
Dua hari berlalu, Sasha kembali ke aktifitasnya, kehidupannya sudah benar-benar berubah saat Darren kembali dan slalu memanjakan adik kesayangannya itu.
"Mas hari ini aku gak bawa mobil ke kampus." Ucap Sasha saat sedang memasangkan dasi di kerah baju Reyvan.
"Kenapa ga bawa mobil sayang?"
"Kak Darren bilang mau jemput aku, mau ajak aku jalan-jalan, boleh Mas?"
Reyvan mengecup kening Sasha saat selesai memasangkan dasi. "Boleh." Jawabnya dan tersenyum.
Reyvan melihat begitu banyak perubahan pada diri Sasha, dia melihat Sasha lebih ceria dan lebih manja lagi, benar-benar membuat hati Reyvan senang.
Diparkiran, Sasha sudah melihat Darren bersandar pada kap mobil, dengan tampilan sporty celana panjang dan kaos kerah polo berwarna hitam dan sepatu kets.
"Kak." Panggil Sasha sambil melambaikan tangan dari depan fakultas.
Darren menoleh kemudian melambaikan tangannya pada Sasha.
"Koq sendiri?" Tanya Sasha saat menghampiri Darren.
Darren menautkan dahinya, "Terus harus sama siapa?"
"Kak Farah gak diajak?"
"Kalau diajak nanti bukan surprise, Kakak ajak kamu karna mau minta tolong temenin kakak cariin cincin buat ngelamar Farah."
"Ahhh Kakak romantis banget, gitu dooong."
Darren mengusap puncak kepala Sasha, "Yuk keburu sore nanti."
Sasha masuk kedalam mobil bersama Darren.
"Kita ke Mall aja ya Sha."
"Iya tapi aku mau main di time zone ya Kak."
"Siapp anak manis.. kenapa gak ajak Naya sama Fitto juga?"
"Fitto udah mulai sering kerumah sakit Kak bantu Papinya ngurus manajemen rumah sakit, dan Naya pulang katanya mau nonton film drakor terbaru."
Sekitar tiga puluh menit, mereka tiba di Mall terbesar dijakarta. Darren menggenggam erat tangan Sasha, mereka terlihat seperti sepasang kekasih, bukan seperti kakak dan adik.
"Kak ini bagus, simple." Ucap Sasha.
"Oya ini bagus."
Darren melihat cincin itu dan membayangkan saat dirinya akan melamar Farah, lalu dia tersenyum.
"Mikirin kak Farah ya?" Tanya Sasha menggoda.
"Farah cewek paling sabar hadapin Kakak Sha. Kita lanjut ngobrol sambil makan yuk.
Mereka lanjut makan setelah Darren membayar cincinnya.
"Kak Farah baik, aku suka sama Kak Farah." Ucap Sasha sambil meminum ice coffee nya.
"Farah sabar banget Sha, dia nemenin Kakak dari nol, bahkan Farah sering melihat Kakak jalan sama cewek lain, tapi dia tetap sabar, dengan hubungan tanpa status kita, dia tetap jadi gadis penurut."
"Kakak mencintai kak Farah?"
"Sangat, tapi kakak nunggu waktu buat ngungkapinnya, Kakak ingin semua terlihat sempurna, Kakak gak mau bawa Farah susah, karna itu Kakak mau lamar Farah sekarang, Kakak takut dia kembali lagi ke Paris dan ninggalin Kakak disini. Tapi Sha, Mami belum ketemu."
__ADS_1
Sasha menggenggam tangan Darren "Kak, aku yakin Mami pasti merestui Kakak dan Kak Farah. Umur Kakak dan Kak Farah udah gak muda lagi, menikahlah Kak."
Darren tersenyum, "Kamu merestui Kakak?"
Sasha tersenyum dan mengangguk.
Setelah makan siang bersama, Darren menepati janjinya untuk mengajak Sasha bermain di Time zone, mereka mengenang masa kecilnya yang slalu mereka habiskan bermain bersama di Time zone, Sasha benar-benar kebahagiaannya kembali.
"Kak antarkan aku kekantor mas Rey aja, Mall ini dekat dengan kantor mas Rey."
"Baiklah, hemm Sha, Kakak senang sekali lihat kamu sama Reyvan, dia baik ya Sha?"
Sasha tersenyum, "Seengganya Sasha punya teman menua bersama Kak, yang akan jagain Sasha."
Sasha turun dari mobil Darren saat tiba di lobby kantor Rivano group, "Kakak gak turun?"
"Hmm Kakak langsung aja, Farah diapartemen sendirian."
Sasha mengangguk, hati-hati dijalan Kak.
Sasha berjalan masuk kekantor dan langsung menuju ruangan Reyvan.
