MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BONUS CHAPTER 11 KITA AKHIRI


__ADS_3

"Papi..." Gumam Sasha saat melihat seseorang yang begitu ia kenali dari jarak jauh.


Sasha segera memarkirkan kendaraanya diparkiran rumah sakit dan menyebrang kearah dimana Sasha melihat Riko.


Perlahan tapi pasti menghampiri dan mengamati seseorang yang sedang duduk disebuah warteg dengan segelas kopi hitam dihadapannya dan memakai kaos kerah bergaris-garis. Sasha sedikit ragu, pasalnya yang ia lihat mirip Papinya itu terlihat sangat berbeda dengan tampilan Papinya yang slalu memakai pakaian rapih dengan balutan kemeja dan jas mahalnya dulu.


"Papi..." Lirihnya yang terdengar oleh Riko.


Riko menoleh kearah sumber suara dan cukup terkesiap saat melihat putri bungsunya yang ia abaikan dulu hanya demi wanita penggoda bernama Annita.


"Pap..." Panggilnya lagi.


Riko berdiri dan menghampiri Sasha.


"Sha.. Ini benar kamu Natasha anakku?" Tanya Riko dengan wajah sendunya.


Sasha mengangguk, kemudian mengajak Riko berbicara ditempat lain yang lebih nyaman.


"Kenapa Papi bisa begini?" Tanya Sasha yang menggenggam tangan yang sudah terlihat jelas berkeriput.


"Ini karma untuk Papi Sha.." Riko menjawab dengan tersenyum.


"Maafkan Kak Darren Pap.. Sasha gak bisa cegah Kak Darren untuk mengambil semua dari Papi."


"Tidak apa Sha, memang semua itu bukan hak Papi, tapi hak kalian anak-anaknya Mami Martha."


Riko menghela nafas.


"Bagaimana kabar Mami mu?"


"Mami baik Pap, dia sduah menikah dengan seorang pria asal Perancis dan kini menetap di Paris mengelola bisnis bersama."


Riko tersenyum. "Papi banyak bersalah pada Mami mu."


"Kenapa Papi ada didepan Rumah sakit X? Papi tau kan rumah sakit itu milik keluarga Fitto?"


Riko mengangguk. "Untuk melihatmu dari jauh, Papi tidak punya keberanian untuk menemuimu Sha, dosa Papi terlalu banyak."


"Tak taukah Papi aku sangat merindukan Papi?" Lirih Sasha.


"Benarkah itu Sha? meskipun Papi banyak bersalah padamu?"


Sasha mengangguk, "Walau bagaimanapun Papi adalah Papiku."


Riko menteskan airmatanya, "Kamu begitu lembut dan baik seperti Martha. Kamu bebar-benar anak Martha, Segala yang ada di Martha ada pada dirimu. Betapa bodohnya Papi dulu menyakiti keluarga Papi sendiri."


"Apa Papi bahagia dengan wanita itu?" Tanya Sasha penasaran akan hubungan Riko dengan Anita.


"Dia meninggalkan Papi, dia berselingkuh dengan teman bisnis Papi." Jawabnya demgan tenang.


"Lalu sekarang Papi?"


"Papi sudah menikah lagi dengan seorang wanita baik-baik Sha, dia mendukung Papi dan menerima kondisi Papi apa adanya. Kami sekarang tinggal disebuah rumah kontrakan sederhana, hanya berdua."

__ADS_1


"Papi...." Lirih Sasha yang tidak percaya dengan kondisi sang Ayah.


"Setidaknya Papi masih bisa bekerja sebagai driver taxi online Sha, sisa tabungan yang Papi punya, Papi gunakan untuk membeli mobil MPV. Setidaknya bisa untuk menafkahi istri dan membayar rumah kontrakan." Riko menjawab dengan begitu tenang dan tersenyum.


"SASHA..!!" Seru seorang pria sambil menghampiri dan menarik Sasha agar berjauhan dari Riko.


"Kak Darren.."


"Darren..." Lirih Riko.


"Kak lepas.." Pinta Sasha.


"Ngapain kamu bicara sama dia?" Tanya Darren dengan mata tajam penuh emosi.


"Kak, dia Papi kita."


"Hentikan Sha, berhenti berhati lembut untuk dia!! Dia bukan siapa-siapa kita, Kita tidak punya Papi, kita Hanya punya Mami dan Daddy Sam di Paris."


"Kak, kita sudah dewasa, bahkan bisa dibilang tua. Mari kita hentikan dendam ini. Kita akhiri permusuhan ini. Suka tidak suka, didarah kita ada darahnya."


"NATASHA..!!" Bentak Darren.


Tidak lama Fitto dan Naya datang menyusul, dan hanya bisa diam tidak bisa ikut campur masalah keluarga Ferdian itu. Naya juga segera memberitahu Reyvan untuk segera datang ke lokasi.


"Kak, aku mohon.. Mari kita akhiri dendam ini. Papi sudah berubah." Sasha memohon dengan tangisan diwajahnya.


"Dia berubah karna dia sudah jadi miskin Sha.. kalau perusahaan tidak Kakak ambil alih, dia pasti masih dengan kesombongannya dan tidak mengakui kita sebagai keluarganya.


