
Hoekk.. Hoekkk..
Reyvan kembali memuntahkan apa yang baru saja ia makan.
Sasha memijit tengkuk leher Reyvan.
"Sayang, perut aku mual banget." Lirih Reyvan.
"Ya udah istirahat aja dulu mas." Jawab Sasha sambil membantu Reyvan membaringkan tubuhnya.
Sasha turun kebawah untuk membuatkan jahe hangat untuk Suaminya itu.
"Kak Rey masih muntah-muntah Sha?" Tanya Naya.
"Masih Nay, gue juga bingung. Obat anti mual gak mempan. Tapi cuma pagi doang, siang sih engga."
"Dulu waktu lo hamil Rachel juga gitu Sha?"
Sasha menggelengkan kepalanya, "Engga juga sih, dulu Rachel tuh anteng banget gak rewel sama sekali. Cuma kehamilan diawal gue sempat pingsan karna anemia."
"Berarti ini karma buat Rey, Sha." Kali ini Billy yang menyahuti.
"Tapi kasian Bill, gue gak tega."
Didalam kamar, Reyvan terus memikirkan sesuatu. "Apa ini yang dulu Sasha rasakan waktu mengandung Rachel?" Gumamnya.
"Pasti berat banget, apalagi gue gak nemenin dia dan hati dia yang dulu sedang kacau."
Reyvan mengacak rambutnya sendiri.
Ceklek.. Suara pintu kamar terbuka.
"Dad.." sapa Fazel.
"Iya Zel.. Dimana Mommy dan Rachel." Tanya Reyvan.
"Di taman belakang Dad, ada Uncle Fitt dan Auntie Indira sedang berkunjung."
"Baiklah, ayo kita susul mereka." Ajak Reyvan.
"Daddy sudah sembuh? Fazel kesini mau pijitin Daddy."
"Hai boy, Daddy tidak sakit. Terimakasih sudah care sama Daddy." Jawab Reyvan sambil mengusap puncak kepala Fazel.
***
Naya melahirkan seorang bayi laki-laki. Billy memberi nama Nabil Hanggara Rivano, anak dari Billy Hanggara dan Naya Putri Rivano.
"Jadi Papa juga lo Bil." Ledek Sasha.
"Iya, baru satu Sha, Lo sama Reyvan udah mau tiga aja. Masih ngejar nih gue." Jawab Billy sambil menggendong putra pertamanya itu.
"Satu juga cukup Bang, sakit tau melahirkan itu, ini aja lukanya masih berasa." Sahut Naya yang masih dalam pemulihan pasca operasi secar.
"Kayanya Naya trauma melahirkan nih." Ucap Indira yang saat ini sedang mengandung lima bulan.
"Belum dapat anak cewek kaya princess Rachel sayang, satu lagi lah nanti." Bujuk Billy.
"Engga, engga.. anak cewek cukup Rachel aja." Jawab Naya.
__ADS_1
Saat ini Sasha pun mengandung bayi laki-laki, dan Indira juga saat mengetahui hasil USG, jenis kelamin bayinya laki-laki.
"ya tahun ini keluarga kita panen bayi laki-laki semua. Rachel gak ada temennya nih." sahut Reyvan.
"Rachel benar-benar princess dikeluarga kita." Ucap Billy yang juga sangat menyayangi Rachel.
Bulan berikutnya Adalah HPL nya Sasha, karna ia akan melahirkan normal, jadi hanya tinggal menunggu kontraksi. Sasha juga sudah mengajukan cuti untuk melahirkan.
"Akhhh.." Teriak Sasha pelan saat menemani Fazel menyiapkan peralatan sekolahnya.
"Kenapa Mom?" Tanya Fazel.
"Adikmu menendang perut Mommy." Jawab Sasha. Namun tak lama rasa sakit itu tiba kembali.
"Akhh.. Zel panggilkan Daddy." Sasha memegang perutnya dan duduk diatas sofa dikamar Fazel.
Fazel langsung melesat memanggil Reyvan yang sedang membantu Rachel untuk menyiapkan keperluan sekolahnya juga.
"Dadd.. Mommy perutnya sakit." Ucap Fazel.
Reyvan langsung masuk kekamar Fazel untuk menemui Sasha.
"Sayang, kamu kontraksi lagi?" Tanya Reyvan.
"Mas sepertinya bayinya sudah minta keluar." Lirih Sasha.
Reyvanpun langsung menggendong Sasha untuk turun dan bergegas kerumah sakit.
"Sasha kenapa Rey?" tanya Bunda.
"Kontraksi Bun."
"Ah iya, tapi sudahlah Bun, Rey lupa, mending kerumah sakit aja. Titip anak-anak ya Bun."