"Sore Mba Vivi." Sapa Sasha.
"Eh Bu Sasha, selamat sore Bu."
"Mas Rey ada?"
"Ada Bu didalam."
"Kalau gitu saya langsung masuk aja ya, oh iya ini tadi sy beli cake untuk mba Vivi, diterima ya."
"Wah jadi ngerepotin nih Bu Sasha, makasih ya Bu."
Sasha masuk kedalam ruangan Reyvan, dan Reyvan menoleh saat pintunya terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu.
"Sayang." Sapa Reyvan yang masih duduk karna sedang memeriksa berkas.
Sasha mendekati kearah Reyvan yang sedang duduk dan memeluk lehernya dari belakang.
"Kangen." Bisik Sasha tepat ditelinga Reyvan.
Reyvan tersenyum kemudian memutar duduknya dan menarik Sasha agar duduk didalam pangkuannya.
Perlahan Reyvan mencium bibir mungil Sasha, Tangan satunya sudah mulai bergerilya di satu gunung kembar sasha.
Sasha melepaskan pagutannya, "Mas selesaikan dulu kerjaannya."
"Abis kamunya mancing-mancing."
"Issh mancing-mancing gimana, kamu aja pikirannya mesum terus, emang arti kata kangen harus berakhir dikemesuman apa Mas? aku kangen ketemu sama kamu, ngobrol sama kamu, bukan pikiran ranjang"
Reyvan tertawa sambil menenggelamkan kepalanya di dada Sasha dan mengendusnya.
Ceklekk,
Pintu ruangan Reyvan terbuka,
Siapa lagi kalau bukan Billy, hanya dia yang slalu masuk tanpa mengetuk pintu.
"Haisshhh mata gue ternodai." Ucap Billy saat melihat Reyvan yang tengah mengendus leher Sasha dan Sasha merangkul kepala Reyvan.
__ADS_1
Sasha begitu terkejut kemudian berdiri dan merapihkan pakaiannya Sementara Reyvan melempar sebuah pulpen kearah Billy dan Billy menangkapnya sambil tertawa.
"Gak lihat koq gak lihat." Ucap Billy tertawa.
"Lo bisa gak sih kalau masuk keruangan gue tuh ketuk pintu dulu, kebiasaan banget main nyelonong." Omel Reyvan.
Sementara Sasha, wajahnya sedari tadi memerah, malu karna kepergok oleh Billy.
"Ya Maaf Rey, kan gue biasa masuk tanpa ketuk pintu.
"Mas aku pulang aja ya."
"Jangan dong sayang, satu jam lagi aku pulang, kita pulang sama-sama."
Sasha beralih duduk disofa,
Reyvan memandang Billy dengan tatapan sinis, "Lo ada urusan apa?".
"Gue cuma mau ambil berkas yang udah lo tandatanganin."
"Ya udah nih udah beres." Jawab Reyvan masih dengan nada kesal.
"Santai sih Rey, gue kan gak sengaja, makanya lain kali kunci pintu, lagian tadi gue gak lihat koq." Billy berdiri kemudian meninggalkan ruangan Reyvan.
Reyvan mengambil remote untuk mengunci pintu ruangannya. Kemudian Reyvan berjalan kearah sofa, tempat dimana Sasha sedang duduk bersandar.
"Aku malu tau Mas."
"Billy bilang gak lihat koq Sayang."
"Tetep aja, dia pasti lihat. Ahh mas dari sekarang stop berbuat gitu sama aku kalau bukan dikamar ya."
Reyvan mendekat pada Sasha dan mulai mencium leher Sasha, "Mas aku bilang barusan apa."
"Pintunya udah aku kunci koq sayang." Rayu Reyvan.
Reyvan kembali meciumi leher Sasha, kembali membuka kancing kemeja Sasha dan menciumi bagian dadanya.
"Mas lanjut dirumah aja, gak enak disini."
"Gak enaknya kenapa Sayang?"
"Ya gak enak, gak bisa langsung narik kamu keranjang."
Reyvan tertawa sambil mengaitkan kembali kancing kemeja Sasha. "Kalau gitu kita kepartemen dulu aja ya, nanti malam baru pulang."
Sasha tersenyum dan mengangguk, Reyvan mencubit dagu Sasha.
"Anak manis, aku makin greget kalau kamu kaya gini, nakal sama aku."
"Kamu duluan sih yang nakal, aku jadi kebawa nakal deh."
"Tapi suka kan dinakalin aku."
Sasha memeluk Reyvan dan mengecup bibir Reyvan sekilas. " Hemm aku cinta banget sama Panda aku ini."
.
.
.
__ADS_1
.
...Bantu Vote, Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...