MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
MASA LALU REYVAN 2


__ADS_3

Fitto melihat Sasha yang duduk termenung di taman belakang rumahnya dengan tatapan kosong.


"Lo kenapa? ponsel dan tas lo kemana? lo kabur?" Tanya Fitto.


"Gw bingung Fitt." Lirih Sasha.


"Bukannya lo tadi pergi makan siang bareng Naya janjian sm Kak Rey dan Billy?"


"Hm." Jawab Sasha singkat.


Fitto tau sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja, dia merangkul pundak Sasha.


"Lo mau cerita?" Tanya Fitto.


"Mas Rey." Sasha menghela nafas sejenak kemudian mulai berbicara kembali.


"Gue gak tau suami gue dimasa lalu seperti apa, dia orang yang begitu bejat."


Sasha menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, kemudian mulai terisak menangis, Fitto yang masih merangkul pundak Sasha membawa Sasha kedalam pelukannya dan membelai rambutnya.


"Ada apa Sha, kenapa lo ngomong begitu, dia suami lo."


"Kalo gue bisa muter wakru, gue gak mau dia Fitt."


"Sha.. Kak Rey kan Panda lo, Panda yang slalu jagain lo, yang slalu lo tunggu, kenapa lo jadi kaya gini, ada apa?"


"Dulu gue kira Mas Rey berbuat hal diluar batas cuma sama Sherin, taunya jauh sebelum sama gue mas Rey hidupnya penuh dengan gaya hidup gonta ganti pasangan, sampe punya partner s*x segala Fitt."


Fitto terkejut, tapi dia tetap menenangkan sahabatnya.


"Sha.. lo tenang dulu ya, lo tenangin diri lo." Fitto merasa khawatir karna tangis Sasha semakin tak terkendali.


"Shaa.." bujuk Fitto masih dengan terus mengusap rambutnya.


Sasha mulai agak tenang setelah Fitto memberinya minum.


"Apa yang lo takutin Sha?"


Sasha menggelengkan kepalanya. "Gue gak tau."


"Sha.. Lo takut kehilangan Kak Rey, lo udah banyak naruh harapan sama Kak Rey kan?"


Sasha mengangguk, "Gue bego ya Fitt."


"Sssttt.. lo gak boleh ngomong gitu."


Fitto terdiam kemudian berkata lagi, "Lo harusnya jangan takut Sha, itu hanya bagian masa lalu Kak Rey, semua orang punya masa lalu dan semua orang pasti ingin lepas dari masa lalu yang kelam."


"Tapi gue bingung Fitt."

__ADS_1


"Lo bukan bingung, lo takut kak Rey kembali kemasa lalunya."


Sasha terdiam mencerna semua omongan Fitto.


"Gini ya Sha, sebagai sahabat lo, gue mau bantu buka pikiran lo, apa yang terjadi dimasa lalu Kak Rey, itu gak ada sangkut pautnya sama hubungan lo dimasa kini, biarlah masa lalu kak Rey tetap berada dibelakang jangan lo bawa kemasa depan. Masa lalu kak Rey milik Kak Rey tapi masa depan ya milik kalian."


"Gue salah Fitt?"


"Lo cuma terlalu takut Sha, harusnya lo bisa berfikir jernih, slama kejadian itu bukan terjadi diwaktu pernikahan kalian, lo ga berhak marah. tapi kalo ada kejadian kak Rey khianatin lo apapun bentuknya dimasa pernikahan lo, lo berhak marah bahkan ninggalin Kak Rey."


Fitto menghapus air mata dipipi Sasha, "Udah ya, jangan nangis, jelek tau." godanya.


"Gue jelek juga udah married, lah lo ganteng gak punya-punya pacar." ledek Sasha.


Fitto menyentil kening Sasha, "Masih bisa lo ledekin gue, kalo gue punya cewek, terus cewek gue mergokin gue lagi melukin lo yang nangis begini, yang ada nanti gue ditampar sama cewek gue, makanya gue pilih jomblo biar aman."


Sasha tertawa sambil mengusap keningnya yang baru saja disentil oleh Fitto.


"Anterin gue balik."


"Makan dulu, dari tadi lo laper kan."


Sasha tersenyum, "Fitto memang terbaik."


Sementara diCafe.


"Nay, Sasha ke toilet lama banget, udah lewat sepuluh menit ini." Ucap Billy.


