MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
PENGGANGGU KECIL


__ADS_3

"Rachel yakin tidur sendiri? udah berani?" Tanya Sasha yang tak yakin melepas anaknya untuk tidur sendiri.


"Lahel udah besal Mom, Lahel udah bisa tidul sendili, Mommy tidul aja sama Daddy, jangan tidul disini sama Lahel." jawab Rachel.


"Udah sih sayang, Rachel mau tidur sendiri tuh. Percaya deh sama Rachel." Jawab Reyvan dengan menaikan satu halisnya seperti mendukung keputusan Rachel untuk tidur sendiri. Dengan begitu Reyvan bisa leluasa memeluk Sasha, karna slama ini jika ada Rachel, Reyvan tidak berani macam-macam terhadap istrinya.


"Ya udah Mommy temanin Rachel tidur dulu sampai Rachel tidur ya." ucap Sasha.


"No Mommy, Lahel mau ditemenin Daddy aja ya, besok balu Mommy yang temenin Lahel."


Sasha hanya bisa pasrah, kemudian mencium kening Rachel dan berdiri.


Reyvan menarik lembut pergelangan tangan Sasha, "Jangan dulu tidur, tunggu aku sayang." Bisiknya tepat ditelinga Sasha.


Sasha enggan menanggapi, setelah dari kamar Rachel, Sasha beralih kekamar Fazel, merapihkan selimut yang dipakai oleh Fazel dan mencium keningnya.


"Selamat tidur Anak Mommy yang kuat, Mommy sayang kamu." Bisiknya sambil mencium kening Fazel."


Dikamar Rachel, Rachel masih belum tertidur, padahal Reyvan sudah menceritakan banyak buku cerita kepadanya, tapi tetap membuat Rachel tidak tertidur. Rachel malah asik bercerita kesana kesini dengan celotehannya.


"Sayang kamu belum ngantuk?" tanya Reyvan setelah satu jam menidurkan Rachel namun Rachel tetap terjaga.


"Belum Dad." Jawabnya polos.


"Tapi ini sudah malam sayang, sudah jam sepuluh. Ayo tidur." Bujuk Reyvan.


"Kalo lama begini sih Sasha pasti tidur duluan." Batin Reyvan.


"Lahel belum ngantuk Dad, mata Lahel masih mau melek."


Reyvan hampir menyerah, namun ia tak kehabisan ide. "Rachel mau punya adik bayi gak?" Tanya Reyvan dengan nada iseng.


Rachel mengangguk. "Mau Dad."


"Adik bayi dibuatnya malam saat semua orang tertidur, kalo Rachel gak tidur-tidur nanti adik bayinya ga jadi-jadi." Reyvan tersenyum.


"Oh gitu Dad, telus nyampenya kapan Dad?" Tanya Rachel lagi.


"Kalo setiap malam Rachel tidurnya cepet, nanti adik bayinya pasti cepet juga sampe kesini."


Imajinasi Rachel melayang tinggi, lalu dirinya tersenyum. "Lahel mau dua ade bayi ya Dad."


"Boleh, tapi setiap malam Rachel harus tidur cepat seperti Kak Fazel ya."


"Okay Daddy." Rachel kemudian mulai memejamkan matanya, Reyvan mengusap punggung Rachel dan tak lama terdengar dengkuran halus, pertanda Rachel mulai tertidur.


Reyvan tersenyum penuh kemenangan.


"Akhirnya kamu tidur juga sayang, Kamu anak yang penuh energic." Reyvan kemudian mencium kening Rachel dan membenarkan selimutnya, lalu perlahan meninggalkan kamar Rachel.


"Dah kaya malming lo ngendap-ngendap." Tiba-tiba suara Billy mengagetkan Reyvan.

__ADS_1


"Ishh lo bisa gak sih gak ngagetin gue." Kesal Reyvan.


Billy tertawa puas.


"Sial lo." Reyvan berlalu hendak kekamarnya.


"Ciyee yang sekarang udah bebas berduaan, puas-puasin deh yang abis puasa lima tahun." Ledek Billy yang kemudian langsung bergegas masuk kekamarnya.


"Sejak kapan dia jadi usil sama gue, dan kenapa gue jadi salah tingkah juga." Gumam Reyvan.


Reyvan perlahan masuk kedalam kamarnya, dia melihat Sasha yang duduk disofa sambil membuka laptopnya.


Reyvan menuju kamar mandi untuk membasuh muka dan mengganti pakaiannya.


"Sayang ngerjain apa?" Tanya Reyvan yang kemudian duduk disebelah Sasha.


"Bukan mas, aku lagi lihat beberapa sekolahan untuk Fazel dan Rachel." Jawab Sasha masih terus menatap layar laptopnya.


"Sekolah?" Tanya Reyvan.


Sasha mengangguk. "Rachel udah waktunya sekolah Mas, dan Fazel dia juga harus bersekolah ditempat umum agar bisa bersosialisi dengan teman-teman seumurnya."


