
"Semua baik-baik saja Sha, Fazel selamat." Ucap Fitto sambil memeluk Sasha.
"Makasih Fitt.. Makasih udah nyelamatin Fazel." Lirih Sasha.
Fitto menguraikan pelukannya. "Untuk sementara Fazel di ICU dulu dan akan dijaga oleh suster khusus, kalian beristirahatlah dilantai atas." Ucap Fitto pada Sasha dan keluarganya.
Dirumah sakit itu memang terdapat ruangan khusus untuk pemilik rumah sakit.
"Aku mau disini Fitt.." Lirih Sasha.
"Sha, istirahatlah. Fazel akan sedih jika melihat lo seperti ini, Fazel slalu ingin membuat lo bahagia, gue janji kalo Fazel akan baik-baik saja."
Reyvan pun membujuk Sasha dan pada akhirnya Sasha mau beristirahat ditempat yang sudah disediakan.
Naya dan Billy pulang untuk membawa Zio kerumahnya lalu membawakan pakaian ganti untuk Sasha, Reyvan dan Rachel dikeesokan harinya.
"Sayang, Rachel demam." Ucap Reyvan pada Sasha saat melihat Rachel tertidur dengan wajah yang pucat sambil memegang dahinya.
Sasha segera mendekatkan diri pada Rachel. "Astaga, kenapa tinggi begini demamnya."
"Mas tolong jaga dulu Rachel, aku keruanganku dulu untuk ambil stetoskop dan obat." Ucap Sasha kemudian segera keluar untuk menuju ruangannya.
"Sha.." panggil Fitto yang melihat Sasha mau masuk kedalam ruangannya.
"Fitt, gimana Fazel?" Tanya Sasha.
"Masih terus dipantau Sha, luka sobeknya cukup dalam dan hampir mengenai organ penting." Jawab Fitto.
Sasha menghela nafas. "Rachel juga demam. Anak-anak gue sakit semua Fitt.. Gue harus gimana?" Lirih Sasha.
"Sabar Sha, ini cobaan." Ucap Fitto.
Sasha mengangguk. Setelah dari ruangan Sasha kebagian Farmasi untuk mengambil beberapa obat untuk Rachel. "Masukan kedalam tagihan rekening saya ya." Ucap Sasha pada seorang administrasi apoteker.
Sasha segera memeriksa kondisi Rachel, "Kamu lemah sekali Nak, kuatlah demi Mommy." Lirih Sasha saat selesai memeriksa Rachel.
"Rachel kenapa Sayang?" Tanya Reyvan.
"Dia kelelahan Mas, dan sedikit trauma seperti depresi, mungkin shock melihat kondisi Fazel." Jawab Sasha.
Sasha memasang infus ditangan Rachel agar Rachel segera membaik dan pulih.
"Arlan sudah dikantor polisi. Nanti siang aku dan Rasya akan kekantor polisi untuk memberikan laporan juga kesaksian Rasya." Ucap Reyvan.
Sasha menghela nafas. "Aku tidak menyangka anak sebaik Arlan bisa begini Mas."
"Arlan tidak sebaik yang kita kira Sayang, dia sering menghamili pacar-pacarnya dan ditinggalkan begitu saja. Beruntung Rachel masih bisa menjaga dirinya. Orang-orangku sudah menyelidiki semua tentang Arlan."
"Kak.. kakak..." Rachel mengigau memanggil Fazel.
"Rachel sayang, Kakakmu tidak apa-apa, segeralah pulih agar Fazel juga bisa bersemangat untuk sembuh." Sasha merapihkan anak rambut Rachel kebelakang telinganya.
Sasha membersihkan diri dan setelahnya segera turun keruang ICU.
"Dokter Natasha" Sapa suster penjaga.
"Aku ingin masuk melihat anakku, tolong ambilkan baju khusus." Ucap Sasha yang memang memiliki hak penuh dirumah sakit milik keluarga Fitto.
Sasha masuk setelah memakai pakaian khusus. Dia mendekat ke brankar Fazel lalu menggenggam tangannya.
"Anakku sayang, Fazel sayang.. Yang kuat ya Nak. Bukankah kamu ingin membahagiakan Mommy? bangunlah Nak, Lihat Rachel, dia sakit karna terlalu khawatir padamu. Bangun dan temuilah Rachel, Bilang padanya bahwa kamu juga sangat mencintainya. Mommy mendukungmu penuh Zel." Ucap Sasha namun Fazel tetap diam tidak memberi respon.
__ADS_1
"Sha..." Fitto merangkul tubuh Sasha yang mulai bergetar.
"Kenapa Fazel masih diam Fitt?" Tanya Sasha.
"Sabarlah Sha, yakinlah Fazel akan baik-baik saja."
***
Kenzo dan Rasya mengunjungi rumah sakit setelah selesai jam kantor.
"Kak Kenzo." Panggil Rachel yang memaksakan diri untuk melihat kondisi Fazel.
"Iya Hel."
