
"Rachel gak sarapan?" Tanya Sasha dengan penuh perhatian, pasalnya anak remajanya itu hanya meminum susu dan itupun tidak sampai habis.
"Engga Mom, nanti Rachel sarapan dikantin sekolah aja." Jawab Rachel yang kemudian mencium punggung tangan Sasha kemudian mencium pipi Reyvan.
"Kak Fazel, Rachel tinggu diluar ya." ucap Rachel dengan datar, karna memang setiap hari Rachel slalu pergi berasama Fazel.
Fazel mengeluarkan motor dari garasi, kemudian memasang helmnya, namun ketika Fazel hendak memakaikan helm pada Rachel, Rachel menolaknya dan memakainya sendiri.
Ada perasaan bersalah didiri Fazel, hari ini Rachel hanya bicara seperlunya saja pada Fazel. Bahkan ketika dimotorpun, Rachel enggan memeluk pinggang Fazel dan sedikit menjaga jarak.
"Makasih Kak." Rachel berpamitan pada Fazel setelah mengembalikan helm pada Fazel.
"Hel.." Panggil Fazel pelan.
"Rachel duluan kekelas ya Kak." Rachel hanya menjawab seperti sedang menghindari Fazel
Jam Istirahat.
"Zel, kekantin SMP yuk, gue mau dimsum yang disana, dikantin SMA dimsumnya kurang enak." Ajak Vanessa.
"Eh gue ikut dong, gue juga mau ke adik gue Tasya, dia lupa bawa uang jajan." Sahut Rasya.
Fazel hanya mengangguki dan mengikuti kedua teman-temannya.
Dikantin SMP Fazel mengedarkan pandangannya tengah mencari Rachel, ia ingat betul tadi pagi Rachel tidak sarapan dan bilang akan makan dikantin, namun nyatanya tidak ada.
"Eh gabung dimeja Tasya aja, penuh nih." ajak Rasya yang kemudian duduk menghampiri Tasya.
"Berdua aja?" Tanya Vanesa ke Tasya dan Rania.
"Eh iya kak Vanessa, Rachel tadi gak mau istirahat, katanya masih kenyang." Jawab Rania.
"Rachel dikelas sama siapa?" Tanya Fazel.
"Banyak sih temen yang lain gak istirahat juga Kak. Tapi Rachel kaya lagi gak semangat, dari tadi nundukin terus kepalanya dimeja, tapi gak lagi sakit sih." Jawab Tasya.
"Mungkin mau PMS." jawab Vanessa.
"Itu Rachel." Sahut Rania yang melihat Rachel jalan bersama Reza kearah meja Tasya.
"Hel, katanya gak istirahat." Ucap Rania.
"Gue yang paksa Ran." Jawab Reza.
Rachel hanya tersenyum, Reza membawakannya milkshake coklat kesukaan Rachel.
"Yakin minum aja?" Tanya Reza penuh perhatian.
"Iya Za. Makasih ya." jawab Rachel.
"Kalian pacaran ya?" Tanya Rasya dengan iseng.
Reza menggaruk dahinya yang tak gatal itu. "Maunya sih Kak." Jawabnya dengan cengengesan.
"Kenapa gak pacaran aja, Reza ganteng, Rachel juga cantik." Sahut Vanessa.
"Masih satu SMP kak, aku belum mikir pacaran." Jawab Rachel dengan nada tak suka dengan ucapan Vanessa.
"Balik kelas." Ajak Fazel menghindari ketegangan antara Rachel dan Vanessa.
__ADS_1
Rachel berdiri, "Makanannya Kak Vanessa masih banyak, Minuman Kak Rasya juga baru datang. Kak Fazel disini aja, aku aja yang balik kekelas." Ucap Rachel yang kemudian berdiri dan meninggalkan kantin.
"Hel minuman kamu belum habis." Ucap Reza menahan Rachel.
"Makasih untuk traktirannya Za, tapi maaf aku lagi gak mood ditempat rame." Jawab Rachel yang melanjutnya langkahnya dengan berlari kecil.
"Lo berantem sama Rachel ya Zel? Rachel koq kaya beda?" Tanya Rasya saat setelah memasuki kelas.
"Rachel marah sama gue, karna gue mau kuliah di luar Negri." Jawab Fazel.
"Wajar sih Zel, Tasya juga suka gitu, udah biasa sama kita dari kecil kalau tau-tau pisah yang pasti gak siap."
Fazel hanya menghela nafasnya.
.
.
Fazel menunggu Rachel didepan kelas, kebetulan hari ini Fazel tidak ada kegiatan lain, Ia memutuskan untuk pulang bersama Rachel.
"Hel.." Panggil Fazel saat Rachel keluar kelas.
"Kak Fazel ngapain disini?" Tanya Rachel.
"Nungguin Rachel, kita pulang bareng."
"Kak Fazel gak ada ekskul?" Tanya Rachel lagi.
"Engga.. Kak Fazel udah keluar dari semua ekskul karna mau fokus ujian nasional." Jawab Fazel.
