
Reyvan mengambil ponselnya dan menelpon Billy untuk datang kerumahnya, lalu Reyvan bergegas kekamar Naya.
Tok.. tokk.. tokkk
"Nayy, Nay.. Buka pintunya Nayy.. Nayy" teriakan Reyvan seolah tak sabar.
Ceklek, Naya membuka pintu.
"Ada apa sih Kak, ini tengah malam tau." Kesal Naya karna tidurnya merasa terganggu.
"Sasha kemana?" Tanya Reyvan sambil mencengkram kedua bahu Naya.
"Lah mana gue tau, kan lo lakinya, bukannya Sasha hari ini piket?"
"Sasha pergi Nay, Sasha ninggalin gue." Ucap Reyvan dengan putus asa.
Reyvan kembali kekamarmya dan duduk ditepi tempat tidur, Naya mengekori Reyvan.
"Lo bikin masalah apa lagi?" Tanya Naya mengintrogasi.
Namun Reyvan hanya diam seribu bahasa, dia menunduk sambil memegang kepalanya.
Mata Naya tertuju pada tumpukan kertas diatas tempat tidur, dan segera melihatnya. Betapa terkejutnya Naya saat melihat foto Reyvan bersama anak kecil dan surat hasil tes DNA, dan dia juga membaca surat cerai yang telah diremas oleh Reyvan lalu surat dari Sasha.
"Maksudnya apa ini Kak?" Tanya Naya dengan nada tinggi.
Billy datang dan langsung masuk kekamar Reyvan.
"Rey.." Panggil Billy.
Reyvan mendongak dan melihat kearah Billy.
"Sasha tau Bill, Sasha pergi ninggalin gue."
Billy segera mengambil foto dan kertas-kertas yang dipegang Naya.
"Sasha bisa tau dari mana, ini pasti kerjaan Sherin dan nyuruh Sasha untuk pergi ninggalin lo Rey."
"Bang, ini ada apa?" Tanya Naya.
Billy menceritakan semuanya pada Naya. Naya begitu terkejut mendengar semua cerita dari Billy soal Reyvan dan Sherin.
"Gila ini sih." Ucap Naya.
"Kamu tau Sasha kira-kira kemana Nay?" Tanya Billy.
"Engga tau bang, pantes aja sikap Sasha akhir-akhir ini berubah, dia udah rencanain kepergiannya, buktinya surat cerai ini udah dipersiapkan." Jawab Naya.
"Fitto, Sasha pasti cari Fitto, waktu masalah lalu, Sasha slalu cari Fitto." Ucap Reyvan.
__ADS_1
Naya menggelengkan kepalanya. "Siang tadi Fitto udah take off ke Jerman, dan siang tadi Sasha masih dirumah kan mau kekantor lo bawa makan siang."
Fitto memang sengaja bilang ke Naya soal jam penerbangannya, agar semua tidak ada yang curiga.
"Apa mungkin ke Apartemen Darren?" Tanya Billy.
Lagi-lagi Naya menggelengkan kepalanya. "Sasha buka type aduan sama keluarganya, kalaupun iya keapartemen kak Darren, pasti Kak Darren udah cari Kak Rey dan hajar dia habis-habisan."
"Jadi Sasha kemana?" Tanya Rey dengan frustasi.
Hingga pagi mereka tidak beranjak dari kamar Reyvan, Naya yang tertidur disofa dengan bantalan pada pangkuan Billy, dan Reyvan yang hanya duduk disisi bawah tempat tidur.
"Kenapa kalian disini semua?" Suara bariton Ayah mengejutkan mereka bertiga, sontak mereka langsung bangun.
"A-ayah" Panggil Naya.
"Ada apa?" Ayah bertanya dan mengedarkan pandangannya pada isi kamar Reyvan. "Mana Sasha?"
Sementara Reyvan hanya duduk menunduk, Billy akhirnya membuka suara, mengajak Ayah duduk disofa dikamar Reyvan dan menceritakan soal Sasha, juga menunjukan apa yang ditinggalkan Sasha.
Ayah merasa geram, "Jadi kamu punya anak dengan wanita jal*ng itu Rey?" Ayah meremas Surat test DNA dan foto Reyvan bersama Fazel.
"Yah, ini diluar kuasa Reyvan."
"Gila kamu Rey, terlalu sekali kamu nyakitin Sasha seperti ini!! Apa yang harus Ayah katakan pada Martha dan Darren jika mereka tau."