"Kak, mari kita akhiri semua ini Kak.. Aku mohon."


"Cukup, jangan bertengkar.. Papi memang sudah lama tidak memperdulikan kalian, anggaplah Papi sudah mati. Jangan bertengkar lagi hanya karna Papi."


Riko melangkahkan Kakinya untuk meninggalkan Kedua kakak beradik itu.


"Papi tunggu, apa Papi tidak ingin bertemu dengan cucu-cucu Papi, bahkan satu dari anakku sudah menikah dan akan memiliki anak Pap, cicit Papi." Ucap Sasha sendu.


"SHA..!! Bentak Darren.


"Kak, please sudah Kak, aku tidak ingin memiliki dendam, aku sudah memaafkan Papi jauh dari dulu Kak, bahkan aku slalu meminta Mas Rey mencari tau soal Papi. Mari kita Akhiri ini Kak. Aku hanya ingin tenang tanpa dendam."


"Sha, dengan mudah kamu melupakan semua prilaku dia? kenapa Sha??" Lirih Darren.


"Suka tidak suka Kak, dia adalah Papi kita, ada darahnya ditubuh kita. Setidaknya Papi sudah belajar dari masalalunya dan hidup lebih baik lagi Kak."


Reyvan tiba dilokasi, dan tangannya dicegah oleh Naya untuk menghampiri Sasha.


Darren melepaskan tangan Sasha. "Hati kamu terlalu lembut Sha.. Maaf kakak tidak bisa sepertimu untuk memaafkan dia. Jika kamu memaafkan dan menerima dia kembali, itu hak kamu. Tapi Kakak tetap pada pendirian Kakak, buat Kakak dia sudah mati." Darren dengan perasaan kecewa meninggalkan Sasha dan Riko.


"Kak..." Panggil Sasha dengan lirih dan menahan langkah Darren.


"Dia tetap Papimu, Aku tetap Kakakmu, dan Mami Martha tetap Mamimu Sha, walaupun Aku dan Mami tidak bisa memaafkan dia, tapi kami tetap menyayangimu Sha."


"Darren..." Panggil Riko.

__ADS_1


"Maaf... Maaf tlah memberikan luka mendalam dihatimu dan Mami mu." Tubuh Riko bergetar saat melihat punggung kekar anaknya.


Darren tersenyum tipis kemudian langkahnya membawa dirinya benar-benar pergi membawa tubuhnya semakin jauh.


Sasha memeluk Riko.


"Maafkan Papi Sha, Papi hanya butuh Maafmu dan Darren, sungguh tidak bermaksud untuk mengganggu kehidupan kalian lagi."


"Sudah Pap, semua dendam sudah berakhir. Hiduplah dengan baik Pap.."


Reyvan menghampiri Sasha yang diikuti oleh Fitto dan Naya.


"Sayang.." Panggil Reyvan..


Sasha menoleh kearah Reyvan, dilihatnya sang suami dengan kedua sahabatnya.


"Mas.. Fitt.. Nay.. ini Papi.." Ucap Sasha yang terlihat begitu terharu.


"Rey, terimakasih tlah menjaga Sasha dengan begitu baik. Fitto, Naya, Terimakasih sudah menjadi sahabat sejati untuk Sasha." Lirih Riko.


"Ini sudah kewajiban Rey Pap."


"Pap,, datanglah kerumah kami. Lihat cucu Papi yang sudah dewasa." Ajak Sasha.


"Papi banyak melewatkan waktu Sha, tidak bisa melihat cucu Papi dimasa kecilnya."


"Tapi sebentar lagi Papi akan mempunyai cicit, Papi bisa melihat dan bermain dengan cicit-cicit papi."


Riko tersenyum, "Terimakasih untuk kesempatan yang kamu berikan untuk Papi Sha."


Begitulah Sasha, seorang wanita berhati lembut. Bukan Sasha tidak tegas atau terlalu lemah. Hanya saja menurutnya, dendam tidak akan pernah membuatnya tenang. Setiap orang slalu mempunyai kesempatan.


Dikecewakan oleh Papinya, disakiti oleh suaminya, tetap ia memaafkan dengan hati yang tulus dan lapang. Membuatnya slalu ada dalam kebahagiaan.


Sementara setelah kejadian ini, Darren kembali pulang keParis tinggal bersama istri dan ketiga anaknya. Sikapnya yang keras kepala percis seperti Riko membuatnya lebih baik menjauh. Entah ia memaafkan atau tidak, yang jelas ia tidak ingin berhubungan kembali dengan Riko.


Sasha dan Reyvan mengantar kepulangan Darren hingga bandara.


Martha mendengar semua cerita dari Darren, wanita yang pernah disakiti oleh Riko hanya tersenyum. "Memaafkan atau tidak hanya hati masing-masing yang tau." Ucap Martha dengan tenang.


Martha tidak menyalahkan Sasha dengan sikapnya yang mudah sekali memaafkan dan menerima kembali sang mantan suami. Yang Martha harapkan Riko benar-benar berubah dimasa tuanya.


.


.


Satu Bab lagi tamat ya..


Please bantu Vote, like, n comentnya ya..


.


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2