Rachel naik keatas motor Fazel, tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak ajakan pulang bersama Fazel. Hingga tiba dirumah, Rachel langsung masuk kedalam kamar dan tidak keluar lagi, padahal biasanya Rachel slalu tidur siang dikamar Fazel.
Tok.. tok.. tokk
"Hel.. Buka pintunya." Ucap Fazel.
"Rachel ngantuk kak, mau tidur siang dulu." jawab Rachel dari dalam kamar.
"Hel dari pagi kamu belum makan, makan siang dulu, nanti sakit."
"Gak laper Kak, nanti aja." Jawab Rachel masih dengan pintu tertutup.
Fazel menghela nafas, "Hel, Kakak minta maaf." Ucap Fazel.
Ceklekk..
Rachel membuka pintu kamarnya.
"Aku ngantuk Kak, Aku mau tidur dulu."
"Hel, kamu marah sama Kakak? please Hel, jangan marah."
"Aku gak marah sama Kakak. Kenapa harus marah? Aku cuma lagi gak mood aja."
"Biasanya kamu tidur siang dikamar Kakak." lirih Fazel.
"Kakak gak sayang sama Rachel, kalau kakak sayang, harusnya Kakak gak akan mau kuliah diluar Negri." Rachel memberanikan diri mengungkapkan perasannya.
Fazel menatap mata Rachel, tak lama setelahnya Rachel lalu menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
"Kakak harus gimana Hel? Kakak menyanyangimu lebih dari apapun, kakak hanya ingin mengendalikan perasaan kakak, maafkan Kakak." gumam Fazel sambil menatap pintu kamar Rachel dan kemudian pergi kekamarnya sendiri.
Hari kelulusan telah tiba, meski tidak juara umum dan hanya mendapat nilai rata-rata, Sasha dan Reyvan tetap bangga terhadap Fazel, sedari dulu Fazel memang istimewa, mau bersekolah ditempat umum dan bisa beradaptasi dengan orang sekitar nya saja sudah membuat Sasha dan Reyvan tenang.
Hubungan Rachel dan Fazel tetap sama, mereka seperti menjaga jarak. Rachel sudah tidak pernah manja lagi kepada Fazel dan jarang meminta bantuan Fazel dalam bentuk apapun.
"Aku khawatir sama Rachel, Sayang." Ucap Reyvan pada Sasha.
"Khawatir kenapa Mas?" Tanya Sasha yang menyandarkan kepalanya didada bidang Reyvan.
"Rachel semakin dewasa, cantik, aku takut suatu saat ada pria yang menyakiti hatinya. Aku takut karma perbuatanku dulu berdampak ke Rachel." Ucap Reyvan sabil membelai rambut Sasha.
"Aku berharap Rachel mendapatkan lelaki baik Mas, mungkin seperti Fazel." Jawab Sasha mencoba membahas Fazel dan Rachel.
"Andai ada yang seperti Fazel lagi, mungkin aku akan menjodohkan Rachel dengannya. Sekarang aku mengerti kenapa dulu Bunda dan Ayah maksa aku untuk dijodohin, karna mereka ingin yang terbaik untuk aku." Ucap Reyvan yang semakin mengeratkan pelukannya pada Sasha.
"Kalau ternyata jodoh Rachel itu Fazel gimana Mas? apa kamu setuju?" Tanya Sasha ragu-ragu.
"Fazel anak kita Sha, Fazel kakaknya Rachel, tidak mungkin mereka berjodoh." Jawab Reyvan.
"Tapi bukankan Fazel tidak ada hubungan darah dengan Rachel Mas, apapun bisa terjadi. Lihat Rachel begitu berubah saat tau Fazel akan keluar Negri."
"Menurut kamu? mereka menyanyangi lebih dari sekedar kakak Adik?" Tanya Reyvan.
"Aku rasa begitu Mas."
"Tapi kita sudah mengadopsi Fazel Sha."
Sasha menghela nafas. "Bahkan surat adopsi tidak kunjung turun dari Pengadilan Mas, Aku menyayangi Fazel layaknya anak sendiri yang aku lahirkan dari rahimku Mas. Dia istimewa untuk aku."
"Lalu kita harus bagaimana Sha?"
"Kita jalani dulu seperti ini Mas, kita tidak pernah tau perasaan mereka sesaat dan akan berubah atau selamanya. Tapi Rachel itu anak kita, Rachel sama seperti kita Mas, tidak mudah melupakan perasaan. Seperti aku ke kamu saat masa kecil dan sebaliknya kamu ke aku juga." Jawab Sasha.
.
.
.
Bab selanjutnya akan banyak membahas Fazel dan Rachel juga tentang cinta terlarang mereka.
Kehidupan Fazel diluar Negri yang akan membuat Fazel sedikit berubah.
Kira-kira hati Fazel juga ikut berubah gak ya?
.
.
.
Kali-kali bantu vote dan kasih hadiah dong readers yang baik hati.😁
.
.
.
__ADS_1
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....