
Satu minggu berlalu, hubungan Reyvan dengan Sasha berjalan semakin baik, Reyvan banyak berubah, lebih sering memberi perhatian kepada Sasha sampai perhatian terkecil sekalipun.
"Sayang bisa bantu aku?" tanya Reyvan yang sedang memilih dasinya.
"Iya mas, kenapa?" jawab Sasha sambil mendekat kearah Reyvan.
"Bantu aku memilihkan dasi yang cocok" ucapnya sambil mencium pipi Sasha.
Sasha membuka laci yang berisikan dasi yang tersusun rapih itu.
"Ini cocok" jawab Sasha sambil mengambil dan mendekatkan dasinya pada kemeja Reyvan.
Reyvan tersenyum, "Pasangkan"
"Biasanya pake sendiri" Jawab Sasha sambil menatap mata Reyvan.
"Mulai hari ini dan seterusnya, kamu siapin pakaian aku dan pasangkan aku dasi setiap hari" Jawab Reyvan sambil mencubit hidung mancung Sasha.
Sasha tersenyum kemudian memasangkan dasi di kerah kemeja yang Reyvan pakai.
Jantung Reyvan berdetak kencang, nafas Sasha begitu dekat dan beradu dengan nafas Reyvan, sungguh Reyvan ingin sekali mencium bibir tipis Sasha, namun dirinya menahannya hingga kata cinta terucap dari bibir Sasha.
Ya Reyvan berjanji pada dirinya sendiri, tidak akan pernah menyentuh Sasha hingga Sasha menyerahkan hatinya untuk Reyvan, dan sebisa mungkin Reyvan akan membuat Sasha mencintainya tanpa harus tau bahwa Reyvan adalah Panda nya yang slama ini Sasha tunggu.
"Selesei" ucap Sasha sambil menepuk dada bidang Reyvan.
Reyvan mencium pipi Sasha, "Terimakasih istriku"
Sasha kembali duduk ditepi ranjang,
"Mas hari ini aku mau pergi sama Fitto"
"Sama Fitto? kemana? saman Naya juga?"
"Naya belum tau ikut atau engga, aku mau cari mobil second mas, boleh?"
Reyvan mengernyitkan dahinya "Mobil second? untuk apa?"
"Hemm.. Mobilku kan gak bisa dibenerin mas, dan pihak asuransi cuma kasih penggantian berupa uang, setelah kemarin cair, aku cek bisa untuk beli mobil second"
"Iya tapi untuk apa mobil Sha?"
"Minggu depan aku udah mulai kuliah lagi mas, masih satu semester lagi sebelum akhirnya nanti ambil program profesi, aku butuh mobil untuk aktifitas aku" jawabnya dengan hati-hati.
"Kan ada aku Sha, aku bisa antar kamu ke kampus dulu sama Naya, nanti pulang bisa dijemput supir, seperti Naya"
"Aku gak biasa mas kalo harus pake supir, risih"
"Aku belum bisa lepas kamu untuk nyetir sendiri dulu Sha, tunggu sampai bulan depan ya, tapi kalau kamu mau pergi sama Fitto sekedar main atau jalan-jalan, aku ijinkan"
Sasha hanya diam dan tersenyum tipis.
"Oh ya Sha, berapa nomer rekening kamu?"
"Untuk apa Mas?"
__ADS_1
"Ya aku harus kasih kamu nafkah kan Sha, dan maafkan aku yang dulu, sungguh aku gak tau kewajiban aku Sha, sampai akhirnya kamu harus cari uang sendiri, andai kamu dulu bilang sama aku soal uang, aku pasti akan kasih Sha, gak mungkin sampai aku nelantarin kamu" Ucapnya dengan pelan.
"Gapapa mas, yang udah lewat gak usah diungkit lagi, yang penting mas sekarang beneran berubah jadi lebih baik lagi"
"Kalau gitu kirimkan ke aku nomer rekening kamu ya, itu sebagian kewajiban aku sama kamu. Dan ini credit card, kamu bisa pake untuk beli segala kebutuhan kamu Sha" Ucap Reyvan sambil menyerahkan kartu kredit untuk Sasha.
Sasha menerimanya dan tersenyum. "Terimakasih Mas"
"Kita turun yuk, Sarapan" ajak Reyvan sambil menggandeng tangan Sasha.
Dimeja makan saat sarapan bersama.
"Rey, nanti siang jadi meeting dengan pihak Aldio company?"
