MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU

MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU
SEMUA TERUNGKAP


__ADS_3

Reyvan tiba di apartemen, sebelumnya di basement Reyvan sempat berpapasan dengan Fitto yang akan jalan pulang, bahkan mereka sempat ngobrol sebentar. Tidak ada kecemburuan dihati Reyvan terhadap Fitto, ia sangat tahu bahwa Fitto menyayangi Sasha dan Naya seperti adiknya sendiri.


Blippp.


Pintu apartemen terbuka setelah Reyvan memasukan kode akses.


Sasha sedang duduk disofa sambil menonton acara televisi. Reyvan menghampiri Sasha kemudian mencium kening Sasha dan mendudukan dirinya disebelah Sasha sambil melonggarkan dasinya.


"Cape ya Mas? mau aku buatin kopi atau teh?"


"Buatkan aku lemon tea atau jeruk hangat aja sayang, kayanya badan aku pegal semua."


"Kerjaan kamu seminggu ini padat banget mas, pulang tengah malam terus." Ucap Sasha sambil membuatkan segelas jeruk hangat untuk suaminya itu.


"Tapi sekarang udah santai koq sayang, senin udah tinggal tanda tangan kontrak sama pihak Aldio Company."


Sasha memberikan cangkir berisikan jeruk hangat untuk Reyvan, dan Reyvan meminumnya hingga tandas.


Sasha ingin memulai membahas soal snowball itu, namun dirinya bingung memulai dari mana.


Sasha terlihat lebih banyak diam.


Sasha berdiri dari duduknya, kemudian berkata,


"Mas aku mau istirahat dulu sebentar ya, kita pulang agak malam aja, nanti makan malam disini dulu aja." kemudian kakinya mulai melangkah, tapi Reyvan mencekal tangan Sasha.


"Kamu kenapa?" Tanya Reyvan seperti kebingungan.


"Gapapa mas, aku cuma cape aja, aku mau mandi dulu terus istirahat sebentar ya." Sasha menarik tangannya namun Rey tetap menahannya dengan kuat.


"Mandi dan istirahatlah dikamar utama Sha, itu kamar kita sekarang, jangan lagi tidur dikamarmu." Ucap Reyvan sambil membelai pipi Sasha.


"Baju-baju aku masih dikamarku Mas, utk sekarang biar aku dikamarku dulu ya." Sasha berbalik dan masuk kedalam kamarnya.


Sementara Reyvan hanya bisa memandangi punggung Sasha yang belalu darinya.


"Ada apa dengan anak manis itu, apa dia marah sama gue? apa karna seminggu ini gue pulang telat terus dan dia jadi marah sama gue?"


Reyvan menyusul Sasha masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu, Ternyata Sasha sedang duduk ditepi tempat tidur sambil memegang snowball miliknya dan sedikit menangis.


Reyvan langsung mendekatkan diri pada Sasha , "Sayang kamu kenapa menangis?" Tanya Reyvan sambil mengkup wajah Sasha dan menghapus air matanya.


Sasha menatap mata Reyvan bibirnya tetap membisu.


"Aku ada salah sama kamu?" tanya Reyvan.


Sasha menggelengkan kepalanya,

__ADS_1


"Kamu inget Mami? inget kak Darren?"


Lagi-lagi Sasha menggelengkan kepalanya?"


"Terus kenapa? ada tugas kuliah yang susah? atau bertengkar tadi dengan Fitto?"


Dan Sasha tetap menggelengkan kepalanya, lalu ia mengangkat snowballnya dan memberikannya kepada Reyvan.


Reyvan mengambil snowball itu, "Kenapa snowballnya?"


"Snowball ini milik aku Mas, dan yang dikamar mas Rey ternyata bukan punya aku." Ucap Sasha dengan lirih.


Reyvan menangkap maksud omongan Sasha, snowball itu disimpan kembali dinakas, kemudian Reyvan kembali menangkup wajah Sasha.


"Hai My little girl, aku Pandamu." Ucapnya sambil tersenyum.


"Dari kapan kamu tau?"


"Sewaktu kamu kecelakaan, aku menyesal atas perbuatanku selama dua tahun lalu, terus aku masuk kekamar ini, dan aku melihat snowball ini juga tulisan dibawah snowballnya. Dari situ aku tau kalau kamu adalah little girl yang slama ini aku cari." Reyvan mencium kening Sasha kemudian mengecup sekilas bibirnya.


