
Dikantor Reyvan (Rivano Group).
Seminggu ini Reyvan terlihat bersemangat sekali, ditambah kesepakatan kontrak kerja sama dengan Aldio Company berjalan dengan lancar, tinggal menunggu CEO Aldio Company untuk datang ke Jakarta dan menandatangani kerja sama mereka.
Ayah dan Radit pun sangat terkejut melihat perubahan yang cukup drastis, pasalnya sekarang Reyvan lebih serius dalam bekerja dan bertanggung jawab terhadap jabatannya sebagai wakil direktur. Banyak perusahaan lain yang mengajak Rivano Group untuk bekerjasama karna melihat kinerja Reyvan.
"Sasha benar-benar merubah hidup Reyvan" Gumam Radit diruang kerjanya saat menerima laporan kerja Reyvan dari sekertarisnya.
"Aku harus melupakan Sasha. Smoga kamu bahagia Sha." Radit tersenyum, melepaskan Sasha untuk tetap bertahan dengan adik sepupunya itu.
Billy masuk keruangan Reyvan, "Gila Rey, semua orang mengakui kinerja lo."
"Kinerja kita Bill, gue gak mungkin bisa sejauh ini tanpa lo."
"Ck, ngakuin gue juga lo" ledeknya.
Reyvan hanya menarik sudut bibirnya tersenyum.
"Hubungan lo sama Sasha membaik Rey? udah sejauh mana?"
"Sejauh mana apanya Bill?"
"Halah pura-pura gak tau!! Udah Rey?" tanyanya dengan nada iseng.
Reyvan mengernyitkan dahinya, "Udah apanya?"
Billy menepuk jidatnya sendiri, "Lo udah sentuh Sasha?" tanyanya berbisik.
"Hampir Bill"
"Hah, maksud lo hampir?"
"Pas gue mau mulai sama Sasha, dia baru bilang kalau dia lagi datang bulan, ya gue stop lah, pedahal gue lagi turn on-turn on nya."
Billy tertawa lepas seakan puas, "Pasti rasanya seperti mau lepas landas tapi terhenti karna cuaca buruk, greget banget Rey."
"Ck, lo puas banget ngetawain gue." Reyvan menarik nafas nya dan perlahan menghembuskannya. "Tapi gue udah icip-icip dikit lah setengah tubuhnya, hmm bibirnya manis, bagian tubuhnya masih kencang semua, gila ini sih Bill, belum permah gue ngerasa kecanduan begini sama cewek manapun."
"Jelas lah Rey, Sasha tuh belum pernah sisentuh orang, istilah kata dia tuh belum terkontaminasi, lo beruntung pertama segalanya buat dia."
"Lo bener Bill, dan ini pengalaman pertama gue juga sentuh cewek yang masih utuh Bill."
"Nah makanya nanti kalo lo udah mau mulai sama Sasha, lo harus hati-hati perlakuin Sasha, jangan sampai lo liar asal terkam dia aja, bisa shock dia, lo harus lembut memperlakukan dia yang pertama kalinya Rey."
Reyvan tersenyum, membayangkan wajah malu-malu istri kecilnya itu.
.
.
__ADS_1
Lanjutan diApartemen Reyvan.
"Tapi dulu Kak Panda bilang, snowball panda ini cuma gue dan kak Panda yang punya, terus kenapa Mas Rey bisa punya juga?."
"Shaaa ayo cepet makan." Teriak Fitto dari ruang televisi.
Sasha keluar menghampiri Fitto dan duduk bersebrangan dengan Fitto, lalu mengambil kotak bento yang tadi ia pesan direstoran cepat saji.
Sasha memakan makan siangnya sambil terus memikirkan snowballnya.
"Lo makan tapi ngelamun, ada apa sih Sha? kesambet lo? atau salah minum obat?"
"Fitt, gue ngerasa ada yang aneh."
"Iya lo aneh, keluar kamar langsung ngelamun, ada apa?"
Sasha hanya diam sambil makan isi bentonya, setelah habis, Sasha membereskannya.
"Fitt gue mau cerita" Ucap Sasha.
"Ada apa Sha, serius banget kelihatannya.
"Lo tunggu sebentar disini." Sasha beranjak masuk kedalam kamarnya dan membawa snowball panda di tangannya.
"Nih Fitt." Sasha menyerahkan snowball itu kepada Fitto.
