
Dua minggu berlalu, Sasha tetap tinggal bersama Darren, walaupun Darren sering menasehatinya untuk kembali kepada Reyvan demi Rachel. Namun Darren tetap menghargai segala keputusan yang Sasha ambil.
Dirumah keluarga Rivano, Naya sedang berbicara soal pernikahannya dengan Billy yang akan digelar dua minggu lagi disebuah hotel mewah.
"Nay ini kan acara malam, tamu-tamu penting disediakan kamar juga atau tidak?" Tanya Ayah.
"Kemarin Naya tanya Fitto dan keluarganya, katanya mereka memilih pulang karna hotelnya juga dekat dengan rumah, terus kalau keluarga Kak Darren, juga katanya pulang dan tidak usah disewakan kamar hotel, Maminya Sasha juga gak bisa datang, tapi kemarin sudah telpon Naya langsung Yah. Paling kamar tambahan untuk Sasha dan Rachel aja Yah." Jawab Naya.
Reyvan yang mendengarnya langsung menyahut, "Ngapain tambahan kamar untuk Sasha? Sasha ya tidur sekamar sama gue lah."
"Ya sempit lah Kak, lo kan sama Fazel." Jawab Naya.
"Muat, waktu itu juga gue disini tidur berempat sama Sasha, Rachel dan Fazel. Gak usah macem-macem Nay, Sasha satu kamar sama gue." Ucap Reyvan dengan tegas.
"Emang Sasha nya mau Rey?" Tanya Bunda dengan nada meledek.
"Ishh Bunda ini kenapa sih, ya Rey sama Sasha kan masih suami istri, ya harus satu kamarlah."
***
Dua minggu kemudian acara pernikahan Naya dan Billy digelar, Acara itu sangat mewah, sama seperti acara pernikahan Sasha dan Reyvan sepuluh tahun yang lalu.
Sasha selesai merapihkan make up nya, dia tampak cantik dan anggun dengan balutan gaun pesta berwarna peach yang couple dengan Rachel dan senada dengan jas Reyvan juga Fazel.
Sedari tadi, Rachel terus menempel seperti ulat bulu pada Reyvan, bahkan tidak mau lepas dari gendongan Reyvan, ya Rachel sangat manja terhadap Reyvan.
Sasha membenahi jas yang dipakai oleh Fazel, "Anak Mommy tampan sekali." Ucap Sasha sambil mencubit pipi Fazel.
Reyvan tidak bekedip saat melihat Sasha dengan balutan gaun berwarna peach.
"Kamu cantik sekali, Little." Batinnya.
Saat acara Resepsi banyak rekan kerja sejawat yang datang diacara pernikahan Naya dan Billy termasuk dokter Febri.
Sasha asik mengobrol bersama Indira dan Fitto, "Selanjutnya kalian nih." Ucap Sasha dengan menunjuk wajah Fitto kemudian Indira.
"Langsung Sha." Jawab Fitto sambil merangkul pinggang ramping Indira yang memakai gaun dengan warna yang sama dengan Sasha.
"Widihh udah mulai berani nih Fitto." Sindir Sasha.
"Sebatas peluk doang Sha, ya elah lo bikin orang kaga nyaman aja sih." Ucap Fitto saat Indira melepaskan tangan Fitto dari rangkulannya.
Sasha dan Indira tertawa bersama sedangkan Fitto hanya cemberut.
"Hai dokter Natasha." Sapa dokter Febri.
"Dokter Febri sudah datang? sama siapa?" Tanya Sasha basa basi.
"Sendirian nih, belum ada gandengannya." Ucap dokter Febri.
"Ya cari dong dok, gandengannya, suster-suster banyak yang jomblo." Sahut Fitto.
"Dokter Fitto bisa aja, susah move on saya dari dokter natasha."
Sasha hanya tersenyum tipis, enggan menanggapi perkataan Febri.
"Mommy, dicariin Daddy." Ucap Fazel saat menghampiri Sasha.
"Daddy dimana sayang?" Tanya Sasha sambil mengusap kepala Fazel.
__ADS_1
"Disana lagi sama temannya." Kata Fazel sambil menunjuk arah dimana Reyvan berada.
"Panggil kesini aja ya Daddynya." Ucap Sasha.
Febri yang melihat Fazel memanggil Sasha dengan sebutan Mommy merasa heran.
"Yang tadi anaknya dokter Natasha juga? bukannya Rachel yang masih umur empat tahun?"
"Yang tadi Fazel, dia anak saya juga dok, kakaknya Rachel." jawab Sasha tanpa menjelaskan panjang lebar.
Dari jauh Reyvan melihat Febri yang berbicara pada Sasha dan merasa cemburu dan segera menghampiri mereka meskipun Sasha tidak hanya berduaan karna ada Fitto dan Indira juga.
"Mommy..." panggil Rachel dari gendongan Reyvan.
"Rachel, turun sayang, dari tadi digendong terus, kasian Daddy nya pegel." ucap Rachel.
"No Mommy, Rachel maunya digendong Daddy." Jawab Rachel sambil melingkarkan tangannya dileher Reyvan.
"Udah sayang gapapa, biar Rachel aku gendong aja." Ucap Reyvan sambil mengusap punggung Rachel yang terus saja memeluknya.
