MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
BONUS CHAPTER 10 NGIDAM YANG JAHIL


__ADS_3

"Mom.. kita ke Mall yuk." Ajar Rachel pada Sasha.


"Mall? mau beli beli apa?"


"Hemm ada yang mau aku beli Mom."


"Baiklah.. kita ajak sekalian Auntie Nay, hari Auntie Nay juga libur."


Rachel, Sasha dan Naya berjalan-jalan didalam Mall..


Rachel membeli beberapa kemeja dan dasi untuk Fazel, dia juga membeli kemeja berwarna Pink muda dan dasi berwarna pink fanta.


Dari toko pakaian Rachel menuju ke toko accesoris, dia membeli bando unicorn sambil tersenyum dan mengelus perutnya. "Ini pasti cocok, seperti waktu itu." Gumam Rachel.


Rachel keluar dari toko accesoris dan menuju Sasha dan Naya yang berada di toko perhiasan.


"Mom.." Panggil Rachel.


"Sudah sayang? beli apa?" Tanya Sasha.


"Kemeja dan dasi untuk Kak Fazel Mom." Jawabnya.


"Mommy dan Auntie sudah belanjanya?"


"Ini kita tinggal bayar koq, mau makan dimana?" Tanya Naya.


"Hemm take a way aja deh Auntie, aku mau bawain makan siang untuk Kak Fazel."


"Boleh juga, ya udah take a way aja, terus kita kekantor suami-suami kita ya, makan siang bareng."


Setelah memesan makanan dari restoran, mereka bertiga menuju kantor Rivano Grup.


Tiga wanita istri dari petinggi Rivano Grup itu tiba di Lobby kantor, semua orang memandang tiga istri dari petinggi Rivano Grup, Elegan dan slalu ramah.


"Rachel, apa kamu mau langsung keruangan Kak Fazel?" Tanya Sasha.


"Hemm.. Engga Mom, aku mau bertemu dulu dengan Daddy."


"Selamat siang Ibu Sasha, Ibu Naya dan Ibu Rachel." Sapa Heri asisten Reyvan.


"Siang, Bapak ada?" Tanya Sasha dengan ramah.


"Ada bu, didalam juga ada pak Billy."


"Ya udah kita makan disini aja, telpon Fazel Hel, biar ngumpul diruangan Daddy." Titah Sasha.


"Hem maaf Bu, Pak Fazel masih diluar meninjau proyek, tapi sudah dalam perjalanan kembali kekantor karna nanti sehabis makan siang ada rapat." jawab Heri.


Heri membukakan pintu ruang Reyvan untuk ketiga wanita itu.


"Lho tumben pada kesini?" Tanya Reyvan saat melihat Istri, anak dan adiknya itu masuk kedalam ruangannya.


"Nih ngikutin bumil, mau belanja dan makan siang disini." Jawab Naya yang langsung duduk disebelah Billy.

__ADS_1


Rachel mencium pipi Reyvan kemudian mencium pipi Billy. "Rachel punya sesuatu untuk Daddy dan Uncle Bill." Ucap Rachel sambil mengangkat tinggi dua buah paperbag.


"Wah apa nih sayang?" Tanya Reyvan.


"Buka dong..." Ucap Rachel dengan manja.


Reyvan membuka lalu mengernyitkan dahinya. "Kemeja dan dasi berwarna pink? Gak salah Hel?"


"Mampus gue, lagi-lagi bando kramat ini." sambil menunjukan sebuah bando unicorn.


"Hel ini apa?"


"Daddy.. Uncle.. Twins pengen banget lihat Opa-Opa nya cute dalam sehariiii aja.." Ucap Rachel santai.


"No Rachel, kemeja pink dan dasi pink, bikin wibawa Daddy menurun."


"Apa lagi Uncle, masa Uncle harus pake bando unicorn. Uncle kan gak lagi bikin kesalahan Hel." Billy mengingat kejadian belasan tahun lalu saat Rachel kecil dan memaksa menjadi Unicornnya dan memakai bando unicorn.


Sementara Sasha dan Naya hanya menanan tawanya.


"Kalian gak sayang Twins, ya udah kalo gak mau pake. Biar Rachel buang aja." Rajuk Rachel.


"Memang harus dipakai kapan Hel?" tanya Naya.


"Sekarang juga Auntie, Rachel udah ngebayangin dari semalam, Daddy dan Uncle tampil cute hari ini."


"Princess sayang, kamu kan hamil anak Fazel, kenapa gak minta Fazel aja yang pake semua ini?" Tanya Billy.