"Jadi yah, Billy udah siapin semua berkasnya, Rey juga udah periksa semua kelengkapannya"
"Semoga goal ya kerjasama dengan Aldio company"
"Iya yah, Rey akan berusaha"
"Nay hari ini lo ikut pergi sama Sasha dan Fitto?" Reyvan bertanya langsung pada Naya.
"Jadi Sha?" tanya Naya ke Sasha.
"Jadi, lo ikut kan?" Tanya Sasha balik.
Naya mengangguk.
"Diantar supir aja nanti" Ucap Reyvan.
"Ya baguslah kalau begitu, kabarin ya nanti pergi kemananya"
Sasha hanya tersenyum.
Siang hari Fitto sudah tiba dirumah Naya, menjemput Naya dan Sasha. Merekapun naik kemobil Fitto setelah berpamitan dengan Bunda.
"Kita kemana jadinya?" tanya Fitto.
"Mall aja deh, nanti disana cari coffee shop" Jawab Sasha.
"Lo gimana Nay?" tanya Fitto.
"Gue sih ikut aja, namanya juga mau ditraktir, ya ngikut ajalah" jawabnya sambil tertawa.
Mereka bertiga tiba di Mall. Berkeliling mencari kebutuhan yang mungkin tidak dibutuhkannya, berbeda dengan Sasha, pengalaman menjadikannya lebih bijak lagi dalam menggunakan uang.
Mereka menuju toko pakaian, Fitto bilang ingin membeli beberapa tshirt dan Naya jugan akan membeli beberapa baju tidur.
Mereka berpencar didalam toko pakaian, Sasha berkeliling hingga matanya tertuju pada koleksi dasi-dasi yang terpajang rapih.
Sasha mendekati dan memilih dua buah dasi untuk Reyvan.
"Mba saya mau dua ini tolong dibungkus ya" Ucap Sasha.
Setelah Sasha melakukan pembayaran, Sasha mengambil dasi yang sudah disimpan rapih didalam paperbox.
__ADS_1
Naya menghampiri Sasha, "Lo beli apa Sha?" tanya nya
"Dasi buat Mas Rey"
"Yang udah nikah, ingetnya suami terus" Goda Naya.
"By the way, Kak Rey sekarang baik sama lo Sha?" tanya Naya penasaran.
"Baik lah Nay, lo harus percaya sama gue"
"Iya gue percaya, Billy bilang kak Rey sekarang banyak berubah, jadi bucin dia, dikit-dikit telpon lo, bener ya Sha?" tanya Naya dengan nada menggoda.
"Ya gituu deh Nay, perhatian Mas Rey bikin gue meleleh, ahahaha"
Fitto menghampiri Sasha dan Naya "Yuk cari coffee shop"
"Cafe aja Fit, diluar Mall, gue laper" ucap Sasha.
"Ya udah yuk"
Mereka keluar dari Mall dan masuk kesebuah cafe. Masing-masing memesan makanan dan minuman favoritnya.
Mereka asik mengobrol, sesekali tertawa, rasanya sudah lama mereka tidak mengobrol bertiga seperti ini.
"Permisi" tiba-tiba seorang wanita menghampiri meja Sasha dengan yang lainnya.
"Eh mba Vivi, lagi ngapain disini" Sapa Naya yang mengenal wanita itu yang merupakan sekertaris Reyvan.
"Maaf mba Naya, saya disuruh Pak Reyvan jemput istrinya pak Reyvan ke meja pak Reyvan, mau dikenalkan dengan rekan bisnisnya"
"Oh Kak Rey disini, sama Billy juga gak Mba?"
"Iya sama Pak Billy, mba Naya mau ikut sekalian?"
"Engga deh, Sasha aja, aku disini aja mba Vivi"
Sasha berdiri dan mengikuti Vivi dari belakang, Reyvan yang melihat kedatangan Vivi membawa Sasha langsung berdiri dan menghampiri Sasha.
"Sayang" Sapa Reyvan kemudian mencium pipi Sasha dan menggandeng tangan Sasha.
"Jadi ini istri pak Reyvan?" tanya seseorang yang merupakan rekan bisnisnya.
"Iya pak, ini Natasha Istri saya"
Sasha menemani Reyvan yang berbincang santai dengan rekan bisnisnya karna urusan pekerjaan yang sudah selesei.
"Seperti pernah melihat istrinya pak Reyvan, tapi dimana ya?" batin alex yang merupakan perwakilan dari rekan kerja Reyvan.
.
.
.
.
__ADS_1
...Tinggalkan Like dan Komentar ya Agar Author Semakin Bersemangat Up Ceritanya"...