
"Kak Rachel." Panggil Zio yang membuka pintu kamar Rachel.
"Eh Zio, ada apa Zi?" Tanya Rachel.
Zio ikut membaringkan tubuhnya disebelah Rachel dengan posisi kaki menggantung kebawah dan dua tangan sebagai bantalan kepalanya.
"Jadi bener ya Kakak akan menikah dengan Kak Fazel."
"Iya Zi" Jawab Rachel.
"Zio kira Kak Fazel itu benar Kakak kita." Lirih Zio sambil menatap langit-langit kamar Rachel.
"Apa kamu kecewa Zi?" Tanya Rachel.
"Engga sih Kak, cuma gimana ya. Koq aku sedih ya kalo bayangin masa kecil Kak Fazel, gimana Kak Fazel kalo gak ketemu Daddy dan Mommy."
"Zio dukung Kakak sama Kak Fazel gak?" Tanya Rachel lagi.
"Jujur ya Kak, awalnya Zio kaget. Tapi setelah Mommy menjelaskan masa kecil Kak Fazel gak tau kenapa Zio merasa makin sayang aja sama Kak Fazel. Dari kecil Kak Fazel slalu jagain kita, rela ngorbanin waktu buat kita, dia sayang banget sama kita Kak. Soal dukung atau engganya sih ya Zio dukung aja, Kak Fazel bisa jagain Kakak."
***
"Kak Kenzo.." Panggil Rachel saat tiba dikantor Rivano Grup.
Kenzo yang merasa namanya dipanggilpun menoleh kearah sumber suara.
"Eh Ibu Rachel." Sapa Kenzo.
Rachel memukul pelan lengan Kenzo, "Apa sih Kak, panggil Rachel aja sih."
Kenzo tertawa, mereka masuk kedalam lift untuk naik kelantai dimana ruangan Fazel berada.
"Iya.. By the way kesini pasti mau nyamperin pacarnya ya?" Tanya Fazel.
"Bukan." Jawab Rachel sambil nyengir.
"Oh ya? bisa salah ya tebakanku." Gumam Kenzo yang terdengar oleh Rachel.
"Aku kesini mau nyamperin calon suami." Jawab Rachel sambil tertawa bersamaan dengan pintu lift yang terbuka lalu melangkahkan kakinya keluar dari kotak besi itu.
Kenzo yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. "Pantes Fazel bisa senyum, Rachel begitu lucu dan menggemaskan. Memang cocok sama manusia batu kayak Fazel." Gumamnya.
Ceklekk..
"Aku boleh masuk Kak?" Tanya Rachel setelah membuka pintu.
Fazel yang sedang memeriksa berkas langsung menoleh kearah pintu dan menarik sudut bibirnya tersenyum. "Mood boosterku, masuklah." Jawab Fazel lalu berdiri menghampiri Rachel dan mencium puncak kepala Rachel.
"Sibuk Kak?" Tanya Rachel yang sudah bergelayut manja dilengan Fazel.
"Lumayan." Jawab Fazel santai.
"Aku bosen dirumah, Mommy masih dirumah sakit, Zio dan Nabil dirumah Eksa. Jadi aku kesini."
Fazel mengusap kepala belakang Rachel dengan begitu lembut. "Kenapa gak coba kerja disini, biar gak jenuh."
"Nanti tiap hari kita ketemu kak?" Jawab Rachel yang langsung bersandar di dada Fazel.
__ADS_1
"Hel, ini kantor sayang, gak enak nanti ada yang masuk." Ucap Fazel.
Rachel kembali menegakkan kepalanya, "Kak Fazel gak asik."
"Bukan gitu Hel, kalo ada Uncle Bill atau tiba-tiba Daddy masuk gimana?" Ucap Fazel menjelaskan.
"Kalo gitu percepat pernikahan kita aja Kak."
Fazel tersenyum, "Sabar Hel, jadwal pernikahan kita udah diatur sama Uncle Bill, biar gak ganggu kerjaan Kakak nanti ya."
Rachel hanya mengangguk.
Fazel memesankan makanan di aplikasi delivery food, Dirinya tengah sibuk sehingga tidak bisa membawa Rachel untuk makan siang diluar.
Fazel memeriksa berkas-berkas yang harus ditandatanganinya, sementara Rachel dengan senangnya menyuapi sang kekasih yang terlihat sibuk itu.
"Sudah sayang, Kakak sudah kenyang." Ucap Fazel.
Rachel memberikan air mineral dan Fazel menerimanya lalu meminumnya.
Kenzo masuk keruangan Fazel, "Zel ada tawaran kerjasama dari XX Grup." Ucap Kenzo sambil menyerahkan proposal kepada Fazel.