"Uncle, Rachel pengen lihat Kak Fazel slalu keren. tapi hari ini aja Rachel pengen Daddy dan uncle tampil cute." Rachel mengusap perutnya.


"Habis makan siang aku ada rapat sayang, masa iya pake baju pink, bisa turun wibawaku."


"Tapi kamu mau cucu kamu nanti ileran karna gak bisa lihat Opa nya tampil cute sehari ini aja."


Reyvan dan Billy akhirnya mengikuti kemauan princess keluarga Rivano itu dengan sangat terpaksa.


"Ohh Daddy... kenapa Daddy cute sekali.." Ujar Rachel sambil memegang kedua pipinya.


"Hanya hari ini aja ya Hel."


Billy pun langsung memakai bando Unicornnya. "Uncle Bill, so cutee..." seru Rachel.


Mereka akhirnya makan bersama diruangan Reyvan, selesai makan mereka berbincang ringan hingga Heri mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan Reyvan.


"Puufftttt" Heri menahan tawanya tatkala melihat kedua bosnya dengan lucu.


"Jangan tertawa kamu, mau saya mutasi ke cabang kita dikalimantan? biar kamu jauh dari kekasihmu." Ancam Billy.


"Maaf pak Billy." Jawab Heri.


"Rapat lima belas menit lagi Pak. Pak Fazel dan asistennya sudah berada diruang rapat, dan pesan dari Pak Fazel, supaya Ibu Rachel ikut menemani rapat."


"Mampus gue, tadinya mau gue lepas pas keluar dari ruangan malah anak lo ikut keruangan rapat."

__ADS_1


Sasha dan Naya hanya bisa tertawa puas.


"Oke, kita kesana. lets go Daddy, Uncle.." Ajak Rachel.


"Jangan dilepas ya Uncle Bill." ucap Rachel sambil mengedipkan satu matanya.


Rachel masuk kedalam ruangan rapat dan duduk manis disebelah Fazel, "Sudah makan sayang?" Tanya Fazel dengan penuh perhatian sambil mengusap perut Rachel.


"Sudah dong sayang."


Fazel tersenyum dan seperti biasa memberikan headset kepada Rachel agar tidak bosan menemaninya rapat.


Bagi Fazel, Rachel adalah Mood Boosternya, sehingga sangat berpengaruh saat menemani dirinya rapat.


Fazel mengernyitkan dahinya tatkala melihat Reyvan dan Billy dengan tampilan yang tidak biasa. Bahkan yang ikut rapat juga terlihat menahan tawanya.


"Sayang.. jangan bilang ini kejahilan kamu?" Tanya Fazel berbisik pada Rachel.


Rachel tersenyum, "Ini kemauan Twins Kak, mereka mau melihat opa-opanya tampil cute untuk hari ini."


Fazel menepuk jidatnya sendiri. "Oh my god, Rachel ku sayang...."


Diruangan rapat, Billy membuka rapat dan mengucapkan maaf atas tampilan dirinya dan Reyvan yang berbeda hari ini karna ngidamnya Rachel. Sontak membuat peserta rapat perwakilan divisi menjadi kagun akan pemimpin petinggi Rivano group itu yang sangat menyayangi anak juga keponakannya itu.


Selesai rapat, Fazel langsung menghampiri Reyvan dan Billy.


"Dad.. Uncle.. Maaf atas perilaku Rachel yang membuat kalian tidak nyaman hari ini." Ucap Fazel.


"Tidak apa-apa Fazel.. yang penting baby Twins senang." Jawab Reyvan.


"Tapi engga lagi ya Hel.." Ucap Billy pada Rachel.


"Maaf Uncle Bill, dan teeimakasih." Jawab Rachel yang kemudian pergi keruangan Fazel.


Diruangan Fazel, Fazel memeluk Rachel dari belakang. "Jangan jahil sayang.. Kakak tidak enak sama Daddy dan Uncle Bill."


"Aku gak jahil Kak, twins yang mau."


"Kenapa gak Kakak aja yang kamu dandanin begitu? hem?"


Rachel membalikan tubuhnya menghadap Fazel, kemudian melingkarkan tangannya dileher Fazel lalu mengecup sekilas bibir Fazel "Twins ingin melihat Papa nya tampil keren." Ucapnya dengan pelan.


"Apa Twins perempuan? sehingga membuatmu seperti ini?


Rachel menggelengkan kepalanya. "Dua atau tiga bulan lagi baru terlihat jelas jenis kelaminnya Kak."


"Kakak berharap Baby Girl, biar cantik, baik hati dan berhati lembut seperti Mama dan Oma nya."


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2