Naya beranjak ketoilet mencari Sasha namun tidak menemukan keberadaanya, sementara Reyvan baru tiba dan duduk didepan Billy.


"Pada kemana?" Tanya Reyvan yang langsung menyambar minum didepannya yang ia yakini itu minuman Sasha."


"Tadi Sasha ketoilet, tapi udah lama gak balik lagi, sekarang Naya nyusulin."


Naya kembali dan duduk disebelah Billy, "Sasha gak ada, kayanya dia pergi deh."


"Ga mungkin Nay, kunci mobil sama tasnya masih disini." Ucap Billy sambil melihat kearah tas Sasha.


"Ada apa sih?" Tanya Rey dengan heran.


Naya menatap sinis Reyvan, "Tamat riwayat lo Kak."


Reyvan mengernyitkan dahinya. "Ada apa sih? lo jangan main-main sama gue."


"Siapa Erika?" Tanya Naya, "Mantan partner s*x lo kan? Sasha tau semua, tadi cewek yang namanya Erika naymperin Billy didepan gue sama Sasha, dan dia bilang kangen ber partner s*x sama lo kak."


"Shitt.." Umpat Reyvan, "Gimana kalian bisa ketemu?"


"Erika nyamperin gue, disini, dan Sasha denger semua, tadi Sasha nanya sama gue, ada berapa banyak cewek dimasa lalu lo, dia ngira lo berbuat hal diluar batas cuma sama Sherin doang taunya ada banyak cewek dimasa lalu lo. Dia tadi ketoilet, tapi malah ngilang, kunci mobil sama tas nya masih disini, dia pergi gak tau kemana." Jawab Billy panjang lebar.

__ADS_1


Reyvan mengambil kunci mobil dan membawa tas Sasha, "Gue cari Sasha."


"Lo mau cari kemana?"


"Kemana aja, yang penting gue cari sampai ketemu. Nay lo kabarin gue kalo Sasha udah balik kerumah, kalau masih belum balik dan bunda nanya, jawab aja gue sama Sasha balik ke apartemen." Reyvan bergegas meninggalkan Billy dan Naya yang masih berada di Caffe.


Reyvan mengemudikan mobil Sasha, karna tadi dia diantar oleh supir dan menyuruh supir membawa mobilnya.


"Little lo dimana, jangan bikin gue takut, gue gak mau kehilangan lo lagi." Gumam Reyvan dibalik kemudinya.


Dua jam sudah Reyvan mengitari ibu kota yang padat, tapi ia masih belum menemukan Sasha, Rasa lelah dan lapar karna sedari tadi Reyvan belum makanpun tak ia rasa.


Menjelang petang, ponsel Reyvan berdering, dia melihat nama Fitto tertera dilayar ponselnya.


"Iya Fitt."


"Kak, Sasha ada diapartemen, tadi gue udah anter Sasha sampai masuk ke apartemen, maaf baru ngasih tau karna Sasha yang ngelarang ngasih tau."


"Thanks Fitt, apa Sasha baik-baik aja?"


"Udah sedikit agak tenang, lebih baik Kak Rey susul."


Reyvan mematikan ponselnya dan menyusul Sasha pulang keapartemen, tak lupa dirinya mengabari Naya supaya tidak cemas dan tidak menunggunya.


Blipp


pintu apartemen terbuka, terlihat Sasha sedang tertidur disofa, Reyvan dengan segera menghampiri Sasha.


"Maaf, maaf karna telah menikah dengan lelaki sepertiku, maafkan aku little." Lirih Reyvan yang mengusap pipi Sasha dengan lembut.


Usapan dipipi Sasha membuat Sasha terbangun dan perlahan mengerjapkan matanya.


"Mas.." Panggil Sasha kemudian Sasha duduk di sofa.


Sementara Reyvan masih duduk dilantai dengan menggenggam kedua tangan Sasha.


"Maaf little." lirih Reyvan.


Sasha tersenyum, pikirannya mencoba mengingat semua nasihat dari Fitto.


"Mas kita nginep disini ya malam ini, aku cape gak mau pulang kerumah Bunda."


Sasha membawa Reyvan duduk disebelahnya, Perlahan Reyvan mengecup kening kemudian bibir Sasha, kecupan yang tadinya sekilas itu menjadi mendalam saat Sasha menarik tengkuk Reyvan dan menciumnya dengan sangat dalam.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2