MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
ULET BULU


__ADS_3

"Mau kemana Hel?" Tanya Reyvan saat Rachel selesai menurununi anak tangga dan terlihat sudah rapih dengan membawa tas selempang dan tas jinjing laptopnya.


"Aku mau kerumah Arlan Dad, Arlan mau bantuin aku ngerjain skripsian." Jawab Rachel.


Reyvan menghela nafas. Dia tau putrinya sedang marah ataupun kecewa terhadap Fazel dan melampiaskannya dengan bertemu seseorang yang Fazel tidak sukai.


"Daddy antar ya." Ucap Reyvan.


Rachel mengangguk.


Setelah berpamitan dengan Sasha, Rachel pergi diantar Reyvan. Diperjalanan, Reyvan mengajak ngobrol Rachel dan dengan sengaja mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Hel, gimana menurutmu temannya Kak Fazel?" Tanya Reyvan dengan iseng.


Rachel dengan santai balik bertanya, "Ulet bulu Dad?"


"Huufftttt" Reyvan menahan tawanya.


"Namanya bukannya Zidney ya Hel? koq jadi ulet bulu?" Tanya Reyvan dengan menahan tawanya.


"Ulet bulu itu Dad, baru ketemu lagi sama Kak Fazel main peluk aja. Gatel banget kayak ulet bulu."


Reyvan tidak bisa lagi menahan tawanya, "Rachel sayang, begitulah kalau orang biasa tinggal di luar Negri, kehidupan disana bebas seperti itu."


Rachel berdecak, "Benarkah Dad? Apa Daddy juga begitu, kan dulu Daddy juga kuliah diluar Negri.


Seketika membuat Reyvan gugup menjawab, Reyvan pernah menhadi playboy bahkan seorang casanova yang suka menjalin hubungan cinta satu malam dengan beberapa wanita dimasa lalunya, bahkan mempunyai partner ***. Hal itu membuat penyesalan Reyvan dimasa kini karna takut anak-anaknya akan mengetahui masa lalunya yang kelam itu.


"Tidak semua Rachel sayang, buktinya Kak Fazel tidak seperti itu kan." Jawab Reyvan.


"Rachel jadi gak mood ngerjain skripsi Dad, kita jalan-jalan aja yuk Dad ke Mall, Rachel pengen beli Ice Cream dan main game di Timez*ne."


"Okey, siapa takut." Jawab Reyvan lega.


Rachel menghubungi Arlan dengan pesan singkatnya memberitahu bahwa ia tak jadi datang karna pergi bersama Daddy nya.


Lagi-lagi Arlan menelan kecewa karna Rachel membatalkan bertemu dengannya.


Fazel pulang kerumah dan mendapati rumah yang sepi, Ia melihat Sasha tengah membaca buku di kursi gantung dekat kolam ikan.


"Mom.." Panggil Fazel.


Sasha menoleh, "Lho sudah pulang Zel?" Tanya Sasha.


"Sudah Mom, Fazel hanya mengantar hingga check in di resepsionist aja, selanjutnya Fazel langsung pulang."


"Sepi pada kemana Mom?" Tanya Fazel.


"Zio dan Nabil kerumah Uncle Fit, katanya main futsal sama Eksa. Rachel kerumah Arlan katanya mau ngerjain skripsian dan diantar Daddy."


Fazel terkejut, "Kerumah Arlan Mom? Daddy yang antar?" Tanya nya.


"Iya Zel.." Jawab Sasha.

__ADS_1


Fazel menghembuskan nafas kasarnya, "Kecolongan gue. kalo tadi gue gak pergi atau ajak Rachel ikut pasti Rachel gak akan ketemu Arlan, apalagi sampai Daddy yang mengantarnya, bisa-bisa Daddy ngasih restu Rachel buat pacaran sama Arlan." Batin Fazel sambil mengusap pelipisnya.


"Kenapa Zel?" Tanya Rachel yang melihat wajah Fazel.


"Gapapa Mom. Fazel keatas dulu ya Mom."


Sasha tersenyum, "Zel, kita jalan-jalan yuk. Anter Mommy ke Mall. Kita ngopi di coffee shop." Ajak Sasha.


"Boleh Mom." Jawab Fazel, mungkin dengan meminum kopi, bisa membuat pikiran Fazel lebih tenang.


Sebelumnya, Sasha menerima pesan dari Reyvan yang memberitahunya bahwa tidak jadi mengantar Rachel kerumah Arlan, melainkan pergi bersama ke Mall.


Lalu setelah melihat Fazel pulang, Sasha pun mencoba untuk menjahili anak sulungnya itu dengan memberitahu Rachel pergi ketempat Arlan. Setelah melihat reaksi Fazel, Sasha berinisiatif mengajak Fazel ke Mall yang sama.


"Zel.." Panggil Sasha yang duduk disebelah kemudi.


"Iya Mom.." jawab Fazel yang tengah mengemudikan mobilnya.


"Menurutmu bagaimana Arlan?" Tanya Sasha.


