
"Kak Rachel, diluar ada Kak Arlan." ucap Eksa anak sulungnya Fitto.
"Oh iya Sa." Rachel berdiri dan melangkah keluar rumah.
"Rachel sama Arlan gimana sekarang Sha?" Tanya Fitto.
Sasha mengerdikan bahunya. "Ya masih gitu aja, Rachel ga janjiin apa-apa sama Arlan, tapi Arlan nya setia banget nungguin Rachel." Jawab Sasha.
"Gue sih gak ngijinin Rachel pacaran." Sahut Reyvan.
"Lo terlalu protektif sama Rachel, Rachel itu sekarang udah dua puluh satu tahun Rey. Lo aja nikahin Sasha waktu Sasha umur sembilan belas tahun." Jawab Billy.
"Rachel tuh anak cewek gue satu-satunya. Gue gak mau nanti dia disakitin sama cowok. Maunya gue sih Gue jodohin Rachel, tapi Sasha gak setuju." Ucap Reyvan.
"Iyalah Sasha gak setuju, takut aja anak gadisnya ngerasain yang dulu Sasha rasain." Sahut Naya.
"Ssstt Nay, ga enak nanti didenger anak-anak. Yang penting kan sekarang gue sama Mas Rey udah Happy Ending." Ucap Sasha yang menyandarkan kepalanya dibahu Reyvan dan Reyvan mengecup sekilas kening Sasha.
Fazel berdiri dan keluar menghampiri Zio, Nabil, Eksa dan Mahesa. Sebenarnya Fazel tidak berniat untuk bergabung dengan anak-anak remaja itu, tapi ia ingin lebih dekat memperhatikan hubungan Rachel bersama Arlan.
"Mommy mana Hel?" Tanya Arlan.
"Didalam sama Uncle Fitt dan Auntie Nay." Jawab Rachel.
Tak lama juga Sasha menyapa Arlan.
"Hai Arlan, kirain gak kesini." Sapa Sasha basa basi.
"Pasti kesini Tan, By the way selamat ulang tahun ya Tan." Arlan memberikan sebuket bunga mawar merah untuk Sasha.
Sasha menerima bunganya, "Indah sekali, terimakasih Arlan."
Sasha meninggalkan Rachel dan Arlan.
Lalu Arlan memberikan satu tangkai mawar merah untuk Rachel.
"Untuk Kamu." Ucap Arlan.
"Mommy yang ulang tahun koq aku ikut dikasih juga." Tanya Rachel sambil menerima bunga tersebut.
"Karna kamu istimewa." Ucap Arlan.
"Hem gombal, yang istimewa Mommy dong. dia nerima sebuket bunga, sedangkan aku cuma satu tangkai."
"Satu tangkai ini melambangkan satu hati, hati aku yang satu-satunya untuk kamu." jawab Arlan.
Begitulah Arlan, dia memang pria romantis, slalu bisa membuat hati wanita berbunga-bunga. Tau cara membuat mood wanita menjadi baik. Namun sayang, segala keromantisan Arlan tidak pernah bisa membuat Rachel tersentuh.
"Ekhemm." Fazel berdehem didekat Arlan dan Rachel.
Sontak membuat Arlan dan Rachel sedikit terkejut dan melihat kearah Fazel.
__ADS_1
"Hel diluar dingin, ajaklah temanmu masuk." Ucap Fazel dengan nada dingin.
"Dia siapa Hel? tadi juga aku lihat dia jemput kamu dikampus kan?" Tanya Arlan pada Rachel.
"Hmm, ini Kak Fazel, Kakak ku Lan." Jawab Rachel ragu.
"Hah, Kakak? kamu punya Kakak?" Tanya Arlan tak percaya, pasalnya Rachel tidak pernah menceritakan soal Fazel kepada Arlan.
Rachel mengangguk, "Kak Fazel kakakku, selama delapan tahun tinggal di Amrik, dan baru hari ini kembali ke Indo." Jawab Rachel.
Arlan menjadi salah tingkah.
"Maaf Kak." Ucap Arlan pada Fazel.
Fazel hanya mengangguk kemudian meninggalkan Rachel yang tengah bersama Arlan.
Entah mengapa Perasaan Rachel begitu tidak enak, ingin rasanya ia menyusul Fazel dan memeluknya. Namun keadaan memaksanya untuk menahan segalanya.
Selesai makan malam bersama Fazel ngobrol bersama Reyvan, Billy, dan Fitto. Sementara Sasha asik berkumpul bersama Naya dan Indira.
Rachel tengah bersama Arlan yang ditemani oleh Zio, Nabil, Eksa dan Mahendra.
Zio sangat tau bahwa Rachel sang Kakak tidak merasa nyaman dengan Arlan, hal itu membuat Zio selalu peka, jika ada Arlan, makan Zio akan ikut bergabung bersamanya dengan mengajak Nabil.
"Segeralah bergabung diperusahaan Zel." Ucap Reyvan pada anak sulungnya itu.
"Iya Dad, kasih Fazel waktu hingga pekan depan ya." Jawab Fazel.
"Ah Uncle Bill Apaan sih, Fazel mau sekertaris cowok aja. Fazel udah hubungi teman Fazel semasa SMA, mungkin surat lamarannya sudah masuk ke bagian HRD. Fazel mau dia nanti jadi Asisten sekaligus sekertaris pribadi Fazel."
"Good Boy, tapi kamu masih normal kan?" Tanya Fitto.
"Uncle Fitt!! ya Normal lah. Cuma Fazel gak mau deket-deket sama cewek sexy. Risih aja gitu." Jawab Fazel lagi.
"Baguslah.. sifat Playboy Daddy gak turun ke kamu Zel." Ucap Billy
"Tapi semoga sifat Daddy yang penyayang turun ke Fazel. Fazel suka sama sifat Daddy yang begitu mencintai Mommy dan menyayangi Fazel, Rachel juga Zio." Jawab Fazel.
