
Reyvan dan Billy tiba di Singapura, Alex asisten pribadi Darren menjemput mereka di bandara.
"Selamat datang pak Reyvan dan Pak Billy" Sapa Alex sambil menyalami mereka berdua secara bergantian.
"Terimakasih pak Alex" Jawab Billy.
Mereka masuk kedalam mobil Alex, menuju sebuah hotel ternama di negara itu.
"Pak Aldio sudah menunggu direstoran untuk makan siang bersama"
"Baiklah pak Alex, kami akan ikut"
Darren sudah menunggu kedatangan Reyvan bersama Billy, dirinya sangat penasaran dengan adik iparnya itu.
"Nah itu Pak Aldio" Alex membawa Reyvan dan Billy mendekat ke meja Darren.
Darren menyambut baik kedatangan Reyvan dan Billy, mereka asik ngobrol bersama, hingga ponsel Reyvan berdering. Billy dengan sigap hendak mengangkatnya dan meninggalkan meja.
"Siapa Bill?" tanya Reyvan dengan pelan.
"Istri anda Pak, ibu Sasha" jawab Billy formal karna sedang didepan klien.
Reyvan menatap Darren, "Permisi pak Aldio, saya ijin untuk mengangkat telpon dari istri saya dulu sebentar"
"Sepertinya sangat penting ya Pak Rey?" Tanya Darren seolah ingin memancing reaksi Reyvan.
"Slalu penting kalau panggilan dari istri Pak, karna apa yang saya lakukan sekarang adalah untuk dia"
Darren tersenyum, dia tak menyangka bahwa Reyvan memperlakukan Sasha dengan begitu istimewa "Silahkan Pak Rey"
Reyvan berdiri dan meninggalkan meja untuk mengangkat telpon dari Sasha.
"Halo Sayang" sapa Reyvan.
"Mas udah nyampe? koq gak ngabarin"
Reyvan tersenyum, dirinya merasa bahagia ada seseorang yang menunggu kabarnya disebrang sana.
"Maaf Sayang, aku datang langsung bertemu Klien, belum sempat kekamar hotel dan belum sempat pegang ponsel."
"Ya udah"
"Nanti aku telpon kalau sudah santai ya Sayang, Love you"
Sasha mematikan ponselnya tanpa menjawab ucapan dari Reyvan.
Reyvan kembali ke meja Darren dan melanjutkan obrolan soal bisnisnya.
"Maaf pak Aldio"
"Santai saja Pak Rey, saya kira pak Rey datang kemari bersama istrinya"
"Istri saya masih kuliah Pak Aldio, sedang padat jadwal kuliahnya"
"Strata dua kah?" tanya Darren pura-pura ridak tau.
"Bukan pak, istri saya kuliah dikedokteran, baru mau masuk semeseter enam, umurnya masih dua puluh tahun"
"Oo istrinya masih muda ya pak Reyvan"
"Ya begitulah pak Aldio, sudah jodohnya" jawab Reyvan dengan tertawa ringan.
Sementara Sasha yang sudah mulai kembali kekampus bersama Fitto dan Naya, sibuk mengikuti mata kuliah disemeseter terakhirnya sebelum akhirnya mengikuti program profesi atau koas.
"Sha, tidur dikamar gue kan?" tanya Naya saat tiba dirumah.
"Iya, gue tidur dikamar lo ya"
__ADS_1
"Nonton yuk Sha, ada beberapa film baru"
"Tugas banyak Nay, inget tugas"
Naya tertawa, "mata butuh hiburan Sha, butuh melihat Oppa oppa ganteng di televisi"
"Masih gantengan juga Mas Rey Nay" jawab Sasha sambil tertawa juga.
"Naya mentoyor kepala Sasha, "Baru beberapa jam ditinggal, lo udah ikutan bucin aja Sha"
Mereka tertawa bersama sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Selesei makan malam, Sasha masuk kekamar Naya sambil membawa laptopnya. Rencana nonton gagal karna Sasha ingin menyelesaikan tugas-tugasnya yang dikerjakan bersama Naya.
"Selesei juga" Ucap Naya sambil meregangkan tangannya.
"Gak kerasa udah Jam sepuluh Nay"
"Gue ngantuk Sha, tidur yuk"
"Billy gak telpon lo?"
"Palingan juga dia udah tidur Sha, besok-besok juga kalo Babang kangen juga pasti telpon gue" jawab Naya santai.
"Lo gak kangen Billy gitu Nay?"
"Kangen Sha,, tapi mau gimana, Babang kaga telpon gue"
"Lo gak coba telpon duluan? tanya Sasha mendalam.