Dokter Febri semakin terheran-heran saat mendengar Reyvan memanggil Sasha dengan sebutan Sayang.
"Maaf, ini suami dokter Natasha?" tanya Febri.
Reyvan langsung menyahut, "Iya, saya suaminya Natasha, dan ini kedua anak kami." Jawabnya dengan penuh penekanan.
"Dad, Fazel mau pipis." Ucap Fazel.
"Rachel sama Uncle Fitt dulu yukk, Uncle Fitt masa dicuekin Rachel terus." Ucap Fitto membujuk Rachel dan Rachel dengan mudah terbujuk oleh Fitto.
"Sayang aku ketoilet dulu ya anter Fazel." Ucap Reyvan.
"Mau aku ambilkan sandal sekalian?" tanya Reyvan.
"Gak usah, nanggung juga mas." Jawabnya.
Reyvan dan Fazel pergi meninggalkan Sasha dengan yang lainnya.
Dokter Febri mulai berbicara.
"Maaf dokter Natasha, saya kira dokter Natasha single parents dan punya satu anak." Ucap Febri.
"Dokter Febri, Sahabat saya ini udah nikah sepuluh tahun yang lalu, emang gak pernah publikasi soal hubungannya." Jawab Fitto membela Sasha dan Sasha hanya tersenyum.
Acara resepsi pernikahan sudah selesai, bahkan Rachel tertidur digendongan Reyvan, Fazelpun terlihat sudah mengantuk.
"Rey, anak-anak Bawa langsung aja kekamar. Kasihan mereka sudah pada kecapean." Titah Bunda.
"Iya Bun." Jawab Reyvan.
"Yuk Sayang." Ajak Reyvan kepada Sasha yang diangguki oleh Sasha.
Mereka masuk kedalam kamar bersama. "Kita satu kamar Mas?" Tanya Sasha.
"Iya, memang kenapa Sha?" Tanya Reyvan sambil menaikan satu halisnya.
Reyvan menidurkan Rachel dan dengan segera Sasha menggantikan pakaian Rachel, sementara Fazel berganti pakaian sendiri.
"Zel, gosok gigi dan cuci kaki tangan dulu ya." Ucap Sasha pada Fazel.
__ADS_1
"Iya Mom." Jawab Fazel.
Fazel dan Rachel tidur di tempat tidur, sementara Reyvan memesankan ekstrabed untuk tambahan tidurnya.
"Kamu bisa tidur diatas sama anak-anak Sha, masih muatkan kalau bertiga?" Tanya Reyvan.
"Aku biar dibawah aja Mas, kasian anak-anak kalau tidurnya kesempitan." Jawab Sasha.
"Tidur sama aku Sha?" Tanya Reyvan dengan tidak percaya.
"Dimana lagi mas? kecuali kalau kamu mau disofa." Ucap Sasha sambil berlalu ketoilet untuk membersihkan diri.
Reyvan tersenyum, perlahan Sasha mulai menerima kembali kehadirannya.
Pagi telah tiba, entah mereka berempat terlalu lelah atau memang bakat tidur sehingga jam delapan pagi mereka berempat masih tertidur pulas.
Tok.. tok.. tokk..
Suara seseorang mengetuk pintu kamar mereka.
Fazel yang terlebih dahulu mengerjapkan matanya langsung bangun dan membuka pintu.
"Uncle Bill.." Sapa Fazel sambil menguap karna baru bangun tidur.
"Daddy mana Zel?" Tanya Billy.
"Masih tidur sama Mommy." Jawab Fazel kemudian masuk dan membiarkan pintu terbuka sehingga Billy pun bisa ikut masuk kedalam kamarnya.
Dilihatnya Rachel yang masih tertidur dikasur utama dengan posisi yang sudah tak beraturan, dan pandangan Billy teralihkan pada sepasang suami istri yang masih dalam satu ikatan tapi mereka berpisah rumah.
"Ekheemmmm." suara Billy berdehem dengan sedikit keras, sengaja memang, dia ingin membuat Reyvan dan Sasha terkejut atas kehadiran dirinya.
Perlahan Sasha mulai menyadari suara Billy dan mulai mengerjapkan matanya.
"Ahhh." teriak Sasha saat menyadari dirinya tidur dengan posisi berpelukan dengan Reyvan.
Reyvan merasa kaget dan ikut bangun, "Ada apa Sha?" Tanya Reyvan dengan suara berat khas bangun tidur.
"Gileeee, gue yang nikahan, kalian yang pengantin baruan, parah lo mana ada anak-anak." Sahut Billy.
"Apa sih Bill, gak sengaja tau." Jawab Sasha. sambil mengikat rambutnya secara asal.
"Iseng banget lo, gimana caranya bisa masuk?" Tanya Reyvan.
"Fazel yang buka pintu. Udah ditunggu dibawah buat sarapan, lo malah masih pada asik tidur sambil pelukan." Jawab Billy dengan nada cengengesan.
"Ganggu aja lo, gak tau apa ini moment jarang terjadi." Ucap Reyvan dengan nada galak.
"Udah cepet bangun, anterin gue ke bandara, mau Honeymoon nih sama dek Naya." Billy keluar begitu saja dari kamar, sementara Sasha sudah masuk kedalam toilet untuk membersihkan diri.
.
.
.
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...
__ADS_1