"Smoga kamu nanti mendapat istri yang seperti Mommy Zel, sabar dan lembut sampai membuat Daddy jatuh cinta setiap hari pada Mommy mu." Ucap Reyvan sambil menepuk bahu Fazel.
"Rachel dong, kan cuma Rachel yang mirip banget sama Sasha. Cuek tapi penyayang dan susah move on. Rachel itu percis banget sama Sasha waktu muda." Jawab Fitto yang memang tau banget Sasha.
Seketika jawaban Fitto membuat Fazel tersenyum dan menunduk. Hanya dengan membayangkan Rachel mampu membuat Fazel tersenyum.
Hal itu membuat Reyvan dan Billy saling bertatapan, mereka berspekulasi sendiri akan sikap Fazel.
Malam semakin larut. Fitto dan Indira pulang dengan membawa Eksa dan Mahesa. Berbeda dengan Naya dan Billy yang tidak membawa Nabil pulang karna Nabil sering sekali menginap bersama Zio.
Seperti biasa, ritual sebelum Sasha masuk kekamar tidurnya adalah melihat anak-anaknya dulu. Sasha melihat Zio dan Nabil yang masih asik ngobrol dikamar Zio, kemudian Sasha melihat Rachel yang masih asik membaca buku novelnya dan memberikan kecupan selamat tidur untuknya. Terakhir Sasha melihat Fazel, malam ini adalah malam pertama Fazel kembali kerumah Sasha.
"Belum tidur Zel." Sapa Sasha yang baru saja masuk kedalam kamar Fazel.
__ADS_1
"Belum Mom, belum ngantuk." Jawab Fazel yang terlihat sedang memegang sesuatu lalu memasukannya kedalam laci meja kerjanya.
Sasha tersenyum dan mendekat pada Fazel. "Mommy senang kamu kembali." Ucapnya sambil mengusap punggung anak sulungnya itu.
Fazel mengambil sebuah kotak dari dalam tasnya. "Selamat ulang tahun Mom." Ucap Fazel lalu memberikan kotak tersebut untuk Sasha.
"Wahh apa ini sayang?" Tanya Sasha.
Sasha membukanya dan terlihat jam tangan couple yang cukup mewah.
"Zel, ini bagus sekali, dan ini mahal. Kamu bisa beli ini? apa slama di Amrik kamu irit sekali sehingga uang saku mu kamu tabung untuk membeli ini?" Tanya Sasha.
Fazel menggelengkan kepalanya. "Bukan Mom. Hadiah ini Fazel beli dari gaji pertama Fazel. Slama Fazel membantu Uncle Radit mengelola kantor cabang, Uncle Radit menggaji Fazel cukup besar. Dan ini adalah Gaji pertama Fazel, Fazel ingin memberikan Mommy dan Daddy hadiah." Ucap Fazel.
Sasha tersenyum, matanya berkaca-kaca. Anak sulung yang ia besarkan meski bukan terlahir dari rahimnya itu sangat membuatnya bangga.
"Terimakasih Sayang, Mommy sangat beruntung mempunyai anak sepertimu." Ucap Sasha.
"No Mom.. Bukan Mommy yang beruntung. Tapi Fazel yang jauh lebih beruntung karna bisa disayangi dan dibesarkan oleh Mommy. Fazel tidak bisa membayangkan jika tidak ada Mommy dihidup Fazel." Ucap Fazel yang kemudian menitikan air mata dan Sasha memeluknya sambil mengusap punggungnya.
"Kamu anak Mommy yang kuat Zel, Mommy bangga sama kamu."
Fazel melepaskan pelukan Sasha. "Tapi Fazel takut mengecewakan Mommy."
Sasha menangkup kedua pipi Fazel. "Soal apa?"
"Mom.. Maafkan Fazel yang belum bisa menganggap Rachel sebagai adik. Selama delapan tahun di Amrik Fazel udah coba hilangin perasaan Fazel. Tapi semakin Fazel berusaha hilangin perasaan ini, hati Fazel semakin tumbuh mencintai Rachel. Please Mom Maafin Fazel."
Sasha sudah tau akan hal ini, dia sudah bersiap jika Fazel akan mengakui hatinya. Yang kini Sasha khawatirkan adalah perasaan Rachel pada Fazel yang hanya menganggapnya sebatas Kakak dan hubungan Rachel yang kini dekat dengan Arlan akan menyakiti Fazel.
"Cinta itu tumbuh dengan sendiri Zel, Mommy menyerahkan semuanya pada takdir. Baik Fazel maupun Rachel adalah anak-anak Mommy yang Mommy cintai. Berusahalah Zel, tapi Mommy mohon jangan sampai ada perasaan yang terluka maupun tersakiti."
"Mommy kecewa sama Fazel?" Tanya Fazel dengan lirih.
"Mommy slalu bangga sama Fazel. Kalian tau kalau kalian tidak sedarah. Tidak ada yang tidak mungkin. Mommy hanya takut kalian saling menyakiti dan satu dari kalian pergi meninggalkan Mommy."
"Mom.. Fazel akan berusaha tidak mengecewakan Mommy. Fazel cuma butuh restu Mommy untuk mengejar hati Rachel. Jika nanti Rachel tidak bisa membalas perasaan Fazel, Fazel janji tidak akan meninggalkan Mommy dan melepas Rachel dengan tulus."
Sasha mengangguk. "Lakukan apa yang mau kamu lakukan Zel. Mommy percaya kamu."
"Sekarang tidurlah, dan Terimakasih hadiahnya. Mommy sangat suka." Sasha berdiri dan kemudian mengecup kening Fazel.
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1