"Gue antar Rey." sahut Billy yang baru saja turun dari anak tangga.
Billy mengantar Reyvan dan Sasha kerumah sakit. Sementara Rachel terus menangis melihat sang Mommy yang meringis kesakitan, dan Fazel dengan sayangnya memeluk Rachel.
***
"Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan Sha, jangan dulu ngeden ya Sha." Ucap dokter Dhea atau Maminya Fitto yang merupakan dokter kandungan senior dirumah sakit itu.
"Sakit Mas.." Lirih Sasha sambil menggenggam erat tangan Reyvan.
"Sabar sayang, aku disini." Jawab Reyvan
"Hitungan ketiga kita coba ya Sha. 1.. 2.. 3"
"Ayo Sha, sedikit lagi sayang." Semangat dari dokter Dhea.
"Oekk.. Oekkk.."
Suara bayi memecah keheningan.
"Laki-laki ya Sha, tampan sekali." Ucap Dokter Dhea sambil menyerahkan Bayi tersebut kepada dokter Pras yang akan menangani anak Sasha.
Setelah Selesai, dan kondisi Sasha stabil, Sasha dipindahkan keruangan perawatan.
Disana sudah ada Billy, Fitto dan Indira.
__ADS_1
Perawat masuk membawakan bayi lelaki Sasha dan Reyvan.
"Jagoan, temennya Nabil nih." ucap Billy saat melihat bayi tampan dan mungil di baby box.
"Lucu banget.. Siapa namanya?" Tanya Indira sambil menatap bayi mungil itu dan mengusap perutnya sendiri yang mulai membuncit.
"Fabrizio Rivano. Panggilnya Zio." Jawab Reyvan dengan senyum mengembang.
Menjelang siang, Bunda, Ayah dan Naya juga membawa Fazel dan Rachel datang kerumah sakit. Sementara Nabil putra Naya dan Billy ditinggal bersama suster.
"Adik Fazel ganteng sekali Dad.." Ucap Fazel.
"Fazel sayang sama Zio?" Tanya Reyvan.
Fazel mengangguk. "Fazel sayang Rachel, Nabil, Zio Dadd."
"Good Boy, itu baru Fazel kebanggaan Daddy." Jawab Reyvan.
"Rumah semakin ramai." sahut Bunda yang tengah menggendong Zio.
"Dan ini, Princess opa satu-satunya." Sahut Ayah yang menggedong Rachel.
"Kenapa baby nya lelaki Opa? kenapa gak pelempuan kaya Lahel?" tanya Rachel dengan wajah cemberut.
"Karna Zio dan Nabil nanti jadi pengawalnya princess Rachel." Jawab Billy membesarkan hati Rachel, karna Rachel sangat berharap mempunya adik perempuan.
"Lahel gak mau punya pengawal buat jagain Lahel. Lahel maunya Kak Fazel aja yang jagain Lahel sampai besal." Jawab Rachel.
Semua orang tertawa melihat tingkah laku lucu Rachel, sementara Sasha merasakan ada ketakutan tersendiri. Takut Rachel jatuh cinta terhadap kakaknya sendiri saat ia dewasa.
Reyvan menemani Sasha dirumah sakit, sementara yang lainnya sudah pulang termasuk Fazel dan Rachel.
"Hati aku sakit saat lihat kamu mempertaruhkan nyawa melahirkan Zio. Maaf karna aku tak menemanimu saat kamu melahirkan Rachel." Lirih Reyvan sambil mencium tangan Sasha.
"Gapapa koq mas, kan memang sudah kodrat aku sebagai seorang istri untuk melahirkan anak-anakmu." Jawab Sasha.
"Cukup sampai Zio Sha, aku gak mau lagi melihat kamu kesakitan lagi."
"Bukannya mau lima anak Mas? masih dua lagi kan?"
Reyvan menggelengkan kepalanya. "Cukup sampai Zio Sha, kita besarkan ketiga anak kita sama-sama ya." Kemudian Reyvan mencium kening Sasha. "Terimkasih Little, kamu dan Ketiga anak kita adalah penyemangat dan tempatku pulang melepas lelah."
"Rachel gak ada temennya Mas, Naya juga gak mau punya anak lagi, Naya percis seperti kamu. Trauma melahirkan."
"Seperti apa kata Ayah, Rachel princess satu-satunya dikeluarga Rivano."
Sasha tersenyum, dia mengeratkan peganggannya pada genggaman tangan Reyvan.
"Jangan pernah berubah ya Mas, aku mencintaimu."
"Aku lebih mencintaimu, akan aku fokuskan hidupku hanya untuk kamu dan ketiga anak kita, Fazel, Rachel dan Zio." Reyvan mencium kening Sasha dan mengecup bibirnya sekilas.
.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....