Fitto meraih snowballnya kemudian melihatnya. "Snowball lo yang dari panda lo dulu kan ini?" tanya Fitto yang mengetahui asal usul snowball panda milik Sasha itu.
Sasha mengangguk.
"Waktu gue balik dari rumah sakit, Naya dan Billy yang beresin sebagian barang gue disini dan dibawa kerumah Bunda, pas gue pulang kerumah Bunda, gue lihat snowball ini juga ada dikamar Mas Rey, gue pikir Naya yang bawain snowball gue karna dia tau kalau gue lagi susah tidur pasti gue pandangin snowball gue ini dan tertidur. Jadi intinya gue kira snowball yang dikamar mas Rey itu snowball gue Fitt, dan taunya snowball gue ternyata masih disini." cerita Sasha panjang lebar.
"Lah emang sama percis Sha?" tanya Fitto dengan heran.
Sasha mengangguk.
"Sama percis Fitt, sedangkan kak Panda dulu bilang, Snowball ini cuma ada dua dan cuma gue dan dia yang punya."
Fitto diam dan mulai berfikir.
"Kalau cuma ada dua, ada kemungkinan kalau Kak Rey itu Panda lo yang slama ini lo tunggu gak sih Sha?"
"Duhh Fitt, koq gue deg-deg an ya?" Ucap Sasha sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.
"Sha, namanya Kak Rey kan Reyvanda Rivano, mungkin gak sih dulu pas Panda lo nyebutin nama, lo cuma tangkap sekilas namanya Vanda jadi Panda?"
"Iya Fitt lo bener, namanya mas Rey kan Reyvanda."
"Gak jauh-jauh Sha, Panda yang selama ini lo tunggu adalah Reyvanda suami lo sendiri."
__ADS_1
"Tapi masa iya sih Fitt, Panda gue dulu tuh dia gendut, pake kacamata, pipi nya tembem banget, benar-benar kaya Panda beneran Fitt."
"Kak Rey kan sempet tinggal di London Sha, mungkin disana dia merubah penampilannya."
"Tapi masa iya Pandanya gue tuh Mas Rey sih Fitt?" tanya Sasha yang sambil terus berfikir.
Ponsel Sasha berbunyi, tanda notif masuk, Sasha melihatnya, terlihat nama Mas Reyvan mengirimnya sebuah pesan.
"Sayang aku on the way dari kantor ya, mau dibawain makanan apa? Fitto masih disana?"
"Aku baru makan sama Fitto mas, Fitto masih disini tapi baru mau pulang"
"Oh ya udah, tunggu aku sebentar lagi nyampe ya Sayang."
Sasha meletakan kembali ponselnya dimeja.
"Mas Rey udah dijalan Fitt."
"Sha, apa Kak Rey tau kalau lo itu Little girl yang selama ini dia cari ya, makanya dia berubah jadi baik banget sama lo."
"Jadi Panda gue slama ini masih inget gue ya Fitt?"
"Gak mungkin kan Kak Rey tau-tau berubah drastis begitu Sha, kayanya sih dia tau kalau slama ini lo little girl yang dia cari dan harus dia jaga."
"Tapi kenapa dia gak bilang sama gue Fitt?"
"Gue gak tau Sha, lo mau tanya soal ini ke kak Rey langsung?"
"Entahlah Fitt, gue masih bingung."
"Lo cinta sama kak Rey? atau sekarang lo udah ada rasa karna tau kalau kak Rey ternyata pandanya lo?"
Sasha menggelengkan kepalanya.
"Dari waktu Mas Rey berubah, hati gue perlahan tersentuh Fitt, ada rasa cinta dihati gue buat dia, dan kalau memang sekarang Mas Rey adalah pandanya gue yang gue tunggu, jujur gue seneng banget Fitt, tapi gue pastikan kalau gue mencintai Mas Rey itu karna dia sebagai Mas Rey, bukan pandanya gue Fitt."
"Gue tau Sha, lo emang udah kelihatan cinta sama Kak Rey, rasa lo saat tau Panda lo itu adalah Kak Rey, itu hanya pelengkap kebahagiaan lo."
Sasha tersenyum. "Menurut lo, apa gue harus bahas ini Fitt?"
"Harus Sha, lo harus bahas ini."
.
.
.
.
__ADS_1
...Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...