
Menjelang sore mereka kumpul bersama diruang televisi sambil minum teh bersama. Ayah dan Bunda senang sekali mengajak bermain Rachel dan Fazel. Rumah itu kini terlihat lebih ramai dan ceria lagi.
Rachel mentautkan halisnya sambil melipat kedua tangan didadanya, dia berdiri diatas sofa dan menatap sinis pada seseorang.
"Uncle Bill.." Pekik Rachel saat melihat Billy baru saja turun dari tangga yang berdekatan dengan ruang televisi.
"Hai princess." Sapa Billy sambil berwajah tanpa dosa.
"Rachel duduk, gak boleh berdiri disofa." ucap Sasha.
"No Mommy, Lahel ada ulusan sama Uncle Bill dulu." jawab Rachel dengan cemberut khas anak kecil.
Billy mendekat dan duduk disebelah Naya sambil menggaruk keningnyanya yang tidak gatal itu.
"Uncle Bill Bohong sama Lahel." ucap Rachel.
Ayah, Bunda, Reyvan, Naya hanya menahan tawanya, sementara Sasha merasa tidak enak pada Billy
"Maaf Princess, Uncle Bill banyak kerjaan."
"Uncle Bill Bohong, Uncle halus dihukum." Ucap Rachel sambil menghentakan satu kakinya.
"Ini anak sama Bokap sama banget ya, sama-sama seneng ngasih kerjaan buat gue." ucap Billy yang kemudian di tertawai oleh semua yang berada di ruang televisi.
"Cup.. cup cupp Sayang,, kasian amat" Ucap Naya sambil mengelus pipi Billy.
"Diam Yank, bukannya belain malah ledekin aku." Billy masih dengan wajah betenya.
"Pokonya Lahel hukum Uncle Bill, jadi Unicorn nya Lahel sampe makan malam." Ucap Rachel dengan lantang.
"Maksud Rachel Uncle jadi kuda gitu?" Tanya Billy dengan nada bingung.
"No Uncle, bukan kuda tapi Unicorn, Unicorn itu ada tanduknya, jadi sampe makan malam Uncle Bill pake ini." Jawab Rachel sambil melepas bando unicorn dikepalanya dan mendekat pada Billy lalu memakaikannya dikepala Billy.
Semua yang berada di ruang televisi tersebut tidak bisa lagi menahan tawanya, mereka tertawa saat Billy memakai bando unicorn punya Rachel.
"Princess yang bener aja, lepas ya." Bujuk Billy.
"No Uncle, pokonya pake, dan selama jadi unicorn uncle harus nulut apa kata Lahel." Jawab Rachel.
Billy hanya bisa pasrah mengikuti kemauan ponakan tersayangnya itu.
"Ayo Uncle Bill gendong Lahel, kan sekalang Uncle Bill Unicorn Lahel."
Billy dengan wajah lesunya menuruti kemauan Rachel, Rachel naik dipundak Billy.
"Unicorn, Lahel mau keliling lumah Oma.. Go!!" Seru Rachel sambil mengepalkan satu tangannya keatas.
"Rachel jangan gitu, kasian Uncle Bill." bujuk Sasha.
__ADS_1
"No Mommy, ini hukuman untuk Uncle yang udah bohongin Lahel. Lahel cuma nagih janji Uncle Bill"
"Gapapa Sha, itung-itung Billy punya anak nanti." Sahut Naya.
"Tega kamu Yank, tunggu hukumanku nanti malam ya." Ucap Billy sambil tersenyum smirk yang membuat Naya Bergidik.
***
Minggu pagi Reyvan mengajak Sasha, Fazel dan Rachel untuk berjalan-jalan ditaman kota.
Rachel asik bermain bola bersama Fazel dan Reyvan, sementara Sasha menunggu mereka.
"Hufff cape banget sayang." Keluh Reyvan yang kemudian duduk disebelah Sasha.
"Kasian banget." Ucap Sasha sambil mengelap keringat diwajah Reyvan.
"Dua anak itu kenapa batrainya slalu Full, mereka benar-benar anak anak yang penuh energic."
Sasha tertawa.
"Ekhemmm..." Suara Naya yang terdengar berdehem.
"Nyusul kesini Nay?" tanya Sasha.
"Iya, gue bangun sepi banget rumah, kata Bunda kalian kesini jadi gue susul." Jawab Naya.
Reyvan mengajak Billy main bola bersama Fazel dan Rachel. Mereka tampak kompak sekali.
"Kelihatannya gimana?" Tanya Sasha balik.