"Biasa gue suka telpon, cuma sekarang gue udah ngantuk banget Shaa.. Tidur yuk"
"Heran nih anak, koq bisa cuek banget sama cowoknya" batin Sasha.
Sasha mencoba memejamkan mata, namun dirinya tidak bisa tidur, entah kenapa matanya begitu sulit terpejam. Sasha membuka layar ponselnya, berharap Reyvan menelpon atau memberinya sebuah pesan kabar, namun nyatanya tidak ada satupun.
"Akhh kenapa gue jadi mikirin Mas Rey, dia aja gak mikirin gue" Gumamnya.
"Gue pindah aja kekamar mas Rey, disini gue gak bisa tidur. Aneh padahal dulu gue sering banget tidur dikamar Naya, tapi sekarang koq kayanya asing banget" Sasha masih bergumam kemudian keluar dari kamar Naya.
"Sasha..." Suara Ayah memanggil yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.
"Eh Ayah.."
"Kamu belum tidur Sha?"
"Hmm.. Aku gak bisa tidur yah, ini mau pindah kekamar Mas Rey aja."
"Sudah terbiasa tidur dikamar Rey ya?" goda Ayah
Sasha hanya tersenyum, "Ayah belum tidur?" Tanya Sasha mengalihkan pembicaraan.
"Ayah masih ada kerjaan, ini mau turun untuk bikin kopi dulu"
"Ya sudah yah, biar aku yang buat aja, Ayah tunggu aja diruang kerja."
"Kalau gitu tolong buatkan ya Sha"
Sasha mengangguk kemudian turun kedapur untuk membuat Ayah kopi, sesudah kopi buatannya jadi, Sasha mengantarkan kopinya ke ruang kerja Ayah.
"Permisi yah" Ucap Sasha.
"Masuk Sha"
Sasha menaruh cangkir kopi di meja kerja Ayah.
"Terimakasih ya Sha"
__ADS_1
"Iya yah, kalau gitu Sasha kekamar dulu ya Yah"
Saat Sasha membalikan tubuhnya, Ayah memanggilnya kembali.
"Sasha.."
"Iya Yah, Sasha kembali ke posisi semula.
"Hemm bagaimana hubunganmu dengan Reyvan?"
Sasha tersenyum, "Baik Yah, bahkan jauh lebih baik, Mas Rey slalu baik sama Aku"
"Syukurlah Sha, Ayah cuma khawatir Rey menyakiti kamu lagi"
"Engga yah, Ayah jangan berfikir macam-macam. Mas Rey baik banget sama aku, bahkan Mas Rey membelikan aku mobil yah"
"Benarkah?" tanya Ayah tidak percaya.
"Ayah harus percaya sama Mas Rey, Mas Rey sudah banyak berubah"
"Hemm.. Baiklah Sha, Ayah akan coba percaya"
Setelah obrolan itu, Sasha kembali kekamar Reyvan lalu merebahkan dirinya.
Dret.. drett.. drettt
Ponsel Sasha bergetar, tanda panggilan video masuk.
Sasha tersenyum saat melihat nama Mas Rey terlihat dilayar ponselnya.
"Hemm" Sasha menerima hanya dengan suara berdehem.
"Udah tidur ya Sayang?"
"Belum"
Reyvan mengernyitkan dahinya saat melihat Sasha berada dikamarnya dan bukan dikamar Naya.
"Kamu koq gak tidur sama Naya?"
"Disana aku gak bisa tidur Mas, jadi aku kesini"
Reyvan tersenyum, "Kangen aku ya Sha?"
"Hem.. Kangen sendiri"
"Maksdunya?"
"Ya aku kangen sendiri, mas Rey disana gak Kangen, dari tadi gak ngabarin" ucapnya sambil cemberut.
"Oo jadi ada yang nungguin aku ya, seneng banget hati aku dengernya Sha, dan siapa bilang kamu kangen sendiri, aku juga kangen"
Sasha hanya diam tidak menjawab.
"Jangan marah lagi dong Sayang, serius deh, baru datang tadi kerjaan udah banyak banget Sayang, tanya Billy kalo gak percaya"
"Ngapain aku tanya Billy, emangnya aku nikah sama Billy"
Reyvan tertawa geli, "Udah jangan ngambek ya Sayang, aku janji besok akan sering hubungin kamu ya, sekarang tidur udah malam, besok ada kuliah pagi kan yank?"
Sasha hanya mengangguk, kemudian Sasha mematikan ponselnya.
.
.
.
__ADS_1
.
...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...