin gue ya Bill."


Billy mengangguk, "Naya bahagia kalo ada lo Sha."


Sasha tersenyum. "Bill bisa tunggu sebentar disini?" Tanya Sasha.


Billy mengangguk. "Lo mau kemana?"


"Lo gak mau cerita ke gue gitu Sha, slama lima tahun ini lo kemana?" Tanya Billy mendalam.


"Lo bisa tanya Naya, gue males cerita." Jawabnya.


Sekian lama mereka mengobrol sampai datang seorang pelayan cafetaria memberikan sebuah kantong plastik putih entah berisikan apa, sepertinya sekotak makanan dan minuman.


"Gue harus balik Bill, dan lo mau kekamar Bunda kan?" Tanya Sasha.


Billy mengangguk.


Sasha memberikan kantong plastik tadi untuk Billy. "Gue titip untuk mas Rey, jangan bilang dari gue ya."


Billy tersenyum, "Lo masih perduli sama Rey."


Sasha hanya diam enggan menanggapi. "Gue duluan Bill." Sasha berpamitan pada Billy dan bergegas pulang.


Tiba diapartemen Darren, Sasha langsung masuk kekamarnya, terlihat Rachel sudah tertidur dengan lelapnya sambil memeluk boneka Unicorn kesayangannya.


Sasha mencium kening Rachel dan berbisik. "Besok Mommy akan pertemukan kamu dengan Daddy." Ucapnya sambil tersenyum.


Sementara dirumah sakit, Billy masuk keruangan Bunda, dan melihat Rey sedang duduk sambil melamun.


"Makan Rey." ucap Billy sambil memberikan kantong plastik dari Sasha.

__ADS_1


"Gue gak laper Bill." jawab Reyvan.


"Ini bukan dari gue, tapi dari Sasha, tadi gue ketemu dia dicafetaria bawah."


Reyvan langsung meraih kantong plastik tersebut, "Serius dari Sasha?" Tanyanya dengan mata berbinar.


"Gue gak ahli bohong, lo makan deh, semarah apapun Sasha sama lo, dia tetap perduli sama lo." Jawab Billy.


Reyvan tersenyum tipis, dia membuka kotak makanan yang berisikan nasi goreng dengan telur terpisah juga ada cup berisikan kopi panas.


Billy membangunkan Naya untuk mengantarnya pulang, dan Billy juga menggendong Fazel yang sudah terlelap di sofa.


Keesokan harinya Reyvan berencana tidak pulang kerumah dan menunggu Sasha yang berjanji akan datang nanti sore.


Sementara diapartemen Darren.


"Kak aku mau bawa Rachel kerumah sakit." Ucap Sasha pada Darren.


"Tumben Sha?" Tanya Darren.


"Bunda mau ketemu sama Rachel Kak." Ucap Sasha ragu-ragu.


"Bunda atau Daddy nya Rachel Sha?" Tanya Darren dengan menggoda.


"Ishh Kak, bisa gak sih gak goda aku terus." Ucapnya.


"Selesaikan lah masalahmu Sha, sebelum kita berangkat keParis, Mami sudah menunggu kita disana, dia tidak mau menikah dengan kekasihnya jika kita tidak kesana bersama."


Ya, Mami Martha kini menetap diparis, dia bertemu dengan bule Paris seorang duda tanpa anak dan berniat kejenjang lebih serius lagi.


Darren dan Sasha menyambutnya dengan baik, baginya yaitu kebahagiaan sang Mami tercintanya.


Sasha membawa Rachel kerumah sakit. "Rachel, nanti Rachel sama auntie Naya dulu ya, Mommy ada kerjaan sampai siang."


"Okey Mommy, tapi janji ya pulang nanti belikan Lahel boneka Unicorn lagi."


"Iyaa sayang." Ucap Sasha sambil fokus menyetir.


"Mommy kapan mau belikan Lahel floaties Unicorn?" Tanya Rachel.


"Nanti ya Sayang, kalo Mommy sudah bisa beli rumah yang ada kolam renangnya, sekarang beli floatis juga kan gak bisa Rachel pake." Jawab Sasha dengan lembut.


.


.


.


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya....

__ADS_1


__ADS_2