
Menjelang makan malam bersama, Bunda dan Sasha menyiapkannya didapur, sementara Naya asik berselancar di media socialnya.
"Nay, lo bukannya bantuin bunda sama Sasha didapur" Ucap Reyvan.
"Ya elah kak, gue tuh gak suka bau dapur, gerah gue lama-lama didapur"
"Lo kan cewek Nay, kalo entar lo nikah, laki lo mau di kasih makan apa?"
"Gampang Kak, jaman udah canggih, driver makanan juga banyak"
"Kasian banget si Billy kalo nikah sama lo Nay"
Naya hanya tertawa menanggapi Reyvan.
Selesai makan malam bersama mereka lanjut ngobrol santai.
"Bill udah malam, lo nginep disini aja" Ucap Sasha.
"Nginep tidur dimana Sha? biasanya gue tidur sama Reyvan, sekarang kan ada lo."
"Gue bisa tidur dikamar Naya nanti Bill"
Seketika Reyvan menyenggol Sasha, "Kamu apa sih Yank, lupa ya janjinya" Ucap Reyvan sambil berbisik.
"Mas!!" Sasha merasa risih dengan segala ucapannya yang menjurus dengan kemesuman Reyvan.
"Santai Rey, gue mau balik koq" ucap Billy sambil tertawa karna melihat reaksi Reyvan.
"Nginep aja Bill, kan kamu bisa nempatin kamar kamu yang dulu"
"Hehe gak Bun, Billy pulang aja, masih ada kerjaan yang belum selesai, senin kan udah harus diserahin ke bos Rey nih." Sindirnya.
Malam semakin larut, Billy pada akhirnya memilih pulang, Ayah dan Bunda sudah masuk kedalam kamar sedari tadi.
Naya pun bergegas masuk kedalam kamarnya,
Sasha dan Reyvan juga masuk kedalam kamarnya.
"Sayang" Panggil Reyvan sambil menarik tangan Sasha yang mau masuk kedalam toilet.
"Ada apa mas?"
"Masih kangen"
"Ya ampun mas, bentar dong, aku cuci muka dulu ya"
"Iya iya.. Jangan lama-lama"
Selesai Sasha mencuci muka, gantian Reyvan mencuci mukanya, kemudian ganti pakaian hanya dengan kaos oblong putih dan celana boxer, sementara Sasha, mulai memberanikan diri memakai dres tidur yang hanya bertalikan satu dengan bahu yang terbuka.
Sasha duduk bersandar pada headboard tempat tidur sambil melihat ponselnya. Reyvan mendekati Sasha, matanya tertuju pada televisi didalam kamarnya, tapi tidak dengan pikirannya.
"Chat sama siapa sih Yank?" Tanya Reyvan dengan iseng.
"Eh ini mas, Fitto ngajak aku sama Naya ketemuan besok, katanya mau ngenalin sama sepupunya yang baru pulang dari Amrik, dia dokter specialis bedah"
"Cowok apa cewek?"
"Cowok, namanya Juna"
__ADS_1
"Gak usah ketemu!!"
"Lah kenapa mas?"
"Kamu ketemu sama cowok lain, gimana sih Sha, kamu kan udah nikah, masa ketemuan dan kenalan sama cowok lain" Reyvan seperti mulai cemburu.
Sasha menaruh ponselnya kemudian duduk menghadap Reyvan, kedua tangannya mencubit kedua pipi Reyvan.
"Ya ampun Mas ku sayang, lucu banget kalau lagi cemburu" Ucapnya kemudian mengecup sekilas bibir Reyvan.
"Ishh kamu gitu yank, ya takut aja kamu ditaksir si Juna Juna itu."
"Kalau ngomong suka sembarangan, Dokter Juna tau kali kalau aku udah nikah, pasti Fitto juga udah bilang."
"Iya terus kenalan sama ketemuan mau ngapain?"
"Ya ngobrol aja Mas, pengalaman dia ambil spesialis di luar negri kaya gimana, gitu lho. Lagian dia nanti kan kerja dirumah sakit milik keluarga Fitto, dan akan jadi rekan aku juga Mas walaupun beda divisi"
"Memang kamu nanti mau ambil spesialis apa Yank?"
