MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
KERUMAH BUNDA KEMBALI


__ADS_3

Tiba didepan Loby apartemen Darren, Sasha membuka seat beltnya dan menengok kearah kursi belakang, bibirnya tersenyum ketika melihat pemandangan indah, dimana Rachel tertidur dengan posisi kepala diatas paha Fazel, dan Fazel pun tertidur sambil menyandarkan kepalanya dipintu mobil beralaskan bantal kecil.


Reyvanpun tersenyum melihat itu. "Fazel menyayangi Rachel Sha."


Sasha mengangguk, "Aku turun dulu Mas. Terimakasih telah mengantarku." Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Tunggu Sasha." Seru Reyvan sambil menahan lengan Sasha.


"Aku mau tanya sesuatu." Ucapnya pelan.


"Tanya apa, tapi tolong lepaskan tanganku dulu mas." Jawab Sasha sambil melihat kearah tangannya.


Dengan segera Reyvan melepaskan lengan Sasha, "Maaf Sha.."


"Aku mau tanya, kemarin saat kamu bilang seseorang menunggumu dirumah dan yang menemanimu slama empat tahun ini, apakah dia Rachel?" Tanya Reyvan.


Sasha mengangguk, "Dia Rachel, orang yang slalu membuatku semangat dan bertahan hingga saat ini."


"Sha.. Aku mohon maafkan aku, ijinkan aku untuk menebus semuanya. Mari kita mulai semua dari awal, demi Fazel dan Rachel."


"Aku masih butuh waktu mas, maaf aku turun dulu." Sasha turun dan mengambil Rachel yang tertidur dan menggendongnya.


Reyvan kembali kerumah dengan wajah tersenyum, hari ini sedikit sempurna untuknya.


Sasha kembali dan membawa anak perempuan mereka, Fazel bisa berinteraksi dengan Sasha maupun Rachel. Reyvan berencana akan mengejar kembali hati Sasha dan membangun rumah tangga mereka kembali.


Pagi hari Billy datang menjemput Naya untuk menjemput Bunda pulang dari rumah sakit.


"Lho kak lo gak ikut jemput Bunda?" Tanya Naya saat mereka berpapasan ditangga.


"Gue jemput Sasha." Jawab Reyvan singkat.


Reyvan mendekat pada Billy. "Bill lo sama Naya diantar supir aja ya, biar nanti Bunda sama Ayah balik sama supir, gue minta tolong bawain mobil Sasha yang masih dirumah sakit kesini." Ucapnya pada Billy sambil menyerahkan kunci mobil Sasha.


"Lo sama Sasha sekarang gimana?" Tanya Billy.


"Sasha maunya pisah, tapi gue masih terus perjuangin, gue udah punya anak Bill, Rachel anak gue." jawabnya dengan serius.


"Berarti Sasha udah banyak kecewa sama lo kak." Sahut Naya.


"Eh iya Nay, gue mau tanya sama Lo." Kali ini Reyvan menatap Naya.


"Apa? mau tanya apa?"


"Siapa dokter yang lagi pdkt sama Sasha?" Tanya Reyvan dengan serius.

__ADS_1


"Ohh, dokter Febri, dia satu divisi sama Sasha, sama-sama dokter anak. Dia duda anak dua kalo gak salah, udah lama dia ngincer Sasha, dari waktu Sasha masih koas, cuma dia mundur sendiri pas tau Sasha udah nikah. Nah ga tau kenapa pas Sasha balik lagi dan sering bawa Rachel ke rumah sakit, dokter Febri gencar lagi deketin Sasha, karna gosip yang beredar Sasha itu single parents di rumah sakit." Jawab Naya.


"Single parents? enak banget yang bikin gosip." Reyvan sedikit emosi dan tak terima Sasha disebut single parents.


"Emang sekarang lo sama Sasha kaya gimana Kak?" Tanya Naya.


"Gue mau tetep berjuang untuk Sasha dan Rachel, gue gak akan lepasin Sasha." Jawab Reyvan mantap.


"Kalo gitu selamat berjuang, sembuhin lagi luka Sasha, gue berharap banget Sasha balik lagi kerumah ini." Ucap Naya.


Siang jam sebelas Reyvan sudah berada diloby apartemen Darren. Reyvan tidak menjemput langsung ke unitnya karna Sasha yang melarangnya.


"Daddy sendilian?" Tanya Rachel saat tak melihat Fazel berada didalam mobil.


"Iya sayang, Kak Fazel lagi dirumah nunggu Rachel."


