
(Siapa David sudah Author jelaskan di Bab Masalah Keuangan Sasha. Jadi wajib baca bab tersebut dan selanjutnya ya)
...***...
"Bagaimana dengan sekertaris baru nya Lex, sudah ada?" Tanya Darren saat dikantor.
Darren memutuskan untuk mengganti sekertaris perempuan dengan sekertaris berjenis kelamin laki-laki. Dia tidak ingin membuat Farah cemburu saat nanti datang kekantornya dan melihat sekertaris yang slalu berpenampilan sexy itu.
"Sudah Pak, saya menjatuhkan pilihan pada Fresh Graduate, meski belum memiliki pengalaman namun dia pintar berbahasa inggris dan mandarin, dia juga lulusan terbaik dikampusnya."
"Baiklah, segera pekerjakan. Kalau bisa besok sudah mulai masuk, dan pindahkan sekertaris lamaku ke bagian lain, atur saja dia ditempatkan dimana." Titah Darren kepada Alex.
Keesokan harinya Sekertaris baru Darren tiba dan menghadap Darren.
"Pak, ini David sekertaris bapak mulai hari ini." Ucap Alex.
"Selamat pagi Pak Darren, saya David, Bapak bisa panggil saya Dave." Ucap David.
"Baiklah Dave, sudah dijelaskan oleh Alex apa tugasmu? dari mengatur jadwalku, mengarsipkan dokumen, dan lainnya?" Tanya Darren.
"Sudah Pak." jawab David mantap.
"Baiklah, kamu sudah bisa bekerja, kamu nanti bisa berhubungan langsung dengan Alex untuk kordinasi."
Tok.. tokk.. tokk.
Darren menoleh kearah pintu yang masih tertutup, dan Alex membukakan pintu.
"Selamat Pagi Non Sasha."
"Pagi Kak Alex, jangan panggil aku Non, panggil aja Sasha." Ucap Sasha tersenyum ramah.
Alex hanya menunduk tidak berani membalas senyuman adik dari bosnya itu. Sementara Sasha langsung melenggang masuk kedalam ruangan Darren.
"Sama siapa Sha?" Tanya Darren sambil berdiri dari kursi kebesarannya dan mencium pipi adiknya tersebut.
"Diantar Mas Rey tadi sekalian berangkat kerja, aku gak ada jadwal koas, mau gangguin Kakak kerja." Jawab Sasha dengan manja sambil memeluk Darren.
"Jadwal kakak hari ini padat, kamu kebutik Mami aja, temenin Farah disana. Biar supir kantor yang antar kamu."
"Gak asik, mas Rey sibuk, Kak Darren sibuk." Ucapnya cemberut.
"Natasha..?" Panggil David ragu-ragu.
Sasha menoleh kearah orang yang memanggilnya. "Dave.. kamu Dave kan??" Tanya Sasha dengan antusias.
Sasha menghampiri Dave dan memeluknya, "Ahh kamu apa kabar Dave? Sudah lama kita lost kontak."
David melepaskan pelukannya karna merasa tidak enak dengan Darren dan Alex.
"Kalian saling kenal?" Tanya Darren dengan nada heran.
"Kak, ini Dave, teman aku."
__ADS_1
"Teman? Kakak kira teman kamu cuma Fitto dan Naya."
"Dave juga teman aku kak."
Sasha melihat kearah David. "Dave kamu ngapain disini? ini Kakakku, Kak Darren."
"Maaf Sha, aku gak tau kamu adik pak Darren, hari ini hari pertamaku kerja disini." Jawab Dave.
Sejenak Sasha berfikir, Sasha takut kalau Darren mengetahui kalau Sasha pernah bekerja sebagai Driver taxi online dari David, Sasha takut pandangan Darren berubah terhadap Reyvan.
"Kak, boleh aku bicara dengan Dave sebentar?" Tanya Sasha.
"Silahkan Sha."
"Aku ajak Dave keluar sebentar ya Kak."
Darren hanya mengangguk, dia juga tidak curiga akan hubungan apa yang dimiliki oleh Sasha dan David.
Sasha mengajak Dave untuk duduk dikantin sambil menikmati kopi.
"Sha, jangan lama-lama, aku gak enak sama Pak Alex dan Pak Darren." Ucap David.
"Sebentar aja Dave."
"Hmm Dave, aku mau minta tolong, jangan sampai kak Darren tau ya kalau aku pernah kerja jadi Driver taxi online."
"Pak Darren kakak kamu Sha, dia orang sukses, kenapa kamu dulu kerja Sha?" tanya David.
"Panjang ceritanya Dave, aku mohon Dave jangan sampai Kak Darren tau ya, aku takut nanti dia jadi gak suka sama suami aku."
"Sebelum kenal kamu, aku sudah menikah Dave, cuma saat itu hubungan aku dan suami tidak sebaik sekarang, aku takut Dave kalau Kak Darren tau."