"Spesialis anak, biar nanti kalau anak aku sakit, aku gak perlu lagi cari dokter lain, jadi aku benar-benar ngurus anak aku sendiri Mas"
"Udah siap punya Anaknya Sha?" Tanya Reyvan sambil menaikan satu halisnya.
"Ya nanti Mas, kalau aku ambil spesialis, sekarang aku kan baru kuliah di semester enam, masih dua tahun lagi harus jalanin koas, sidang, lulus, baru daftar lagi masuk spesialis, kuliah lagi"
"Banyak banget prosesnya Sha?"
"Ya begitulah jadi dokter Mas, prosesnya gak gampang, biayanya juga mahal, apalagi kalau kuliah di luar negri, ah semoga aja nanti aku dapat bea siswa biar ringan juga biayanya."
"Gak perlu bea siswa Sha, aku mampu biayain kamu."
"Isshh apa sih Yank, udah deh gak usah diinget-inget, gak ada enam bulan lagi, kamu nemenin aku sampai tua, sampai kita punya lima anak"
"Hah, lima?? banyak banget Mas"
Reyvan tertawa, "Biar rame rumahnya"
"Hisshh asal mau ngurus sama-sama aja Mas"
"Jelas maulah Sha, apa lagi anaknya cewek semua kaya kamu lucu, ngegemisin"
"Mau cewek semua mas?"
"Iya, mau cewek semuanya, biar rame, biar aku jadi Daddy yang paling ganteng dirumah"
Sasha tersenyum, sedikit membayangkan, memiliki lima anak perempuan semua bersama Reyvan.
"Tidur mas, aku ngantuk" Ajak Sasha.
Sasha tidur dengan membelakangi Reyvan, tangan Reyvan memeluk Sasha dengan Posessif.
"Kalau kita punya anak, apa kita tetep tinggal disini mas?" tanya Sasha.
"Engga Sha, Aku berencana mau membeli rumah setelah kamu lulus kuliah sebelum masuk spesialis"
"Oh ya?"
"Iya Sha, nanti kita ajak Bi Ida dan Bi Asih untuk jadi asisten rumah kita ya, mereka bisa juga jaga anak-anak kita nanti."
__ADS_1
"Kamu udah punya rencana kesitu Mas?"
"Iya Sha, aku udah pikirin ini dari semenjak aku berniat memperbaiki hubungan sama kamu."
Sasha tersenyum, entah mengapa perasaannya begitu tersentuh oleh segala ucapan Reyvan.
"Sayang kenapa diem aja, udah tidur ya?" tanya Reyvan saat tidak mendengar suara Sasha lagi.
"Engga mas, cuma seneng aja denger kamu udah planing sejauh itu, jujur aku seneng banget mas"
Reyvan makin mengeratkan pelukannya, mencium ceruk leher belakang Sasha.
"Mas awas jangan kelepasan lagi!!" Seru Sasha.
"Iya engga, sayang" Jawabnya masih dengan terus menciumi leher hingga bahu Sasha yang terbuka.
Tangannya mulai bergerilya masuk kedalam dres tidur Sasha dan meraih buah dada Sasha.
"Mas kondisikan tangannya." Ucap Sasha pelan.
"Gak bisa sayang, aku udah terlanjur seneng sama mainan baru aku" Ucap Reyvan masih dengan terus meremas buah dada Sasha.
"Ishh Mas, kamu mesum sekali ternyata ya"
"Aku udah ketagihan sama tubuh kamu, Sayang. Tubuh kamu udah kaya candu buat aku"
"Mas.. bisa gak sih gak usah bicara vulgar begini, apa lagi didepan orang"
Reyvan hanya tertawa,
"Iya Sayang, by the way kamu tidur gak pernah pake bra ya?"
"Iya, emang kenapa?"
"Gapapa, emang biasa begini?"
"Iya, tidur pake bra itu gak sehat mas, bisa memicu kanker payudara"
"Calon dokter paham banget"
"Iya dong, harus itu"
"Terus kapan kita mulai punya anak?" tanya Reyvan menggoda.
"Aku masih datang bulan Mas"
"Lama sekali Yank."
"Makanya tidur, biar pikirannya gak kemana-mana mas."
.
.
.
.
.
__ADS_1
...Tinggalkan, Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...