"Biasa aja Mom, tidak ada yang menarik dari Arlan." Jawabnya santai.


"Kalau Rachel menyukainya, bagaimana?"


Fazel tidak menjawab dan hanya diam dengan fokus menyetir.


"Zel.." Panggil Sasha.


"Gapapa Mom, Rachel wanita bebas, dia boleh memilih siapapun. Jadi Kakaknya Rachel dan bisa melindunginya aja, Fazel udah bahagia Mom." Jawab Fazel.


"Mom.. Apakah Daddy menyukai Arlan?" Tanya Fazel.


Selama ini Fazel hanya menceritakan soal perasaanya hanya kepada Sasha, ia terlalu takut dan tidak percaya diri jika Reyvan mengetahuinya. Jujur kalo Fazel takut mengecewakan Reyvan karna berani mencintai adik angkat Fazel yang merupakan anak kandung kesayangan Reyvan. Tanpa Fazel tau bahwa Reyvanpun sebetulnya mengijinkan jika Fazel dan Rachel memang saling mencintai.


Selama ini Fazel memang diadopsi oleh Reyvan. Namun surat Adopsinya tidak kunjung dikeluarkan oleh pihak pengadilan karna dokumen Fazel tidak dilengkapi oleh Billy.


"Entahlah Zel, Mommy tidak tau karna tidak pernah membahas soal Arlan bersama Daddy." Jawab Sasha, lalu Sasha mukai membahas soal Zidney.


"Hubunganmu dengan Zidney, Mommy lihat bukan hubungan biasa Zel."


"Fazel hanya menganggapnya teman Mom, Zidney pernah berharap lebih, tapi Fazel bilang tidak bisa membalasnya." Jawab Fazel berterus terang.


"Benarkah?" Tanya Sasha.


"Fazel tidak ingin membuat orang berharap Mom, jika Fazel dan Rachel memang hanya ditakdirkan sebagai Kakak dan adik juga tidak apa-apa Mom, tapi Fazel akan menikah jika Rachel yang menikah duluan, memastikan bahwa Rachel dinikahi oleh lelaki yang bertanggung jawab." Jawab Fazel.


Sasha tersenyum dan menggenggam tangan anak sukungnya itu, seolah menyalurkan kekuatan untuk hati Fazel.


Mereka tiba di Mall dan langsung masuk ke Coffeeshop. Sasha mengirim pesan pada Reyvan bahwa dirinya sudah tiba diMall bersama Fazel dan menunggu di Coffee shop.


"Hel, kita minum Kopi yuk" Ajak Reyvan.


"Coffee shop dibawah Dad." Ucap Rachel yang baru saja selesai main di Timez*ne dilantai empat.

__ADS_1


Reyvan merangkul Rachel sambil berjalan menelusuri Mall menuju coffee shop.


"Dad, orang-orang pada lihatin kita. Daddy terlihat seperti sugar daddy nya Rachel." Bisik Rachel.


Reyvan tertawa, "Tampang Daddy mu ini masih muda Hel."


"Haisshh Daddy percaya diri sekali." Ucap Rachel kemudian tertawa bersama Reyvan.


Mereka memasuki Coffe shop, Sasha yang melihatnya langsung melambaikan tangannya kearah Reyvan. Hal itu membuat Fazel ikut menoleh kearah pintu coffee shop.


"Daddy, Rachel." Gumam Fazel lalu Fazel menatap Sasha yang terlihat tersenyum.


"Momny ngerjain Fazel." Ucap Fazel.


"Tapi suka kan dikerjain Mommy." Ledek Sasha.


Fazel menarik sudut bibirnya dan tersenyum. Perasaanya sungguh lega mengetahui Rachel yang tidak jadi bertemu dengan Arlan.


"Lho Fazel sama Mommy juga." Tanya Reyvan.


"Iya Dad." Jawab Fazel.


Rachel masih terlihat jutek terhadap Fazel. Membuat Fazel merasa gemas.


"Ulet bulu kemana Kak?" Tanya Rachel.


Fazel mengernyitkan dahinya. "Ulet bulu siapa?" Tanya Fazel.


Reyvan dan Sasha menahan tawanya, mereka tau siapa yang dimaksud.


"Temen kakak dari Amrik, percis kaya ulet bulu. gatel." Ucapnya cuek.


Fazel pun menahan tawanya, semakin gemas dengan Rachel.


"Zidney Hel, namanya Zidney."


"Hemm." Gumam Rachel pelan.


"Ya dihotel lah, kakak kan cuma antar, terus kakak tinggal lagi." Jawabnya.


"Kenapa ditinggal? gak diajak sekalian." Tanya Rachel.


Fazel menaikan satu halisnya. "Ohh kamu mau deket sama Zidney, yaudah Kakak telpon biar dia nyusul kesini ya." Isengnya Fazel.


"Isshh Kak Fazel apaan sih. Engga-engga." Ucap Rachel.


Reyvan dan Sasha hanya saling melirik lalu tersenyum. Melihat dua anaknya yang belum bisa mengakui perasaanya masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2