"Hmm.. tapi aku gak yakin sama Fazel, aku khawatir dia ga bisa."


"Mas, kita harus yakin dengan kemampuan anak kita, gak selamanya kita mengurusi mereka." Lirih Sasha.


Reyvan hanya diam seraya berfikir. Semua ucapan Sasha benar adanya, Fazel harus bisa bersosialisasi dengan orang lain.


"Mau disekolahkan dimana sayang?" Tanya Reyvan.


"Aku ikut pilihan kamu aja sayang, smoga ini yang terbaik untuk anak-anak." Jawab Reyvan.


Sasha mematikan dan menutup laptopnya, Sementara Reyvan sudah mengendus ceruk leher Sasha.


"Mas... Geli." ucap Sasha.


"Tapi enak kan sayang?" Tanya Reyvan dengan nada menggoda.


Tangannya sudah bergerilya masuk kedalam pakaian tidur Sasha, meraba dua gunung kembar milik Sasha. Sasha naik keatas pangkuan Reyvan, tangannya melingkar dileher Reyvan.


"Kamu wangi sekali Sayang, aku suka sekali wangimu." Ucap Reyvan parau lalu mulai mengecap bibir manis Sasha.


Tangan Reyvan mulai meraba kebagian sensitif Sasha. "Kamu banjir sayang, kamu mudah sekali terangsang." bisik Reyvan sambil menggigit kecil leher Sasha.


"Ahh Mas, jangan siksa aku seperti ini." Desah Sasha saat Reyvan memainkan jarinya dibagian sensitifnya.


Reyvan menggendong Sasha ala bridal tanpa melepas pagutannya menuju tempat tidur mereka. Reyvan membaringkan Sasha dengan begitu lembut diatas ranjang, perlahan Reyvan membuka pakaian Sasha dan dirinya.


Reyvan kembali bermain diatas dua gunung kembar Sasha, menghisap salah satunya dan tangan satunya bermain diarea sensitif Sasha hingga membuat Sasha mendesah.


"Mas sudahh.. mulai saja." bisik Sasha dengan desahannya.

__ADS_1


"Sabar sayang, aku ingin membuatmu terbang dulu." Jawab Reyvan.


Lama Reyvan bermain hingga dirinyapun sudah tidak tahan lagi untuk memulainya, memasukan pusakanya kebagian inti Sasha, memulai permainan dengan begitu liarnya, hingga membuat Sasha beberapa kali merasakan pelepasan.


"Sayang, puaskan aku." ucap Reyvan parau.


Sasha mengambil alih posisi, dia yang mengendalikan permainan, Sasha melayani suaminya seperti wanita nakal dan Reyvan sangat menyukai itu.


Lama Sasha mengendalikan permainan, membuatnya lelah. "Mas aku lelah." Ucap Sasha dengan pelan.


Reyvan kembali mengendalikan permainan dan menuntaskan hasratnya.


"Ahhh." desah Reyvan saat berhasil mengeluarkan benih-benih kerahim Sasha.


"Terimakasih sayang, kamu luar biasa." Ucap Reyvan sambil menarik Sasha kedalam pelukannya dan menghujani wajahnya dengan kecupan.


Mereka tertidur karna kelelahan. Masih dengan tubuh yang polos dan hanya ditutupi oleh selimut.


"Mommy.. Mommy, Daddy buka pintunya." Teriak Rachel dari luar kamar.


Reyvan mengerjapkan matanya, dilihatnya waktu masih menunjukan jam setengah lima subuh.


Perlahan Reyvan melepas Sasha agar tidak terbangun, memungut bajunya yang semalam ia lempar kesembarang tempat lalu memakainya.


Reyvan membuka pintu. Terlihat Rachel berdiri sambil memeluk boneka Unicorn kesayangannya.


"Ada apa princessnya Daddy?" tanya Reyvan dengan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Rachel.


"Lahel mau ditemenin Mommy." Ucap Rachel yang memaksa masuk kedalam kamar Reyvan.


Jelas Reyvan menahannya, ia tak mau jika Rachel sampai melihat Mommynya belum berpakaian akibat kejadian panas semalam.


"Rachel tunggu dikamar Rachel, biar Daddy yang bangunkan Mommy ya." Bujuk Reyvan.


"No Daddy.. Lahel mau tidul disini sama Mommy."


Sasha yang mendengar perdebatan kecil Ayah dan anak itu segera bangun dan berpakaian lalu menghampiri Reyvan yang sedang bersama Rachel.


Sasha menggendong Rachel, "Ada apa Sayang?" Tanya Sasha dengan lembut.


"Lahel mau tidul sama Mommy disini." Ucap Rachel sambil memeluk leher Sasha.


Sasha hanya tersenyum sambil mengusap punggung Rachel dan membawanya ketempat tidur.


Sementara Reyvan hanya meggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak manjanya itu, Pengganggu kecil yang menggemaskan.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Aunthor yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2