Sasha tersenyum, "Kita seperti dipermainkan oleh takdir mas."


"Aku cari kamu kemana-mana ternyata slama ini kamu sangat dekat denganku, bahkan jauh sebelum kita dijodohkan Sha, aku menyesal kenapa aku tidak menyadari kalau kamu begitu menyukai panda, itu pasti karna aku Sha."


Sasha mengangguk "Aku begitu menyukai panda."


Sejenak Reyvan melepaskan pagutannya, "Periodemu sudah selesai?" Reyvan bertanya karna tidak ingin mengulang kekecewaan lagi.


Sasha tersenyum dan mengangguk.


"Boleh aku meminta hak ku sekarang?" Tanya Reyvan dengan lembut.


"Kita pindah kekamar kita ya Sayang" Bisiknya,


Reyvan menggendong Sasha ala bridal, sementara tangannya masih terus melingkar dileher Reyvan, mereka pindah dikamar utama.


Reyvan ingin sekali mengecap bagian inti Sasha, namun dirinya teringat omongan Billy agar memperlakukan Sasha dengan selembut mungkin agar Sasha tidak shock karna ini adalah pengalaman pertama bagi Sasha.


"Kamu sudah siap Sayang?"


Sasha hanya mengangguk.


"Ini akan sedikit sakit sayang, kamu boleh mencengkram punggungku atau menggigitku jika kamu tidak bisa menahannya." Ucapnya lembut kemudian menci*um sekilas kening Sasha.


Sementara Sasha hanya menutup kedua matanya, buliran air mata keluar begitu saja dari mata Sasha.


Reyvan tersadar bahwa Sasha merasakan sakit yang luar biasa, terlihat dari cengkramannya yang kuat dan air mata yang keluar dari mata indahnya.

__ADS_1


"Maaf Sayang" kemudian Reyvan mencium lembut bibir Sasha.


Reyvan tersenyum penuh kemenangan sesaat setelah berhasil menerobos gawang pertahanan Sasha.


Perlahan Reyvan melakukannya dengan lembut, sehingga terdengan suara desahan indah dari bibir Sasha.


Reyvan Menghentakkan miliknya dengan penuh irama hingga akhirnya Reyvan tiba dipelepasannya dan ambruk dengan nafas terengah-engah diatas Sasha.


Setelah nafasnya stabil, Reyvan mengecup sekilas bibir Sasha, "Terimakasih Sayang, telah menjadikan aku yang pertama." Bisiknya tepat ditelinga Sasha.


Sementara Sasha, dirinya sudah merasa lelah, dia tertidur karna tenaganya habis menahan rasa sakit yang baru saja ia alami untuk yang pertama kalinya.


Reyvan membawa Sasha kedalam pelukannya dan menyelimuti tubuh polos mereka. Mereka tertidur bersama.


Menjelang malam, Reyvan terbangun, Posisinya masih memeluk tubuh Sasha yang masih polos. Reyvan mengecup puncak kepala Sasha, kemudian Reyvan bangun untuk membersihkan diri.


Suara gemercik air dari dalam toilet membuat Sasha terbangun dari tidurnya, perlahan Sasha menggeliat, "Auwww, sshhhh" Suara Sasha menahan sakit di intinya bertepatan dengan langkah Reyvan yang baru saja keluar dari toilet.


Reyvan yang mendengar suara Sasha langsung menghampiri Sasha. "Sakit ya Sayang?"


Sasha menarik selimutnya hingga menutupi dadanya kemudian mengangguk.


"Mau mandi?" tanya Reyvan dengan lembut.


"Iya, tapi masih sakit mas"


"Aku gendong ya"


"Gak usah, mas keluar aja, tolong ambilkan baju aku dilemari kamarku."


"Kamu malu? aku udah lihat semuanya lho Sha" ucapnya dengan nada menggoda.


"Mas!!"


Reyvan berdiri kemudian menggendong Sasha ala bridal dan membawanya kedalam toilet. Reyvan mengisi bath tub dengan air hangat dan memberikan aroma teraphy beraromakan vanila.


"Kamu berendam dulu, ya, kalau udah selesai panggil aku, aku siapin baju kamu dulu."


Sasha hanya mengangguk.


.


.


.


.

__ADS_1


...Tinggalkan Vote, Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...


__ADS_2