"Baru lho gue lihat Kak Rey selepas ini Sha, lima tahun lo tinggalin dia kaya mayat hidup. Kalo bukan karna Fazel, gue rasa dia udah ngeakhirin hidupnya kali Sha."
"Oh ya?" Tanya Sasha.
Naya mengangguk, "Gue harap lo sama Kak Rey udah gak ada masalah lagi ya Sha. Mas Rey kan bikin rumah buat lo Sha, tadinya buat hadiah anniversary lo sama dia yang ke lima, cuma lo keburu ngilang."
"Rumah?" Tanya Sasha.
"Iya, rumah.. Gue pernah satu kali diajak Bang Billy kesana waktu rumahnya hampir jadi, rumahnya besar Sha, banyak kamarnya, kata Bang Billy, Reyvan sengaja bikin banyak kamar karna dia pengen punya lima anak."
Sasha tersenyum, "Iya dulu Mas Rey pernah bilang mau punya lima anak, sekarang gue udah ada dua anak Nay, tinggal tiga lagi." jawab Sasha.
"Lo mau Sha?" Tanya Naya dengan heran.
"Gapapa sih Nay, biar rumahnya rame kan?"
Naya mengangguk, "Tapi lo jangan dulu pindah kalo kak Rey ngajak pindah ya Sha.. kasian Bunda kesepian. Semenjak ada Rachel rumah jadi rame aja, Fazel juga mau berinteraksi."
"Iya Nay, gue gak pindah koq, gue terus nemein Ayah sama Bunda." jawab Sasha.
__ADS_1
***
"Zel jangan lupa sikat gigi dulu ya." Ucap Sasha pada Fazel saat memasuki kamar Fazel.
"Siapp Mommy." jawab Fazel sambil melangkahkan kakinya kedalam toilet didalam kamarnya.
Rasa percaya diri Fazel sudah meningkat, ini karna Sasha yang slalu mengajak berbicara Fazel, sehingga Fazel menjadi anak yang percaya diri lagi.
"Dadd, Lahel mau punya kamal sendili sepelti kamal kak Fazel." ucap Rachel dalam gendongan Reyvan.
"Yakin mau tidur sendiri?" Tanya Reyvan.
"Iya Dad, tapi kamal Lahel halus banyak unicornnya ya, jangan spidelman sepelti kamal kak Fazel." Jawab Rachel.
"Okey princess, sebelah kamar Kak Fazel nanti Daddy sulap jadi kamar Unicorn untuk Rachel ya."
"Yeayyyy.. Thankyou Daddy, Lahel sayang Daddy." Rachel terus menciumi wajah Reyvan.
Selesai menidurkan Fazel, Sasha pindah kekamar Reyvan, Rachel slalu setia menempel pada Reyvan, kegaiatannya sebelum tidur adalah bercerita kesana kesini dengan celotehannya.
"Kamal Daddy halusnya walnanya pink dan ungu." Ucap Rachel sambil menunjuk salah satu dinding yang berwarna abu dan putih.
"Jangan dong sayang, nanti aja kamar Rachel yang warnanya pink dan ungu ya." jawab Reyvan yang tidak bisa membayangkan jika kamarnya berubah warna menjadi pink dan ungu.
"Kata Mommy Lahel bental lagi ulang tahun Dad."
"Rachel mau kado apa dari Daddy?" tanya Reyvan.
"Kamal unicorn Dad, Lahel mau punya kamal Unicorn."
"Hemm.. Kalau Rachel tidur sendiri, nanti Daddy peluk siapa dong?" Tanya Reyvan menggoda.
"Daddy bisa tidul peluk Mommy, kata Uncle Bill kalo Lahel tidul sendili, telus Daddy tidul sama Mommy, nanti Lahel cepet punya ade bayi." Jawab Rachel dengan polos sambil memainkan jarinya diwajah Reyvan.
"Rachel jangan dengerin Uncle Bill. Besok Mommy jewer Uncle Bill karna udah bohongin Rachel." sahut Sasha yang merasa terganggu mendengar obrolan Ayah dan anak itu.
Reyvan tertawa, "Baiklah princess, Daddy akan segera membuatkanmu kamar unicorn, biar Rachel bisa cepat punya ade bayi."
Sementara Sasha hanya menggelengkan kepalanya kemudian tertidur karna esok ia harus kembali kerumah sakit.
Reyvan menatap lembut pada Rachel dan Sasha yang sudah terlelap, "Aku akan menjaga kalian dan juga Fazel." Gumamnya sambil mencium kening Rachel dan Sasha bergantian.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...