Selama perjalanan dari apartemen ke rumah Bunda, Sasha hanya diam, yang terdengar hanya celotehan dari Rachel yang duduk dipangkuan Sasha.


"Daddy janji belikan lahel floaties unicorn kan?" tanya Rachel.


"Iya Daddy janji, Daddy udah suruh Uncle Bill untuk cari floates unicorn yang Rachel mau." Jawab Reyvan sambil mengemudi, sesekali reyvan mencuri pandang kearah Sasha yang hanya diam sambil memandang jalanan.


Mereka tiba dirumah Bunda. Sasha turun dari mobil dan memandang rumah yang sudah lama tidak ia datangi itu.


"Wah lumah Daddy besal sekali." seru Rachel dalam gendongan Sasha.


"Lahel mau masuk Dad, kak Fazel dimana?" Tanya Rachel antusias.


Reyvan membawa Rachel dan menggandeng tangan Sasha masuk kedalam rumah Bunda.


"Non Sasha..." Seru Bi Sumi ART yang bekerja dirumah Bunda.


"Ehh Bi Sumi, sehat Bi?" Tanya Sasha dengan ramah.


"Sehat Non.. Ya ampun Non, makin cantik aja, bi sumi kangen sama Non, boleh peluk gak Non?" Tanya Bi Sumi.


Tanpa ragu, Sasha memeluk Bi Sumi.


"Ini anak Non Sasha?" Tanya Bi Sumi saat melepaskan pelukannya.


Sasha mengangguk dan tersenyum.


"Cantiknya, kaya Non Sasha." Ucap Bi Sumi.


"Bunda belum pulang Bi?" Tany Sasha.

__ADS_1


"Belum Non, mungkin masih dijalan, ya udah bibi tinggal dulu kedapur ya Non, nyiapin makan siang." Ucap Bi Sumi kemudian meninggalkan Sasha bersama Reyvan dan Rachel.


"Dad dimana Kak Fazel?" Tanya Rachel.


"Ada dihalaman belakang nunggu Rachel, yuk Daddy antar."


Reyvan yang masih menggendong Rachel membawa Rachel kehalaman belakang.


"Waah kolam lenaaang." Seru Rachel.


"Mommy kita pindah kesini ya, Lahel mau tinggal disini." Rengek Rachel.


"Engga Rachel, kita tetap tinggal dirumah Papa Ren ya."


"Yah Mommy, Lahel kan mau disini, ada kolam lenangnya Mom, ada halamannya juga, gak halus pake lift dulu kalo mau ke taman." Ucap Rachel, karna rumah Darren disebuah appartemen, membuat Rachel malas jika harus keluar dan memakai lift.


Sasha hanya diam tidak menjawab. Reyvan terus memperhatikan wajah Sasha yang seperti tidak nyaman.


"Rachel sama Kak Fazel dulu ya." ucap Reyvan pada Rachel dan mendudukan Rachel di gazebo untuk mewarnai bersama Fazel."


"Mas aku titip Rachel dulu ya, aku mau bantu Bi Sumi dulu." Ucap Sasha kemudian mulai melangkah.


Reyvan hanya bisa pasrah dan melepas Sasha untuk kedapur.


"Bi aku mau bantuin masak, udah lama kan gak masak disini." ucap Sasha saat menghampiri Bi Sumi.


"Udah mau selesai Non, lagi Non Sasha kemana aja sih, gak tau apa den Reyvan udah kaya orang gila nyari Non Sasha." Ucap Bi Sumi.


"Masa Bi?" Tanya Sasha.


"Den Reyvan setiap hari pulang larut malam, hari libur juga gak dirumah, kalo ditanya sama Bapak jawabnya nyari Non Sasha. Den Reyvan udah kaya mayat hidup, jarang makan, sering sakit-sakitan juga." Ucap Bi Sumi menjelaskan.


"Benarkah Bi?" Tanya Sasha lagi.


"Den Fazel walapun disini tapi gak ada yang merhatiin, kasian deh Non, memang semua pada baik, tapi den Fazel seperti kekurangan kasih sayang. Semua orang disini fokus nyari Non Sasha." Lagi-lagi Bi Sumi menjelaskan.


Sasha sempat terdiam, dirinya berpikir sangat egois, Reyvan memang tidak berselingkuh, dia hanya menyembunyikan soal Fazel, dan kini Sasha tau bahwa Fazel menjadi korban dari keegoisannya.


.


.


.


.

__ADS_1


...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2