"Kak Kenzo tau kontak Kak Vanessa?" Tanya Rachel.
"Vanessa? Vanessa SMA?" Tanya Kenzo yang kemudian terdengar oleh Rasya.
"Untuk apa Hel?" Sahut Rasya yang penasaran.
Rachel berbicara dengan penuh keraguan, "Siapa tau kalo ada Kak Vanessa, Kak Fazel bisa semangat dan bisa cepat sadar."
Rasya mengernyitkan dahinya, "Apa hubungannya Hel?"
"Kak Vanessa kan cinta pertamanya Kak Fazel." Lirih Rachel.
"Serius?" Tanya Kenzo.
Rasya menggelengkan kepalanya. "Salah Hel, ini salah."
"Maksud Kak Rasya?" Tanya Rachel.
Kenzo makin tidak mengerti karna tidak tau menau.
"Lagi pula Vanessa sudah menikah tiga tahun yang lalu Hel, dan sudah memiliki anak. Mereka tidak pernah ada hubungan dan tidak pernah komunikasian setelah Fazel meneruskan studynya di Amrik."
"Kak Fazel mencintaiku?" Tanya Rachel tidak percaya.
"Bahkan dia berniat membunuh Arlan saat Arlan bilang akan merusakmu dan membuangmu setelah merusakmu Hel." Ucap Rasya.
Rachel menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Rasya memeluknya.
"Aku tau Hel, sudah dari SMA aku memperhatikan Fazel yang bersikap lebih dari seorang Kakak padamu. Percayalah, Fazel hanya mencintaimu dari dulu hingga kini. Dia hanya tidak percaya diri dan terlalu banyak memikirkan perasaan orang disekitarnya."
***
Tiga hari berlalu, kondisi Fazel semakin membaik, Fazel juga sudah mulai sadar dengan membuka kedua matanya. Setelah satu minggu dirawat secara intensif di ICU, akhirnya Fitto sudah memindahkan Fazel keruangan VVIP dirumah sakit itu.
Sasha selalu setia mendampingi Fazel.
"Mom.." Panggil Fazel pelan.
"Iya sayang." jawab Sasha dengan senyum hangat yang tidak pernah pudar untuk anaknya.
"Maafkan Fazel sudah membuat Mommy lelah dan cemas."
"No Zel, Mommy tidak pernah lelah untuk semua anak-anak Mommy."
"Boy.. kamu kuat sekali." Sahut Reyvan.
"Maafkan Fazel Dad.."
__ADS_1
"Kamu tidak salah Zel, terimakasih telah menjaga harga diri Rachel." Ucap Reyvan.
"Dadd.. Bolehkah Fazel mencintai Rachel?" Tanya Fazel dengan nada yang masih lemah.
Reyvan tersenyum kemudian saling bertatapan dengan Sasha dan Sasha mengangguk.
Reyvan kembali menatap Fazel.
"Kamu sudah tidak ingin menjadi anak Daddy dan Mommy?" Tanya Reyvan.
"Dengan jadi suaminya Rachel, bukankah Fazel tetap menjadi anak Daddy dan Mommy?"
Reyvan dan Sasha tertawa pelan. "Good Boy, percaya dirimu sudah kembali. Segeralah pulih, menikahlah dengan Rachel. Daddy dan Mommy merestuimu."
Rachel masuk kedalam ruangan Fazel. Seketika obrolan merekapun terhenti.
"Hel, jaga dulu Kak Fazel, Mommy harus praktik dulu di Poli anak. Telpon Mommy atau Uncle Fitt jika ada apa-apa." Ucap Sasha.
"Daddy juga harus kekantor, jangan kemana-mana ya Hel, jaga Fazel." Ucap Reyvan.
Rachel hanya mengangguk.
Setelah Sasha dan Reyvan meninggalkan ruangan, Rachel menghampiri Fazel dibrankarnya.
"Kakak mau minum?" Tanya Rachel.
Fazel mengangguk, Rachel membantu memberikan Fazel minum.
"Hel.." Panggil Fazel.
"Hemm, iya Kak." Jawab Rachel.
"Mendekatlah." Ucap Fazel dengan nada lemah.
Rachel lebih mendekatkan dirinya kedekat Fazel, dan wajahnya juga sudah mendekat dengan wajah Fazel.
"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." Pernyataan itu keluar dari bibir Fazel.
Rachel menatap mata Fazel dengan jarak begitu dekat. "Aku tau Kak, dan aku juga begitu mencintaimu." Rachel mengecup sekilas bibir Fazel.
Fazel manarik sudut bibirnya dan tersenyum. "Curang."
"Curang kenapa?" Tanya Rachel heran.
"Curi Start cium Kakak." jawab Fazel.
Rachel tertawa, "Sengaja, biar Kakak cepet pulih dan segera balas aku." Jawabnya.
"Nakal kamu Hel."
"Biarin.." Jawabnya sambil menjulurkan lidahnya sengaja meledek Fazel.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1