"Baiklah Sha, kamu tidak usah khawatir. Aku akan jaga rahasia ini, dan kamu harus jelaskan kenapa kamu menghilang, ponsel kamu tidak bisa dihubungi."
"Terakhir aku mengantar penumpang offline yang kamu lempar ke aku untuk antar kebandara, aku kecelakaan saat pulangnya Dave, mobilku hancur, ponselku rusak, dan aku tidak sempat mengurus nomer ponsel lamaku, jadi aku ganti nomer."
"Kecelakaan Sha?"
"Maaf Dave, tapi semua sudah lewat, hubungan aku dengan suamiku sudah membaik, sekarang aku fokus kuliah."
"Syukurlah Sha, kalau begitu kita nanti ngobrol lagi ya Sha, aku harus kembali bekerja."
Sasha tersenyum dan mengangguk, "Aku juga mau pamitan ke Kak Darren."
DiButik dan Salon Aluna milik Mami Martha.
Ini hari kedua Farah mengelola butik, buatnya bukan hal sulit karna sudah berpengalaman slama diParis. Farah mampu berkordinasi dengan karyawan dan para pekerjanya.
"Desaign Mami bagus sekali." Gumam Farah sambil melihat lembar demi lembar sketsa yang Mami Martha buat.
Ceklekk..
"Kak Faraahhh." Panggil Sasha dengan nada ceria saat memasuki ruangannya.
__ADS_1
"Hai Sha, sini masuk."
Farah mencium pipi kiri dan kanan adik iparnya itu.
"Libur?" Tanya Farah.
Sasha mengangguk, "Tadi aku ke kantor Kak Darren dulu, tapi diusir katanya kak Darren sibuk, suruh kesini main sama Kak Farah." Jawab Sasha dengan nada manja.
Farah tertawa, "Begitulah Darren, dia Workaholic."
"Kak Farah kenal banget Kak Darren nih." Jawab Sasha sambil tertawa juga.
"Ya udah disini aja sama Kak Farah ya Sha, Kenapa gak ajak Fitto atau Naya?"
"Mereka ada jadwal dirumah sakit Kak, hari ini aku kebagian libur, jadwal libur kita gak sama."
Farah menganggukan kepalanya,
"Sha.. kenapa mau jadi dokter?" Tanya Farah mendalam.
"Tepatnya dokter anak kak, aku suka sama anak-anak, aku mau sembuhin anak-anak yang sakit biar bisa menggapai impiannya." Jawab Sasha.
"Udah empat tahun lebih kan Sha, kamu nikah sama Rey, belum ada tanda-tanda mau punya anak?" Tanya Farah lagi.
"Iya Kak, awalnya aku emang nunda punya anak sampai koas selesai dan ikut ujian sertifikasi dan internship. Koas ku juga udh tinggal berapa bulan lagi selesai, dan sepertinya aku mulai memikirkan mau punya anak dan gak nunda lagi."
"Oh pantes aja Sha, ternyata emang nunda ya."
"Kak Farah mau langsung punya anak atau nunda juga?" tanya Sasha.
"Maunya langsung Sha, Darren juga maunya gitu, mungkin karna umur kita yang bentar lagi mau kepala tiga kali ya."
Sasha tersenyum, "Kalo Mami ada pasti Mami bahagia, aku gak habis pikir kenapa Mami pergi ya Kak, padahal disini masih ada aku."
Farah mengusap punggung Sasha. "Mami pasti ada alasan Sha, mungkin luka mami terlalu dalam sehingga Mami perlu waktu untuk sendiri menyembuhkan lukanya."
"Kalau Kak Darren selingkuh seperti Papi, apa Kak Farah akan berbuat seperti Mami juga? hilang tanpa jejak?" Tanya Sasha mendalam.
Pandangan Farah lurus kedepan, "Mungkin, selingkuh bahkan sampai menikah secara diam-diam itu suatu hal yang tidak termaafkan Sha, untuk apa kita mempertahankan rumah tangga yang sudah terisi dengan kebohongan." Jawab Farah.
"Kamu sendiri gimana Sha? kalau misal Rey nanti berbuat seperti Papi juga?" Farah balik bertanya.
"Aku akan sama seperti Mami Kak, pergi dan tidak mau perduli lagi. tapi kalau aku ada anak, aku akan bawa anak aku, tidak akan meninggalkannya juga."
"Tapi Kakak rasa, Rey sangat mencintai kamu Sha, tidak mungkin dia akan berselingkuh bahkan sampai menikah lagi dengan wanita lain." Ucap Farah.
"Dan aku rasa juga Kak Darren tidak akan mengikuti jejak Papi, karna dia sangat membenci Papi dengan segala perlakuannya ke Mami."
.
.
.
__ADS_1
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...