"Yah, udah yah, kita pikirkan dulu nanti, sekarang kita cari dulu Sasha."
"Sepertinya Sherin sengaja Yah kirim ini ke Sasha." Jawab Naya.
"Kurang ajar wanita itu, apa mau dia Rey? Uang? Kamu bisa kasih dia Uang kan."
"Sherin maunya Rey nikahin dia Yah, Tapi Rey gak Mau, Rey cuma mau tanggung jawab soal Fazel aja."
Ayah menghela nafas, "Pantas dia nekat dan menyuruh Sasha untuk pergi."
Ayah menelpon orang-orang kepercayaannya untuk mencari dan melacak keberadaan Sasha. Billy pun tidak tinggal diam, dia juga menyuruh orang-oeang kepercayaanya untuk mencari info soal Sasha dan juga Sherin.
Siang hari mereka masih berkumpul dirumah Bunda. Billy mendapatkan kabar bahwa Sasha mengundurkan diri dari Rumah Sakit dengan alasan meneruskan pendidikan diluar kota. Dan Billy pun mendapatkan informasi bahwa semalam Sherin bersama Gio chek in di hotel bersama.
"Sepertinya ada yang aneh Rey." Ucap Billy.
"Apa Bill?"
"Dokter Gio, gue rasa dia ada hubungan khusus dengan Sherin."
"Siapa itu dokter Gio?" Tanya Ayah.
"Dokter yang memeriksa tes DNA Reyvan dan Fazel Yah." Jawab Billy.
__ADS_1
"Ayah tidak yakin itu anak kamu, perempuan jal*ng itu slalu berganti-ganti pria, lakukan test DNA ulang, dirumah sakit milik keluarga Fitto, biar Naya yang mengawasi, dan jangan sampai perempuan itu tau." Titah Ayah.
Billy menjemput Fazel keapartemen Sherin karna memang slama ini urusan Fazel slalu diserahkan pada Billy. Tanpa curiga Sherin mempersilahkan Billy untuk menjemput Fazel karna hari ini jadwal teraphy Fazel.
Billy membawa Fazel kerumah Bunda.
Ayah melihat Fazel dengan jelas, Bunda juga memperhatikan Fazel dengan begitu teliti.
"Bunda tidak yakin Rey." Ucap Bunda.
Naya dan dokter yang bertanggung jawab mulai mengambil sampel untuk test DNA Fazel dan Reyvan, dan membawanya kerumah sakit.
"Tapi anak ini tidak berdosa Yah." Ucap Reyvan.
"Anak ini tidak bisa disalahkan Rey, kita tunggu dulu hasil test DNA nya."
Sementara di Jerman.
Fitto dan Sasha sudah tiba di Apartemen, Apartemen itu memiliki dua kamar. Sasha duduk disofa ruang tamu, dari sebelum pergi, Sasha merasakan mual dan pusing.
"Tumben lo jetlag Sha, biasanya terbang ke Amrik yang lebih jauh dari Jerman lo kuat." Ucap Fitto sambil memberikan lemon tea hangat pada Sasha.
"Seminggu ini gue ngarasa mual terus Fitt, mungkin gue terlalu stres dan kurang istirahat." Jawab Sasha.
"Gue kepikiran Kak Rey, dia pasti nyariin lo Sha."
"Nyariin untuk sekarang-sekarang Fitt, tapi besok-besok juga Mas Rey pasti udah lupa. Ada Fazel dan Sherin juga."
"Gue gak yakin Sha, gue tau banget Kak Rey cinta banget sama lo."
"Cinta sih cinta Fitt, tapi kan dia punya tanggung jawab yang harus dia lakuin, dan udah mau setahun dia gak jujur ke gue soal anaknya."
"Ya udah Sha, lo sekarang tenangin pikiran lo dulu, lo fokus untuk kuliah spesialis lo, sampai waktunya tiba lo harus balik ke Indo lagi Sha."
"Iya Fitt, gue mau fokus bangun hati gue dulu, gue kepikiran Naya sama Kak Darren, gue takut mereka marah sama Mas Rey."
Fitto menghela nafas, "Jelas lo masih perduli dan cinta sama Kak Rey, tapi lo malah ninggalin dia."
"Itu namanya gue gak egois Fitt, anak itu lebih butuh Mas Rey dibanding gue, anak itu gak berdosa."
Sasha berjalan menuju balkon Appartemen, menatap langit diJerman. "Welcome new life" Gumam Sasha dalam hatinya.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...