"Udah lo pelajari?" Tanya Fazel.
"Udah, bagus sih Zel tawarannya. Gue juga udah diskusiin sama Pak Billy, dia bilang Okey, tapi tetep harus lo lihat lagi."
"Gue bawa balik kerumah aja, nanti gue cek dirumah." Fazel memberikan berkas-berkas yang sudah di tandatanganinya.
Fazel meneruskan pekerjaanya disofa, sementara Rachel sudah tertidur pulas dipaha Fazel.
Reyvan masuk keruangan Fazel.
"Dua jam yang lalu Dad." Jawab Fazel sambil merapihkan sisa-sisa berkas dimeja.
"Kamu ga pegel? Bangunin Rachel biar pindah kedalam."
"Gapapa Dad, nanti kalo dipindahin malah bangun."
"Kamu ini Zel, terlalu manjain Rachel."
Fazel tersenyum, "Rachel yang buat Fazel jadi percaya diri Dad, apapun akan Fazel lakukan untuk Rachel."
"Good Son, kamu sangat membanggakan Daddy."
***
"Bengong mulu lo Sha." Ucap Fitto saat melihat Sasha tengah melamun.
"Hai Fit, bisa gak sih lo gak usah ngagetin, untung gue gak jantungan."
Fitto tertawa, "Lagian bengong mulu sih."
Sasha menghela nafasnya, "Dalam waktu bersamaan, anak-anak gue menikah. Aneh gak sih Fit?" Sasha berbicara sambil menopang dagunya.
"Kayanya baru kemarin ya Sha, lo lahirin Rachel, berjuang sendiri di Jerman." Fitto mengingatkan memory lama Sasha.
"Dan pas gue balik ke Indo, gue terpesona sama anak kecil bernama Fazel, rasanya gue begitu menyayangi dan begitu ingin melindunginya. Tanpa disangka Fazel sekarang begitu menyayangi dan melindungi Rachel, juga menjaga Zio. Fazel itu anugrah banget buat gue Fitt."
__ADS_1
"Dan juga buat keluarga Rivano." Sahut Naya yang kini ikut bergabung bersama Fitto dan Sasha.
"Lo berhasil jadi orang tua yang baik untuk Fazel, Rachel, dan Zio." Ucap Fitto.
Sasha tersenyum.
***
Hari pernikahan Fazel dan Rachel semakin dekat. Rachel kini lebih sering turun kedapur belajar memasak bersama Sasha.
"Kak Fazel slalu bilang, kalau masakan Mommy itu slalu enak." Ucap Rachel.
"Oh ya?" Tanya Sasha menanggapi.
Rachel mengangguk, "Kak Fazel begitu mengangumi Mommy dan Daddy."
"Kalau begitu, mulai dari sekarang, harus Rachel terus yang masakin biar Kak Fazel makin cinta sama Rachel." Goda Sasha.
"Gak dimasakin aja Fazel makin cinta koq sama Rachel Mom." Sahut Fazel yang kemudian duduk di kursi meja bar dapur.
"Hemm, Fazel udah pinter gombal nih." Goda Sasha.
Sementara Rachel wajahnya terus memerah menahan malunya dan Fazel sendiri hanya tersenyum.
"Kalian nanti akan bulan madu?" Tanya Sasha.
"Belum tau Mom, rencananya sih mau ke Maldives, tapi Rachel bilang mau ke Jerman."
Sasha merangkul Rachel, "Kamu rindu tempat kelahiranmu?"
"Iya Mom, aku rindu taman dekat apartemen kita dulu, aku ingin ajak Kak Fazel kesana."
"Apa itu tempat penuh kenangan Hel?" Tanya Reyvan yang kini duduk disebelah Fazel.
"Iya Dad, aku masih inget waktu itu aku sering nunggu Mommy pulang ditaman dekat apartemen. Kadang ditemenin Auntie Indira, kadang ditemenin Uncle Fitt."
"Maafkan Daddy Hel, Daddy melewatkan masa kecil kamu." Lirih Reyvan yang teringat masa lalunya bersama Sasha.
"No problem Dad, Daddy kan disini juga jagain Kak Fazel, calon suami Rachel. Ahahaha." Rachel tertawa sementara Reyvan hanya tersenyum lalu menatap Sasha dengan perasaan bersalah.
"Baiklah, kita kesana Hel." Ucap Fazel setelah mendengar penjelasan Rachel.
Fazel tersenyum, inilah pria yang slalu membuat dirinya tersenyum, merasa dilindungi dan slalu memanjakannya.
.
.
Jangan lupa mampir di karyaku yg lain ya, judulnya Takdir Cinta (Ghea&Tristan).
Bantu Like, Comment dan Vote nya 😊🙏
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....